Tampilkan postingan dengan label Headline. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Headline. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Mei 2015

Asal Suara Aneh dari Langit, Belum Mampu Dipecahkan





Akhir-akhir ini sejumlah video di YouTube memperlihatkan suara seperti terompet yang datang dari langit. Kejadian ini tak hanya menimpa di satu negara, namun beberapa negara lainnya.



Bumi adalah tempat yang penuh dengan fenomena, tak terkecuali fenomena keberadaan suara-suara yang sebelumnya belum pernah didengar.



Sebelum fenomena suara terompet di langit ramai terjadi, jauh sebelum itu pernah ada fenomena suara yang dikenal dengan istilah The Hum. Fenomena suara gemuruh ini terjadi di sejumlah tempat, seperti di Taos, New Mexico; Bristol, Inggris; Largs, Skotlandia; sampai ke Bondi, Australia.



Suara aneh itu ada yang berasal dari tanah, dari lautan, hingga dari langit. Salah satu yang paling fenomenal adalah suara seperti dengung yang terdengar berasal dari langit.



Suara misterius telah tercatat dalam beberapa kesempatan, terutama selama 50 tahun terakhir. Dalam kasus ini, ada laporan dengungan suara yang didengar oleh sedikit orang di tempat tertentu.



Suara aneh misalnya The Hum sudah terdokumentasi sejak 1970-an, dan sejak itu, kasus ini muncul di kawasan seperto Ontario di Kanada, Taos di New Mexico, Bristol di Inggris, lalu Largs di Skotlandia, dan Auckland di Selandia Baru.



Para ahli yang mencoba menyelidiki The Hum menduga suara itu muncul akibat beberapa faktor, yaitu radiasi elektromagnetik, gelombang radio, tremor Bumi, hingga listrik. Mereka menduga penyebabnya dapat bervariasi dan masih membingungkan para ahli.







Sejumlah penelitian sudah dilakukan untuk mengungkap misteri Hum. Pada 2003 konsultan akustik Geoff Leventhall dari Surrey, Inggris, meneliti suara itu. Hasilnya, dia mendapati hanya dua persen orang yang hidup di daerah yang terdengar Hum, yang mendengar suara itu. Mayoritas berusia 55 sampai 70 tahun.



Lalu pada 1991 Hum terdengar di Taos, New Mexico. Malah suara ini terdengar selama bertahun-tahun dan meresahkan sebagian warga di kota itu. Satu tim dari Los Alamos National Laboratory, Universitas New Mexico, Sandia National Laboratories, dan ilmuwan lain belum berhasil mengidentifikasi sumber suara itu.



Suara Hum yang lain terdengar di Windsor, Ontario. Begitu juga di Bondi, daerah pantai di Australia. Daily Telegraph pernah mengulas bunyi, yang disebut telah menyebabkan 'kegilaan' kepada orang-orang.



Kebanyakan peneliti yang menginvestigasi Hum menyatakan suara itu adalah nyata, bukan hasil dari histeria massal atau bunyi dari luar Bumi.



Penyebabnya disebut macam-macam. Mulai dari tekanan tinggi di jalur pipa gas, perangkat komunikasi, radiasi elektromagnetik berfrekuensi rendah namun masih bisa didengar telinga manusia.



Ada juga yang menyebutkan itu faktor dari alam, termasuk kegiatan seismik seperti gempa yang amat kecil yang bisa disebabkan oleh gelombang laut. Ada juga yang punya hipotesis bahwa Hum disebabkan kegiatan militer atau dampak komunikasi di kapal selam.



Memecahkan Misteri Suara Hum



Selama puluhan tahun suara aneh berfrekuensi rendah mengganggu banyak orang di sejumlah tempat di Bumi. Ilmuwan dari Centre National de la Recherche Scientifique mengklaim telah menemukan penyebab suara itu.



Menurut mereka, suara The Hum terjadi akibat dari aktivitas mikroseismik pada gelombang lautan yang menghantam dasar laut. Hantaman yang berlangsung dalam jangka waktu lama dan konstan ini disebut menghasilkan suara gemuruh atau debaran.



"Tekanan gelombang pada dasar laut menghasilkan gelombang seismik yag menyebabkan Bumi mengalami vibrasi," kata Fabrice Ardhuin, peneliti senior di sana, seperti dilansir The Independent pada April lalu.



Gelombang berkelanjutan memproduksi suara yang berlangsung selama 13 sampai 300 detik. Tapi suara ini hanya bisa didengar sebagian orang yang sensitif pada suara itu, atau perangkat seismik.

Pak Jokowi, Mana Dana Desa 1 Miliarnya, Mana?





Ribuan perangkat desa yang berunjuk rasa depan Istana Merdeka mempertanyakan janji pemerintah pusat yang akan memberikan dana Rp 1 miliar untuk desa seluruh Indonesia. 



Para kepala desa ini menganggap Presiden Joko Widodo hanya memberikan janji belaka terkait dana tersebut.



"Pak Jokowi, mana dana desa Rp 1 miliar. Ini sudah bulan apa Pak? Kok enggak ada dananya," seru orator aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (27/5).



Menurut Kepala Desa Tegal Sumur, Jawa Tengah Masyudi, seharusnya dana desa diberikan dalam tiga tahap.



Tahap pertama pada bulan April, tahap ke dua Agustus dan tahap ke tiga, September. Namun, sejauh ini belum semua desa mendapatkan dana tersebut.



"Kami minta percepatan janji presiden itu. Jangan kebanyakan alasan. Katanya masih di Kemendagri dan Kementerian Desa. Lalu kapan?" kata Masyudi.



Masyudi mengaku perangkat desa sudah mempertanyakan hal itu pada dua kementerian tersebut. Namun, hanya jawaban normatif yang didapat.



Sehingga mereka memilih menyampaikan melalui unjuk rasa agar didengarkan oleh presiden.



JPNN


Bulan Juni, Migran Bangladesh Dipulangkan





Sebanyak 720 pendatang asal Bangladesh, yang mendarat di Aceh bersama lebih dari 1.000 pengungsi Rohingya, akan dipulangkan ke negara mereka pada Juni 2015 mendatang.



Pemulangan warga Bangladesh akan dilakukan atas komitmen pemerintah negara itu untuk membawa mereka pulang, meskipun semula mereka ingin bekerja di Malaysia.



Selama berbulan-bulan mereka menumpang kapal-kapal bersama pengungsi etnik Rohingya dari Myanmar.



"Pendataan dilakukan dan diharapkan minggu ini dan minggu depan sebagian diharapkan dipindahkan ke Medan untuk transit sementara dan selanjutnya dibawa ke Bangladesh," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo, Selasa (26/05).



"Diharapkan dalam waktu satu bulan 720 pengungsi asal Bangladesh telah dikembalikan ke Bangladesh."



Menurut Sutopo, Medan ditentukan sebagai tempat transit karena mempunyai bandar udara luas untuk melayani pesawat-pesawat besar ketimbang bandar udara di Aceh. Jaraknya pun relatif dekat dengan lokasi-lokasi penampungan saat ini.



Dipisah sebab Berkelahi



Pengungsi Rohingya dan migran Bangladesh sekarang tersebar di lima kabupaten/kota, Aceh Timur, Aceh Utara, Kota Langsa, Aceh Tamiang, dan Medan.



"Para pengungsi Bangladesh dan Rohingya kita pisah karena dalam beberapa kejadian mereka berkelahi atau salah paham sehingga timbul permasalahan," tambah Sutopo yang lembaganya ditunjuk sebagai salah satu yang menangani pengungsi Rohingya dan migran Bangladesh.



"Umumnya pengungsi Rohingya lebih mudah diatur, mereka tertib karena mereka berpindah dalam rangka untuk mencari keamanan atau mencari penghidupan lebih baik. Sementara pengungsi Bangladesh lebih susah diatur. Mereka ingin keluar dari kamp yang ada."



Sementara itu Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Lhokseumawe Mohammad Akmal menuturkan proses pendataan telah rampung.



"Pihak imigrasi mempunyai pertanyaan-pertanyaan sendiri mulai dari pengambilan foto, umur, nama. Begitu pula IOM (Badan Migrasi Internasional) mendata semua dan juga UNHCR (Badan Pengungsi PBB). Nanti kita satukan semua itu," jelasnya kepada BBC.



Dunia internasional member apresiasi kepada Pemerintah Langsa, Aceh Timur, Aceh Tamiang dan Aceh Utara karena langkah-langkah yang responsif untuk membantu mengurus pengungsi imigran secara baik.

Selasa, 26 Mei 2015

Kekaguman Jurnalis Asing di Pengungsian Rohingya





Jurnalis independen Amerika, Bilal Abdul Kareem, menyatakan kagum dengan bantuan dari warga Aceh untuk para pengungsi Rohingya.



Dalam laman FB-nya, Bilal menyatakan, “Maa shaa Allaah, Indonesia itu hebat. Mereka merawat para tamu dari Rohingya sebagaimana seharusnya Muslim melakukannya. Para pejabat dan para personel militer di Aceh juga bersikap baik kepada mereka (Rohingya), dan tidak merendahkan mereka,” ujar Kareem di laman facebook-nya.



“Perjalanan ini adalah perjalanan yang luar biasa. Memang seharusnya tidak ada batas sekat yang buruk antara pemerintah dan rakyatnya, yang membuat (rakyat seperti) budak dan pelayan. Subhana Allaah.”



Bilal Abdul Kareem mengunjungi Aceh pada 24 Mei 2015 untuk meliput penderitaan Muslimin Rohingya. Tak lupa ia pun membelikan sejumlah bantuan untuk para pengungsi Rohingya, berupa susu anak, botol-botol susu, pakaian gamis untuk muslimah Rohingya.



Ia pun menandaskan, “Sebagian kalangan menyatakan umat (Islam) ini lemah. Saya tidak setuju. Saya yakin umat ini harus diinformasikan akan penderitaan saudaranya. Itulah tujuan saya hadir di sini (di Aceh.)”



Dengan track record yang panjang Bilal Abdul Kareem telah malang melintang meliput berbagai perjuangan umat Islam termasuk di Suriah tahun 2012. Dia telah berpengalaman dan pernah bekerja untuk Huda TV di Amerika, serta meliput jihad Suriah untuk Channel 4 Perancis. (*antilib)

Sejak Kedatangan, Sudah 3 Pengungsi Meninggal di Aceh





Langsa – Setidaknya sudah tiga pengungsi meninggal usai terdampar di Aceh pada 13 Mei 2015 lalu.



Pada Rabu, (20/05), Syahera Bibi, balita Rohingya berusia 3 tahun meninggal di RSUD Langsa. Syahera menghembuskan nafas terkahirnya usai dirawat selama lima hari karena penyakit tetanus yang dideritanya.



“(Pengungsi, red) yang datang 682, meninggal satu orang di rumah sakit karena tetanus,” kata Yasir, seorang relawan Aceh saat dijumpai Kiblat.net di Posko Kuala Langsa, Kabupaten Langsa, Nangroe Aceh Darussalam pada Selasa, (26/05).



Seorang imigran asal Bangladesh di Aceh Utara juga meninggal pada Rabu, (20/05)



Sebelumnya, di RSUD Cut Meutia, Lhokseumawe, seorang imigran Muslim asal Bangladesh bernama Muhammad Rasyid (35 tahun) juga meninggal dunia.



Di Posko Kuala Langsa, terdapat 682 pengungsi. Sebanyak 456 orang berasal dari Bangladesh, sementara 226 lainnya merupakan pengungsi Rohingya yang terusir dari Myanmar.



Yasir menceritakan, para pengungsi ini datang dengan menggunakan 6 perahu nelayan Aceh. Mereka terkatung-katung di tengah samudera selama 60 hari.



Setelah diping-pong oleh militer perairan Thailand dan Malaysia, nelayan Aceh membawa para pengungsi dan meninggalkan perahu mereka di tengah lautan.



“Saat pertama datang badan mereka lemah. Kurus-kurus, item, dan bau. Badan mereka segini mas,” ujar Yasir sambil menunjukkan jari kelingkingnya.



Mayoritas pengungsi terkena penyakit yang cukup beragam. Mulai dari penyakit kulit, diare, hingga Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).



Saat Kiblat.net mengunjungi lokasi posko penampungan pengungsi Rohingya, kondisinya sudah cukup membaik. Para pengungsi nampak terlihat sehat.



Apalagi, Dinas Kesehatan Kabupaten Langsa juga sudah menyiapkan klinik darurat beserta dokter jaga untuk memantau kondisi kesehatan pengungsi Rohingya dan Bangladesh.



“Beberapa hari kemarin kita ada pemotongan rambut jadi mereka makin terlihat bersih,” pungkas Yasir.



kiblat

Biksu Radikal Wirathu Benci dengan Qur'an





Biksu radikal Myanmar Ashin Wirathu terus menunjukkan sikap anti-Muslim. Hal itu sepertinya untuk menegaskan sikapnya yang memusuhi hingga mengusir etnis Rohingya dari Myanmar.



Bahkan, ia mengaku tidak senang dengan kitab suci etnis Rohingya yang beragama Islam.



Dalam wawancara dengan Los Angeles Times, yang diterbitkan Ahad (24/5), Ashin Wirathu mengatakan, ia telah membaca isi Alquran. "Terus terang, saya tidak menemukan sesuatu yang saya suka," ujarnya.



Bahkan, Ashin Wirathu berkeyakinan bahwa kaum Muslims punya sebuah master plan untuk mengubah Myanmar, negeri mayoritas pemeluk Buddha menjadi penganut Islam, sebagaimana laporan Carbonated TV.



Biarawan 46 tahun mengklaim Muslim Myanmar sedang merencanakan sebuah 'jihad' melawan mayoritas Buddha dan memperingatkan sebagian besar pengikutnya untuk tidak bercampur dengan mereka.



Atas tindakannya yang mencoba membersihkan etnis Rohingya, ia menyamakan dirinya dengan tokoh mata-mata fiksi James Bond.



Biksu berusia 46 tahun tersebut membandingkan sikap politiknya, yang nasionalis dan keras anti-Muslim, dengan tingkah agen rahasia Inggris.



Ashin Wirathu seolah ingin menunjukkan bahwa sikapnya yang anti-Muslim itu sebagai upaya untuk membela negaranya.



"James Bond seorang nasionalis," katanya, menginterpretasi adegan agen 007 tersebut yang tidur dengan seorang wanita demi mendapatkan informasi.



"Sementara ia tidak mengambil banyak kesenangan dalam bertindak," kata Wirathu, "Ia melakukannya untuk negaranya."



Kelompok hak asasi manusia telah memperingatkan bahwa ia dan gerakan 969 yang dipimpinnya telah memicu kerusuhan agama yang menyebabkan atas sejumlah kematian sejak 2012.



Diskriminasi anti-Muslim di Myanmar juga telah memicu eksodus massa kaum minoritas Rohingya menjadi penghuni perahu nelayan yang penuh sesak menuju Thailand dan negara regional lainnya.



ROL

Putri Sulung Mahathir Sebut Islam di Malaysia Sebagai Penjajahan Arab





Putri sulung Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahatir Muhammad, Marina Mahatir mengkritik negaranya yang saat ini menjalankan budaya Islam yang bernuansa kultur Arab.



Menurut Marina, seharunya Malaysia punya corak keislaman sendiri yang sesuai dengan konteks budaya asli masyarakat Malaysia.



“Ini hanya Arabisasi. Budaya kita itu kolonialisme, penjajahan Arab," kata Marina, dikutip dari themalaymailonline.com, Senin (25/5).



Perempuan yang saat ini sebagai aktivis perempuan ini mencontohkan, corak berpakaian warga Malaysia terutama yang muslimah yang sangat kental berpakaian ala budaya Arab.

Sebaiknya, menurut Marina, Muslimah Malaysia dapat berpakaian sehari-hari dengan tidak harus mengenakan pakaian seperti pakaian wanita Arab, asalkan pakaian yang dikenakan dapat menutup aurat perempuan.



Ia pun meminta agar semua umat Islam Malaysia mulai untuk lebih terbuka untuk belajar tentang bagaimana Islam sebenarnya.

Selama ini, kata dia, Islam di Malaysia tak banyak yang benar-benar tahu bagaimana Islam yang sesungguhnya sangat terbuka mengenai banyak hal. Tidak kaku seperti yang diterapkan di Malaysia.



"Islam memiliki sejarah intelektual yang sangat kuat, tetapi di sini (Malaysia) tidak ada yang intelek sama sekali. Kami di sini hanya diajarkan ritual, bukan bagaimana untuk menjadi pemikir besar,” ucap Marina.



Marina kemudian juga mengungkapkan kegeramannya karena banyaknya kritik yang dilontarkan melalui media Malaysia yang memojokkan kaum perempuan.

Seperti mempermasalahkan perempuan Muslim Malaysia yang berkerudung berfoto dengan artis pria asal Korea. Ia menilai, pihak pengkritik mempunyai pemikiran yang kaku tentang prinsip Islam yang ia anut.



Hal ini diangap Marina tidak sesuai dengan apa yang diimbau oleh pemerintah Malaysia yang menginginkan agar Muslim bersatu. Sebab negara mereka sendiri, kata Marina, masih belum paham arti Islam yang sebenarnya yang harus diterapkan untuk masyarakat Malaysia.



ROL

Biksu Radikal Wirathu dijuluki “Buddha Bin Laden”






Atas tindakannya yang menggenosida etnis Rohingya, Nama biksu radikal Ashin Wirathu mendadak populer lagi.



Biksu radikal tersebut selama ini disebut menjadi otak pengusiran dan pembersihan etnis Rohingya dari Myanmar. Tidak salah, majalah Time sampai menjulukinya sebagai Buddha Bin Laden.



Sikapn radikalnya terlihat dari berbagai pernyataannya yang terus menyerang kaum Muslim Rohingya yang menjadi minoritas di Myanmar.



"Banyak Muslim menghancurkan negara kami, rakyat kami, dan agama Buddha," cetus Wirathu.



Dalam wawancara dengan Los Angeles Times pada Ahad (24/5), Wirathu merasa julukan Osama Bin Laden dari Burma kurang tepat. Dia malah mengidentifikasi dirinya yang memiliki kesamaan dengan tokoh mata-mata fiksi paling terkenal di dunia, yaitu James Bond.



"James Bond adalah seorang nasionalis," katanya sambil berkedip dan tersenyum seraya mengingat film agen 007 tersebut. "Ia melakukannya untuk negaranya."



Biksu berusia 46 tahun tersebut seolah menggambarkan dirinya yang bersikap keras terhadap etnis Rohingya sebagai upaya untuk melindungi negara. Dia dengan tegas membela Myanmar dari musuh utamanya yang diidentifikasi sebagai kaum Muslim.



Gara-gara sikap itu, kaum Rohingya harus eksodus dari negaranya dengan menggunakan perahu nelayan yang penuh sesak menuju Thailand dan Malaysia, serta terdampar hingga di Indonesia.



Dalam pidato dan tulisan yang diunggah di Facebook miliknya, Ashin telah memperingatkan kelompoknya akan sebuah 'jihad' guna melawan mayoritas Buddha. Dia juga menyebarkan desas-desus secara sistematis bahwa orang Muslim telah memperkosa perempuan Buddha.



Tidak hanya itu, ia menyerukan boikot bisnis milik pengusaha Muslim. Penganut ajaran Buddha yang baik, menurut dia, tidak harus berinteraksi sosial dengan umat Islam, yang dilabelinya sebagai 'ular' dan 'anjing gila'.



Upaya Ashin memerangi etnis Rohingya tidak hanya sampai di situ. Dia merupakan ujung tombak dalam diskriminasi agama di Myanmar, yang mendorong sekitar 1 juta etnis minoritas Muslim tersebut semakin dalam tekanan.



Kelompok hak asasi manusia internasional mengatakan, Ashin dan gerakan radikal yang dipimpinnya, 969, sukses memicu kerusuhan sektarian yang menewaskan puluhan orang sejak 2012.



Sekitar 100 ribu orang Rohingya telah dipaksa menghuni kamp yang kondisinya memprihatinkan dengan kekurangan gizi di negara bagian barat Rakhine. Keadaan semakin memburuk setelah bantuan dari luar berhenti karena pemerintah mengusir kelompok bantuan asing pada tahun 2014.



"Wirathu memainkan peran sentral dengan pidato kebenciannya dan Islamofobia yang diciptakan, mengingat bahwa Rohingya dikelilingi oleh komunitas bermusuhan yang dapat melecut menjadi kekerasan dengan sangat cepat," kata Direktur Inisiatif Kejahatan Internasional Negara di Queen Mary University, London yang juga penulis laporan tentang Myanmar.


Komentar Nyinyir Abbott Soal Migran Rohingya





Perdana Menteri Australia Tony Abbott, mengesampingkan rencana membantu menerima pengungsi yang lari ke Asia Tenggara, dengan alasan akan memperburuk masalah dan mendorong lebih banyak orang naik perahu.



Abbott, yang pemerintahan konservatifnya menerapkan kebijakan menghentikan perahu, mengatakan bahwa Australia "tidak akan mendukung orang berpikir bahwa mereka bisa naik perahu, bekerja sama dengan penyelundup manusia untuk memulai kehidupan baru".



"Tidak, tidak, tidak," kata pemimpin Australia itu menambahkan jawabannya atas pertanyaan wartawan apakah ia akan menawarkan permukiman untuk pengungsi asal suku Rohingya, yang ditekan pemerintah Myanmar, dan Bangladesh.



"Kalau kami memberi sedikit saja harapan kepada orang naik perahu, persoalan itu hanya akan menjadi semakin parah, bukan lebih baik," kata dia.



Sekitar 3.000 pengungsi telah diselamatkan oleh Malaysia, Indonesia, dan Thailand dalam kurun 10 hari terakhir setelah pemerintah Thailand menggerebek jaringan perdagangan manusia. Kebijakan Thailand ini membuat sindikat perdagangan manusia menjadi kacau dan menelantarkan para migran terlunta-lunta di lautan.



Abbott menegaskan peran Australia adalah menghentikan perdagangan manusia dengan strategi menghentikan perahu-perahu pengungsi itu masuk ke wilayah Australia.



"Cara terbaik untuk melakukan itu adalah dengan tegas bahwa seketika Anda menaiki perahu yang bocor, Anda tidak akan pernah mendapatkan apa yang Anda inginkan, yaitu sebuah kehidupan baru di negara Barat," kata dia.



Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanata Nasir menimpali pernyataan PM Abbott itu dengan mengingatkan bahwa Australia adalah negara yang menandatangani Konvensi Pengungsi, yang harus memikul tanggung jawab yang melekat sebagai penandatangan konvensi tersebut.



"Negara penandatangan konvensi tentang pengungsi harus bertanggujawab. Ini adalah tergantung mereka untuk memastikan bahwa mereka bertindak sesuai dengan apa yang mereka telah tandatangani," kata Nasir kepada wartawan di Jakarta.



"Jika Anda meyakininya ketika Anda menandatanganinya, maka Anda harus bertindak sesuai dengan konvensi itu dan menerima tanggung jawab tersebut," katanya.



Indonesia, bersama dengan Malaysia dan Thailand, awalnya menolak untuk menerima manusia-manusia perahu yang kelaparan dan nyaris meninggal dunia tersebut.



Namun Malaysia dan Indonesia, Rabu, setelah pembahasan di Kuala Lumpur, mengumumkan akan menerima manusia perahu untuk satu tahun ke depan hingga mereka mendapatkan pemukiman permanen di negara ketiga dengan bantuan badan internasional.



Indonesia, Malaysia, dan Thailand bukanlah penandatangan Konvensi Pengungsi.



Pemerintah Australia telah menerapkan pendekatan operasi militer untuk menolak perahu-perahu pengungsi pencari suaka yang mencoba memasuki perairan Australia sejak Abbott menjadi Perdana Menteri Australia pada September 2013, demikian AFP melaporkan.



ANT

Senin, 25 Mei 2015

Rakyat Aceh akan Terus Bantu Pengungsi Rohingya





Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Sosial diminta mengizinkan sementara waktu para pengungsi Rohingya dan Bangladesh tetap berada di Aceh. Pemerintah diharapkan memperhatikan nasib mereka dengan memberikan kebutuhan dan fasilitas.



Permintaan tersebut disampaikan anggota parlemen Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky, saat menerima kunjungan kerja Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meninjau keadaan pengungsi di kawasan Pelabuhan Kuala Langsa, Kota Langsa, Minggu, 24 Mei 2015.



“Untuk sementara waktu, biarkan mereka ditampung di sini. Saya meminta pemerintah membantu memfasilitasi kebutuhan dan tempat yang layak,” kata Iskandar dalam keterangannya kepada Tempo, Senin, 25 Mei 2015.



Permintaan agar para pengungsi tinggal sementara di Aceh sangat beralasan. Menurut Iskandar, warga Aceh mempunyai solidaritas yang tinggi dalam membantu mereka. Warga Aceh menyelamatkan mereka di laut kemudian berbondong-bondong membantu kebutuhan sehari-hari mereka setelahnya.



“Walaupun tanpa dikoordinasi, warga Aceh langsung tergerak memberikan bantuan.”



Semangat tersebut patut menjadi pemicu pemangku kekuasaan di Indonesia untuk mengambil langkah strategis dalam menyelamatkan masa depan para pengungsi.



“Apa pun langkahnya, jaminan kehidupan para pengungsi harus jadi prioritas,” ujarnya.



Pemerintah diminta terus mengambil langkah politik terkait dengan dugaan kekerasan yang diterima para imigran tersebut di daerah asal masing-masing. Termasuk mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa memfasilitasi serta menekan Myanmar dan Bangladesh bertanggung jawab penuh atas situasi yang terjadi.



Sementara itu, Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Aceh Darlis Azis menuturkan pihaknya bersama Aliansi Masyarakat Aceh Peduli Rohingya (AMAPR) terus mengumpulkan bantuan untuk disalurkan kepada pengungsi Rohingya dan Bangladesh yang ditampung di beberapa tempat di Aceh.



“Saya rasa, biarkan untuk sementara mereka di sini. Tidak ada masyarakat yang keberatan,” katanya.



Darlis, yang baru saja mengunjungi lokasi penampungan untuk memetakan kebutuhan pengungsi, menyatakan dukungan pemerintah yang sangat diperlukan adalah penempatan mereka di tempat layak.



“Seperti menyediakan shelter (barak) yang layak secepatnya. Sekarang sebagian mereka di tenda-tenda,” ucapnya.



Dia mendukung upaya pemerintah memberikan perlindungan dan bantuan untuk sementara waktu kepada para pengungsi Rohingya dan Bangladesh yang terdampar di Aceh.



(ADI WARSIDI/TEMPO)

Warga Aceh di Qatar Kirim Bantuan untuk Rohingya






Bantuan untuk Rohingya dari warga Aceh terus berdatangan. Stok diperkirakan bisa bertahan sampai sebulan.



BNPB membantu pemenuhan kebutuhan yang diperlukan, yang bersifat filling the gap dalam penanganan pengungsi," kata juru bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Sabtu, 23 Mei.



Tak hanya mereka, warga setempat juga terus memberikan bantuan dalam berbagai bentuk.



"Bantuan masyarakat untuk satu bulan juga tidak akan habis. Ada makanan, baju, apalagi sekarang sedang musim panen," kata Abu Hussain, petugas imigrasi Aceh yang bertugas di penampungan Blangmangat, Lhokseumawe, sebagaimana dikutip media.



Selain bahan sandang dan pangan, juga layanan kesehatan, pendidikan, dan penyembuhan trauma. Selain melalui organisasi, banyak juga warga yang datang sendiri untuk memberikan bantuan.



Bantuan dari Qatar



Warga Aceh di Qatar, Jumat (22/5) menyalurkan bantuan kemanusian berupa sembako untuk pengungsi Rohingya. Bantuan senilai Rp 100 juta itu diserahkan di empat titik posko pengungsi yaitu di kawasan Aceh Utara, Langsa, dan Aceh Timur.



Ketua Warga Aceh Qatar, T Anwar kepada Serambi, Sabtu (23/5) mengatakan, jumlah bantuan kepedulian warga Aceh di Qatar tersebut disalurkan melalui perwakilan pelaksana di Aceh yang dikoordinir oleh Muklis Yusuf dan Isnaini Zulfri.



Bantuan tersebut, menurut T Anwar merupakan wujud empati dan solidaritas masyarakat Aceh di Qatar. Bantuan itu dihimpun dari warga Aceh serta warga Indonesia lainnya yang berkerja di Qatar.



Hingga saat ini, ada 1.722 pengungsi Rohingya dari Myanmar dan Bangladesh di Aceh. Ini adalah angka jumlah imigran yang datang dalam gelombang pengungsi yang terakhir. Mereka ditempatkan di 4 daerah penampungan di Aceh Utara, Aceh Tamiang, Kota Langsa, dan Aceh Timur.

Jokowi: Mau tampung, Asal biaya hidup PBB tanggung





Presiden Indonesia Joko Widodo meminta agar Perserikatan Bangsa-Bangsa terutama secara finansial, untuk membiayai para pengungsi Muslim Rohingya selama berada di Indonesia.



"Kita ingin mendapatkan kepastian bahwa beban-beban biaya yang ada, setelah kita tampung," ujar Jokowi ini usai meresmikan pembangunan gedung di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5/2015).



Bantuan yang diharapkan Joko Widodo yaitu dalam bentuk finansial, untuk membiayai seluruh kegiatan pemeliharaan pengungsi.



"Ini kan tadi saya sampaikan biaya akan ditanggung oleh UN dan beberapa negara yang masih dalam pembicaraan. Kalau itu sudah final, baru kita persiapkan," tandas Jokowi.



Jokowi mengatakan permintaan tersebut merupakan buah dari pertemuan antara pemerintah Indonesia yang diwakili Menlu Retno LP Marsudi dengan pemerintah Malaysia dan Thailand beberapa hari lalu.



Ia mengatakan bahwa pemerintah Indonesia akan mengalokasikan anggaran khusus untuk membantu Rohingya. Namun ia bersikeras meminta dukungan dari masyarakat internasional – khususnya Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR).



“Kami masih menghitung seberapa besar anggaran yang dibutuhkan,” demikian Jokowi.



Saat ini Aceh telah menampung sebanyak 1.722 pengungsi, terdiri atas 1.239 laki-laki, 244 perempuan dan 238 anak-anak. Para pengungsi masih membutuhkan kelengkapan mandi dan makanan bagi bayi dan balita.



Para pengungsi ini tersebar di empat titik pengungsian, yaitu sebanyak 560 jiwa di Kabupaten Aceh Utara, 47 jiwa di Kabupaten Aceh Tamiang (yang merupakan sebaran dari Kabupaten Langkat, Sumatera Utara), 682 di Kota Langsa dan 433 jiwa di Kabupaten Aceh Timur.

PM Bangladesh Sebut Imigrannya 'Sakit Jiwa'





Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina mengecam tindakan warga negaranya yang menjadi imigran ilegal dengan mempertaruhkan nyawa melaut ke negara lain. Menurut Hasina, para imigran ini adalah orang-orang yang "sakit jiwa."



Menurut kantor berita Bangladesh Sangbad Sangstha, Hasina pada pidatonya Minggu, (24/5), mengatakan bahwa para warga negaranya yang terdampar di negara lain telah mencoreng citra Bangladesh. Menurut Hashina, Bangladesh masih punya cukup lapangan pekerjaan sehingga mereka tidak perlu pergi ke negara lain.



"Bersama dengan para perantaranya, hukuman akan dijatuhkan terhadap mereka yang pindah ke negara lain dengan cara ilegal. Mereka merusak citra negara sekaligus membahayakan nyawa," ujar Hasina.



Berangan-angan mendapatkan penghidupan yang lebih baik di negara lain, Hasina menyebut para imigran ini "sakit jiwa", terutama karena tidak memedulikan nyawa hanya demi mencari uang.



"Kehidupan mereka bisa lebih baik jika uang yang diberikan ke perantara untuk keluar negeri digunakan dengan baik," lanjut dia.



Lebih dari 1.700 imigran Bangladesh dan pengungsi Rohingya mendarat di Aceh setelah berada dalam kondisi mengenaskan selama berbulan-bulan di tengah laut. Sebelumnya, Indonesia, Malaysia dan Thailand mendorong balik perahu para pengungsi dan mencegah masuk ke wilayah laut mereka.



Motivasi kedua etnis mengarungi lautan berbeda. Rohingya lari dari penindasan dan pembunuhan di Myanmar, sementara warga Bangladesh ingin mencari kerja di Malaysia.



Diperkirakan ada sekitar 25 ribu warga Rohingya dan Bangladesh yang kabur dari negaranya dalam tiga bulan pertama tahun ini. Aliran deras imigran ini adalah pergerakan manusia yang terbesar di Asia sejak jatuhnya Vietnam selatan 40 tahun lalu.



Malaysia kemarin mengaku telah menemukan beberapa kuburan massal di wilayah perbatasan dengan Thailand, diduga berisikan jasad warga Rohingya dan Bangladesh.



Sejak menjabat 2009, Hasina bersikap tegas dengan tidak membiarkan warga Rohingya kabur ke Bangladesh. Pada 2012, dia menolak warga Rohingya yang melarikan diri dari kekerasan kelompok biksu Buddha radikal di Arakan, Myanmar.



CNN

Kalau Ibu-ibu Aceh Ketemu Ibu-ibu Rohingya, Siapa Belajar Ngaji?





Sabtu siang Posko relawan ACT di Pelabuhan Kuala Langsa, Kota Langsa kedatangan rombongan ibu-ibu anggota Persaudaraan Muslimah (Salima).



Anggota Salima itu ACT pertemukan dengan ibu-ibu pengungsi Rohingya. Sebagian dari kaum perempuan Rohingya itu remaja berkisar 15-20 tahun.



“ Sebagian sudah bisa baca al-Quran dengan baik. Tapi ada juga yang belum bisa. Bahkan ada yang belum bisa baca tulis huruf latin sama sekali,” ujar Asnita, Ketua Salima, Sabtu sore (23/5/2015).



Pertemuan saling sapa, yang lebih karena faktor keinginan untuk berbagi, membuat suasana akrab terjadi. Ibu-ibu dari Salima pun mulai mengajak perempuan dari Rohingya belajar baca al-Quran dan huruf latin.



Nampak sekali para pengungsi yang paling rentan terhadap ancaman kekerasan tersebut bergembira bisa berakrab-akrab dengan sesama kaum Hawa.



" Kita akan datang ke Posko ACT ini secara rutin. Kita akan buka kelompok belajar mengajar untuk para perempuan Rohingya yang ternyata pendidikan dasarnya saja masih sangat kurang. Kami minta ACT membantu kami," kata Asnita.



Rasa Terimakasih



Sementara itu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyampaikan rasa terima kasih atas upaya masyarakat Aceh yang ikut membantu penanganan pengungsi Rohingya. Mensos mengatakan semoga semua ikhtiar yang dilakukan masyarakat bersama pemerintah, khususnya seluruh jajaran pemda dan masyarakat Aceh dicatat sebagai kebaikan.



"Atas nama pemerintah kami sampaikan terima kasih atas seluruh upaya pemda dan masyarakat Aceh," kata Mensos di Langsa, Minggu (24/5/2015), seperti dikutip Antara.



Mensos mengatakan, sejak awal para pengungsi itu terdampar di perairan Aceh Utara, Pemerintah Aceh sudah melakukan upaya layanan dan sudah disampaikan ke pemerintah pusat.



"Kalau masyarakat Aceh pasti dasarnya sangat kuat dalam upaya ini, maka mudah-mudahan seluruh ikhtiar ini dicatat malaikat, dan malaikat tidak akan salah mencatat," katanya.



Berdasarkan data, jumlah pengungsi Rohingya dan Bangladesh sebanyak 1.759 jiwa di empat titik. Rinciannya, sebanyak 564 jiwa di Punteut Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe.



Sebanyak 672 jiwa ditampung di Pelabuhan Kuala Langsa, Kota Langsa; 476 jiwa di Bireun Bayeun, Kecamatan Rantau Selamat, Kabupaten Aceh Timur; dan sebanyak 47 jiwa di gedung milik pemda Kabupaten Aceh Tamiang.

Gadis Rohinya: Rakyat Aceh Perlakukan Kami seperti Orangtua pada Anaknya





Para pengungsi Rohingya berterima kasih atas kebaikan warga Aceh yang telah membantu mereka.


Setelah berbulan-bulan terkatung-katung di laut dalam kondisi tak menentu, mereka kini dapat menjalani hidup lebih baik. Tidak ada lagi ancaman maut yang mengintai mereka setiap saat.



Pengungsi Rohingya, Ramida (17), bersyukur tiba dengan selamat di Aceh. Ia berterima kasih kepada semua orang yang telah membantunya, terutama warga Aceh yang dengan murah hati memberikan banyak dukungan.



"Mereka memperlakukan kami seperti orangtua memperlakukan anak-anaknya. Kami bersyukur," kata Ramida, Kamis, di Langsa, Aceh.



Pengungsi Rohingya lain, Mohammad Hasan (12), menyatakan, selama berbulan-bulan di kapal, mereka mendapat makanan yang sangat tidak memadai. "Kami hanya diberi bubur satu kali dalam satu hari," ujarnya.



Kondisi kesehatan para migran di tiga tempat penampungan di Aceh membaik. Bantuan terus mengalir dari dalam dan luar provinsi, dan pemerintah setempat juga sedang mempersiapkan upaya mengatasi reaksi negatif terhadap kedatangan migran.



Atas kesediaan Indonesia menyediakan tempat penampungan sementara bagi pengungsi, Komisi Tinggi PBB untuk Urusan Pengungsi (UNHCR) menyampaikan apresiasi. UNHCR pun mengapresiasi sikap Malaysia dan Thailand yang juga bersedia menampung sementara pengungsi.



OPM Nyatakan Perang Terbuka dengan Indonesia






OPM pimpinan Puron Wenda dan Enden Wanimbo nyatakan perang melawan masyarakat Indonesia non-Papua, bukan hanya TNI dan Polri saja.




JAYAPURA, — Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Puron Wenda dan Enden Wanimbo, yang bermarkas di Lany Jaya, Papua, menebar ancaman akan melancarkan perang terbuka terhadap Indonesia.



"Mulai sekarang kami nyatakan perang revolusi total dari Sorong hingga Merauke, yakni perang secara terbuka terhadap semua orang Indonesia yang ada di tanah Papua,"ujar Enden melalui telepon selulernya, Jumat, 22 Mei.



Ancaman ini ditujukan bukan hanya untuk Tentara Nasional Indonesia (TNI) atau Kepolisian RI (Polri), tapi juga masyarakat non-Papua.



Dalam perang terbuka, atau yang dinamai revolusi total dari Sabang sampai Merauke, OPM akan berupaya mengusir Indonesia dari Papua. "Pengusaha, buruh bangunan, pegawai negeri orang Indonesia akan dibunuh, diusir, bukan hanya tentara atau polisi saja, yang penting mereka rambut lurus," kata Puron.



Perang terbuka ini, kata Enden, untuk menyatakan ketegasan bahwa perjuangan Papua merdeka tetap menjadi harga mati, dan menolak segala bentuk dialog.



Hal senada juga dikatakan Puron, bahwa pernyataan Presiden Joko “Jokowi” Widodo, Papua sudah aman tidak benar.



“Presiden katakan Papua aman itu tidak benar, Komando OPM siap perang, kami tak mau dialog yang di atur-atur Indonesia yang suka tipu-tipu," kata Puron.



Menurutnya, guna mendukung aksi perang terbuka, kelompoknya saat ini sudah mengumpulkan berbagai senjata dan amunisi. "Persenjataan sudah kami persiapkan untuk melancarkan perang terbuka," ujarnya.



(BACA: Akankah jurnalis asing bisa leluasa meliput di Papua?)



Puron juga meminta sebaiknya Indonesia segera keluar dari seluruh tanah Papua. "Indonesia keluar saja dari Papua, karena kami akan terus berperang untuk Papua Merdeka," kata Puron.



Enden juga mengajak wartawan asing untuk masuk ke Papua, guna menyaksikan secara langsung aksi yang akan mereka lancarkan. “Wartawan internasional, nasional harus ada kebebasan untuk ambil berita di Papua," kata Enden.



Rappler

Minggu, 24 Mei 2015

Nistakan Islam, Dosen UI Akhirnya Dipolisikan





Ade Armando menyatakan tidak akan menarik pernyataannya


Dosen komunikasi FISIP UI Ade Armando akhirnya dipolisikan karena telah meakukan penistaan agama. Sang pelapor, Johan Kahn (32) melaporkan Ade Armando ke kepolisian karena status Facebook Ade telah menistakan agama Islam.





Allah kan bukan orang Arab. Tentu Allah senang kalau ayat-ayatNya dibaca dg gaya Minang, Ambon, Cina, Hiphop, Blues ......

Posted by Ade Armando on Tuesday, May 19, 2015


Beberapa hari setelah status tersebut diunggah, Johan, yang dalam profil LinkedIn-nya menyebut diri sebagai legal head dari TV berbayar Transvision yang dimiliki TransCorp, melaporkan Ade ke Polda Metro Jaya, pada Sabtu, 23 Mei 2015.







Alih-alih menarik pernyataan, Ade, yang adalah mantan anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), kembali menegaskan opininya melalui Twitter.







Bermula dari langgam Al-Quran



Kasus ini bermula dari ide Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang mengusulkan pembacaan Al-Quran, Surah An-Najm 1-15, dengan langgam Jawa pada peringatan Isra Miraj di Istana Negara.





Pembacaan Al-Quran dengan langgam Jawa ini menuai kontroversi di masyarakat. Sebagian menyalahkan Presiden Joko "Jokowi" Widodo, karena berpikir itu ide presiden.



Salah satu kritik datang dari Ahmad Annuri, pakar pengajian Al-Quran dari Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia. Dia menyatakan pemerintah berusaha melakukan liberalisasi Islam. Menurutnya, kejadian tersebut tidak boleh terjadi lagi karena membaca Al-Quran berlanggam Jawa adalah tidak lazim, dan ada kesalahan niat.



"Yaitu merasa perlu menonjolkan citra rasa lagu ke-Nusantara-an atau keindonesiaan dalam membaca Al-Quran," kata Ahmad seperti dikutip media.



Tokoh nasional Syafii Maarif berpendapat berbeda. Menurut dia, membaca Al-Quran dengan langgam Jawa adalah hal yang tidak perlu dipermasalahkan



Ade masuk dalam polemik ini dengan menyatakan bahwa pembacaan Al-Quran bisa dilakukan menggunakan langgam dari berbagai daerah.



Bantah tuduhan penistaan agama



Ade membantah tuduhan penistaan agama tersebut.



"Dalam status itu, saya kan membela ide Menteri Agama dan lebih jauh lagi, pemerintahan Jokowi. Juga gagasan mereka yang mendukung perhargaan terhadap keberagaman. Bisa jadi hal tersebut yang diserang," Ade menjelaskan.



Ade juga sudah memberikan klarifikasi secara langsung kepada Johan Kahn tentang maksud status Facebook yang menjadi persoalan.





Namun demikian Johan sepertinya tidak akan mencabut laporannya. Ia malah mempersilahkan Ade untuk memberikan klarifikasi secara langsung ke pihak penyidik.





Rappler