Tampilkan postingan dengan label America. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label America. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Maret 2015

Pertama Kalinya, AS Tak Bela Israel di Forum PBB





Sebuah insiden langka terjadi ketika Dewan Ham PBB hendak melakukan diskusi mengenai pelanggaran yang dilakukan Israel terhadap Palestina. Untuk pertama kalinya, Amerika Serikat (AS) tidak ikut dalam diskusi tersebut.



Biasanya, AS adalah pihak yang paling getol membela Israel di seluruh forum PBB, sehingga hal ini menimbulkan pertanyaan akan hubungan AS dan Israel.



Sebelumnya, Presiden AS Barack Obama sempat menyatakan akan mengevaluasi kebijakan luar negeri mereka terhadap Israel, termasuk tidak akan terlalu vokal lagi membela Israel di forum Internasional.



Langkah Obama ini diambil sebagai reaksi atas pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang mengatakan tidak akan lagi melanjutkan negosiasi damai dengan Palestina.



Pernyataan itu terlontar ketika Netanyahu melakukan kampanye terakhir sebelum pemilu pada pekan lalu.



Seperti dikutik Reuters pada Senin (23/3/2015), kepastian absennya AS dalam forum tersebut disampaikan langsung oleh juru bicara delegasi AS di Jenewa. "Delegasi AS tidak akan berbicara tentang Palestina hari ini," ucapnya tanpa memberikan keterangan lebih lanjut.



Absennya AS dalam forum tersebut bisa menjadi sinyal kuat kepada Israel, jika Negara Zionis tersebut benar-benar akan menghentikan negoisasi dengan Palestina maka AS pun akan menghentikan dukungan terhadap Israel di seluruh forum internasional.



REUTERS

Sabtu, 21 Maret 2015

AS Ancam Jerman jika Beri Suaka Ed Snowden





Amerika Serikat (AS) mengancam Jerman jika memberikan suaka kepada bekas kontraktor NSA, Edward Snowden. Ancaman itu berupa penghentian transfer data intelijen dari Washington kepada Berlin.



Ancaman AS kepada Jerman itu diungkap jurnalis Glenn Greenwald di situs Intercept. Ancaman AS muncul setelah ada laporan Jerman mengatur perjalanan Snowden ke Berlin.



Snowden telah jadi buron pemerintah AS setelah dia membocorkan data penyadapan global yang dilakukan National Security Agency (NSA) AS. Saat ini, Snowden masih bersembunyi di Moskow setelah mendapat suaka dari Presiden Rusia, Vladimir Putin.



”Mereka mengatakan kepada kami bahwa mereka akan berhenti memberitahu kita plot dan masalah-masalah intelijen lainnya,” kata Wakil Kanselir Jerman, Sigmar Gabriel, yang dikutip Greenwald.



Gabriel yang juga Ketua Partai Demokrat Sosial dan Menteri Ekonomi dan Energi Jerman dalam pidatonya di Homburg memuji para wartawan yang ikut menyebarkan dokumen rahasia yang dibawa Snowden.



Menurut Greenwald (yang hadir pada acara tersebut untuk menerima penghargaan) Gabriel mengatakan bahwa Snowden terpaksa mencari perlindungan kepada Presiden Vladimir Putin. ”Karena tidak ada bangsa lain yang baik, yang mau atau mampu melindungi dirinya dari ancaman penjara oleh pemerintah AS,” kata Greenwald yang pernah jadi wartawan Guardian itu menirukan ucapan Gabriel.



“Hal ini menyebabkan orang-orang mengganggu Wakil Kanselir dengan berteriak; ”Mengapa Anda tidak membawanya (Snowden) ke Jerman,” lanjut Greenwald, yang dilansir Russia Today, semalam (20/3/2015).



Ancaman AS kepada Jerman itu merupakan yang pertama kalinya muncul. Kanselir Jerman, Angela Merkel beberapa waktu lalu juga pernah jadi korban penyadapan yang dilakukan intelijen AS. Merkel kala itu marah kepada pemerintah Obama.