Senin, 06 April 2015

Inilah Orang Paling Dicari Kenya, Imbalan Hingga Rp2,7 M






Kelompok militan al-Shabaab yang berafiliasi dengan al-Qaida mengklaim bertanggung jawab atas serangan berdarah yang menewaskan setidaknya 147 orang di Garissa University College, Kenya.





Kini, pentolan kelompok militan itu menjadi salah satu orang paling dicari oleh otoritas Kenya.





Kementerian Dalam Negeri mulai menyebarkan poster pencarian Mohamed Mohamud yang memiliki alias Dulyadin dan Gamadhere, petinggi al-Shabaab dengan imbalan sebanyak 20 juta shilling, setara Rp2,7 miliar.





Meski begitu, di akun Twitter-nya, Kementerian tidak menyebutnya peran apa yang dilakukan oleh Mohamud dalam penyerangan kali ini.





Kepolisian Kenya menyebarkan poster bertuliskan “Dicari Hidup atau Mati”, berisi foto delapan orang yang diduga terlibat dalam berbagai serangan terpisah di Kenya. Polisi juga menjanjikan imbalan sebesar Rp2,6 miliar untuk para buron ini, kata Kementerian Dalam Negeri via Twitter.





Melansir CNN, perbatasan berbahaya antara Somalia dan Kenya yang tak dijaga ketat membuat mudah bagi militan al-Shabaab untuk menyeberang ke Kenya dan melakukan serangan.






BALAS DENDAM




Setelah mengklaim bertanggung jawab atas serangan di kampus Garissa University College di wilayah timur laut Kenya, Kamis lalu, Kelompok militan Somalia itu kini bersumpah akan terus mengobarkan perang melawan Kenya.





Pada sumpahnya itu, dalam sebuah rilis yang diberitakan Reuters, kelompok teror itu berjanji akan memenuhi jalanan di kota-kota dengan darah.





“Tak ada angkah-langkah pencegahan atau keamanan yang akan dapat menjamin keselamatan warga, apalagi bisa menggagalkan serangan atau mencegah pertumpahan darah lain dari terjadi di kota-kota," kata kelompok al-Shabaab dalam sebuah pernyataan resmi yang diterima Reuters di Ibu kota Somalia, Sabtu (4/4).





Pesan elektronik yang diterima kantor berita Reuters itu diduga ditujukan kepada warga dan otoritas pemerintah Kenya. Serangan yang lebih gencar, menurut pernyataan kelompok itu merupakan pembalasan dendam atas kehadiran Kenya militer di Somalia dan penganiayaan terhadap umat Islam dalam Kenya.





“Ini akan menjadi perang yang panjang, Masyarakat Kenya merupakan korban pertama,” kata kelompok al-Shabaab dalam pernyataan resminya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar