Minggu, 12 April 2015

Rezim Mesir Hukum Mati 13 Pemimpin Ikhwanul Muslimin





Pengadilan Mesir menjatuhkan vonis hukuman mati kepada Mohamed Badie, pemimpin dan 13 anggota senior Ikhwanul Muslimin.


Pengadilan rezim juga menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada seorang warga AS keturunan Mesir yang mempunyai kaitan dengan Ikhwanul Muslim.


Mereka adalah di antara ribuan orang yang ditahan setelah Presiden hasil Pemilu bebas Mohamed Moursi dijatuhkan dari kekuasannya pada 2013 oleh militer pimpinan Abdel Fattah al-Sisi yang kini menjabat presiden.


Al-Sisi menganggap Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi 'teroris' dan ancaman keamanan utama.


Ikhwanul Muslimin menyatakan berjuang dengan damai dan tidak ada kaitannya dengan kekerasan kaum militan di Mesir sejak jatuhnya Moursi menyusul demonstrasi massa melawan kekuasaannya.


Langkah pengadilan dan rezim Mesir ini dikritik luas oleh masyarakat internasional.


Vonis yang juga disiarkan langsung televisi itu bisa dianalir lewat pengadilan banding namun butuh bertahun-tahun untuk menempuhnya sampai kepada putusan final.


Warga negara AS keturunan Mesir Mohamed Soltan divonis hukuman seumur hidup karena mendukung Ikhwanul Muslimin dan menyebarkan berita bohong.


Dia adalah putra dari mubalig Ikhwanul Salah Soltan yang menjadi salah seorang dari mereka yang dihukum mati, demikian Reuters.


Mohamed Soltan, yang tengah mogok makan, dijatuhi hukuman bersama dengan 14 tahanan lainnya yang divonis hukuman mati, termasuk sang pemimpin Mohamed Badie.


Sementara Gedung Putih mengecam Mesir karena menghukum seumur hidup Mohamed Soltan.


"Amerika Serikat mengutuk hukuman seumur hidup yang dijatuhkan hari ini di Mesir terhadap warga negara Amerika Mohamed Soltan," kata juru bicara Gedung Putih Josh Earnest seperti dikutip AFP. "Kami menyeru pembebasan segera Tuan Soltan dari penjara."


Kamp demonstrasi Rabaa al-Adawiya di Kairo dibubarkan oleh polisi pada 14 Agustus 2013 lewat operasi selama 12 jam yang membuat ratusan demonstran dan 10 polisi tewas.


Mohamed Soltan ditembak tangannya dan ditahan beberapa hari kemudian setelah polisi memburu para aktivis muslim yang kabur dari kamp demonstrasi, demikian AFP.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar