
Para pendukung kelompok Negara Islam di Twitter sudah mulai berkampanye ancaman terhadap Amerika di bawah hashtag "#WeWillBurnUSAgain," mengacu pada serangan 9/11 dan masa lalu serangan di negara-negara Barat, bahwa mereka akan mengulangi serangan seperti itu di masa depan.
ISIS dikabarkan sedang berencana untuk membuat aksi serupa dengan insiden 9/11. Kabar ini mulai muncul, saat ISIS dan para pendukungnya membuat kampanye di media sosial dengan hastag "WeWillBurnUSAgain".
Konten yang diposting di Twitter di bawah "#WeWillBurnUSAgain" termasuk pesan teks, gambar, video dan ISIS siaran pers masa lalu.
Hashtag ini pertama kali digunakan oleh akun Twitter dari "Rabitat al-Ansar," a-ISIS pro kelompok media, Rabu, menandai awal dari kampanye anti-Amerika, SITE Intelligence Group melaporkan, bahwa hashtag diumumkan sebagai bagian dari pesan dalam serangkaian panjang tweet anti-Amerika.
"Kami bersumpah bahwa serigala tunggal yang hadir di semua negara di dunia dan mengintai Anda. Apa yang terjadi di Perancis tidak jauh dari Anda dan akan terulang, tapi kali ini di jalan-jalan kota-kota Amerika," tulis pendukung IS.
Dalam tweet selanjutnya, "Dan biarkan slogan Anda menjadi hari ini sebagai 'Saya tidak akan bertahan jika penyembah Salib selamat' dan Allah mengizinkan, Kampanye Media akan dimulai pada hari Jumat dari 04:30 sampai selanjutnya," tambah pesan tersebut.
Walaupun baru sekedar kampanye di dunia maya, Direktur pemantau terorisme SITE, Rita Katz menyatakan Amerika Serikat (AS) harus tetap waspada. Insiden 9/11 telah menyebabkan luka mendalam bagi warga AS, dan membuat Islamophobia semakin berkembang di negara tersebut.
"Dalam beberapa waktu terakhir banyak terjadi aksi tunggal, yang dikaitkan oleh AS dan Barat sebagai bagian dari ISIS. Aksi semacam ini tidak boleh lagi dianggap enteng," ucap Katz.
Katz, seperti dilansir Sputnik pada Sabtu (11/4/2015), melihat kampanye ini bukanlah omong kosong belaka, karena dilakukan dengan sangat struktur dan terencana dengan baik. Menurut Katz, hal ini menunjukan bahwa ISIS benar-benar serius sedang mengumpulkan masa untuk melakukan serangan serupa 9/11, yang merenggut ratusan jiwa.
Kampanye ini, menurut Katz sudah mulai terlihat efeknya di AS, dengan semakin banyaknya orang yang diduga akan melakukan serangan bom bunuh diri di Negeri Paman Sam. Dalam sepekan terakhir saja, AS setidaknya sudah menangkap 10 orang yang diduga bagian dari ISIS, dan berencana melakukan serangan bom.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar