
Presiden Joko Widodo secara resmi membuka 60 tahun Konferensi Asia Afrika di Jakarta Hall Convention Center (JHCC), Jakarta, Selasa (21/4/2015) pagi.
Joko Widodo dalam pidato sambutan saat pertemuan para pemimpin di Konferensi Asia Afrika (KAA), Rabu (22/4/2015) di Jakarta, melemparkan kritikan tajam kepada PBB. Menurutnya, saat ini PBB sudah kehilangan taji.
"Di saat sekelompok negara kaya mengatakan bisa mengubah dunia dengan niatnya sendiri, maka ketidakseimbangan global telah menghancurkan kita semua. Sementara makin kuat terlihat bahwa PBB tidak bisa melakukan apa-apa," kata Jokowi dalam pidatonya.
"Aksi-aksi kekerasan tanpa mandat PBB telah memperlihatkan, bahwa mengabaikan keberadaan organisasi internasional itu," kata pria asal Solo tersebut.
Dalam pidatonya, Jokowi -sapaan akrab Joko Widodo- menyatakan, sudah saatnya ada reformasi di tubuh PBB. Reformasi ini, lanjut Jokowi, perlu dilakukan untuk bisa mengembalikan fungsi utama organisasi tersebut.
"Untuk itu kita sebagai negara Asia Afrika, mendesak dilakukannya reformasi PBB agar berfungsi sebagai organisasi dunia yang mendorong keadilan bagi semua bangsa," tambahnya.
Sebut PBB Organisasi Egois
Presiden Zimbabwe, Robert Mugabe menyebut PBB sebagai organisasi yang egois. Menurutnya, PBB tidak pernah mendengarkan suara dari negara-negara Afrika dan Asia.
"Sistem PBB tidak berlaku adil kepada semua negara-negara anggotanya, dengan mendahulukan suara dari negara-negara anggota permanen Dewan Keamanan (DK PBB)," kata Mugabe dalam pidatonya di pertemuan pemimpin negara Konfrensi Asia-Afrika (KAA) di Jakarta, Rabu (22/4/2015).
Presdien kontroversial itu menilai, kekuatan yang diemban oleh anggota tetap DK PBB teramatlah besar. Sama halnya dengan Presiden Joko Widodo, Mugabe menilai perlu ada reformasi di tubuh PBB.
“Suara anggota tetap (DK PBB) berpengaruh sangat besar dibandingkan suara negara-negara yang membutuhkan bantuan. Kita harus berusaha mencapai kesuksesan dalam kerjasama ini. Memperkuat persatuan kita agar PBB melihat semua anggotanya secara setara,” ucap Presiden berusia 91 tahun tersebut.
Mugabe sendiri mendapat kehormatan menjadi pemimpin sidang dalam pertemuan para pemimpin negara KAA. Ia menjadi pemimpin sidang bersama dengan Presiden Joko Widodo.
Kemerdekaan Palestina
Pemerintah Otoritas Palestina mengapresiai digelarnya Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Indonesia yang kembali mengusung krisis Palestina sebagai sala satu tema. Palestina menegaskan, KAA di Indonesia kali ini akan menjadi tekanan bagi Israel.
Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz Mehdaweh, mengaku tidak terlalu terkejut jika krisis Palestina kembali jadi topik pembahasan KAA di Indonesia. Sebab, kata dia, negara-negara anggota KAA, terutama Indonesia merupakan pendukukung utama Palestina yang berjuang meraih kemerdekaan.
"Bukan sebuah kejutan bagi Afrika dan Asia yang masih berkomitmen mengangkat isu tentang kami, dengan satu alasan yakni karena Palestina belum juga merdeka," ucap Mehdaweh, di Jakarta, Jumat (10/4/2015).
Menurutnya, isu krisis Palestina di KAA akan menjadi topi bahasan yang penting. Deklarasi KAA di Indonesia nanti, kata dia, bisa menjadi tekanan bagi pemerintah Israel.
"Ini akan menjadi hal yang signifikan, bagi kami akan menjadi hal yang signifikan. Karena hal ini akan memberikan warga kami harapan, bahwa seluruh dunia tetap berkomitmen pada (perjuangan) kami," katanya.

Menurut Presiden Indonesia, Joko Widodo, saat ini dunia internasional masih memiliki utang yang teramat besar pada Palestina. Utang tersebut adalah kemerdekaan yang sampai saat ini belum di dapatkan oleh Palestina.
Joko Widodo- menyebut dunia seperti tidak berdaya melihat pendudukan yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina.
"Dunia seperti tidak berdaya melihat penderitaan rakyat Palestina yang hidup dalam ketakutan dan ketidakadilan atas pendudukan," kata Jokowi.
Namun, dirinya juga menegaskan, bahwa Indonesia dan dunia tidak boleh menyerah untuk terus mencari dukungan dari dunia internasional guna membantu Palestina mencapai kemerdekaan mereka.
"Kita tidak boleh berpaling dari kehancuran rakyat palestina dan harus terus berjuang dan mendukung negara Palestina merdeka," tambahnya.
Dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sendiri memang menjadi salah satu pembahasan utama dalam KAA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar