Tampilkan postingan dengan label Investigation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Investigation. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Mei 2015

Mesin Pembunuh Berjubah Biksu, Otak Pengusiran Jutaan Muslim Rohingya





Ribuan orang Rohingya terdiskriminasi dan memilih kabur dari tempat asal mereka di Myanmar. Nasib mereka mengenaskan karena ditindas dan dikucilkan di negeri bermayoritas Buddha tersebut.



Etnis Rohingya yang mayoritas Muslim memilih mati di negeri orang ketimbang bertahan di negara junta militer tersebut. Hal itu karena permasalahan yang terjadi dari tahun ke tahun dengan mayoritas masyarakat di Myanmar.



Kepergian mereka juga dipicu oleh seorang biksu Buddha yang menjadi dalang di balik neraka bagi kaum Rohingya. Biksu bernama Ashin Wirathu itu menyebarkan kebencian ke tengah masyarakat Myanmar.



Ashin menanamkan ketakutan kepada masyarakat Buddha di Myanmar bahwa suatu saat kelompok Muslim minoritas akan menguasai negara yang dulu dikenal dengan nama Burma itu. Seperti dilansir BBC, kemunculan Ashin Wirathu tepat 10 tahun lalu. Biksu dari daerah Mandalay kelahiran 1968 itu putus sekolah pada usia 14 tahun. Setelah itu, dia memutuskan untuk menjadi biksu.



Nama Ashin Wirathu pun mencuat setelah dia terlibat dalam kelompok ekstremis anti-Muslim '969' pada 2001. Karena aksinya, pada 2003 dia dihukum 25 tahun penjara. Namun, pada 2010 dia sudah dibebaskan bersama dengan tahanan politik lainnya.



Setelah peraturan pemerintah Myanmar melonggar, Ashin Wirathu semakin aktif bersuara di media sosial. Ashin menyebarkan pesan melalui rekaman ceramah yang diunggah di YouTube dan Facebook. Sampai saat ini, dia berhasil menjaring sekitar 37 ribu pengikut.



Pada 2012, ketika pertumpahan darah antara etnis Rohingya dan Buddhis terjadi di Provinsi Rakhine, Ashin semakin dikenal dengan pidato penuh amarahnya. Ceramah dia selalu dimulai dengan kalimat yang berbunyi, "Apa pun yang kamu lakukan, lakukanlah sebagai seorang nasionalis". Saat ditanya, apakah dia adalah 'Bin Laden Burma', pria itu tidak menampiknya.



Ashin menyebarkan ajaran kebencian dalam setiap ceramahnya. Dia selalu menyasar pada komunitas Muslim dan seringkali memojokkan Rohingya. Pria inilah yang memimpin demonstrasi yang mendesak orang-orang Rohingya direlokasi ke negara ketiga. Ashin juga diketahui telah mengambinghitamkan kaum Muslim atas bentrokan yang terjadi di Myanmar.



Pada tahun 2007 di Myanmar para bisku buddha memimpin perlawanan terhadap kekuasaan mliter di Myanmar. Pesan Ashin saat itu tidak mendapat dukungan banyak orang. Namun, banyak biksu di Myanmar yang memilih bungkam menghadapi Ashin dan sebagian lainnya, takut diserang kelompok Ashin. Ashin juga diketahui memimpin lebih dari 2.500 biksu di biara Mandalay.



Dia pun mendapatkan dukungan dari pemerintah karena menyuarakan pendapat soal pandangan-pandangan populer, misalnya soal Rohingya. Ashin seolah menjadi corong pemerintah yang tidak bisa menyuarakan keinginannya sendiri karena alasan diplomatik.



Namun, kaum perempuan Myanmar merupakan satu-satunya kelompok yang konsisten menentang pandangan biksu yang disebut media Barat gemar menyebarkan teror tersebut. "Dia memberi reputasi buruk untuk negara kita. Dia menodai jubah biksu yang dia gunakan," kata Sekretaris Jenderal Liga Perempuan Burma, Tin Tin Nyo.



Tin Tin juga mengatakan, kampanye Ashin yang mengusulkan peraturan yang membatasi perempuan menikahi pemeluk agama lain, bukanlah bentuk perlindungan perempuan melainkan bentuk kontrol atas perempuan.



"Perempuan dapat memutuskan sendiri siapa yang ingin dia nikahi. Perempuan dapat memilih sendiri agama yang ingin dianut," tutup Tin Tin.

Sabtu, 23 Mei 2015

Skuad 969, Mesin Pembunuh Berjubah Biksu






Sekelompok biksu Buddha paling berbahaya Myanmar, dipimpin Ashin Wirathu, Skuad 969 menjelma menjadi mesin pembunuh nomor satu muslim di negara itu.





Ibu Kota Yangon, Myanmar, saat pagi hari dan menjelang sore menjadi tempat menyenangkan. Warganya menjalani aktivitas seperti layaknya kota besar. Pusat perbelanjaan ramai, pasar padat oleh pembeli dan pedagang, banyak yang menikmati teh di kedai pinggir jalan, dan banyak lagi. 





Namun keadaan ini berubah menjelang malam. Penduduk bersiap pada serangan seporadis dari sekelompok biksu Buddha paling berbahaya, Skuad 969.



Skuad 969 menjelma menjadi mesin pembunuh nomor satu muslim di negara itu. Kegelisahan melanda orang Islam Rohingya. Anti-Muslim telah menelan banyak korban di Burma bagian tengah dan perlahan-lahan menjalar ke tempat lain.



Pengusung gerakan 969 ini takut Myanmar akan seperti Indonesia setelah Islam masuk ke nusantara pada abad ke-13. Pada akhir abad ke-16, Islam dapat menggantikan Hindu dan Buddha sebagai agama yang dominan.



Skuad 969 mengacu pada sembilan atribut Buddha, enam ajaran dasar, dan sembilan perintah monastik berkaitan dengan spiritual untuk tingkatan mencapai nirwana. Salah satu tugas mereka menghancurkan kekuatan asing yang ingin membinasakan Buddhisme dan kekuatan asing itu Islam.





Pesantren-pesantren menjadi korban keganasan skuad 969 membakar tempat itu tanpa ampun. Masjid pun jadi sasaran. Mereka bergerak tanpa ampunan pada muslim dan kelompok ini terang-terangan mendapat dukungan banyak pihak termasuk pemerintah junta militer Myanmar.






Penyerangan dan penganiayaan terus terjadi menimpa warga minoritas Muslim di Myanmaar. Sedikitnya 200 Muslim tewas dan ratusan lainnya kehilangan tempat tinggal karena rumah mereka dibakar oleh warga Buddha yang merupakan mayoritas.





Banyak kalangan menilai kekerasan ini sebagai kesalahan seorang biksu yang kontroversial dan kelompk nasionalis yang ia dukung. Dialah yang bersama kelompoknya kerap menyulut warga untuk bertindak menyerangan kelompok Muslim, seperti yang menimpa warga Rohingnya, di Rakhine.





Sebagaimana diberitakan BBC, Biksu yang dimaksud adalah Ashin Wirathu atau sering juga disebut Shin Wirathu. Dialah yang dituding banyak kalangan sebagai biang kerok kerusuhan itu. Bahkan majalah terkemuka, Time, menjuluki sang biksu sebagai “wajah teror kaum Buddha” (the face of Buddhist terror).





Wirathu menyatakan kepada kaum Buddha bahwa negara Myanmar sedang diserang kaum penyusup Muslim. “Muslim hanya berbuat baik jika sedang lemah. Kalau mereka kuat, mereka akan seperti srigala; yang dalam kelompok banyak mereka memburu binatang lain,” kata Wirathu.





Ia juga membuat kalkulasi bagaimana Muslim akan menguasai Myanmar dalam jangka panjang. Saat ini, diperkirakan Myanmar berpenduduk 60 juta orang dan 90% di antaranya adalah penganut Buddha dan sebanyak 5% merupakan warga Muslim.





“Dalam 50 tahun, kita akan berbelanja di toko milik Muslim dan mereka akan semakin kaya dan makmur dibandingkan kita sehingga bisa membeli dan menikahi perempuan-perempuan kami. Dengan cara itu, Muslim tidak hanya menghancurkan dan mempenetrasi negara kita, tetapi juga agama kita,” tutur Wirathu.





Untuk mencegahnya Wirathu mendirikan organisasi berhaluan nasionalis dengan nama 969. Kelompok ini menyerukan untuk berbelanja, menjual properti dan menikah hanya dengan kaumnya, yakni kaum Buddha. Kelompok ini menempelkan stiker kecil di toko-toko yang menandakan toko itu milik warga Buddha.




Kelompok 969 dikenal sebagai kelompok yang defensif, dibentuk dengan dalih melindungi budaya dan identitas Buddha. Kelompok ini secara khusus menyerang Muslim.





“Di masa lalu, tidak ada diskriminasi berdasarkan agama dan ras. Kita tinggal berdampingan dengan rasa persaudaraan. Namun, ketika master plan mereka (Muslim) dibuka, kita tidak lagi bisa tinggal diam,” kata Wirathu.





Dari ajaran sesat itulah banyak warga Buddha yang tersulut dan menyerang kaum Muslim. Pada Juni 2013, ketika gerakan kelompok itu semakin tak tertahankan, wajah Wirathu menghiasi halaman muka majalah Time dengan label, “The face of Buddhist terror”.








Majalah tersebut kemudian dilarang beredar di Myanmar. Presiden juga mengeluarkan pernyataan yang membela Wirathu bahwa ia adalah “anak dari Buddha agung”.





Banyak kalangan di Myanmar, bahkan kalangan biksu yang sependapat dengan majalah Time. Mereka juga menentang gerakan dan kelompok Wirathu. Salah satunya adalah Kaylar Sa, biksu yang pernah dipenjara karena terlibat dalam revolusi Saffron pada 2007. Ia mengatakan gerakan 969 adalah gerakan yang tidak ada gunanya.



Islam menyebar dengan cepat di Myanmar. Pertumbuhannya hingga kini sekitar 35 persen, angka drastis jika berbanding awal tahun lalu yang hanya empat persen. Ini dilihat sebagai ancaman bahkan beberapa tokoh Buddha di pelbagai negara bagian menyerukan gerakan anti-Muslim.



Pemerintah tidak bergeming mendengarnya, apalagi mengharapkan bantuan dari tonggak hak asasi Burma Aung San Suu Kyi. Semua bungkam mendengar dan menyaksikan ajakan bunuh orang Islam bergaung besar-besaran persis di depan mata. Skuad 969 berkembang menjadi mesin pembunuh mematikan yang mengeksekusi pemeluk agama Nabi Muhammad itu.




Aparat seharusnya menegakkan hukum justru bertindak jika muslim membalas perlakuan dari skuad 969. Para Biksu berkhotbah dengan gaya apartheid seperti gerakan 969 pada 2001. Ketika itu sentimen anti-Muslim disulut pada Maret 2001.





Sebenarnya banyak biksu dan tokoh Revolusi Saffron, perlawanan besar-besaran para biarawan pada junta militer, mengecam Skuad 969. Politisi juga ramai mengecam segala hal mereka lakukan.



Namun upaya mereka baru sebatas seruan untuk menghentikan kekerasan pada muslim, sementara korban tewas umat Islam semakin banyak dan kelompok ekstremis pendeta Buddha ini makin sadis membasmi muslim Rohingya.

Kamis, 21 Mei 2015

Biksu Radikal Budha Ini Sebut Rohingya Anjing Gila





Biksu Buddha Ashin Wirathu mendadak jadi sorotan dunia. Tragedi pembantaian dan pengusiran Muslim Rohingya banyak dikaitkan dengan Ashin. Wajahnya yang tenang, pakaiannya yang sederhana seperti biksu pada umumnya ternyata jauh bertolak belakang dengan apa yang dilakukannya.



Media barat tak kurang mulai dari Majalah Time, New York Times, sampai Washington Post melabelinya sebagai pembenci muslim. Ashin Wirathu disebut sebagai penggerak kaum Buddha di Myanmar menyerang Muslim Rohingya.



Wajah Ashin menghias sample Majalah Time, ’The Face of Buddhist Terror’ demikian judul besarnya. Time juga di dalam berita menyebut sosok Ashin Wirathu sebagai Bin Laden Bangsa Burma.



“Sekarang bukan saatnya untuk diam,” kata Ashin seperti dilansir Time dikutip detik, Rabu (20/5/2015). Apa yang disampaikan biksu berumur 46 tahun itu merujuk kepada kekerasan yang dilakukan pada Muslim Rohingya.



Sosok Ashin ini tak hanya menarik minat Time saja, The Washington Post juga menyorot sepak terjang Ashin yang disebut sebagai pemimpin dalam pergerakan pembantaian Rohingya.



“Kamu bisa saja penuh cinta dan kebaikan, tapi kamu tidak akan bisa tidur tenang di sebelah anjing gila,” tutur Ashin seperti mengutip Washington Post. Anjing gila yang dimaksud Ashin tak lain merujuk pada Muslim Rohingya.







Ashin pun dengan terang-terangan di depan ‘jamaah’nya dalam ceramah di sebuah kuil menyebut Muslim Rohingya sebagai musuh. New York Times menulis jelas bagaimana kebencian Ashin pada kaum Rohingya.



“Saya bangga disebut sebagai umat Buddha garis keras,” tutur Ashin seperti dikutip dari New York Times.



Kini kondisi muslim Rohingya memang mengkhawatirkan. Mereka terusir dari rumah mereka di Myanmar. Pemerintah setempat pun bahkan tak bisa berbuat banyak terhadap kekerasan yang terjadi. Mereka memilih untuk pergi menjadi pengungsi.



Ada 1.800-an muslim Rohingya dan Bangladesh yang saat ini terdampar di Aceh dan Sumatera Utara. Mereka tak mau kembali ke Myanmar karena menghadapi pembantaian.



antiliberalnews

Kisah Heroik Nelayan Aceh: Diancam Penjara Polisi Air, Nelayan Aceh Tak Peduli





Dalam sebulan terakhir, nelayan Aceh menyelamatkan lebih 1.500 lebih imigran Rohingya dan Bangladesh dari tengah laut. Mereka sempat terombang-ambing dengan kondisi boat mati mesin. Para nelayan yang melihat pemandangan pilu itu kemudian menyelamatkan 'manusia perahu tersebut'.



Baru saja berangkat melaut, para nelayan di Kuala Langsa, Aceh, harus menanggalkan pukat mereka dan berhenti mencari ikan demi menyelamatkan ratusan pengungsi Rohingya dan Bangladesh di lautan.



Sekitar 28 nelayan dari Desa Simpang Lhee, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, melakukan aksi heroik dengan menarik kapal imigran itu ke tepi muara pantai Aceh Timur.



Sunan, 38, mengatakan saat itu sekitar pukul 6 sore, Kamis pekan lalu saat sebuah kapal nelayan kecil menghampiri mereka, mengaku melihat banyak sekali orang di atas kapal, beberapa di antaranya bahkan ada di dalam air. Lantas saja, Kapal Sunan dan beberapa kapal lainnya menghampiri.



"Begitu mereka melihat kami, beberapa melompat ke air. Ada yang berenang, ada yang begitu sampai air tidak muncul lagi, tewas tenggelam, mungkin karena perut kelaparan sehingga tidak ada tenaga," kata Sunan lansir CNN di pelabuhan Kuala Langsa tempat ratusan pengungsi ditampung, Kamis (21/5).



Sunan mengaku sedih melihat keadaan para pengungsi tersebut. Saking padatnya kapal, warga Rohingya dan Bangladesh ini hanya duduk dengan kaki tertekuk. Namun paling memilukan adalah melihat wanita dan anak-anak balita didalamnya.



"Ketika melihat anak-anak kecil, usia balita, hati saya teriris. Akhirnya kami memutuskan tidak mencari ikan dan membantu mereka," ujar Sunan.







Padahal, saat itu dia baru saja berangkat melaut. Biasanya, dia melaut selama 4-5 hari dan menangkap ikan paling tidak dua ton, tergantung musimnya.



Menyelamatkan Rohingya, Sunan dan para nelayan lainnya terpaksa kehilangan penghasilan, namun mereka tidak menyesal.



"Kami tidak menyesal menyelamatkan mereka, ini kebanggaan bagi kami jadi pelaut. Di laut jika ada yang butuh pertolongan pasti dibantu," ujar Sunan.



Sekitar enam kapal nelayan turut membantu upaya penyelamatan setelah dikontak. Satu per satu pengungsi dinaikkan ke kapal. Mereka berada di sekitar 40 mil dari pantai, perjalanan ke daratan membutuhkan waktu sekitar 4-5 jam.



Di kapal, bekal melaut selama empat hari langsung dimasak untuk memberi makan para pengungsi yang selama berbulan-bulan kurang asupan makanan.



"Bekal untuk melaut kami masak, ada ikan kami bakar. Mereka awalnya berebut, tapi kami bilang utamakan wanita dan anak-anak," kata Sunan.



Namun sesampainya di pelabuhan, para pengungsi tidak bisa langsung ke darat karena masih harus mendapatkan persetujuan dari polisi air. Sunan menyayangkan sikap yang mengecam tindakan nelayan dan mengancam akan memenjarakan mereka jika melakukan penyelamatan lagi.



"Polisi air itu mengatakan, 'kalau di Malaysia dan Thailand orang-orang (pengungsi) ini tidak diterima," tutur Sunan meniru Polisi Air.



"Dia (polisi) bilang, kami akan dipenjara jika membantu orang (rohingya) ini lagi. Tapi kami tidak peduli, karena ada anak-anak di dalamnya. Tadinya jika mereka tidak juga boleh ke darat para nelayan akan demonstrasi," lanjut Sunan.



Sunan memang tak akan dipenjara, terlebih setelah pada Rabu, para menteri luar negeri dari Indonesia, Malaysia dan Thailand bertemu sepakat untuk memberikan pemukiman sementara bagi sekitar 7.000 para imigran yang berada di perairan kedua negara.



KRONOLOGI KAPAL DITEMUKAN



Kapal pengungsi tersebut mulanya ditemukan Razali, 36, Selasa siang (19/5), sekitar 38 mil dari daratan dengan waktu perjalanan sekitar 4 jam.



’’Saya hampiri mereka dan kasih makan. Setelah itu, saya kontak teman-teman untuk segera merapat,’’ jelas Razali.



Namun, karena jumlah pengungsi begitu banyak, para nelayan itu tidak sanggup memasok makanan ke kapal yang terkatung-katung di laut tersebut. ’’Karena itu, kami dorong saja sampai muara,’’ katanya.



Selasa sore (19/5), para nelayan mulai berupaya menarik kapal pengungsi. Awalnya, hanya tiga perahu kecil yang menarik. Setelah mencapai jarak 28 mil, lima perahu lain datang membantu.



’’Kami sampai muara sekitar pukul satu malam. Setelah dari muara, baru mereka kami naikkan ke perahu untuk dibawa ke kampung,’’ jelas Razali.



Kondisi para pengungsi amat memprihatinkan. Banyak yang sakit-sakitan dan hampir meninggal. ’’Kami dapati ada seorang yang mati, lalu dibuang ke laut oleh mereka,’’ ucap Fakhri, 46, nelayan lainnya.



’Kalau tidak kami selamatkan, mereka pasti akan tenggelam. Kami masih punya rasa kemanusiaan,’’ tegas Razali.



Nelayan Aceh juga berkorban materi. Bahan makanan untuk di laut berhari-hari habis dibagikan kepada para pengungsi. Begitupun solar untuk menyelamatkan nyawa imigran di tengah laut.



’’Saya kira (rugi) sekitar Rp 5 juta. Tetapi, saya ikhlas. Rezeki bisa dicari. Tetapi, kesempatan menyelamatkan ratusan nyawa orang, kapan lagi kami dapat?’’ katanya.



Saat penyelamatan oleh nelayan, sebenarnya ada anggota Polair Aceh Timur yang sedang berpatroli. Namun, mereka hanya melihat dan kemudia berbalik arah.



’’Mereka lihat kami, tetapi mereka balik lagi,’’ ungkapnya.



Kondisi mengharukan terjadi saat para imigran sampai di darat. Setelah mereka ditampung di Meunasah (surau) desa, bantuan pakaian dan makanan dari kampung-kampung sekitar tidak henti berdatangan.



’’Semua bantuan itu murni dari masyarakat, tidak ada yang dari pemerintah,’’ tegas Muhammad Nasir, sosok tetua kampung.



Warga Aceh lainnya, Muhammad, (42) mengaku tidak peduli jika pemerintah melarang mereka menampung para pengungsi.



"Masalah aturan pemerintah, itu urusan pemerintah. Kami hanya tahu menolong orang itu wajib. Ini wilayah Serambi Mekah, dimana budaya dan agamanya masih kuat. Allah yang akan membalas kami," ungkap warga Simpang Lhee, Julok, Aceh Timur tersebut.



CNN/JPNN

Sabtu, 16 Mei 2015

TNI Tolak Kapal Rohingya, Panglima TNI: "Urus Rakyat Sendiri Saja Susah"






Juru bicara Mabes TNI, Mayjen Fuad Basya, mengakui Indonesia telah meminta sebuah kapal pengungsi Rohingya yang berada di perairan Aceh untuk memutar arah dan tidak mendarat di wilayah Indonesia.




Atas nama kepentingan nasional, Australia sejak beberapa tahun silam menghalau kapal imigran gelap yang tengah berlayar ke Benua Kangguru. Lewat kebijakan Push Back, Canberra mengirimkan kembali kapal imigran gelap ke perairan Indonesia.





Kebijakan demikian ditentang keras oleh pemerintah Indonesia yang tengah berkuasa saat itu. Akibatnya, hubungan diplomatik kedua negara sempat tegang gara-gara isu manusia perahu.





Kini Indonesia meniru kebijakan Push Back Australia. Korbannya adalah para pengungsi Rohingya asal Myanmar yang mencari keselamatan jiwa dan raga dari negeri kelahirannya.





Kalau Australia menerapkan kebijakan Push Back di perbatasan Australia-Indonesia, maka Indonesia menerapkan kebijakan serupa di perbatasannya dengan Malaysia.





Setiap ada perahu imigran gelap Rohingya yang menuju perairan Indonesia, maka seketika juga di- push back ke perairan negara ASEAN tersebut.





Memang pergantian rezim identik dengan pergantian kebijakan. Kebijakan rezim saat ini dalam urusan pengungsi seolah menjilat ludah dari kebijakan rezim sebelumnya.





Kalau dulu Australia dicap oleh Indonesia tidak manusiawi dengan kebijakan Push Back-nya, apakah sekarang kebijakan Push Back Jakarta dapat dikategorikan manusiawi?





Agar dapat berkelit dari kritik tersebut, jawaban paling ampuh sekaligus mencuci tangan adalah bahwa kebijakan Push Back selaras dengan kepentingan nasional


Indonesia.





Namun kemudian muncul lagi pertanyaan berikutnya, apakah kepentingan nasional selalu berubah seiring pergantian rezim pemerintahan? Wallahualam.




Tolak Kapal Rohingya Mendarat







Juru bicara Mabes TNI, Mayjen Fuad Basya, mengakui Indonesia telah meminta sebuah kapal pengungsi Rohingya yang berada di perairan Aceh untuk memutar arah dan tidak mendarat di wilayah Indonesia.



"Mereka itu masih berada di tengah laut dan kebijakan Panglima TNI (Jenderal Moeldoko) agar mereka yang masih berada di tengah laut untuk dicegat tidak masuk perairan Indonesia," jelas Fuad kepada wartawan, dilansir BBC.



Menurut Fuad kapal pengungsi itu berada sekitar 7-10 mil dari pantai Aceh. Sementara satu kapal pengungsi lainnya telah mendarat di pantai Aceh Utara pada hari yang sama Minggu (10/05), setelah diselamatkan oleh kapal nelayan.



Moeldoko: Urus Rakyat Sendiri Saja Tak Mudah








Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan, Pemerintah Indonesia tak akan membiarkan wilayah lautnya dimasuki kapal-kapal pengungsi Rohingya. Menurut dia, bantuan kemanusiaan tetap akan diberikan kepada pengungsi yang terusir dari Myanmar tersebut, namun tetap melarang mereka masuk apalagi menepi di daratan Indonesia.





"Untuk suku Rohingya, sepanjang dia melintas Selat Malaka, kalau dia ada kesulitan di laut, maka wajib dibantu. Kalau ada sulit air atau makanan kami bantu, karena ini terkait human. Tapi kalau mereka masuki wilayah kita, maka tugas TNI untuk menjaga kedaulatan," ucap Moeldoko di Istana Kepresidenan, Jumat (15/5/2015).





Moeldoko menuturkan bantuan akan diberikan di tengah laut, sehingga kapal-kapal yang ditumpangi pengungsi Rohingnya tidak perlu memasuki wilayah teritori Indonesia. Patroli yang dilakukan oleh TNI Angkatan Laut dan Angkatan Udara juga akan dikerahkan untuk menjaga wilayah laut Indonesia tetap steril.





Menurut Moeldoko, langkah ini diambil lantaran keberadaan para pengungsi ilegal ini justru menimbulkan persoalan sosial.



"Urus masyarakat Indonesia sendiri saja tidak mudah, jangan lagi dibebani persoalan ini," ucap Moeldoko.





Saat ditanyakan bagaimana nasib para pengungsi Rohingya ini jika tak ada negara yang mau menampung, Moeldoko menolak berkomentar. Dia menuturkan hal tersebut adalah wewenang Kementerian Luar Negeri. TNI hanya bertugas agar menjaga wilayah laut Indonesia tidak dimasuki warga asing.





"Kalau kita buka akses, akan ada eksodus ke sini," ujar dia.





Sementara untuk pengungsi Rohingya yang sudah terlebih dulu diselamatkan oleh para nelayan di Aceh, Moeldoko menyatakan bahwa nantinya akan dibicarakan antara pemerintah kedua negara.





Suku Rohingya selama beberapa dekade telah menerima diskriminasi di Myanmar. Ditolak sebagai warga negara oleh Myanmar, suku yang sebagian besar muslim itu tidak memiliki status kewarnegaraan.




Menurut data PBB, Lebih dari 1,3 juta warga Rohingya, merupakan salah satu suku kecil paling teraniaya di dunia.

Rabu, 13 Mei 2015

Pria Inggris Rencanakan Bunuh Pangeran Charles agar Harry Jadi Raja





Seorang pria di Inggris mengaku merencanakan pembunuhan Pangeran Charles dan Pangeran William agar Pangeran Harry dapat menjadi penerus tahta Ratu Elizabeth II dan menjadi raja.



Mark Colborne, 37 tahun, pria asal Southampton, Inggris selatan, mengaku di pengadilan pada Selasa (12/5) bahwa dia merasa termajinalkan karena terlahir dengan rambut berwarna merah. Colborne ingin agar Pangeran Harry, yang juga berambut merah, menjadi raja Inggris untuk membuktikan kepada dunia bahwa orang dengan rambut merah dapat menjadi pemimpin.



Namun, Colborne diadili bukan hanya karena ingin membunuh Pangeran Charles. Colborne dibekuk polisi pada Juni 2014 lalu atas tuduhan mempersiapkan aksi terorisme selama beberapa bulan.



Colborne dibekuk setelah saudara tirinya menemukan bahan kimia dan buku harian Colborne yang berisi berbagai tulisan kebencian berbau rasisme dalam rumah mereka di Southampton, dan melaporkannya ke polisi.



Jaksa Annabel Darlow di Pengadilan Old Bailey, London mengungkapkan bahwa dalam buku hariannya, Colborne menulis bahwa dia ingin membunuh orang-orang berambut gelap. Colborne juga menyatakan dia ingin menembak kepala Pangeran Charles.



"Saya ingin mereka melihat perubahan saya dari pria miskin berambut merah yang kerap menjadi korban minoritas berubah sepenuhnya menjadi seorang teroris yang menakutkan," kata Colborne, dikutip dari Al-Arabiya, Selasa (12/5).



"Saya akan mengorbankan hidup saya untuk satu tembakan itu. Membunuh Charles dan William, sehingga Harry dapat menjadi raja. Membunuh para tiran," tulis Colborne.



Colborne kerap membandingkan dirinya dengan ekstremis Norwegia sayap kanan, Anders Behring Breivik, yang meluncurkan serangan di kamp musim panas di Oslo pada 2011 lalu, menewaskan 77 orang.







Dalam buku hariannya, Colborne menyebut dia membenci "orang kulit hitam dan orang kulit putih idiot" dan membenci sistem negara yang berlaku.



Selama proses persidangan, Darlow menyatakan bahwa Colborne merasa dirinya terpinggirkan dan diremehkan oleh masyarakat karena dia seorang pria berkulit putih, namun berambut merah.



Pengadilan mengungkapkan bahwa Colborne mempelajari cara membuat bom dan meracik racun sianida yang mematikan. Sebelum beraksi, Colborne juga mempersiapkan masker, suntik plastik dan sarung tangan karet.



"Saya ingin memberikan retribusi besar, serangan teroris yang akan membawa ke perhatian publik akan rasa sakit, bukan hanya saya tapi juga saudara saya di seluruh dunia," tulis Colborne.



Namun, Colborne membantah tuduhan bahwa dirinya mempersiapkan aksi terorisme besar.



Sebagai anak tertua dari Ratu Elizabeth II, Pangeran Charles adalah pewaris kerajaan Inggris. Setelahnya, ada putra sulungnya, Pangeran William, yang akan meneruskan tahta. Di urutan ketiga dan keempat, adalah anak William, Pangeran George dan Puteri Charlotte. Sementara Pangeran Harry berada di urutan kelima.

Selasa, 12 Mei 2015

Kebohongan AS Terungkap, Jasad Osama Tak Dibuang ke Laut





Kebohongan Amerika Serikat (AS) yang pernah mengklaim jasad Osama bin Laden dibuang ke laut dibongkar wartawan investigasi peraih Pulitzer, Seymour Hersh. Hasil investigasinya menunjukkan klaim AS itu bohong.



Kabar ini terungkap dalam laporan Seymour Hersh, yang dimuat London Rewiew of Books. Hersh terkenal berkat paparannya selama Perang Vietnam dan sejumlah perang di Timur Tengah. Ia berkeliling dari satu ke tempat konflik yang melibatkan AS selama 40 tahun.



Wartawan itu sebelumnya membongkar kebohongan AS yang mengklaim penggerebekan Osama merupakan keberhasilan tunggal militer AS. Faktanya, intelijen Pakistan telah menangkap dan menempatkan pendiri al-Qaeda itu di bangunan tua di Abbottabad, lima tahun sebelum AS menggerebek dan membunuh Osama.



Dua petinggi militer senior Pakistan; Komandan AD Jenderal Pervez Kayani Ashfaq dan kepala Inter-Services Intelligence (ISI) Ahmad Shuja Pasha, menjual Osama Bin Laden ke AS dengan harga 25 juta dolar AS.



Menurut Hersh, dalam laporan 10 ribu kata itu, Bin Laden berada di persembunyiannya di Abbotabad sejak 2006 dan dilindungi otoritas militer Pakistan. Hersh menulis AS menekan, merayu, dan akhirnya menawarkan 25 juta dolar AS sebagai hadiah, jika dua jenderal itu bersedia memberi tahu persembunyian Bin Laden.



Keduanya terbujuk. Navy Seal persembunyian sang pendiri Al Qaeda, dan membunuh orang paling dicari militer AS itu. Tidak ada perlawanan. Bin Laden dibunuh dalam keadaan tidak bersenjata, apalagi melawan.



Temuan-temuan investigasi Hersh itu telah diterbitkan hari Minggu lalu. Dalam laporannya, wartawan ini menuding Pemerintahan Presiden Barack Obama telah menyesatkan publik terkait klaim penggerebekan Osama.



Menurut temuan Hersh, jasad Osama bin Laden tidak dibuang ke laut seperti klaim Gedung Putih selama ini. Faktanya, tubuh Osama hancur akibat tembakan tim SEAL AS. Beberapa bagian dari jasad Osama yang hancur kemudian dibuang di pegunungan Hindu Kush.



Menurut Hersh, Presiden Barrack Obama melakukan semua ini untuk keuntungan politik dalam negeri. Popularitasnya melorot akibat ingkar janji, yang membuatnya harus punya prestasi agar terpilih kali kedua.



Shuja Pasha memberi informasi lokasi pesembunyian Bin Laden kepada Jonathan Banks, kepala pusat operasi CIA di Kedubes AS di Pakistan. Banks tidak mempercayai begitu saja, dan meminta Shuja Pasha mengikuti tes poligraf di AS. Dia lulus tes.



Hersh mengklaim sumber yang mengungkap cerita ini telribat dalam perjalanan Shuja Pasha ke Washington, dan tahu 'penjualan' Bin Laden. Ia menempelkan mikrofon kecil, untuk merekam semua pembicaraan itu.



Dua jenderal Pakistan itu, menurut Hersh, memberikan koordinat yang tepat persembunyian Bin Laden. Bahkan, informasi itu begitu rinci, sampai ke kamar Bin Laden menghabiskan hari-harinya di persembunyian.



Kedua jenderal juga memastikan Bin Laden ditinggalkan orang-orangnya tanpa perlindungan dan penjagaan ISI. Shuja Pasha menyaksikan semua operasi itu dari kejauahan. Ia mendengar deru helikoper AS dan listrik tiba-tiba mati.



Jenderal Kayani Ashfaq memastikan AU Pakistan dan unit pertahanan militer lainnya tidak melacak helikopter AS, dan berusaha mencegah.



Navy Seal masuk ke persembunyian, dan nyaris menembak mati seorang pria bersenjata karena dikiri Bin Laden. Sampai di kamar yang disebut Shuja Pasha, Navy Seal menemukan seorang pria yang diyakini Bin Laden dan menembaknya.



Menurut Hersh, tidak ada pemakaman di laut dengan ritual Islam. Yang ada adalah tubuh Bin Laden ditembakan sekian ratus kali, diledakan hingga berkeping-keping, dan bagian-bagian tubuhnya dilempar ke Pegunungan Hindu Kush, perbatasan Pakistan-Afghanistan.

Senin, 11 Mei 2015

Wartawan Ungkap Kebohongan AS Terkait Kematian Osama





Serangan Amerika Serikat yang menewaskan pemimpin Al-Qaeda Osama Bin Laden bukan merupakan aksi rahasia penuh risiko – melainkan sebuah operasi gabungan antara intel militer AS dan Pakistan.



Mantan wartawan investigasi The new York Times, mengatakan pemerintah Amerika Serikat selama ini telah berbohong terkait dengan tewasnya Osama bin Laden.



Wartawan senior tersebut juga mengatakan kejadian penyergapan Osama adalah kebohongan besar oleh Obama. Obama melakukan itu untuk politik pencitraannya sendiri.



Dalam penyelidikannya wartawan peraih Pulitzer Prize, Seymour Hersh, mengungkapkan saat itu dalang peristiwa 9/11 yang meledakkan WTC di Amerika Serikat, Osama bin Laden telah ditahan oleh intelijen Pakistan di sebuah kompleks perumahan pejabat militer Pakistan selama bertahun-tahun.



Proses penangkapan Osama kala itu dilakukan melalui proses negosiasi antara AS dan Intelijen Pakistan (ISI). Proses negosiasi tersebut juga termasuk pembayaran uang hadiah sebesar US$ 25 juta (Rp 329 miliar) yang dijanjikan AS untuk informasi Osama. Tapi kemudian AS mengklaim itu adalah misi penyusupan rahasia.



Hersh mengutip sebuah sumber yang tidak disebutkan namanya, yang menyatakan ISI telah mengatur sedemikian rupa agar invasi militer AS dengan mudah menyerang Osama untuk menghindari intervensi militer lokal.



"Tidak ada baku tembak, dan satu-satunya peluru ditembakkan adalah peluru yang membunuh kepala teroris tersebut," kata Hersh seperti yang dilansir Mirror pada 11 Mei 2015.



Hersh menambahkan, saat penyerangan lampu di kompleks tersebut dipadamkan, dan semua warga di sekitar telah diungsikan sejak awal. Pasukan Pakistan diliburkan semuanya untuk melancarkan konspirasi ISI dan tim SEAL.



Sebelumnya artikel yang dipublikasikan di London Review of Books, juga mengungkapkan kebohongan AS terkait dengan Osama, dengan mengatakan Osama tidak dikubur di laut seperti yang diklaim sebelumnya. Dan bahwa ia sebenarnya dimakamkan di Afghanistan.



Bantah



Sementara, Gedung Putih menepis laporan kontroversial tersebut.



"Terlalu banyak banyak fakta tidak akurat dan pernyataan tidak berdasar dalam laporan tersebut," ujar juru bicara Gedung Putih, Ned Price.



Price secara khusus menepis pernyataan Hersh mengenai adanya kolaborasi antara pemerintahan Amerika Serikat dengan Pakistan untuk membunuh pemimpin Al-Qaidah tersebut.



"Gagasan mengenai kerjasama unilateral untuk membunuh Osama bin Laden merupakan berita yang salah," tegas Price. "Seperti yang kami katakan, operasi itu hanya melibatkan lingkaran dalam pejabat senior Amerika."



"Presiden memutuskan untuk tidak memberitahu pihak pemerintahan lain, termasuk pemerintahan Pakistan, yang tidak mendapatkan informasi apa-apa hingga setelah penyerangan dilakukan."



Pernyataan juru bicara Gedung Putih ini merupakan respons pertama pemerintah setelah laporan mengejutkan Hersh, yang dipublikasikan akhir pekan lalu.



Sumber Anonim







Namun meski mendapat bantahan keras dari Gedung Putih, Hersh tetap bersikeras laporannya dapat dipercaya, karena ia mendapatkan informasi tersebut dari sebuah sumber terpercaya di Pemerintahan Amerika.



"Saya dapat mengatakan bahwa banyak cerita yang saya tulis kebanyakan cukup akurat," ujar Hersh mempertahankan argumennya.



Hersh sendiri pernah mendapatkan penghargaan tertinggi di dunia jurnalistik, Pulitzer, pada 1970 lalu, setelah laporan mengejutkannya terkait dengan pembantaian My Lai sepanjang Perang Vietnam.



Sejak itu, ia banyak terlibat melaborkan berbagai macam konflik di belahan dunia lain, seperti di Irak, Iran, dan Suriah. Namun seringnya penggunaan sumber anonim, membuat Hersh banyak mendapatkan kritik.



Pada 2004 lalu misalnya, laporannya mengenai Menteri Pertahanan Amerika, Donald Rumsfeld, yang dianggap setuju dengan penggunaan kekerasan kepada teroris di penjara Abu Ghraib, dilabeli sebagai 'malpraktik paling konyol di dunia jurnalistik' oleh juru bicara Pentagon.



Artikel ini juga dapat dibaca melalui: http://edition.cnn.com/2015/05/11/politics/seymour-hersh-obama-bin-laden-raid-lied

Rabu, 06 Mei 2015

Sepanjang Perang Irak, Tentara AS Rampok Rp677 Miliar





Ratusan tentara Amerika Serikat menyalahi tugas di Irak dan Afghanistan dengan melakukan pencurian, penyuapan dan pemalsuan kontrak. Total pencurian dana sekaligus kerugian bagi AS akibat ulah tentara nakal ini mencapai US$52 juta, lebih dari Rp677 miliar.



Diberitakan Sputnik yang mengutip data The Center for Public Integrity, Selasa (5/5), sedikitnya ada 115 tentara yang telah didakwa sejak tahun 2005 dan divonis penjara mulai dari tiga bulan hingga 17 tahun.



Salah satu penyimpangan yang paling besar yang dilakukan tentara adalah pencurian bahan bakar militer AS untuk dijual pada warga di Afghanistan.



Pencurian bahan bakar ini saja menghasilkan keuntungan bagi mereka hingga US15 juta, setara Rp195 miliar.



Dalam kontrak tertulis pengiriman bahan bakar militer dengan truk menghabiskan waktu hingga tujuh hari, padahal daerah tujuan cukup dekat dan hanya butuh beberapa jam untuk sampai.



Tentara membuat laporan palsu yang mengatakan bahwa bahan bakar di salah satu dari tiga truk tercecer dan kehilangan muatan hingga 11 ribu galon, atau lebih dari 800 ribu galon hanya dalam waktu setahun.



Salah satu tentara wanita yang terlibat dalam skema ini mengatakan bahwa dia tinggal membuat laporan palsu untuk memesan bahan bakar satu truk lagi untuk menggantinya. Namun bukannya dikirim ke pangkalan, truk itu akan dialihkan ke lokasi penjualan bahan bakar.



Para tentara yang terlibat mengatakan bahwa mereka mendapatkan US$5.000 (Rp65 juta) untuk setiap truknya.



Bentuk pencurian tentara lainnya adalah dengan membantu warga Irak mencuri peralatan dari pangkalan militer AS dan menerima suap dari perusahaan lokal agar mendapatkan tender.



Mudahnya kejahatan ini terjadi disebut akibat manajemen yang buruk di kemiliteran AS, pengawasan yang longgar, budaya korupsi di lokasi mereka diturunkan dan transaksi keuangan yang sulit dilacak.



Menurut Inspektur Jendera AS, masih banyak lagi pencurian oleh tentara AS yang tidak tercatat.



Saat ini masih ada 327 penyelidikan yang masih berlangsung untuk kejahatan terhadap personel militer per Februari tahun ini. Diduga, total kerugian akibat ulah para tentara itu mencapai hingga miliaran dollar.

Senin, 04 Mei 2015

Serdadu Israel Ungkap Bukti Kejahatan Perang di Gaza






Bukti Israel sengaja menyasar warga sipil, dengan harapan membunuh sebanyak mungkin rakyat Palestina, dalam Perang 50 Hari tahun lalu ditemukan.





Sejumlah tentara yang bertugas di Jalur Gaza, yang memberi kesaksian dan ditulis dalam dokumen Breaking The Silence, mengatakan mereka menerima perintah menembak atau membunuh setiap orang yang mereka lihat di sektor tempur. Setiap tentara Israel harus percaya bahwa wilayah yang mereka tembak telah bebas dari warga sipil.





Kenyataannya, ketika tentara Israel memasuki wilayah yang dihujani artileri dan dibom jet-jet tempur Israel, yang mereka temukan adalah warga sipil yang tewas dan terluka.





Breaking The Silence adalah organisasi yang didirikan tentara dan veteran peran Israel. Kelompok ini ingin memastikan anggota yang terlibat perang benar-benar melawan serdadu Palestina, bukan warga sipil.





Dalam banyak kasus, menurut Breaking The Silence, penembakan artileri tidak dimaksudkan untuk membantu tentara di lapangan, tapi untuk kepentingan politik dan diplomasi.





Kelompok ini menghimpun kesaksian 70 tentara, dari yang berpangkat sersan sampai letnan dan perwira. Mereka terdiri dari serdadu angkatan darat, laut, dan pilot pesawat tempur, yang bertugas selama Perang 50 Hari di Gaza yang oleh Israel disebut Operation Protective Edge.





Sejumlah veteran perang yang tergabung dalam Breaking The Silence mengatakan terkejut dengan kesaksian yang mereka dengar.





"Tanyakan kepada tentara yang terlibat dalam Operation Protective Edge apakah ada aturan keterlibatan sebelum memasuki wilayah paling padat penduduk di dunia. Mereka mengatakan tidak ada," ujar Avihai Stollar, direktur penelitian dan pengumpulan kesaksian Breaking The Silence.





"Serdadu hanya diberi tahu harus menembak siapa pun yang mereka lihat di wilayah yang mereka masuki," lanjutnya.





Menurut Stollar, Israel menerapkan dua doktrin tempur; Dahiyeh Doctrine dan Hannibal Directive. Keduanya paling menghancurkan warga Jalur Gaza.








Dahiyeh Doctrine kali pertama diterapkan di selatan Lebanon tahun 2006, ketika Israel menghancurkan semua pada tingkat luluh-lantak untuk mengalahkan Hamas dan Hizbullah. Landasan doktrin ini adalah dalam perang melawan milisi tidak ada kemenangan yang menentukan.





"Anda tidak punya kesempatan mendaki bukit, menaikan bendera, dan menyeru; kami menang," ujar Stollar.



"Jika mereka menembakan satu roket, kami harus membalas seratus. Jika mereka menyerang kota kita, kita harus membalas dengan menghancurkan kota mereka sampai tingkat luluh-lantak."





Hannibal Directive, masih menurut Stollar, adalah penghancuran untuk mencegah penangkapan hidup-hidup serdadu Israel. Contoh doktrin ini terlihat saat muncul kabar seorang serdadu Israel ditangkap di Rafah pada 1 Agustus 2014. Israel bukan menyelamatkan, tapi berusaha membunuh serdadu itu agar tidak menjadi sandera lawan.





Doktrin ini dijalankan tanpa harus mempertimbangkan warga sipil di pihak lawan, fasilitas umum, bahkan gedung-gedung milik lembaga interansional. Yang terjadi adalah sekolah yang dikelola PBB menjadi sasaran pemboman jet-jet tempur Israel.





"Intinya adalah ketika mereka percaya tentara diculik, ribuan peluru dan bom siap dihamburkan untuk membunuh tentara itu," demikian Stollar.





Doktrin inilah yang membuat perang di Jalur Gaza selama 50 hari sangat mematikan bagi warga sipil. Saat itu 2.102 warga sipil Palestina tewas, kebanyakan wanita dan anak-anak, 19 ribu rumah hancur, 400 ribu mengungsi, dan 100 ribu kehilangan tempat tinggal.





Bagi banyak tentara yang mendapat perintah, perang di Jalur Gaza tahun lalu sangat brutal, dan lebih bisa disebut pembantaian. Israel melakukan kejahatan perang paling keji.



INL

Jumat, 24 April 2015

Cerita Munculnya Siswi Cantik di Balik Iklan Pesta Bikini





Perayaan usainya ujian nasional (UN) yang sedang digarap gabungan siswa SMA di Jakarta dan Bekasi terbilang keterlaluan. Mereka bukan lagi merencanakan kegiatan seperti sujud syukur massal, corat-coret, ataupun konvoi. Melainkan pool party alias pesta bikini.


Rencana gila itu terungkap setelah undangan berupa sebuah cuplikan video bertajuk ’GoodBye UN Pool Party Divine Production SPLASH AFTER CLASS’ diunduh ke YouTube. Ada lebih dari 3.000 orang yang sudah menyimak undangan pesta bikini di Pool Area The Media Hotel & Towers, 25 April mendatang itu.



Dalam undangan resminya, penyelenggara mengklaim kegiatan tersebut didukung sejumlah sekolah di Jakarta dan Bekasi.


Sekolah yang dicatut namanya antara lain, SMA 8 Bekasi, SMA 12 Jakarta, Muse Rawamangun, SMA 38, SMK 50, SMK Musik BSD, SMA 31, SMA 109, SMA 53, SMA 44, SMA 24, SMA 29, 26 Pembangunan, SMA 100, RRFAMS, dan SMA Insan Cendikia.


Lantas, apa serba-serbi pesta Splash After Class ini? Penelusuran, seperti dilansir dari situs javaparty.net, Splash After Class yang digagas oleh Divine Production’s ini akan digelar pada Sabtu, 25 April nanti. Di situs tersebut menerangkan, Splash After Class diilhami dari upaya untuk menghilangkan kepenatan atau stres usai ujian nasional.


”Are you strees out about national exam and you want to refresh your brain??? Let’s join us in GoodBye UN party!!!!”





Rencananya, pesta itu akan digelar di Media Hotel, Jakarta, yang diketahui terletak di Jalan Gunung Sahari 3, Sawah Besar, Jakarta. Untuk pemesanan tiket alias presale dikenakan biaya Rp150.000. Sementara untuk OTS (on the spot) atau tiket yang dijual pada hari H senilai Rp200.000.


Lebih gila lagi, tersedia juga tiket VIP yang berisi dua botol minuman anggur termurah dijual seharga Rp2.400.000. Sementara paket termahal yang berisi empat botol minuman plus ruangan dijual dengan harga Rp5.000.000.


Di situs itu juga mencantumkan sejumlah bintang tamu dan DJ, seperti Mahesa Utara, Putri Danizar, Adhel Maharani, G-Vaw, Electrooby, Gilbert, Aliens, dengan mic controller by MC Novel. Pesta itu juga mempunyai rules and policynya? No Drugs, No Weapon, and No Fight. Dan di undangan juga tertera semacam dress code: Bikini Summer Dress.


Para Siswi Cantik di Iklan Pesta


Dalam video itu terlihat sejumlah siswi SMA yang mengajak agar ikut dalam acara tersebut, padahal kenyataannya mereka mengaku sama sekali tidak tahu soal pesta bikini ini.


Kepala sekolah SMA 29 Ratna Budiarti mengatakan muridnya menjadi korban penipuan Devine Production. Sebab mereka tahunya iklan itu untuk pesta kelulusan biasa. Murid Ratna berjumlah 3 orang semuanya siswi dan berparas cantik, 1 anak IPS, 2 IPA.


"Ada teman mereka yang cowok dapat kabar dari pihak EO untuk dicariin model iklan. Terus siswa ini ajak 3 siswi yang cantik untuk syuting, si murid cowok ini bilang lu mau tekenal enggak, kalau mau ikut gw syuting aja," kata Ratna di Dinas Pendidikan DKI, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (24/4/2015).


Ratna mengatakan itu usai menghadiri rapat dengan Disdik terkait pesta bikini yang melibatkan 12 sekolah lainnya. Semuanya diundang ke Disdik untuk memberikan laporan.


Menurut Ratna, saat itu 3 siswinya mau diajak syuting karena lokasinya juga di lapangan sekolah. Namun sekolah tidak tahu menahu kapan pelaksanaan syuting itu.


"Siswi saya bilangnya syuting bulan Maret, tapi dari EO-nya nggak ada izin apa-apa ke sekolah. Kami nggak tahu ada kegiatan itu" ucapnya.


Setelah selesai syuting, ketiga siswi itu tidak pernah berkomunikasi lagi dengan pihak EO. Divine Production sendiri juga tidak pernah bilang kalau iklan itu akan dipakai untuk promosi pesta bikini.


"Mereka juga nggak nyangka bakal jadi iklan pesta bikini. EOnya bilang kumpul-kumpul saja, tidak ada berita kalau pool party. Pas pembuatan video diarahin dan dikasih teksnya sama EO disuruh gembira sambil ngomong depan kamera," katanya.


Retno menegaskan ketiga siswinya juga tidak pernah ikut acara tersebut. "Saya sudah memanggil siswinya dan tidak benar kondisinya seperti itu dan saya akan memastikan anak saya tidak ada yg sampai di sana," tegas Ratna.


"Menurut kami ini tindak kejahatan, eksploitasi pelajar. Jadi itu iklan itu benar-benar iklan pembohongan yang menggunakan anak kami. Ini suatu kejahatan," katanya.



Selain siswi di SMA 29, SMA 24 juga sempat muncul dalam iklan tersebut. Kepala sekolah SMA 24, Umaryadi mengatakan siswi tersebut kelas XII IPS. Namun dia juga tidak tahu iklan itu untuk acara pesta bikini SMA.



"Anaknya di XII IPS, tapi dia juga tidak tahu. Kami juga sempat menghubungi siswi itu, nah siswi tersebut sempat marah karena mereka disebut oleh EO. Mereka bilang pernah diajak oleh EO tapi mereka menolak," kata Umaryadi.



(*pbsumber)

Senin, 20 April 2015

Kartini, Pahlawan Modifikasi ‘Bikinan’ Belanda






Kenapa? Karena setelah Indonesia merdeka, narasi ketokohan Kartini yang dibikin Belanda ini tidak dihapuskan oleh para intelektual Indonesia.



Oleh Zen RS (*





Sebagai narasi, Kartini memang dibikin oleh orang-orang Belanda. Dan inilah salah satu soal (atau "sial"?) utama yang merongrong narasi Kartini. Apa bisa kita kenal Kartini jika Belanda tak membuatkan narasi tentangnya?





Kartini sudah dikenal oleh banyak orang Belanda sebelum ajal menjemputnya pada 17 September 1904. Pembicaraan tentangnya sudah muncul sejak dia mulai menulis di beberapa surat kabar — tentu saja dalam bahasa Belanda.





Ketika dia meninggal, beberapa surat kabar memberitakannya. Bagaimanapun, Kartini sudah menjadi figur. Setidaknya dia adalah istri seorang bupati — istri utama Raden Djojoadiningrat, tapi bukan istri yang pertama. Tapi waktu itu belum ada gelagat Kartini akan menjadi sebuah narasi yang menonjol. Beberapa surat kabar hanya menulis ala kadarnya tentang kematian Kartini.





Saya ambil contoh berita di surat kabar Bataviaasch Nieuwsblad dan Het Niuews van den Dag voor Nederlandsch-Indie. Pada hari yang sama, 31 Desember 1904, dua surat kabar itu menurunkan daftar orang-orang yang meninggal di tahun 1904. Di situ Kartini disebut dengan nama "Raden Ajoe Djojo Adiningrat Kartini, echgenoote van den Regent van Rembang".





Narasi Kartini mulai dianyam canggih menyusul penerbitan surat-surat Kartini yang diterbitkan oleh JH Abendanon pada 1911. Surat-surat itu diterbitkan di Belanda di bawah judul "Door Duisternis Tot Licht".





Buku itu dengan cepat direspons publik, mula-mula di Belanda lalu merembet ke Hindia-Belanda. Ulasan buku itu banyak ditulis di surat kabar di Belanda, iklan-iklan tentang buku itu tersebar di banyak surat kabar. Saya menemukan sepucuk iklan yang menjual buku Kartini di surat kabar De Tijd (The Times) pada Juni 1911.





Respons positif atas penerbitan buku itu bisa dirangkum dalam kalimat: "Lihatlah, kami orang Belanda juga bisa melahirkan pribadi pintar dan tercerahkan". 



Belanda memang berkepentingan memunculkan pribadi maju dari negeri jajahan demi kepentingan kampanye politik etis mereka, untuk membuktikan bahwa pemerintah kolonial mereka tidak kalah dengan Inggris di India dalam hal memajukan rakyat terjajah.





Itulah sebabnya, dua tahun sejak penerbitan surat-surat Kartini, orang-orang Belanda yang sedang giat-giatnya mempromosikan gerakan memajukan rakyat terjajah melalui pendidikan segera membuat Yayasan Kartini, yang salah satu proyeknya adalah mendirikan sekolah Kartini di Semarang. Dan peristiwa itu diliput secara besar-besaran oleh surat kabar bergengsi di Belanda.





Saya menemukan arsip surat kabar Der Leeuwarder Courant (surat kabar yang terbit sejak 1752) yang melaporkan tentang Sekolah Kartini pada edisi Minggu, 21 Juli 1913.



Tak tanggung-tanggung, laporan berjudul "Kartini Scholen" itu nyaris memakan satu halaman penuh — dan itu diterbitkan di halaman muka. Di sana dituliskan betapa Yayasan Kartini akan menjadi organisasi menyebar di seluruh negeri untuk memajukan pendidikan di negeri terjajah.





Sejak itulah Kartini sebagai narasi mulai mencuat. Buku surat-surat Kartini diterbitkan terus-menerus dan juga terus diperbincangkan. Yayasan Kartini di Belanda bekerja dengan bagus untuk mempopulerkan narasi tentang Kartini ini.





Dan "wabah narasi Kartini" pun dengan cepat menyebar ke Hindia Belanda, tanah kelahiran Kartini. Saya menemukan secarik iklan di surat kabar De Sumatra Post edisi 28 Januari 1914 yang berisi promosi berbagai jenis kalender. Salah satu kalender yang dijual adalah "Raden Kartini Kalender" yang dijual seharga 1,75 gulden.





Jadi, jauh sebelum artis-artis cantik nan molek (kadang dalam pose seksi di atas motor/mobil) dijadikan model kalender seperti yang sering kita lihat sekarang, Kartini sudah lebih dulu muncul dalam kalender.





Iklan ini jelas menunjukkan narasi Kartini sudah hadir bukan hanya secara tekstual, tapi juga visual. Soal kalender Kartini inilah yang luput dari penelitian Petra Mahy, peneliti dari Monash University yang melacak narasi Kartini dalam media cetak. Narasi Kartini secara visual sudah ada sejak 1914.





Dan itu terus berlanjut. Pada parade perayaan 50 tahun Ratu Wilhelmina, organisasi pemuda Jong Java menampilkan episode Kartini di sebuah truk/gerobak besar dengan Sujatin Kartowijono (aktivis perempuan yang kelak ikut menginisiasi Kongres Perempuan pertama) memerankan sosok Kartini.



Sujatin saat itu mengenakan kebaya dan sanggul, seperti potret Kartini yang kita kenal sekarang, dan itulah barangkali awal mula citra Kartini sebagai perempuan Jawa dimulai secara visual.





Sejak itu, dalam semua perayaan mengenang Kartini di tahun-tahun berikutnya, potret besar Kartini yang berkebaya dan bersanggul tak pernah absen dipajang.





Narasi Kartini semakin kokoh dalam tatanan sosial pada 1929. Tahun itu tepat 50 tahun kelahiran Kartini. Dan untuk merayakannya banyak sekali acara mengenang Kartini. Di Sekolah Perempuan van Deventer di Solo, acara itu dihadiri oleh banyak pejabat penting.



Di Purworejo, seperti dilaporkan surat kabar Bataviasch Nieuwhblad edisi 16 April 1929, organisasi Wanito Oetomo menggelar acara mengenang 50 tahun Kartini. Salah satu acaranya adalah dengan mengheningkan cipta selama semenit.





Perayaan 60 tahun Kartini pada 1939 juga dirayakan, kali ini bahkan di luar Jawa. Organisasi Kaoetamaan Istri di Medan menggelar acara yang sama. Seperti ditunjukkan Petra Mahy, organisasi Kaoetamaan Istri bahkan menerbitkan majalah edisi khusus yang membahas Kartini dan mengklaim bahwa perayaan Hari Kartini sudah dirayakan di mana-mana.





Surat kabar De Indische Courant edisi 25 April 1939 menurunkan laporan berjudul "Kartini Herdenking" (Perayaan Kartini). Perayaan 60 tahun Kartini disebut-sebut disokong oleh pemerintah kolonial dengan gegap gempita.





Kilas balik kemunculan dan penahbisan Kartini sebagai narasi yang saya lakukan ini bisa menjelaskan bagaimana Kartini adalah "anak kesayangan semua orang" bahkan sejak era kolonial Belanda.





Parafrase "anak kesayangan semua orang" ini perlu digarisbawahi untuk menegaskan kekhususan posisi Kartini dalam historiografi Indonesia.





Kenapa? Karena setelah Indonesia merdeka, narasi ketokohan Kartini yang dibikin Belanda ini tidak dihapuskan oleh para intelektual Indonesia. Tidak banyak sosok yang dipuji dan disokong sedemikian rupa oleh pemerintah kolonial dan pemerintah Indonesia merdeka sekaligus.





Padahal, salah satu fase penting dalam perkembangan ilmu sejarah di Indonesia adalah proyek nasionalisasi historiografi. Dalam proyek ini, dekonstruksi terhadap sejarah Hindia Belanda dilakukan. Apa yang dulu dalam sejarah kolonial dianggap sebagai pengacau dan perusuh (misalnya Diponegoro), dalam proyek nasionalisasi historiografi ini diputarbalikkan sedemikian rupa menjadi para pahlawan penuh jasa dan sarat pahala.





Tetapi Kartini berbeda. Kartini tetap diperlakukan secara hormat walau pun semua tahu narasi Kartini ini juga dimanfaatkan oleh pemerintah kolonial dalam kampanye keberhasilan politik etis mereka.





Yang dilakukan oleh para intelektual Indonesia pasca-kolonial bukan menghapuskan narasi Kartini, tapi mengambilalihnya, lantas memodifikasi sedemikian rupa dan ujung-ujungnya sama: Kartini semakin kokoh sebagai narasi.





Inilah Kartini yang dibentuk, disunting dan direka-ulang oleh mereka yang merasa berkepentingan terhadapnya. Dan Kartini tak bisa melawan atau menanggapi pembentukan narasi tentangnya. Dia sudah terbujur kaku di kuburnya. Yang tersisa tinggal cerita — dan dalam hal Kartini, ini jenis cerita yang belum usai.





Bagaimana cara modifikasi terhadap Kartini sebagai narasi ini dilakukan di masa pasca-kolonial? Akan diuraikan dalam artikel berikutnya.




*Zen RS, Sastrawan penulis buku 'Pengakuan Para Sastrawan Dunia Pemenang Nobel'. 




(tulisan dapat dilihat di Yahoo Newsroom Indonesia - Zen RS)


Kamis, 16 April 2015

Kolom Agama Hilang Di KTP, Ulah Neo PKI






FOTO: Seorang warga adat Dayak Meratus menunjukkan KTP dengan kolom agama yang dikosongkan. Padahal kolom agama ini penting untuk diisi karena menyangkut hukum dan status sosial seseorang.





Di Bekasi, formulir permohonan pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) di tak menyantumkan kolom agama. Hal itu malah dianggap lumrah dan berlaku sudah sejak lama.





Kepala Bidang Kependudukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bekasi Ade M. Soleh mengatakan, sejak 2010 kolom agama dalam formulir permohonan pembuatan KTP tidak ada.





"Dari dulu formulir pembuatan KTP di Bekasi memang enggak ada kolom agama," kata Ade di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bekasi, Jalan Ir Juanda, Rabu (15/4/2015).





"Setiap bikin KTP kan dari dulu selalu harus sertakan berkas-berkas seperti Kartu Keluarga. Agama itu ketahuan dari Kartu Keluarga," lanjut dia.





Memang, pada November 2014, wacana pengosongan kolom agama di KTP sempat digulirkan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Pengosongan kolom agama ini dianggap semata-mata untuk 'melindungi' hak masyarakat yang menganut kepercayaan di luar enam agama resmi.





Direktur Eksekutif SNH Advocacy Center Sylviani Abdul Hamid mengatakan, pihaknya mendapat banyaknya laporan dari masyarakat kalau dalam membuat KTP formulirnya tidak tertera kolom agama.





Sylvi mengaku khawatir dibalik upaya pengosongan kolom agama di KTP ini ditunggangi oleh paham komunis.





“Jangan-jangan ada paham yang tidak percaya agama dan sedang bermain di belakang ini semua," ujarnya, Rabu, (15/4).





Kata dia, semua orang tahu kalau paham komunis itu tak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang mengakui keberadaan Tuhan Yang Maha Esa.





"Selain itu paham komunis juga bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Makanya ini harus dipikirkan," ujar Sylvi.





Ulah Neo-PKI





Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Syihab meminta DPR memanggil Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo seputar beredarnya formulir pendaftaran KTP tanpa kolom agama.





''Kini, dengan beredarnya formulir pembuatan KTP tanpa kolom agama, DPR RI untuk segera memanggil Mendagri untuk minta penjelasan dan sekaligus untuk tetap mempertahankan kolom agama dalam KTP,'' tegas Habib Rizieq dalam akun facebook pribadinya, Selasa (14/4/2015)





Habib Rizieq menambahkan, wacana penghapusan kolom agama dari KTP sempat menjadi perdebatan di tahun 2014. Kolom agama, katanya, tidak mungkin dihilangkan karena menyangkut aneka persoalan sosial dan hukum yang sangat mendasar.








''Penting untuk menjaga jangan sampai terjadi kawin beda agama. Atau jika terjadi kecelakaan yang menyebabkan kematian seseorang maka pengurusan jenazahnya sesuai identitas agama yang tertera di KTP nya, dan lain sebagainya,'' papar Habieb.





Ironisnya, lanjut Rizieq, di Tahun 2015, penghilangan kolom agama dari KTP bukan lagi wacana, namun secara diam-diam ternyata pemerintah sudah menerbitkan formulir pembuatan KTP tanpa kolom agama.





''Lihat dan perhatikan saja foto salah satu formulir pembuatan KTP yang didapatkan di salah satu Kantor Kelurahan,'' ujarnya.





''Ayo, lawan segala propaganda Neo PKI. Ayo, selamatkan NKRI dari atheis dan komunis,'' tegasnya.





MUI: Lakukan Referendum





Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain mengatakan, masyarakat yang paling berkepentingan dengan kolom agama di KTP adalah umat Islam.





Umat Islam memerlukan kolom agama untuk kepentingannya, termasuk untuk naik haji maupun urusan jenazah. Menurut Tengku, perlu dilakukan referendum biar kelompok anti agama tahu dan sadar pentingnya kolom agama di KTP.





"Saya kira biar adil perlu dilakukan referendum rakyat Indonesia untuk menentukan perlukah kolom agama dihapus atau tidak di KTP," katanya, Kamis, (16/4).





Referendum ini, ujar dia, dilakukan agar diketahui lebih banyak mana antara kelompok yang ingin mempertahankan kolom agama dan kelompok PKI yang tak ingin kolom agama ada.





Umat Islam sendiri tidak akan takut kalah dalam referendum penentuan keberadaan kolom agama. "Kalah atau menang itu risiko, biar dilihat apa maunya rakyat indonesia dan penting juga untuk mengukur kekuatan kaum liberal dan PKI."





Kekuatan kaum liberal dan PKI, kata Tengku, perlu diukur melalui referendum ini. Sehingga kekuatan mereka bisa terpetakan dengan baik bukan hanya menduga-duga saja seperti selama ini.





Referendum untuk menentukan pilihan kolom agama perlu segera dilakukan agar isu seputar ini tak semakin mengganggu. Sebab isu ini hanya memakan waktu, tenaga, dan pikiran akibatnya membuat repot semua orang.





Isu ini, kata Tengku, juga sering dijadikan isu panas sebagai pengalihan isu untuk menutupi kegagalan pemerintah dan kebobrokan atas program-program pemerintah yang rusak.

Sabtu, 11 April 2015

#WeWillBurnUSAgain : AS Khawatir ISIS akan Ulangi Serangan 9/11 WTC






Para pendukung kelompok Negara Islam di Twitter sudah mulai berkampanye ancaman terhadap Amerika di bawah hashtag "#WeWillBurnUSAgain," mengacu pada serangan 9/11 dan masa lalu serangan di negara-negara Barat, bahwa mereka akan mengulangi serangan seperti itu di masa depan.





ISIS dikabarkan sedang berencana untuk membuat aksi serupa dengan insiden 9/11. Kabar ini mulai muncul, saat ISIS dan para pendukungnya membuat kampanye di media sosial dengan hastag "WeWillBurnUSAgain".





Konten yang diposting di Twitter di bawah "#WeWillBurnUSAgain" termasuk pesan teks, gambar, video dan ISIS siaran pers masa lalu. 





Hashtag ini pertama kali digunakan oleh akun Twitter dari "Rabitat al-Ansar," a-ISIS pro kelompok media, Rabu, menandai awal dari kampanye anti-Amerika, SITE Intelligence Group melaporkan, bahwa hashtag diumumkan sebagai bagian dari pesan dalam serangkaian panjang tweet anti-Amerika.





"Kami bersumpah bahwa serigala tunggal yang hadir di semua negara di dunia dan mengintai Anda. Apa yang terjadi di Perancis tidak jauh dari Anda dan akan terulang, tapi kali ini di jalan-jalan kota-kota Amerika," tulis pendukung IS.





Dalam tweet selanjutnya, "Dan biarkan slogan Anda menjadi hari ini sebagai 'Saya tidak akan bertahan jika penyembah Salib selamat' dan Allah mengizinkan, Kampanye Media akan dimulai pada hari Jumat dari 04:30 sampai selanjutnya," tambah pesan tersebut.





Walaupun baru sekedar kampanye di dunia maya, Direktur pemantau terorisme SITE, Rita Katz menyatakan Amerika Serikat (AS) harus tetap waspada. Insiden 9/11 telah menyebabkan luka mendalam bagi warga AS, dan membuat Islamophobia semakin berkembang di negara tersebut.





"Dalam beberapa waktu terakhir banyak terjadi aksi tunggal, yang dikaitkan oleh AS dan Barat sebagai bagian dari ISIS. Aksi semacam ini tidak boleh lagi dianggap enteng," ucap Katz.





Katz, seperti dilansir Sputnik pada Sabtu (11/4/2015), melihat kampanye ini bukanlah omong kosong belaka, karena dilakukan dengan sangat struktur dan terencana dengan baik. Menurut Katz, hal ini menunjukan bahwa ISIS benar-benar serius sedang mengumpulkan masa untuk melakukan serangan serupa 9/11, yang merenggut ratusan jiwa.





Kampanye ini, menurut Katz sudah mulai terlihat efeknya di AS, dengan semakin banyaknya orang yang diduga akan melakukan serangan bom bunuh diri di Negeri Paman Sam. Dalam sepekan terakhir saja, AS setidaknya sudah menangkap 10 orang yang diduga bagian dari ISIS, dan berencana melakukan serangan bom.


Rabu, 08 April 2015

Indentitas Gusti Ilham Janggal : Buntut Panjang Isi Ceramah Mantan Pendeta Gusti Ilham Ramadan





* Ilham Rahmadhani Munthe dituding memprovokasi

* Hasil Investigasi: Mengaku Doktor, padahal lulusan SMA

* Dalam ceramahnya ia sering menyebut adanya kandungan minyak Babi di Tupperware 



Sejumlah tokoh lintas agama di Aceh mengambil sikap terhadap ceramah seorang mantan pendeta yang mengaku muallaf, Ilham Rahmadhani Munthe yang menyudutkan agama Kristen di setiap ceramahnya. Bahkan isi ceramah Ilham telah meresahkan masyarakat, terutama di Pidie dan pantai timur Aceh, hingga minyak babi di Tupperware.


Pertemuan yang difasilitasi oleh Kanwil Departemen Agama Aceh dihadiri oleh tokoh agama Islam dan juga Pendeta yang ada di Banda Aceh. Pertamuan ini telah berlangsung pada tanggal 30 Maret 2015 lalu.


Pemuka agama maupun pendeta Kristen di Aceh mengecam tulisan seorang Mualaf Gusti Ilham Ramadan yang dinilai provokatif berjudul "Program misionaris dan Kristenisasi" di provinsi ujung barat Indonesia tersebut.


Perwakilan Gereja Protestan Indonesia Bersatu (GPIB) Banda Aceh membantah adanya upaya misionaris untuk mengkristenisasikan umat Islam di Aceh. Apa lagi Ilham itu disebutkan sebagai presiden misionaris.


"Kami mengecam tulisan provokasi tersebut. Tulisan itu ditulis Gusti Ilham Ramadan, yang mengaku dan mantan pendeta dan kini mengaku mualaf serta menjadi ustad," kata Idaman Sembiring, pendeta Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB), di Banda Aceh, Kamis.


Dalam tulisan Gusti Ilham Ramadan tersebut, kata dia, disebutkan bahwa ada belasan warga pribumi Aceh menjadi pendeta dan siap menjalankan program misionaris serta kristenisasi di Provinsi Aceh.


Selain itu, yang bersangkutan dalam setiap ceramahnya menyebutkan produk rumah merek Tupperware haram digunakan karena terbuat dari minyak babi serta uang hasil penjualan produk tersebut disisihkan membangun gereja.


"Apa yang disampaikan Gusti Ilham Ramadan tersebut tidak benar. Semua yang ditulisnya penuh kebohongan belaka. Tidak ada warga Aceh yang menjadi pendeta dan tidak ada program misionaris serta kristenisasi di Provinsi Aceh," tutur Sembiring.


Selain itu, kata dia, Gusti Ilham Ramadan ini juga mengaku pernah menjabat sebagai Presiden Misionaris dan menjadi pendeta terbesar di Asia. Padahal, tidak ada Presiden Misionaris dan pendeta terbesar di Asia.


Didampingi sejumlah pemuka dan pendeta Kristen, Idaman Sembiring menyebutkan tulisan tersebut dan apa yang dilakukan Gusti Ilham Ramadan tersebut telah mengganggu kerukunan umat beragama di Aceh. Karena itu, pihaknya mengimbau seluruh umat beragama di Aceh tidak terprovokasi.


Akhir-akhir ini Ilham Rahmadhani Munthe yang mengaku muallaf kerap mengisi ceramah di beberapa tempat. Terutama di Kabupaten Pidie, Lhokseumawe dan sejumlah tempat lainnya. Isi ceramah pun menuding beberapa orang Aceh sudah menjadi pendeta dan juga sudah murtad hingga meresahkan masyarakat.


Indentitas Ilham Janggal


Perwakilan dari agama Islam hadir beberapa tokoh duduk semeja dengan pendeta. Diantaranya Ketua Investigasi KPA-PAI Ustad Tarmizi, dia mengatakan apapun yang disampaikan oleh Ilham semua tidak benar. Masyarakat diminta untuk tidak terprovokasi dengan ucapan Ilham tersebut.


Sementara itu, Tarmizi mengatakan pihaknya sudah menerima pengaduan dan keresahan para pemuka serta pendeta Kristen tersebut. Dari pengaduan tersebut, pihaknya melakukan investigasi.


“Isi ceramah yang disampaikan itu tidak benar, termasuk tuduhan Ilham ada 13 orang murtad, 15 orang Aceh jadi pendeta, semua itu tidak benar, saya sudah cek semua itu,” tegas Ustaz Tarmizi.


Tarmizi mengatakan pihaknya sudah menerima pengaduan dan keresahan para pemuka agama. Dari pengaduan tersebut, pihaknya melakukan investigasi.


"Hasilnya, Gusti Ilham Ramadan ini seorang mualaf, yang data dirinya berganti-ganti. Orang yang berganti-ganti nama tersebut tidak jujur dan penuh kebohongan," ungkap dia.


Yang bersangkutan mengaku profesor doktor, padahal hanya tamatan SMA. Yang bersangkutan juga mengaku ustad dan berceramah di hampir di seluruh Aceh. Tapi, dia selalu menjelek-jelekkan Tupperware, kata Ustad Tarmizi.


Oleh karena itu, sebut Ustad Tarmizi, pihaknya menyarankan kepada pemuka dan pendeta Kristen melaporkan permasalahan tersebut ke penegak hukum, sehingga bisa diproses secara hukum.


Menurut Ustaz Tarmizi, indentitas Ilham pun hasil investigasi yang dilakukan berubah-rubah. Ilham pun ada 8 nama yang sering digunakan secara bergantian.


Nama sebelum dinyatakan menjadi muallaf Kristianta Anes Ginting Munthe, lalu menjadiI lham Ramadhan Munthe sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP).


Ustaz Tarmizi juga menemukan nama lainnya sesuai dengan Surat Keterangan Balik Nama paska masuk Islam adalah Ilham Ramadhan Ginting. Terdapat juga namanya Gust Kristian Natalis Munthe, Igusti Ilham Ramadhani, Prof Dr Gusti Ilham Ramadhan Munthe dan terakhir Ustaz Igusti Ilham Ramadhani.


“Bagaimana ini, satu orang ada dua marga, sudah saya cek sama orang Batak, tidak ada orang Batak memiliki dua marga, ini juga banyak kejanggalan, bilang Profesor, padahal dia tamat SMU,” tukasnya.


Anehnya lagi, kata Tarmizi, Ilham itu memiliki indentitas tanggal lahir dan masuk Islam berbeda-beda. Pertama ia dapatkan dari KTP yang dikelaurkan di Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie lahir Medan, 31 Desember 1977.


Kemudian ada juga indentitas lainnya Ilham lahir Binjai 31 Desember 1980 sesuai dengan surat Muallaf. Selain itu juga terdapat lahir di Nusa Dua Bali tahun 1969.


“Saya sudah cek sampai ke Bali indentitas dia, bagaimana dia bisa lahir dua kali, ini juga janggal, sedangkan tanggal masuk Islam juga berbeda-beda yaitu tanggal 11 Juni dan 12 Juni 2007,” imbuhnya.


Soal "Minyak Babi" Tupperware



Riza Maulizar, distributor Tupperware Aceh, mengatakan, apa yang disampaikan Ustad bernama Gusti Ilham Ramadan tersebut sudah meresahkan konsumen produk rumah tangga tersebut.


"Ustad itu dalam setiap dakwanya menyebutkan Tupperware produk haram. Akibatnya, banyak konsumen membakar Tupperwarenya. Padahal, Tupperware sudah mengantongi sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia atau MUI," kata dia.


Akibat provokasi ustad tersebut, kata dia, tidak sedikit agen produk rumah tangga tersebut mengalami kerugian. Bahkan mereka juga mendapat hukuman sosial karena dituduh menjual produk yang membiayai misionaris.


"Ini tidak benar. Ustad tersebut sudah menyebarkan provokasinya. Karena itu, kami mengimbau aparat penegak hukum bertindak dan menindak provokasi yang menyudutkan Tupperware," kata Riza Maulizar.


Kasus lain







Dalam waktu yang hampir bersamaan, Aceh juga ramai dengan penggerebekan sebuah kantor komunitas yang menamakan diri Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di kawasan Aceh Besar. Dan setelah dipelajari, akhirnya Majelis Permusyawaran Ulama (MPU) Aceh mengeluarkan fatwa bahwa Gafatar sesat menyesatkan. 


Sebelumnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 2012 juga sudah mengeluarkan fatwa bahwa Gafatar adalah penjelmaan dari aliran sesat Al Qiyadah Al Islamiah yang kemudian menjadi komunitas Millah Abraham pimpinan Ahmad Musaddeq. 


Jika merujuk pada fatwa MUI tersebut, diduga bahwa Gafatar ini masih memiliki kaitan dengan Millah Abraham yang juga sempat berkembang di Aceh sebelum kemudian dibubarkan melalui fatwa MPU Aceh beberapa tahun lalu.


ANTARAACEH | HABADAILY | SERAMBI

Selasa, 07 April 2015

Snowden: NSA Bisa Intip Foto Telanjang





Pembocor rahasia dokumen intelijen Amerika Serikat, Edward Snowden, kembali muncul ke publik dan kali ini ia diwawancarai oleh pembawa acara sekaligus komedian John Oliver dalam program televisi Last Week with John Oliver di HBO.



Wawancara ini dilakukan di sebuah kamar hotel di Moskow, Rusia, pekan lalu. Wawancara yang dibawakan secara setengah serius dan setengah kocak ini membicarakan soal aksi mata-mata yang dilakukan intelijen Amerika Serikat, privasi, keamanan, dan ... foto penis.



Hal paling menggelitik dari wawancara ini adalah ketika Oliver bertanya, apakah badan intelijen Amerika Serikat (AS) dapat melihat foto selfie seorang yang telanjang secara online?



"Ya," Snowden menjawab.



Jika seseorang mengirim gambar penis di email yang melewati jaringan Internet internasional, Snowden mengatakan hal itu bisa dilihat oleh badan intelijen AS.



"Jika Anda memiliki email di tempat seperti Gmail, lalu hosting server di luar negeri atau transfer data ke luar negeri atau kapan saja melintasi luar perbatasan Amerika Serikat, gambar Anda akan berakhir di database."



Ia menambahkan, "Bahkan jika Anda mengirimkannya ke seseorang di Amerika Serikat, komunikasi sepenuhnya domestik antara Anda dan istri Anda, itu dapat pergi ke New York ke London, dan kembali lagi, dan semua terjebak di database."



Oliver menggelar wawancara dengan Snowden untuk membahas tentang sejauh mana program mata-mata digital yang dilakukan National Security Agency (NSA) Amerika Serikat.



Pengaturan jadwal wawancara ini membutuhkan waktu berbulan-bulan. Hanya segelintir jurnalis AS yang melakukan perjalan ke Rusia untuk bertemu Snowden secara pribadi.



Yang menjadi pertanyaan besar kemudian adalah, mengapa Snowden dan penasihatnya mengabulkan permintaan wawancara lama dengan Oliver?



"Alasan kami memilih John Oliver adalah karena jurnalisme," kata seorang sumber yang dekat dengan Snowden.



Seperti diketahui, Snowden yang merupakan mantan karyawan NSA, yang telah membuka kedok NSA selama bertahun-tehun tentang aksi penyadapan terhadap sejumlah negara beserta pemimpin atau pejabat tinggi negara. Snowden membocorkan dokumen itu kepada media massa pada Juni 2013.



Oliver mungkin bersikeras mengatakan dirinya pelawak, tetapi pemirsa yang biasa menyaksikan programnya telah mengetahui bahwa kadang tindakannya merupakan kegiatan jurnalistik, bahkan jika itu bukan tujuan utama Oliver.



Kepada Oliver, Snowden mengungkap kekhawatirannya ketika pertama kali membocorkan dokumen NSA kepada The Guardian lalu The Washington Post. Ia khawatir banyak pihak yang tidak memedulikan bahaya aksi penyadapan.



"Saya awalnya takut bahwa ini akan menjadi cerita tiga hari. Semua orang akan melupakannya," katanya kepada Oliver. Tetapi pada kenyataannya apa yang dilakukan Snowden mendapat perhatian publik dan mereka merasa perlu melakukan sesuatu menghindari upaya mata-mata.



Snowden memiliki 1,7 juta dokumen NSA sebelum kabur ke Hong Kong dan membocorkan sekitar 200 ribu di antaranya kepada jurnalis Glenn Greenwald dan Laura Poitras



Snowden tinggal di Rusia sejak ia membocorkan dokumen. Pemerintah setempat melindungi Snowden dari pihak berwenang di AS yang hendak melanjutkan proses hukum karena dinilai telah berkhianat. Lokasi pasti tempat tinggal Snowden dirahasiakan oleh pemerintah setempat.



Menurut Jack Devine, mantan direktur operasional CIA, saat ini Snowden adalah salah satu aset terbesar Rusia karena memiliki dokumen NSA.



Hal serupa disampaikan oleh mantan jenderal agen mata-mata Rusia, KGB, yang sekarang tinggal di AS, Olig Kalugin.



"Saat ini Rusia sangat senang atas hadiah yang diberikan oleh Edward Snowden. Pria itu pasti sedang sibuk melakukan sesuatu. Dia tidak mungkin akan menganggur sepanjang hidupnya," ujar Kalugin.



CNN International