Kamis, 30 April 2015

Kartunis Charlie Hebdo Tak Mau Lagi Gambar Nabi Muhammad






Karikaturis Charlie Hebdo, "Luz", yang merancang halaman muka majalah yang terbit setelah sejumlah serangan Paris, mengatakan dia tidak akan lagi menggambar Nabi Muhammad.





Luz, yang memiliki nama asli Renald Luzier, mengatakan kepada majalah Prancis Inrocks bahwa "dirinya sudah tidak tertarik lagi" membuat karikatur Nabi.





"Saya sudah lelah, seperti lelahnya saya saat menggambar Sarkozy. Saya tidak akan menghabiskan seluruh hidup saya menggambar mereka," lanjut dia lagi.





Penggambaran Nabi Muhammad dalam Islam terlarang demi mencegah pemujaan. Namun Charlie Hebdo beberapa kali membuat karikatur Muhammad dalam bentuk yang melecehkan dan menghina.





Januari lalu, kantor majalah ini di Paris diserbu oleh dua orang pria bersenjata dan membunuh 11 orang atau sebagian besar dari redaksi.





Luz selamat dari maut karena ketiduran dan telat 30 menit datang ke kantor. Peristiwa ini kembali memicu perdebatan soal kebebasan berekspresi dan menghormati nilai-nilai agama lain.





Usai insiden tersebut, Charlie Hebdo menerbitkan edisi terbaru mereka. Luz dalam edisi ini menggambar kartun Nabi Muhammad di sampul depan, memegang poster bertuliskan "Je suis Charlie" dengan headline: Tout est Pardonne (Semua dimaafkan).





Serangan tersebut memicu gelombang simpati dengan slogan "Je suis Charlie" (Saya Charlie).








Hanya beberapa hari setelah serangan, staf yang masih tersisa dari majalah satire tersebut menerbitkan edisi yang menentang penyerangan dengan berita utama "Semuanya dimaafkan" di atas karikatur buatan Luz yang memperlihatkan Nabi Muhammad menangis sambil memegang tulisan "Saya Charlie".





Sejak serangan bulan Januari, tiras edisi cetak majalah naik dari 60.000 menjadi delapan juta kopi.





Luz akan mengeluarkan sebuah buku karikatur berjudul "Catharsis" sebagai cara dirinya mengekspresikan pembunuhan rekan-rekan kerjanya.





Dalam wawancara tersebut, Luz menyalahkan partai sayap kanan Front Nasional yang terus memunculkan ketakutan di masyarakat akan serangan teroris, memunculkan ketakutan di masyarakat.





"Teroris tidak menang. Mereka hanya menang jika seluruh Perancis terus ketakutan," ujar Luz.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar