Kamis, 30 April 2015

Sebut Nabi pun Tak Bisa Hilangkan Pelacuran di Jakarta, MUI Minta Ahok Jaga Mulut






Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pesimistis dapat memberantas praktik prostitusi di Ibu Kota. Ahok yakin meski seorang nabi sekalipun diturunkan, tidak dapat menghilangkan prostitusi di Jakarta.





"Bagi saya bukan mempermasalahkan menghilangkan prostitusi di Jakarta. Enggak mungkin. Nabi turun saja enggak bisa menghilangkan loh," kata Ahok di Balai Kota, Senin (27/4/2015).





Ahok mengatakan, wacana pelegalan bisnis prostitusi hanya sebuah pemikiran yang ingin ia sampaikan.





"Persoalannya bagaimana kita selamatkan sebanyak mungkin jiwa-jiwa yang terperangkap menjadi PSK. Itu lebih penting buat saya," tegas Ahok.





Dia yakin pemikirannya soal pelegalan bisnis prostitusi akan ditentang banyak pihak.





"Makanya saya harus mengenali siapa mereka. Pasti orang protes, kalau orang protes ya sudah. Saya cuma mau menyampaikan itu pikiran saya tetang prostitusi," terangnya.





Sementara, Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain menyayangkan ucapan Gubernur DKI Jakarta Ahok yang melontarkan ucapan, Nabi turun sekalipun tak bisa menghilangkan prostitusi di Jakarta.





"Dalam hal ini Ahok harus menjaga mulutnya. Dia perlu menyadari bahwa negara Indonesia ini adalah negara yang berke-Tuhanan yang Maha Esa dalam Pasal 29 ayat 1 UUD 1945. Tidak ada satu pun agama di Indonesia yg memperbolehkan melokalisasi pelacuran," kata Tengku, Rabu, (29/4).





Sebenarnya, ujar dia, hanya PKI saja yang berpendapat bahwa pelacuran boleh dilegalkan. Melegalkan pelacuran melanggar undang-undang. "Ahok bisa dimakzulkan jika melegalkan pelacuran. Sebab ia melanggar undang-undang."





Sekali lagi, kata Tengku, kalau Ahok nekad melegalkan prostisusi di Jakarta dengan membangun lokalisasi maka sebaiknya umat Islam mengambil sikap. "Ahok bisa diturunkan dari jabatannya sebagai gubernur jika melakukan hal itu."





Saat ini lokalisasi saja tidak dibuat, pelacuran sudah ada di mana-mana. Prostitusi online saja semakin marak. Namun sayangnya memang di Indonesia tak ada upaya serius menutup prostitusi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar