
Kerajaan Brunei gegap gempita dengan rangkaian pesta 11 hari untuk merayakan pernikahan salah satu putra Sultan Hassanal Bolkiah, Pangeran Abdul Malik. Pesta akan dirayakan selama 11 hari yang dimulai dengan acara lamaran dan pesta rakyat.
Pernikahan antara Pangeran Abdul Malik, 31, dan Raabi’atul ‘Adawiyyah, 22, dimulai dengan acara lamaran pada Minggu (5/4) diakhiri dengan acara pembacaan doa pada Rabu pekan depan (15/4).
Abdul adalah anak ke-6 dari istri pertama Sultan Bolkiah, sementara Raabi'atul adalah putri bangsawan Brunei yang juga mantan kontestan Miss Muslimah Brunei dan Miss World Muslimah.
Acara lamaran atau yang disebut Istiadat Bersuruh Diraja digelar secara mewah, menandai dimulainya prosesi pernikahan keluarga kerajaan Brunei Darussalam.
Setiap hari selama 11 hari ke depan akan diisi oleh hiburan-hiburan budaya dan keagamaan.
Senin menjadi hari dimulainya rangkaian perayaan pernikahan keluarga kerajaan, dimulai dengan orkestra yang mengalun ke seluruh ibukota Bandar Seri Begawan dan tembakan 21 meriam.
Diberitakan Brunei Times, hari ini, Rabu (8/4), adalah acara tunangan atau Tanda Diraja Ceremony. Dalam acara ini, Abdul menyerahkan mahar di antaranya adalah berbagai perhiasan yang nilainya setara Rp10 juta.
Akad nikah akan dilakukan pada Kamis (9/4), resepsi atau perayaan pernikahan dengan menghadirkan pengantin di pelamin akan digelar Minggu depan. Prosesi ini berakhir pekan depan dengan pembacaraan doa dan shalawat.
Ribuan orang dari seluruh dunia diundang dalam perayaan ini, termasuk media dari banyak negara. Acara ini juga menjadi saat-saat yang ditunggu oleh rakyat Brunei.
Belum diketahui berapa dana yang dihabiskan Kesultanan Brunei dalam acara kali ini. Namun pernikahan keluarga kerajaan Brunei sebelumnya selalu disebut sebagai yang termahal di antara perayaan serupa di berbagai negara.
Tahun 2012 lalu pernikahan antara putri Sultan Bolkiah, Hafizah Sururul Bolkiah dengan Muhammad Ruzaini memakan biaya hingga US$20 juta atau hampir setara Rp260 miliar, mengundang 2.000 orang. Pernikahan putra Sultan sebelumnya Al-Muhtadee Billah Bolkiah dengan Anak Sarah, tahun 2004 menghabiskan dana hingga US$6 juta untuk pesta pernikahan dan US$200 ribu untuk kembang api selama 14 hari.
Brunei telah menganut sistem Kesultanan sejak 600 tahun lalu di bawah kepemimpin keluarga Bolkiah. Selain memimpin negeri, Sultan Hassanal Bolkiah juga menjabat sebagai menteri keuangan dan pertahanan.
Sultan Bolkiah memiliki 12 anak, terdiri dari lima putra dan tujuh putri dari tiga pernikahannya.
Puji Kecantikan Calon Istri
Di tengah kesibukan persiapan, sang pangeran masih sempat menyampaikan pujian terhadap calon istrinya, Raabi'atul 'Adawiyyah, melalui akun Facebook pribadinya.
Bukan paras cantik yang pertama kali disebut oleh Abdul. Kesantunan dan ketaatan beragama adalah hal utama dalam diri Raabi'atul yang disanjung-sanjung oleh sang pangeran.
"Yang Mulia Dayangku Raabi'atul 'Adawiyyah binti Pengiran Haji Bolkiah sudah terbiasa dengan didikan keagamaan dan sikap bersopan santun dari ayah dan bundanya dalam menjaga akhlak dan juga sikap saling menghormati di antara satu dengan yang lain bahkan dalam menjaga adinda-adinda ketika orang tuanya sibuk dengan tugas merupakan satu kelebihan yang dimilikinya," tulis Abdul.
Menurut Abdul di status Facebook-nya, keteduhan hati Raabi'atul ini adalah buah dari pendidikan agama yang ditanamkan sejak kecil, yang didapatkan Raabi'atul dari sang ibu yang merupakan guru agama.
Kepiawaian Raabi'atul dalam membaca Al-Quran mengantarnya ke podium jawara perlombaan pembacaan kitab suci Al-Quran pada 2005 dan 2008.
"Keahlian ini turut membawanya berjaya mendapat gelar Pembaca Al-Qur'an Terbaik Muslimah (Best Muslimah Al-Qur'an Recital) keseluruhan dari kesemua aspek pada tahun 2013 saat mewakili negara dalam Pertandingan Wanita Muslimah di Republik Indonesia yang berkaitan dengan keagamaan," tutur Abdul.
Raabi'atul, menurut Abdul, seharusnya dapat dijadikan tokoh panutan bagi remaja putri Brunei dalam memperjuangkan hak asasi perempuan.
"Keikutsertaan (dalam Pertandingan Wanita Muslimah) tersebut bukan sekadar untuk bersenang-senang, tetapi juga wujud kemampuan Muslimah negara ini untuk menjalankan kegiatan mulia dan keagamaan setaraf dengan negara-negara Islam di dunia," kata Abdul.
Perjuangan Raabi'atul dalam kemanusiaan tidak berhenti sampai di situ. Setelah berjaya di ajang Muslimah internasional, ia kembali ke tanah airnya dan terus aktif dalam kegiatan amal, terutama yang melibatkan kaum wanita seperti ibu dan remaja.
Oleh sebab itu, di lingkungan sekitar, Raabi'atul dikenal sebagai pribadi yang ramah dan sangat menghargai orang tanpa pandang bulu. "Dengan sifat ketekunan itu, Yang Mulia adalah sumber inspirasi dengan kejayaan wanita di negara ini," tutur Abdul. (CNN)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar