Tampilkan postingan dengan label World News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label World News. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Mei 2015

ISIS Serukan 71 Militan di AS untuk Lancarkan Serangan





Militan ISIS dilaporkan ada 71 simpatisan mereka yang siap melakukan serangan di beberapa titik di Amerika Serikat.



"Kami memiliki 71 tentara terlatih di 15 negara berbeda yang siap menunggu perintah kami untuk menyerang target manapun yang kami inginkan," demikian kutipan keterangan ISIS dalam salah satu situs mereka pada Selasa (5/5) seperti dikutip Sputnik.



ISIS kemudian menjabarkan beberapa negara yang dijadikan target, yaitu Virginia, Maryland, Illinois, California, dan Michigan.



Menurut pesan tersebut, 23 di antara tentara tersebut sudah bersedia untuk melancarkan serangan seperti penembakan di depan kontes karikatur Nabi Muhammad di Texas pada Minggu (3/5) lalu.



Dalam pengumuman tersebut, ISIS kembali mengklaim bahwa mereka merupakan dalang dari serangan tersebut. Penggagas pameran karikatur ini, Pamela Geller, disebut sebagai target utama penyerangan.



Kedua pelaku, Elton Simpson dan Nadir Soofi, sempat melepaskan tembakan ke arah petugas keamanan sebelum akhirnya polisi menembak mati mereka.



"Kami tahu bahwa target kami dilindungi. Tujuan kami adalah untuk menunjukkan betapa mudahnya kami mengorbankan nyawa demi Allah," tulis ISIS.



Sementara ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan, aparat AS belum menemukan indikasi bahwa kelompok ISIS memiliki kontak langsung dengan Simpson dan Soofi yang tinggal di Phoenix.



Tak lama setelah kejadian, aparat AS memang langsung melakukan investigasi untuk menelaah apakah insiden tersebut berhubungan dengan aksi jaringan terorisme internasional.



CNN

AS Ragukan Serangan ISIS di Texas






Kelompok ISIS pada Selasa (5/5) mengklaim sebagai dalang dari serangan di kontes rasial karikatur Nabi Muhammad di Garland, Texas akhir pekan lalu. Namun, klaim itu mulai diragukan para ahli kontraterorisme yang menyatakan bahwa ISIS tidak mempunyai peran operasional dalam serangan itu.





Para ahli menilai bahwa dua pria bersenjata yang teridentifikasi sebagai Elton Simpson alias Mutawakil dan Nadir Soofi meluncurkan serangan dengan keinginan sendiri, alias lone wolf, dan tidak dimotori oleh organisasi teroris tertentu.





Ketua Komite Keamanan Dalam Negeri, Michael McCaul, mengungkapkan keraguan atas klaim ISIS muncul karena salah satu pelaku, Simpson, sempat berkicau ingin menjadi mujahidin dalam akun Twitter miliknya dengan tagar #texasattack, sekitar 20 menit sebelum meluncurkan serangan di Garland.





"Bukti-bukti tidak menunjukkan serangan itu diarahkan oleh ISIS, melainkan hanya terinspirasi oleh mereka," kata McCaul, dikutip dari Al-Arabiya, Rabu (6/5).





McCaul memaparkan akun Twitter Simpson juga sempat memajang foto Anwar al-Awlaki, seorang ulama radikal kelahiran AS yang tewas dalam serangan pesawat tak berawak CIA di Yaman.





"Ini kasus yang harus kita waspadai," kata McCaul melanjutkan.





Sementara, Eksekutif Direktur untuk Intelijen K2 dan mantan Direktur Analisis Intelijen untuk Kepolisian New York, Mitchell Silber, menilai pelaku meluncurkan serangan dengan bertindak sendiri, atau do-it-yourself.





Serangan semacam ini lebih sulit untuk terdeteksi oleh penegak hukum dan badan intelijen.





"Sangat sulit untuk mendeteksi serangan semacam ini sebelum diluncurkan. Berarti kita dapat terus rentan terhadap teror yang dilakukan oleh aktor tunggal yang bertindak tanpa tanda-tanda, sehingga sulit digagalkan," kata Silber.





Sumber dari penegak hukum federal mengungkapkan bahwa pemerintah AS kini terus melakukan penyelidikan terhadap Simpson seputar waktu penembakan. Penyidik juga menelusuri komunikasi antar Simpson dengan kerabatnya, baik di AS maupun luar negeri.





Di lain sisi, ISIS menyerukan anggotanya yang tak dapat ikut berperang di Irak dan Suriah untuk meluncurkan "jihad" di negara mereka masing-masing.





Sebuah pernyataan audio ISIS yang disiarkan stasiun radio al-Bayan menyatakan Simpson dan Soofi adalah "dua tentara kekhalifahan". CNN

Selasa, 05 Mei 2015

ISIS Bertanggungjawab Penyerangan Kontes Kartun Nabi di Texas






ISIS menyatakan bertanggungjawab atas penyerangan di konferensi kartun Nabi Muhamad di Texas, Amerika Serikat.





Pengakuan ISIS ini disampaikan melalui stasiun radio milik mereka al-Bayan. "Mereka (para pelaku serangan) adalah dua tentara Khalifah," sebut pernyataan resmi ISIS, seperti dikutip dari BBC, Selasa (5/5/2015).





"Pameran itu telah menampilkan gambaran negatif dari Nabi," sambung pernyataan ISIS.





ISIS menegaskan, serangan tersebut bukanlah yang terakhir. Mereka mengamcam akan ada serangan besar lain di AS setelah aksi di Texas.





"Kami memberi tahumu, Amerika, yang akan datang akan lebih besar dan lebih pahit. Kalian akan melihat tentara ISIS melakukan sesuatu yang begitu buruk," tambah mereka.










Dalam peristiwa tembak menembak di Texas, 2 orang bersenjata tewas setelah mereka melontarkan tembakan di luar lokasi konferensi kartun Nabi Muhammad. Seorang petugas keamanan terluka dalam peristiwa tersebut.





Menurut jurnalis BBC, Alastair Leithead, acara di Dallas ini memang kontroversial. Juga provokatif dan dapat melukai perasaan umat Muslim.





Kontes menggambar kartun Nabi Muhammad SAW diselenggarakan oleh American Freedom Defense Initiative, sebuah organisasi yang secara aktif terus menyebarkan kebencian terhadap Muslim di Amerika Serikat.

Sabtu, 25 April 2015

Israel Bunuh Dua Pemuda Palestina





Pasukan zionis Israel membunuh dua pemuda Palestina yang menghunus pisau dalam kejadian terpisah di wilayah Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki, kata polisi seperti dikutip Reuters.



Di kota Hebron di Tepi Barat, seorang Palestina ditembak mati oleh seorang polisi perbatasan setelah menikam salah seorang polisi perbatasan itu pada kepala dan dadanya, kata juru bicara polisi Luba Samri.



Polisi yang kritis itu dibawa ke rumah sakit. Samri menggambarkan warga Palestina yang tewas itu berumur sekitar 20 tahun.



Sebelumnya pemuda Palestina berumur 17 tahun bernama Ali Abu Ghannam menyerang polisi perbatasan Israel dengan pisau di sebuah pos pemeriksaan di Yerusalem Timur, dan kemudian kabur di bawah tembakan peringatan tentara, kata Samri.



Ketika mencapai pos pemeriksaan kedua, Abu Ghannam menghunus pisaunya dan berlari ke arah pasukan keamanan di sana. Tentara lalu menembak mati dia ketika dia mengabaikan perintah berhenti, kata Samri.



Keluarga Abu Ghannam membantah pernyataan pihak Israel menyangkut insiden itu.



Seorang kerabat, Mohammed Abu Ghannam, mengaku tidak percaya pemuda itu bersenjata, sebaliknya dia sedang dalam jalan pulang dari pesta seorang temannya sewaktu dibunuh.



Keluarga menolak menerima jenazah, kata Mohammed Abu Ghannam, karena pihak berwenang Israel memerintahkan batasan jumlah orang yang dibolehkan ke pemakaman. Tindakan ini biasa dilakukan Israel ketika ada pemakaman kelompok perlawanan Palestina di Yerusalem.



Kantor Presiden Mahmoud Abbas menyebut pembunuhan Abu Ghannam itu menandakan "kegilaan pendudukan dan kejahatan terhadap rakyat Palestina yang tak berdaya karena alasan yang tak berdasar dan tidak benar".



Jumat lalu tank-tank Israel menembaki Gaza setelah sebuah rudal ditembakkan dari Gaza ketika perayaan Hari Kemerdekaan sehari sebelumnya. Tidak ada korban jiwa dalam serangan ini, demikian Reuters.

Gempa 7,8 SR di Nepal, Tewaskan 1.800 Orang





Gempa berkekuatan 7,8 skala Richter yang mengguncang Nepal pada hari Sabtu, 25 April 2015 waktu setempat, mengakibatkan sekitar 1.800 orang meninggal dunia. Korban jiwa sebagian besar ada di kota-kota besar, termasuk ibu kota Nepal, Kathmandu, yang hancur lebur akibat gempa terbesar di Nepal sejak 1934.



Berdasarkan data yang dilansir dari BBC, polisi setempat mengatakan, setidaknya ada 600 orang yang meninggal di Kathmandu. Dan saat ini, ada lebih dari 2.000 orang luka-luka dan masih kesulitan untuk mendapatkan bantuan medis.



Menteri Komunikasi dan Informatika Nepal, Minendra Rijal, mengatakan minimnya informasi soal gempa mengakibatkan banyaknya korban jiwa yang jatuh. Bahkan warga yang tinggal di area pusat gempa pun hampir tak mendapatkan informasi.



Menurut Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat, pusat gempa terletak di area antara Ibu Kota Kathmandu dan Kota Pokhara. Namun, gempa dapat dirasakan hingga negara tetangga, seperti India, Bangladesh, Tibet, dan lereng Gunung Everest.



Minendra Rijal mengatakan negaranya amat butuh bantuan dari negara-negara lain karena amat daruratnya kondisi yang menimpa warganya. "Kami akan sangat menghargai bantuan organisasi manapun kepada kami saat ini," kata dia.



Adapun, Amerika Serikat sudah mengirimkan bantuan sebesar US$ 1 juta melalui USAid yang ada di sana. Tim evakuasi juga masih bekerja keras untuk mengeluarkan warga yang selamat di antara reruntuhan bangunan. Nepal pun harus bersiap untuk gelap gulita karena jaringan listrik terputu sama sekali.



"Warga masih sangat syok dan tak bisa berbuat apa-apa hingga saat ini," kata juru bicara Menteri Dalam negeri, Laxmi Prasad Dhakal, seperti dilansir oleh The Guardian.

Selasa, 21 April 2015

Al-Baghdadi dilaporkan Terluka Parah





Pemimpin Negara Islam atau ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, dilaporkan luka parah dalam serangan udara koalisi pimpinan Amerika di Irak barat, Maret lalu.



Sumber di pemerintah Irak kepada koran Inggris, The Guardian, mengatakan bahwa luka tersebut awalnya membuat nyawa al-Baghdadi terancam, tapi kemudian ia bisa diselamatkan.



Namun akibat luka serius tersebut al-Baghdadi dikabarkan tak lagi memegang kendali ISIS.



Serangan udara koalisi Amerika yang menghantam mobil al-Baghdadi terjadi di distrik al-Baaj, di Nineveh, di dekat perbatasan dengan Suriah, pada 18 Maret.



Sering di al-Baaj



Serangan ini tadinya diarahkan kepada iring-iringan tiga mobil yang diperkirakan mengangkut para pemimpin lokal ISIS.



Para diplomat kepada The Guardian mengatakan, diyakini tiga orang tewas dalam serangan atas satu lokasi antara Desa Umm al-Rous dan al-Qaraan tersebut.







Belakangan diketahui al-Baghdadi berada di salah satu kendaraan yang menjadi sasaran serangan.



Menurut The Guardian, al-Baghdadi diyakini sering berada di al-Baaj, sekitar 200 mil di barat Mosul, salah satu daerah di Irak yang dikuasai ISIS.



"Ia memilih daerah itu karena ia tahu Amerika tidak masuk ke sana," kata sumber The Guardian.



"Sejak 2003 pasukan Amerika nyaris tidak menyentuh daerah tersebut. Ini satu dari beberapa kawasan di Irak yang belum masuk (militer Amerika)," katanya.



BBC

Jumat, 17 April 2015

Tangan Kanan Saddam, Al-Douri Tewas






Ezzat Ibrahim al-Douri, sosok bekas tangan kanan mendiang Presiden Irak Saddam Hussein serta pemimpin pemberontakan Sunni Irak, dilaporkan tewas di tangan pasukan Irak dan milisi Syiah.





Douri terbunuh dalam sebuah serangan militer, kata gubernur provinsi Salahuddin, Raek al-Jubouri, kepada Reuters.





Jaringan televisi di seluruh Arab, al-Arabiya, memunculkan gambar-gambar jenazah pria, yang menyerupai al-Douri.





Baghdad sebelumnya melakukan kesalahan beberapa kali ketika mengumumkan kematian al-Dhouri, namun kali ini foto-foto yang beredar itu menunjukkan seorang pria dengan bentuk muka dan rambut mirip Douri.





Al-Jubouri mengatakan kepada Reuters, DNA" jenazah akan diuji dan hasilnya akan dikeluarkan "segera".





Jika benar, kematian al-Douri akan menjadi pukulan besar bagi pemberontakan Sunni, yang merupakan gabungan bekas para personel Baath dan Negara Islam (ISIS).





"Dalang operasi-operasi teroris sudah dibunuh dan ia adalah Ezzat al-Douri," kata al-Jubouri kepada TV Arabiya. "Al-Douri merupakan dalang terbesar di belakang semua serangan yang merongrong Irak. Kabar ini akan memberikan dampak pada moral para petempur."





Setelah serangan pimpinan Amerika Serikat pada 2003, Douri berada di urutan keenam dari 55 orang Irak paling dicari dalam daftar militer AS, yang mengiming-imingi siapapun yang bisa menangkap Douri akan mendapatkan imbalan sebesar 10 juta dolar AS (Rp128,4 miliar).





Para pejabat Irak dan AS mencurigai al-Douri sebagai sosok yang menyusun dan memimpin pemberontakan di Irak pada 2005-2007.





Ia lolos dari penangkapan selama pendudukan AS yang lama di saat pembantu-pembantu Saddam lainnya terbunuh atau diajukan ke pengadilan dan, sementara itu, perang saudara melanda Irak.










Karim al-Nouri, pemimpin organisasi Badr dan juru bicara milisi Syiah yang memerangi Negara Islam (ISIS), mengatakan pasukannya ikut ambil bagian dalam operasi tersebut kendati mereka pikir yang menjadi target saat itu adalah pemimpin Negara Islam, Abu Bakr al-Baghdadi.





"Kami menerima informasi intelijen dari sumber-sumber kami bahwa seorang sosok sangat penting berada di kota Hawija dan kami sedang menunggu untuk menyergapnya. Berdasarkan informasi itu, diyakini bahwa sosok tersebut adalah al-Baghdadi, tapi ternyata al-Douri."





"Ia adalah orang kedua setelah Saddam Hussein dan merupakan koordinator antara partai Baath dan IS. Jenazahnya sekarang sedang diidentifikasi, tapi kami yakin bahwa ia adalah al-Douri," tambah al-Nouri.





Khdhayer Almurshidy, juru bicara yang berada di pengasingan bagi bekas partai Baath Irak, mengatakan kepada TV al-Hadath Irak bahwa laporan-laporan soal kematian al-Douri itu palsu.





Namun, Al-Jubouri mengatakan kepada Reuters bahwa "satu kelompok pasukan keamanan berangkat, mengepung sebuah lokasi dan teroris-teroris itu terbunuh. Tiga di antaranya adalah pengebom bunuh diri dan meledakkan diri mereka. Di antara mayat yang ada adalah jenazah Douri."





Ia mengatakan operasi itu dilancarkan di daerah Hamrin dekat al Alam di provinsi Salahuddin. Pasukan Irak sebelumnya tidak mengetahui bahwa al-Douri berada di situ.





Jubouri menggambarkan operasi tersebut sebagai "sebuah kemenangan besar dan serangan terhadap para teroris", dengan mengacu pada Negara Islam, cabang Al Qaida yang telah menguasai banyak wilayah di Suriah dan Irak serta menyatakan kekhalifahan.





Pemerintahan Baghdad pimpinan Syiah telah meningkatkan serangan terhadap Negara Islam serta bekas personel-personel Baath.





Douri, yang lahir di kota tempat Saddam berasal, Tikrit, membantu merancang kudeta 1968, yang membuat partai Baath masuk ke kekuasaan. Ia menjabat sebagai wakil presiden hingga terjadinya serangan pimpinan AS pada 2003, yang menggulingkan Saddam.

Rabu, 15 April 2015

PBB Jatuhkan Embargo pada Houthi, Koalisi Arab Menang





Koalisi Teluk yang melakukan agresi militer terhadap pemberontak Houthi di Yaman memuji resolusi Dewan Keamanan PBB yang menjatuhkan embargo senjata terhadap Houthi. Koalisi Teluk mengklaim embargo senjata terhadap Houthi adalah kemenangan bagi pemerintah sah Yaman.



Sebanyak 14 negara anggota DK PBB mendukung resolusi itu. Sedangkan Rusia memilih abstain. Resolusi DK PBB itu dirancang oleh Yordania dan negara-negara Teluk lainnya.



Dengan dijatuhkannya embargo senjata itu, PBB resmi memerintahkan penghentian pengiriman senjata kepada pemberontak Houthi oleh kelompok atau negara mana pun.



Selain Houthi, embargo senjata itu juga berlaku bagi pemimpin Houthi, Abdul Malek Al-Houthi dan empat pemimpin Houthi lainnya, serta mantan Presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh dan putranya.



Juru bicara operasi militer Koalisi Teluk, Brigadir Jenderal Ahmed Asseri, menyerukan kepada kelompok Houthi untuk mematuhi resolusi DK PBB dengan menyerahkan senjata mereka. Asseri, seperti dikutip Arab News, Rabu (15/4/2015), mengatakan serangan udara terhadap Houthi dan sekutunya akan terus dilakukan oleh Koalisi Teluk.



Koalisi kini menargetkan serangannya terhadap kamp-kamp Houthi di Maarib. Di wilayah itu, Houthi dituduh menyembunyikan senjata mereka di sekolah-sekolah dan lembaga publik lain.



Asseri melanjutkan, pasukan koalisi telah memotong kekuatan pemberontak Houthi ketika mereka mencoba untuk menuju ke perbatasan Yaman di wilayah selatan dan utara.”Perbatasan sepenuhnya dijamin oleh koalisi dan mereka tidak memiliki tempat untuk bersembunyi,” katanya.



Dia berharap agresi militer di Yaman segera berakhir. ”Kami berharap bahwa ketidaknyamanan mereka (rakyat sipil Yaman) saat ini akan segera berakhir," ujarnya.

Sabtu, 11 April 2015

AS Diteror Plot Serangan Bom Bunuh Diri






Seorang pria warga negara Kansas, John T. Booker, dibekuk oleh Badan Investigasi Federal AS, FBI, karena diduga mendukung ISIS dengan merencanakan bom bunuh diri di pangkalan angkatan darat Fort Riley, Amerika Serikat, pada Jumat (10/4).





Seperti dilansir Reuters, Booker tiba di pangkalan militer tersebut bersama dua agen FBI yang menyamar untuk meledakkan bom. Booker tidak mengetahui bahwa bom tersebut sebenarnya tidak berdaya ledak.





Booker akhirnya ditahan atas tiga tuduhan kriminal, termasuk berencana menggunakan senjata pemusnah massal sebagai bentuk dukungan terhadap ISIS.





Salah satu warga Kansas lain, Alexander Blair, juga dicokok oleh FBI atas tuduhan tidak melaporkan potensi tindakan kejahatan. 





Blair disinyalir telah mengetahui rencana pengeboman yang dirancang oleh Booker. Ia juga meminjamkan sejumlah uang kepada Booker untuk menyewa tempat sebagai gudang penyimpanan komponen bom.





FBI memulai investigasi ini sejak menerima sbuah laporan kriminal pada Maret tahun lalu. 





Dalam sebuah pesan di lama Facebook pribadinya, Booker menulis, "Bersiap untuk tewas dalam jihad membuat adrenalin berpacu kencang! Saya sangat gugup. Bukan karena saya takut mati, tapi saya sangat bersemangat bertemu dengan Tuhan saya."





Satu bulan sebelum pesan itu dilansir, Booker melamar menjadi tentara AS di Kansas. 





Saat dintergoasi oleh FBI mengenai pesan di Facebook tersebut, Booker mengaku ia melamar untuk melakukan serangan dari dalam tubuh militer AS, serupa dengan apa yang dilakukan oleh Mayor Nidal Hassan di Fort Hood, Texas, pada November 2009 silam. Tak pelak, Booker ditolak menjadi tentara.





Sejak Oktober, tanpa disadari ia berkoordinasi dengan agen FBI yang sedang menyamar sebagai seorang Syeikh terkemuka. Mereka lantas menyusun rencana penyebaran teror di AS yang dimulai dengan penyerangan ke Fort Riley ini.





Kini, Booker mendekam di balik jeruji besi sembari menunggu proses peradilan. Jika terbukti bersalah, Booker terancam dibui seumur hidup, sedangkan Blair dapat diganjar hukuman tiga tahun penjara.





CNN

Selasa, 07 April 2015

Kuburan Massal 1.700 Mayat Tentara Irak Ditemukan di Tikrit





Kuburan massal ditemukan di wilayah Tikrit, Irak, yang baru saja direbut dari tangan ISIS oleh pasukan gabungan Irak.



Sekitar 1.700 mayat tentara Irak dipercaya ada di dalam kuburan massal itu. ISIS mengklaim telah mengeksekusi para tentara itu pada saat mereka merebut Tikrit Juni lalu. Mereka berasal dari kamp militer Speicher, yang berada di dekat Tikrit.



Arwa Damon dari CNN melihat sendiri sembilan mayat ditemukan oleh ahli forensik di salah satu situs penggalian.



Semua mayat itu telah membusuk, beberapa tangan mereka terlihat masih dalam keadaan terikat. Sisa-sisa jenazah itu akan dibawa ke Baghdad untuk tes DNA dan diidentifikasi, kata Ali tahir, seorang direktur di kamar mayat RS Irak yang mengawasi penggalian.



Namun seorang tentara mengatakan akan makan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan untuk menggali dan mengangkat semua jenazah.



Damon mengatakan kemungkinan terdapat delapan kuburan massal di dalam kompleks istana presiden, yang merupakan kediaman mantan Presiden Irak Saddam Hussein, dan dua lokasi lain di luar kota.



Kompleks istana kepresidenan itu memang menjadi markas besar ISIS setelah mereka merebut Tikrit.



Damon mewawancarai seorang tentara yang mengatakan ia selamat karena berpura-pura mati. Ia mengatakan ISIS menangkap pasukan militer di luar Camp Speicher dan membawa mereka ke kompleks kepresidenan, berkata mereka akan selamat hingga pertukaran tawanan diatur.



Namun menurutnya, saat tiba di kompleks, para tentara itu dipisahkan ke dalam kelompok-kelompok kecil, lalu mereka dieksekusi dan dikuburkan di kuburan massal.



Pada Senin, Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengatakan bahwa balas dendam bukanlah solusi dari ditemukannya mayat para tentara itu. Ia juga mengungkapkan bahwa beberapa orang yang terlibat dalam eksekusi itu telah ditahan.



Keluarga dari para tentara yang hilang menuntut pemerintah Irak untuk memberikan penjelasan kepada mereka.



Saat ISIS menyapu bersih wilayah Irak Utara pada Juni tahun lalu, beberapa unit militer berada di Camp Speicher.



Keluarga mereka mengatakan bahwa para tentara itu menerima perintah dari komandan mereka untuk meninggalkan markas dan bergerak ke arah Baghdad. Mereka pergi tanpa senjata dengan pakaian sipil.



Komandan Irak dan Kementerian Pertahanan Irak membantah pernah memberikan perintah semacam itu.



ISIS merilis video yang memperlihatkan barisan panjang dari mereka yang tampak seperti anggota militer di bawah todongan senjata, dan kemudian mem-posting gambar yang menunjukkan pembunuhan massal.



Kelompok Human Rights Watch menggambarkan “Pembantaian Speicher” sebagai insiden terbesar yang dilaporkan, di mana “ISIS menangkap lebih dari 1.000 tentara yang melarikan diri dari kamp Speicher dan mengeksekusi sekitar 800 dari mereka.”



Berdasarkan gambar satelit dan testimoni dari para saksi, tahun lalu, Human Rights Watch bisa mengidentifikasi jumlah kuburan massal di dalam Tikrit dan kompleks istana kepresidenan.

Senin, 06 April 2015

Inilah Orang Paling Dicari Kenya, Imbalan Hingga Rp2,7 M






Kelompok militan al-Shabaab yang berafiliasi dengan al-Qaida mengklaim bertanggung jawab atas serangan berdarah yang menewaskan setidaknya 147 orang di Garissa University College, Kenya.





Kini, pentolan kelompok militan itu menjadi salah satu orang paling dicari oleh otoritas Kenya.





Kementerian Dalam Negeri mulai menyebarkan poster pencarian Mohamed Mohamud yang memiliki alias Dulyadin dan Gamadhere, petinggi al-Shabaab dengan imbalan sebanyak 20 juta shilling, setara Rp2,7 miliar.





Meski begitu, di akun Twitter-nya, Kementerian tidak menyebutnya peran apa yang dilakukan oleh Mohamud dalam penyerangan kali ini.





Kepolisian Kenya menyebarkan poster bertuliskan “Dicari Hidup atau Mati”, berisi foto delapan orang yang diduga terlibat dalam berbagai serangan terpisah di Kenya. Polisi juga menjanjikan imbalan sebesar Rp2,6 miliar untuk para buron ini, kata Kementerian Dalam Negeri via Twitter.





Melansir CNN, perbatasan berbahaya antara Somalia dan Kenya yang tak dijaga ketat membuat mudah bagi militan al-Shabaab untuk menyeberang ke Kenya dan melakukan serangan.






BALAS DENDAM




Setelah mengklaim bertanggung jawab atas serangan di kampus Garissa University College di wilayah timur laut Kenya, Kamis lalu, Kelompok militan Somalia itu kini bersumpah akan terus mengobarkan perang melawan Kenya.





Pada sumpahnya itu, dalam sebuah rilis yang diberitakan Reuters, kelompok teror itu berjanji akan memenuhi jalanan di kota-kota dengan darah.





“Tak ada angkah-langkah pencegahan atau keamanan yang akan dapat menjamin keselamatan warga, apalagi bisa menggagalkan serangan atau mencegah pertumpahan darah lain dari terjadi di kota-kota," kata kelompok al-Shabaab dalam sebuah pernyataan resmi yang diterima Reuters di Ibu kota Somalia, Sabtu (4/4).





Pesan elektronik yang diterima kantor berita Reuters itu diduga ditujukan kepada warga dan otoritas pemerintah Kenya. Serangan yang lebih gencar, menurut pernyataan kelompok itu merupakan pembalasan dendam atas kehadiran Kenya militer di Somalia dan penganiayaan terhadap umat Islam dalam Kenya.





“Ini akan menjadi perang yang panjang, Masyarakat Kenya merupakan korban pertama,” kata kelompok al-Shabaab dalam pernyataan resminya.

Rabu, 01 April 2015

Politisi: “Israel harus menculik Obama seperti penjahat Nazi”





Politikus Partai Independen Inggris (UKIP) membuat heboh panggung politik di negara itu, setelah dia menyerukan Israel untuk menculik Presiden Amerika Serikat, Barack Obama. Seruan politikus bernama Jeremy Zeid itu muncul di akun Facebook-nya.



Akibat status Facebook-nya tu, posisi Jeremy Zeid, sebagai calon anggota parlemen Inggris digantikan kandidat lain. Padahal Zein sedianya akan mengikuti Pemilu Inggris pada 7 Mei 2015 mendatang.



Status Facebook Zein itu terkait dugaan bocornya program nuklir rahasia milik Israel.



”Setelah Obama keluar dari kantor, Israel harus bergerak untuk mengekstradisi dia atau melakukan seperti yang dilakukan terhadap Eichmann karena membocorkan rahasia negara,” demikian bunyi status Facebook Zeid yang salinan screenshot-nya telah beredar .







”Hanya menculik seperti yang mereka lakukan pada Eichmann,” imbuh tulisan Zeid, yang mengacu kepada penjahat perang Nazi, Adolf Eichmann, yang ditangkap di Argentina pada tahun 1960 dan diadili di Israel.





UKIP selama ini dikenal dengan sikapnya yang anti-imigrasi dan anti-Uni Eropa. Partai itu telah mengalami serangkaian kejadian yang memalukan yang dilakukan oleh sejumlah anggota partai.






Reid



Dalam komentarnya kepada koran Evening Standard, semalam (31/3/2015), Zeid membela pendapatnya di media sosial itu. Dia mengaku telah mengundurkan diri sebagai calon anggota parlemen. Namun, dia membantah jika pengunduran dirinya itu terkait status Facebook-nya yang terkesan menghina Obama.



”Saya mundur karena saya muak dengan harus menangkis tuduhan. Saya harus mempertimbangkan kesehatan saya. Komentar yang saya buat tentang Obama, tetap seperti itu 100 persen, “ ucap Zeid.

Senin, 23 Maret 2015

Pertama Kalinya, AS Tak Bela Israel di Forum PBB





Sebuah insiden langka terjadi ketika Dewan Ham PBB hendak melakukan diskusi mengenai pelanggaran yang dilakukan Israel terhadap Palestina. Untuk pertama kalinya, Amerika Serikat (AS) tidak ikut dalam diskusi tersebut.



Biasanya, AS adalah pihak yang paling getol membela Israel di seluruh forum PBB, sehingga hal ini menimbulkan pertanyaan akan hubungan AS dan Israel.



Sebelumnya, Presiden AS Barack Obama sempat menyatakan akan mengevaluasi kebijakan luar negeri mereka terhadap Israel, termasuk tidak akan terlalu vokal lagi membela Israel di forum Internasional.



Langkah Obama ini diambil sebagai reaksi atas pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang mengatakan tidak akan lagi melanjutkan negosiasi damai dengan Palestina.



Pernyataan itu terlontar ketika Netanyahu melakukan kampanye terakhir sebelum pemilu pada pekan lalu.



Seperti dikutik Reuters pada Senin (23/3/2015), kepastian absennya AS dalam forum tersebut disampaikan langsung oleh juru bicara delegasi AS di Jenewa. "Delegasi AS tidak akan berbicara tentang Palestina hari ini," ucapnya tanpa memberikan keterangan lebih lanjut.



Absennya AS dalam forum tersebut bisa menjadi sinyal kuat kepada Israel, jika Negara Zionis tersebut benar-benar akan menghentikan negoisasi dengan Palestina maka AS pun akan menghentikan dukungan terhadap Israel di seluruh forum internasional.



REUTERS

Sabtu, 21 Maret 2015

Terkesan Alqaeda, Tentara “Jihad Kristen” Muncul di Ukraina






Kini Taliban tidak identik dengan Islam. Di Ukraina, ultranasionalis keturunan Polandia mengobarkan perang salib melawan Rusia. Pers menyebut mereka Taliban Kristen dn Jihad Kristen.





Intercept melaporkan nama asli kelompok ini adalah Bratstvo, atau persaudaraan. Mereka terdiri dari veteran Perang Chechnya, dan bergerak di bawah kepemimpinan Dmitry Korchinsky.





Mereka menggabungkan ajaran Kristen Ortodoks dengan Jihad Islam, dan mencoba mengobarkan perang suci melawan Rusia. Korchinsky mengatakan misinya adalah membangun ideologi baru dari penggabungan Kristen Ortodoks dan Jihad Islam untuk menghasilkan gerakan seperti Taliban, dan Al Qaeda.





Ia terkesan dengan perlawanan Muslim Chechnya terhadap Rusia, Taliban Afghanistan versus Amerika, dan Hezbolah serta Hamas melawan Israel, yang menggunakan ideologi sebagai alat perang.



Sebagai veteran Perang Chechnya, Korchinsky percaya bahwa tidak ada perang melawan kekuatan besar tanpa ideologi.








Korchinsky ingin mengubah konflik regional di timur Ukraina menjadi perang agama melawan Rusia. Ia yakin itu satu-satunya pilihan untuk mengalahkan Rusia yang jauh lebih kuat.





Korchinsky tidak hanya pemimpin organisasi, tapi juga komandan Batalion St Mary -- satu dari banyak unit militer Bratstvo yang didanai swasta. Mereka berangkat ke timur Ukraina bersama tentara Ukraina dan Garda Nasional untuk melawan Rusia.





Batalion St Mary bertugas mempertahankan Muriopol, kota strategis di Laut Azov dan pelabuhan penting untuk besi dan Ukraina, serta pertambangan batubara.





Sebagian anggota batalion pernah bertugas di kemiliteran, lainnya adalah bocah usia 18 sampai 25 yang belum berpengalaman perang. Mereka militan, dan piawai menggunakan semua jenis senjata.





Seperti semua unit tempur swasta Ukraina, batalion ini tidak menginduk ke Tentara Ukraina, tapi berada di bawah kendali Kementerian Dalam Negeri. Mereka beroperasi secara independen, dan bebas menjalankan perang sendiri.





Namun, ada banyak bukti batalion relawan ini memuji ideologi Nazi. Namun Korchinsky mengatakan mereka relijius dan bersemangat.








Bratstvo juga bukan kelompok ultranasionalis satu-satunya di Ukraina. Lainnya adalah; Right Sector, Trezu, UNA-UNSO dan UPA, yang menyebut Rusia sebagai ekstremis. Yang membedakan Bratstvo mengibarkan simbol-simbol keagamaan.





"Semuanya didasarkan pada iman kepada Yesus Kristus," salah satu pejuang Batalion St Mary mengatakan.





"Kami percaya hanya umat beragama bisa menang di dunia ini. Tidak ada tempat untuk ateis ketika mortir dan roket meledak," lanjutnya.





Jika Taliban Islam memandang AS sebagai musuh utama, Korchinsky mengatakan Batalion St Mary membayangkan Rusia sebagai setan besar.





"Yang membedakan kami dengan gerakan radikal Islam adalah kami tidak tertarik menghancurkan tananan dunia," ujarnya. "Kami hanya ingin memperjuangkan cita-cita."





Keyakinan Korchinsky terbangun sejak 1990-an, atau ketika dia bergabung dengan Militan Chechnya di Kaukasus Utara melawan Rusia. Ia banyak berbicara dengan pemimpin Chechnya dan ulama di tempat itu.






Dmitry Korchinsky. (Image fom Facebook)
Dmitry Korchinsky. (Image fom Facebook)






Ia bergabung dengan Militan Chechnya karena satu hal; membenci Rusia. Setelah Rusia-Chechnya berdamai, dia tinggal di Ukraina. Kini, kebenciannya terhadap Rusia membuatnya angkat senjata lagi.





Korchinsky mengaku telah membentuk unit-unit kecil di dalam wilayah Rusia, yang kelak akan bangkit bersama memerangi negeri yang dibencinya. Ia juga terinspirasi dengan ISIS, yang mengobarkan perang di Irak dan Suriah.





Sampai saat ini Korchinsky masih memiliki kontak dengan pejuang Chechnya di Kaukasus, dan pejuang Muslim Tatar di Ukraina. Korchinsky menolak Bratstvo dan Islam memiliki musuh bersama, yaitu Rusia.





"Saya akan berjuang sampai mampu membakar Moskwa," ujarnya.



RUSSIAN TODAY | INILAH

AS Ancam Jerman jika Beri Suaka Ed Snowden





Amerika Serikat (AS) mengancam Jerman jika memberikan suaka kepada bekas kontraktor NSA, Edward Snowden. Ancaman itu berupa penghentian transfer data intelijen dari Washington kepada Berlin.



Ancaman AS kepada Jerman itu diungkap jurnalis Glenn Greenwald di situs Intercept. Ancaman AS muncul setelah ada laporan Jerman mengatur perjalanan Snowden ke Berlin.



Snowden telah jadi buron pemerintah AS setelah dia membocorkan data penyadapan global yang dilakukan National Security Agency (NSA) AS. Saat ini, Snowden masih bersembunyi di Moskow setelah mendapat suaka dari Presiden Rusia, Vladimir Putin.



”Mereka mengatakan kepada kami bahwa mereka akan berhenti memberitahu kita plot dan masalah-masalah intelijen lainnya,” kata Wakil Kanselir Jerman, Sigmar Gabriel, yang dikutip Greenwald.



Gabriel yang juga Ketua Partai Demokrat Sosial dan Menteri Ekonomi dan Energi Jerman dalam pidatonya di Homburg memuji para wartawan yang ikut menyebarkan dokumen rahasia yang dibawa Snowden.



Menurut Greenwald (yang hadir pada acara tersebut untuk menerima penghargaan) Gabriel mengatakan bahwa Snowden terpaksa mencari perlindungan kepada Presiden Vladimir Putin. ”Karena tidak ada bangsa lain yang baik, yang mau atau mampu melindungi dirinya dari ancaman penjara oleh pemerintah AS,” kata Greenwald yang pernah jadi wartawan Guardian itu menirukan ucapan Gabriel.



“Hal ini menyebabkan orang-orang mengganggu Wakil Kanselir dengan berteriak; ”Mengapa Anda tidak membawanya (Snowden) ke Jerman,” lanjut Greenwald, yang dilansir Russia Today, semalam (20/3/2015).



Ancaman AS kepada Jerman itu merupakan yang pertama kalinya muncul. Kanselir Jerman, Angela Merkel beberapa waktu lalu juga pernah jadi korban penyadapan yang dilakukan intelijen AS. Merkel kala itu marah kepada pemerintah Obama.

Kamis, 12 Maret 2015

Bikin Geger! Ahli Kitab AS sebut “Jesus punya Saudara Kandung”





Yesus punya saudara kandung? Kajian teologi ini jadi perdebatan sengit di Kentucky, Amerika Serikat (AS).



Disebutkan, Yakobus adalah saudara kandung dengan Yesus.



Ahli Alkitab Amerika Serikat, Ben Witherington, seorang ahli Perjanjian Baru Amerika, memperkuat klaim paska penemuan arkeologi.



Sejak itu, interpretasi dari istilah saudara telah diperdebatkan oleh para ahli, dengan beberapa alasan "bahwa James hanya saudara sepupu."



Perdebatan ini muncul sejak beberapa tahun terakhir, pascapenemuan kotak berisi tulang-belulang berusia 2.000 tahun pada 2002 lalu di Yerusalem.



Di kotak itu tertulis kalimat bahasa Aramaic yang artinya, “Yakobus, anak Yusuf, saudara Yesus.”



Profesor Witherington, dari Asbury Theological Seminary di Kentucky, mengatakan dalam sebuah wawancara baru bahwa membaca penemuan itu harus dipahami secara harfiah sebagaimana dikutip dari mirror.co.uk, Kamis (12/3/2015).



“Maria masih perawan saat mengandung Yesus. Mungkin ia memang punya anak setelah itu,” katanya.



"Perjanjian Baru mengatakan apa saja tentang Mary menjadi perawan abadi, ia mengatakan ia perawan yang mengandung Yesus, dan tentu saja menyiratkan bahwa dia melanjutkan untuk memiliki anak lagi setelah itu, dan saudara-sadarinya benar-benar saudaranya," katanya.



Petunjuk lain bahwa Yakobus adalah saudara Yesus bisa dilihat dari surat rasul Paulus untuk jemaat di Galatia. “Setalah tiga tahun di Yerusalem dan tinggal bersamanya selama 15 hari, tidak ada rasul lain kecuali Yakobus saudara Tuhan,” tulis Paulus.



Artefak yang disebut dengan Yakobus Osuarium ditemukan pada 2002 dan pernah dipamerkan setahun kemudian di Royal Ontario. Tapi beberapa kalangan menuduhnya itu palsu.







Sabtu, 07 Maret 2015

Dituduh Bunuh Pemimpin Oposisi, Rusia Tangkap 4 Warga Muslim Chechnya





Pemerintah Rusia menangkap empat pria dari Chechnya yang dituduh menembak mati seorang tokoh pemimpin oposisi terkemuka, Boris Nemtsov, Sabtu (7/3) kemarin.



Seperti informasi media pemerintah Rusia, Boris Nemtsov, merupakan salah satu kritikus yang paling vokal terhadap Presiden Vladimir Putin. Nemtsov tertembak peluru di bagian belakang saat berjalan dengan pacarnya di Kremlin dekat sebuah jembatan Moskow pada akhir Februari.



Sebuah video surveillance menunjukkan seseorang melesat dari trotoar dan masuk ke mobil terdekat setelah Nemtsov jatuh.



Direktur Dinas Keamanan Federal Alexander Bortnikov yang dikutip melalui media Rusia, Presiden Putin telah diberitahu tentang penangkapan seseorang yang berhubungan dengan kematian Nemtsov.



Anzor Gubashev dan Zaur Dadayev, Bortnikov mengatakan itu dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi tentang penangkapan dua tersangka itu.



Bortnikov mengatakan mereka yang ditahan berasal dari wilayah selatan Kaukasus Utara, yang selama bertahun-tahun telah menjadi ajang kerusuhan dan pemberontakan terhadap Moskow.



"Keempat tersangka adalah etnis Chechen," kata Barahoev.



Putri Pemimpin oposisi terbunuh itu, Zhanna Nemtsova, mengatakan kepada CNN pihaknya tidak terkejut terhadap keduanya pembunuh yang berasal dari Kaukasus asal.



"Itu bisa ditebak," singkat dia.



Nemtsova mengatakan satu-satunya hal yang dia tahu tentang penangkapan itu berasal dari laporan media, karena pemerintah tidak menghubunginya secara langsung.







Kemudian Sabtu, pejabat penegak hukum selatan Rusia mengatakan kepada kantor berita RIA Novosti bahwa pemerintah menangkap dua orang. Kedua orang itu ditangkap di republik selatan Ingushetia, kata Albert Barahoev, sekretaris Dewan Keamanan Ingushetia, menurut RIA Novosti.



Meski begitu, kedua tersangka yang ditangkap tidak disebutkan namanya, tapi salah satu dari mereka merupakan sopir Dadayev, dan orang lain adalah adik Gubashev, seperti yang dilansir berita CNN.



Setelah penembakan Nemtsov Putin menyalahkan ekstremis dan pengunjuk rasa yang katanya berusaha untuk membangkitkan perselisihan internal di Rusia. Banyak simpatisan oposisi dan orang-orang terdekat dengan Nemtsov yang menuding Putin dan pemerintah Rusia yang dipimpinnya.



Mereka mencatat bahwa Nemtsov, wakil perdana menteri di bawah mantan Presiden Boris Yeltsin adalah orang baru yang masuk dalam daftar lawan Putin telah dibunuh atau dipenjarakan.



Nemtsov juga telah ditangkap beberapa kali untuk berbicara menentang pemerintah. Dalam wawancara TV pertamanya sejak kematian ayahnya, Nemtsova mengatakan saham CNN Putin menjadi tanggung jawab politik atas pembunuhan ayahnya. Dia berbicara kepada khalayak melalui televisi dari Jerman. "Saya tidak percaya pada penyelidikan resmi," katanya, Sabtu.

Kamis, 05 Maret 2015

Negara Islam (IS) Bulldozer Kota Kuno Assyria





Negara Islam (ISIS) mulai meluluh-lantakkan Nimrud, kota kuno Assyria di Irak, kata pemerintah mengenai serangan terakhir para jihadi ke tempat-tempat peninggalan bersejarah di negeri itu.



“ISIS merusak kota bersejarah Nimrud dan membuldoser kota dengan kendaraan berat,” kata Kementerian Pariwisata dan Purbakala dalam laman facebook lembaga tersebut.



Seorang pejabat kepurbakalaan Irak membenarkan kabar tersebut dan mengatakan bahwa perusakan dilakukan setelah sholat tengah hari, Kamis dan truk-truk yang digunakan untuk tindakan tersebut terlihat di lokasi.



“Sejauh ini kami belum tahu apa saja yang sudah dirusak,” kata sumber yang tidak bersedia disebutkan namanya.



Nimrud salah satu permata bagi masa Assyria, dibangun pada abad 13, terletak di sepanjang Sungai Tigris dengan rentang 30 km di tenggara Mosul, yaitu kota kedua Irak yang kini menjadi tempat mangkal kelompok IS.



“Sangat disayangkan semua orang mengharapkan hal ini. Menurut rencana mereka akan menghancurkan semua warisan pusaka Irak, satu per satu,” kata Abdulamir Hamdani seorang ahli purbakala Irak dari Universitas Stony Brook.



“Hatra akan menjadi sasaran berikutnya,” katanya mengenai kota kuno yang terawat dengan baik di Provinsi Niniveh yang berumur lebih dari 2.000 tahun dan menjadi salah satu tempat Warisan Budaya UNESCO.



“Saya sangat terpukul. Tapi ini hanya persoalan waktu saja,” ujarnya.



ISIS



Nimrud adalah tempat yang digambarkan sebagai salah satu temuan kepurbakalaan terbesar pada abad 20 ketika tim arkeolog menggali koleksi-koleksi perhiasan dan batu berharga lainnya pada 1988.



Koleksi perhiasan itu sempat dipamerkan di Museum Nasional Irak selama beberapa waktu untuk kemudian menghilang dari pandangan umum. Namun benda-benda itu berhasil diselamatkan dari penjarahan seiring dengan penyelidikan yang dipimpin oleh Amerika Serikat pada 2003 dan akhirnya ditemukan di gedung Bank Sentral.



Sebagian besar artefak berharga Nimrud sudah lama dipindahkan ke museum di Mosul, Baghdad, Paris, London dan tempat-tempat lain tetapi patung raksasa “Lamassu” berbentuk kerbau bersayap dengan kepala manusia — serta reliefnya, tetap berada di lokasinya.



Penghancuran Nimrud pada Kamis terjadi sepekan setelah kelompok jihad itu mengedarkan rekaman video yang memperlihatkan militan IS bersenjata menghantamkan palu godam ke benda-benda berharga di museum Mosul.