
Penduduk Iran turun ke jalan-jalan merayakan pencapaian kesepakatan nuklir negaranya dengan AS dan lima kekuatan nuklir dunia; Jerman, Prancis, Inggris, Rusia, dan Tiongkok.
Di Tehran, warga berpawai di luar gedung Kementerian Luar Negeri, seraya menyuarakan pujian untuk para perunding. Beberapa mengibarkan bendera, dan lainnya membuat tanda victory di jalanan kota.
Di pesawat dalam perjalanan pulang dari Lausanne ke Tehran, Menlu Iran Javad Zarif merayakan sukses perundingan dengan wartawan yang meliput perundingan.
Ali Araghchi, sepupu deputy Menlu Abbas Araghchi, merekam suasana itu dan mempostingnya di Instagram.
Akui Hak Iran
Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan dunia mengakui hak Iran memiliki nuklir untuk tujuan damai dan tidak mengancam siapa pun.
Berbicara dalam jumpa pers beberapa jam setelah Iran-AS dan lima negara kekuatan nuklir dunia; Jerman, Rusia, Inggris, Prancis, dan Tiongkok, mencapai kesepakatan awal soal pengayaan uranium Iran, Rouhani mengatakan; "Iran akan menempati janji-janji yang telah dibuat dalam kesepakatan itu, kendati pihak lain bertindak sebaliknya."
"Jika kami memberkan janji, kami akan mengambil tindakan berdasarkan janji itu," ujar Rouhani. "Tentu saja kami berharap pihak lain juga melakukan hal serupa."
Rouhani menyebut kesepakatan bersejarah yang dicapai di Lausanne akan selalu diingat rakyat Iran. Kesepakatan ini, katanya, merupakan langkah maju bagi pengakuan dunia terhadap program nuklir Iran.
"Kami mempertahankan kedaulatan kami, dan program nuklir Iran tidak mengancam siapa pun," lanjutnya.
Kesepakatan ini akan memungkinkan Iran memperkaya uranium 3,67 persen, yang membuat negeri para Mullah itu menciptakan energi nuklir tapi tidak cukup membangun senjata nuklir.
Iran diwajibkan memotong sentrifugal dari 19 ribu sampai 6104, dengan 5.060 pengayaan. Tehran juga harus memangkas cadangan uranium dari 10 ribu kilogram ke 300 kilogram dan meningkatkan transparansi dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Fasilitas Fordow, yang akan diubah menjadi pusat fisika nuklir, tidak mengandung bahan fisil. Reaktor riset air berat Arak akan didesain ulang, agar tidak bisa memproduksi plutonium.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar