Tampilkan postingan dengan label Tahukah Anda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tahukah Anda. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Mei 2015

1 Juta Muslim Burma Hidup dalam Kondisi Apartheid





Sebagian besar dari 1,1 juta penduduk muslim Rohingya tidak memiliki kewarganegaraan dan hidup dalam kondisi seperti apartheid. Sekitar 140.000 orang mengungsi dalam bentrokan berdarah dengan warga Buddha di provinsi Rakhine di wilayah barat pada 2012.



Badan-badan PBB mendesak pemerintah di kawasan itu untuk melindungi ribuan imigran yang terdampar dalam kapal-kapal di Teluk Benggala dan Laut Andaman dengan persediaan makanan dan air yang terus menipis.



Ratusan imigran, termasuk Rohingya dari Myanmar dan warga Bangladesh, yang lari menghindari kekerasan dan kemiskinan di negara asal, diusir balik ke laut oleh Thailand, Malaysia dan Indonesia pada Mei.



Indonesia, bersama dengan Malaysia dan Thailand, awalnya menolak untuk menerima manusia-manusia perahu yang kelaparan dan nyaris meninggal dunia tersebut.



Panglima militer Myanmar mengatakan sebagian "manusia perahu", yang mendarat di Malaysia dan Indonesia bulan ini, diduga berpura-pura sebagai warga Rohingya untuk mendapatkan bantuan PBB dan banyak di antaranya pelarian dari Bangladesh, kata media pemerintah, Jumat.



Wakil Menlu AS Antony Blinken, Kamis, "mengindikasikan sebagian besar korban diperkirakan mengasumsikan diri mereka sendiri sebagai Rohingya dari Myanmar dengan harapan menerima bantuan dari UNHCR", kata harian Global New Light of Myanmar.



Ia mengutip laporan bahwa para manusia perahu itu berasal dari Bangladesh.



"Saya tekankan perlunya menyelidiki negara asal mereka daripada menuduh sebuah negara," demikian dilaporkan harian itu.



Blinken menekankan perlunya Myanmar mengatasi penyebab migrasi tersebut, "termasuk diskriminasi dan kekerasan berlatarbelakang rasial dan relijius".



Warga Rohingya sejak lama sudah mengeluhkan diskriminasi pemerintah di Myanmar dan ditolaknya kewarganegaraan mereka. Myanmar membantah diskriminasi terhadap etnik tersebut dan mengatakan hal itu bukanlah sumber masalah.



Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, Kamis, menjanjikan bantuan dan memerintahkan angkatan laut untuk menyelamatkan ribuan orang yang terkatung-katung di lautan. Sementara pejabat Thailand mengatakan Myanmar telah sepakat untuk menghadiri konferensi darurat untuk membicarakan krisis itu.



Malaysia dan Indonesia mengatakan mereka akan menampung sementara sebanyak 7 ribu imigran yang saat ini masih terkatung-katung di lautan, tapi tidak lebih dari itu.



Kedua negara juga mengatakan bahwa tempat perlindungan sementara akan didirikan untuk menampung para imigran, namun Thailand yang selama ini menjadi titik transit bagi imigran yang ingin ke Malaysia untuk bekerja mengatakan, mereka tidak akan mengikuti langkah itu.

Selasa, 12 Mei 2015

Kebohongan AS Terungkap, Jasad Osama Tak Dibuang ke Laut





Kebohongan Amerika Serikat (AS) yang pernah mengklaim jasad Osama bin Laden dibuang ke laut dibongkar wartawan investigasi peraih Pulitzer, Seymour Hersh. Hasil investigasinya menunjukkan klaim AS itu bohong.



Kabar ini terungkap dalam laporan Seymour Hersh, yang dimuat London Rewiew of Books. Hersh terkenal berkat paparannya selama Perang Vietnam dan sejumlah perang di Timur Tengah. Ia berkeliling dari satu ke tempat konflik yang melibatkan AS selama 40 tahun.



Wartawan itu sebelumnya membongkar kebohongan AS yang mengklaim penggerebekan Osama merupakan keberhasilan tunggal militer AS. Faktanya, intelijen Pakistan telah menangkap dan menempatkan pendiri al-Qaeda itu di bangunan tua di Abbottabad, lima tahun sebelum AS menggerebek dan membunuh Osama.



Dua petinggi militer senior Pakistan; Komandan AD Jenderal Pervez Kayani Ashfaq dan kepala Inter-Services Intelligence (ISI) Ahmad Shuja Pasha, menjual Osama Bin Laden ke AS dengan harga 25 juta dolar AS.



Menurut Hersh, dalam laporan 10 ribu kata itu, Bin Laden berada di persembunyiannya di Abbotabad sejak 2006 dan dilindungi otoritas militer Pakistan. Hersh menulis AS menekan, merayu, dan akhirnya menawarkan 25 juta dolar AS sebagai hadiah, jika dua jenderal itu bersedia memberi tahu persembunyian Bin Laden.



Keduanya terbujuk. Navy Seal persembunyian sang pendiri Al Qaeda, dan membunuh orang paling dicari militer AS itu. Tidak ada perlawanan. Bin Laden dibunuh dalam keadaan tidak bersenjata, apalagi melawan.



Temuan-temuan investigasi Hersh itu telah diterbitkan hari Minggu lalu. Dalam laporannya, wartawan ini menuding Pemerintahan Presiden Barack Obama telah menyesatkan publik terkait klaim penggerebekan Osama.



Menurut temuan Hersh, jasad Osama bin Laden tidak dibuang ke laut seperti klaim Gedung Putih selama ini. Faktanya, tubuh Osama hancur akibat tembakan tim SEAL AS. Beberapa bagian dari jasad Osama yang hancur kemudian dibuang di pegunungan Hindu Kush.



Menurut Hersh, Presiden Barrack Obama melakukan semua ini untuk keuntungan politik dalam negeri. Popularitasnya melorot akibat ingkar janji, yang membuatnya harus punya prestasi agar terpilih kali kedua.



Shuja Pasha memberi informasi lokasi pesembunyian Bin Laden kepada Jonathan Banks, kepala pusat operasi CIA di Kedubes AS di Pakistan. Banks tidak mempercayai begitu saja, dan meminta Shuja Pasha mengikuti tes poligraf di AS. Dia lulus tes.



Hersh mengklaim sumber yang mengungkap cerita ini telribat dalam perjalanan Shuja Pasha ke Washington, dan tahu 'penjualan' Bin Laden. Ia menempelkan mikrofon kecil, untuk merekam semua pembicaraan itu.



Dua jenderal Pakistan itu, menurut Hersh, memberikan koordinat yang tepat persembunyian Bin Laden. Bahkan, informasi itu begitu rinci, sampai ke kamar Bin Laden menghabiskan hari-harinya di persembunyian.



Kedua jenderal juga memastikan Bin Laden ditinggalkan orang-orangnya tanpa perlindungan dan penjagaan ISI. Shuja Pasha menyaksikan semua operasi itu dari kejauahan. Ia mendengar deru helikoper AS dan listrik tiba-tiba mati.



Jenderal Kayani Ashfaq memastikan AU Pakistan dan unit pertahanan militer lainnya tidak melacak helikopter AS, dan berusaha mencegah.



Navy Seal masuk ke persembunyian, dan nyaris menembak mati seorang pria bersenjata karena dikiri Bin Laden. Sampai di kamar yang disebut Shuja Pasha, Navy Seal menemukan seorang pria yang diyakini Bin Laden dan menembaknya.



Menurut Hersh, tidak ada pemakaman di laut dengan ritual Islam. Yang ada adalah tubuh Bin Laden ditembakan sekian ratus kali, diledakan hingga berkeping-keping, dan bagian-bagian tubuhnya dilempar ke Pegunungan Hindu Kush, perbatasan Pakistan-Afghanistan.

Jumat, 08 Mei 2015

Tahukah Anda: AS dan Rusia Anggap Islamic State Musuh Terbesar







Dua kekuatan besar dunia Amerika Serikat dan Russia menganggap Islamic State --atau Daulah Islam-- musuh paling berbahaya, meski kedua negara ini saling bersitegang satu sama lain.





Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyatakan ISIS adalah musuh terbesar Moskow, meskipun negara ini tegang dengan Amerika Serikat menyangkut konflik Ukraina.






"Saya percaya ISIS adalah musuh terbesar kami untuk saat ini," kata Lavrov dalam wawancara dengan stasiun radio Rusia ketika ditanyai apakah Tiongkok, ISIS, atau NATO yang menjadi ancaman terbesar Rusia.





Lavrov mengatakan "ratusan warga Rusia, ratusan orang Eropa, ratusan warga Amerika tengah berperang untuk ISIS, bersama dengan negara-negara (bekas Uni Soviet) CIS."





"Mereka sudah kembali ke negerinya. Mereka datang ke sini untuk beristirahat setelah berperang dan bisa menciptakan siasat-siasat kotor di dalam negeri," kata dia.





"Sejauh yang dikhawatirkan Amerika Serikat adalah masalah-masalah menyangkut negara, masalah tatanan dunia yang harus diatasi melalui perundingan."





Hubungan Rusia dengan Barat, terutama dengan AS, terjerembab ke titik terendah pada pasca Perang Dingin ini, menyusul perang di Ukraina dan penerapan sanksi karena peran Moskow dalam mendukung militan pro-Rusia, demikian AFP.





AS: ISIS lebih bahaya ketimbang Rusia





Sementara itu, Rakyat Amerika memandang ISIS sebagai ancaman yang lebih besar buat AS dibandingkan dengan Iran, Rusia, Korea Utara atau negara lain, demikian survei baru yang disiarkan CNN/ORC pada Rabu (22/4).





Jajak pendapat tersebut memperlihatkan 68 persen orang yang ditanyai berpendapat ISIS adalah ancaman yang sangat serius, demikian laporan Xinhua. Sementara itu cuma 39 persen responden berpendapat demikian mengenai Iran, 32 persen tentang Korea Utara, dan 25 persen mengenai Rusia.





Hampir sembilan dalam 10 orang Amerika memandang ISIS setidaknya sebagai ancaman yang cukup serius.





Sebagian besar di kalangan politikus dan ideologi mengatakan ISIS adalah ancaman yang sangat serius buat AS, termasuk 68 persen politikus Partai Demokrat, 79 persen anggota Partai Republik dan 63 persen tokoh independen.





Pada Minggu lalu (19/4), enam orang Amerika-Somalia dari Negara Bagian Minnesota telah ditangkap oleh Biro Penyelidikan Federal AS karena berusaha bergabung dengan ISIS.





Peristiwa tersebut menimbulkan keprihatinan bahwa ancaman yang diakibatkan oleh kelompok itu meningkat dan perang militer melawan ISIS dapat meluas.





Di dalam jajak pendapat CNN/ORC pada Maret, masyarakat masih sangat yakin bahwa upaya AS untuk memerangi ISIS akan berhasil.





Angket itu memperlihatkan 79 persen warga Amerika khawatir konflik akan meningkat menjadi perang yang lebih luas yang akan tersebar ke seluruh wilayah tersebut sampai belahan lain dunia.


Kamis, 30 April 2015

Pria Brazil ini baru tahu akan dieksekusi Mati di detik-detik Terakhir






Pria Brasil yang dihukum mati karena penyelundupan narkoba di Indonesia tidak mengetahui dirinya akan meninggal, kata pastornya.





Pastor Charlie Burrows mengatakan Rodrigo Gularte mendengar suara-suara dan tidak memahami bahwa dirinya akan dibunuh regu tembak sampai saat-saat terakhir menjelang eksekusi.





Gularte didiagnosis menderita gangguan mental bipolar dan skizofrenia paranoida.





Tujuh warga asing dan seorang warga Indonesia dieksekusi hari Rabu, memicu kecaman dunia.





Pastor Burrows mengatakan dia berusaha mempersiapkan Gularte menghadapi eksekusinya tetapi warga Brasil tersebut tidak menyadari apa yang terjadi pada dirinya sampai sebelum meninggal.





"Saya memiliki waktu untuk mempersiapkannya tetapi dia harus dirantai, karena dia tidak suka disentuh," katanya kepada media Australia, ABC News.





"Dia mulai menerima pesan dan ketika sadar (akan dieksekusi) dia berkata kepada saya: Oh, tidak, Pastor, saya akan dieksekusi?"





Pastor Burrows mengatakan Gularte mendengar suara-suara pada hari-hari terakhirnya, yang berjanji semuanya akan berjalan baik.





"Dia lebih mempercayai suara-suara itu daripada siapa pun," katanya.





Gangguan bipolar adalah gangguan mental yang menyerang kondisi psikis seseorang yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang sangat ekstrem berupa mania dan depresi.





Penderita skizofrenia paranoida sering mengalami ketakutan, delusi (kepercayaan yang salah) dan biasanya diikuti oleh halusinasi (suara atau hal lainnya yang dianggap ada, tetapi sebenarnya tidak ada).



Sementara, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Ban Ki-moon, mengutarakan penyesalan yang mendalam atas eksekusi terhadap delapan terpidana mati kasus narkoba di Nusakambangan.



Dalam pernyataan resminya, Ban mengatakan hukuman mati ‘tidak punya tempat pada abad ke-21’ dan mendesak Indonesia untuk membatalkan eksekusi kepada semua terpidana mati.



Desakan itu, menurut Ban, sejalan dengan sikap 117 negara yang menyuarakan moratorium penggunaan hukuman mati dalam Sidang Majelis Umum PBB pada Desember 2014.



“Sekretaris Jenderal mendesak semua negara yang masih menerapkan hukuman mati untuk bergabung dengan gerakan ini dan mendeklarasikan moratorium hukuman mati dan pada akhirnya menghapuskannya,” sebut pernyataan Sekjen PBB Ban Ki-moon.


Sabtu, 25 April 2015

Amerika memandang Daulah Islam Lebih Berbahaya Dibanding Rusia, Iran dan Korea Utara





Rakyat Amerika memandang ISIS sebagai ancaman yang lebih besar buat AS dibandingkan dengan Iran, Rusia, Korea Utara atau negara lain, demikian survei baru yang disiarkan CNN/ORC pada Rabu (22/4).



Jajak pendapat tersebut memperlihatkan 68 persen orang yang ditanyai berpendapat ISIS adalah ancaman yang sangat serius, demikian laporan Xinhua. Sementara itu cuma 39 persen responden berpendapat demikian mengenai Iran, 32 persen tentang Korea Utara, dan 25 persen mengenai Rusia.



Hampir sembilan dalam 10 orang Amerika memandang ISIS setidaknya sebagai ancaman yang cukup serius.



Sebagian besar di kalangan politikus dan ideologi mengatakan ISIS adalah ancaman yang sangat serius buat AS, termasuk 68 persen politikus Partai Demokrat, 79 persen anggota Partai Republik dan 63 persen tokoh independen.







Pada Minggu lalu (19/4), enam orang Amerika-Somalia dari Negara Bagian Minnesota telah ditangkap oleh Biro Penyelidikan Federal AS karena berusaha bergabung dengan ISIS.



Peristiwa tersebut menimbulkan keprihatinan bahwa ancaman yang diakibatkan oleh kelompok itu meningkat dan perang militer melawan ISIS dapat meluas.



Di dalam jajak pendapat CNN/ORC pada Maret, masyarakat masih sangat yakin bahwa upaya AS untuk memerangi ISIS akan berhasil.



Angket itu memperlihatkan 79 persen warga Amerika khawatir konflik akan meningkat menjadi perang yang lebih luas yang akan tersebar ke seluruh wilayah tersebut sampai belahan lain dunia.

Senin, 20 April 2015

Kartini Bukan Pahlawan Nasional Perempuan





Oleh Zen RS (* Yahoo Newsroom






Raden Ajeng Kartini, yang secara resmi tercatat sebagai pahlawan nasional nomor 23, bukanlah pahlawan nasional perempuan yang pertama. Posisi Kartini dalam daftar urut pahlawan nasional berada di bawah Cut Nyak Dien dan Cut Meuthia, dua pejuang Aceh yang angkat senjata melawan pendudukan Belanda.




(Pahlawan nasional nomor 1 ditempati Abdoel Moeis, seorang lelaki-pengarang [alias bukan pejuang di medan perang] dari Sumatera.)





Cut Nyak Dien, Cut Nyak Meuthia, dan Kartini, bersama-sama ditetapkan sebagai pahlawan nasional melalui Keputusan Presiden [Keppres] No. 106/1964 yang ditandatangani Presiden Sukarno.





Sebelumnya, sudah ada 20 pahlawan nasional yang semuanya laki-laki. Komposisinya: 11 orang Jawa, 2 orang Sunda, 1 Betawi, 2 Batak, 1 Minahasa, 3 Melayu, 1 orang Indo (Douwes Dekker). Mayoritas di antaranya muslim, sisanya penganut Katolik dan Kristen, dan 1 ateis (Tan Malaka).




***




Saya sengaja membuka tulisan ini dengan paragraf yang berisi tetek-bengek nomor urut dan atribusi itu (perempuan, pengarang, pejuang yang angkat senjata, Sumatera, non-Jawa). Alasannya sederhana: wacana kepahlawan nasional di Indonesia memang sering kali diimbuhi oleh tetek-bengek atribusi macam itu.





Dan Kartini tepat sebagai contoh pokok persoalan satu ini.





Seperti yang sudah saya sebutkan, ketika belum ada Kartini, Cut Nyak Dien dan Cut Meuthia, daftar pahlawan nasional Indonesia hanya diisi nama laki-laki. Dan itulah sebabnya saat itu Sukarno dikritik sekaligus didesak untuk sesegera mungkin mengangkat perempuan sebagai pahlawan nasional.





Salah satu pihak yang mendesak penetapan Kartini sebagai pahlawan nasional adalah Gerwani, organ perempuan di lingkungan PKI. Tiga tahun sebelum Kartini ditetapkan sebagai pahlawan nasional, Gerwani bahkan sudah menerbitkan sebuah majalah perempuan yang dinamai "Api Kartini".





Pertanyaannya: kenapa harus ada perempuan dalam daftar pahlawan nasional? Sebagaimana kenapa harus ada Batak dalam daftar tersebut? Memangnya kenapa kalau tidak ada perempuan atau Batak dalam daftar?





(Ya, Batak juga perlu disebut. Orang Batak pertama yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional adalah Sisingamangaraja XII dengan nomor urut 8. Dia ditetapkan setelah Sukarno mendengar aspirasi yang mempertanyakan kenapa tidak ada orang Batak yang jadi pahlawan nasional.)





Itu semua terjadi pada masa Soekarno. Kini, proses serupa nyaris menjadi baku karena memang prosedur penetapan pahlawan nasional memang seperti itu. Seseorang bisa ditetapkan sebagai pahlawan nasional setelah melewati berbagai tahap, salah satunya usulan dari masyarakat. Hampir semua usulan itu akhirnya datang dari mereka yang merasa diwakili oleh sang-calon pahlawan (baik diwakili secara kesukuan, kedaerahan maupun tentu saja kekeluargaan).





Di sinilah letak ironinya: penetapan seorang pahlawan nasional, yang mestinya berporoskan nilai nasionalisme, justru prosesnya sering dimulai oleh perayaan regionalisme, provinsialisme, etnisitas, atau bahkan — dalam kasus Kartini, Cut Nyak Dien dan Cut Meuthia — soal jenis kelamin.





Kartini lagi-lagi menjadi persimpangan yang menarik. Dia ditetapkan sebagai pahlawan nasional setelah ada gugatan segmentatif (“Kenapa tidak ada pahlawan nasional perempuan?”). Tetapi setelah menjadi pahlawan nasional, dia dipersoalkan dengan argumentasi yang tidak kalah segmentatif alias membawa-bawa regionalisme. Kartini orang Jawa, dan kepahlawanannya dipandang sebagai sebentuk jawanisasi.





Persoalan makin "rumit" karena tidak ada pahlawan nasional lain yang hari kelahirannya ditetapkan oleh negara sebagai hari khusus. Tidak ada Hari Cut Nyak Dien atau Hari Christina Tiahahu. Bahkan tidak ada Hari Sukarno, Hari Hatta apalagi Hari Tan Malaka yang ateis dan komunis.





Apa boleh bikin, Kartini memang sudah telanjur menjadi "kanvas" yang di berbagai zaman dan oleh berbagai kalangan pernah dan akan terus dicoreti pelbagai tafsir, kepentingan, sampai gugatan. Pendeknya, Kartini adalah objek.





Dan sebagai objek, Kartini diposisikan dan dipahami secara berbeda, mulai kalangan etisi (penganut politik etis) di masa kolonial, orang-orang kiri di masa Demokrasi Terpimpin, para teknokrat-birokrat Orde Baru, sampai para pengkritik yang mengalasdasari kritik mereka dengan visi desentralisasi seperti yang terlihat pada masa pasca-reformasi sekarang ini.





Dan Kartini tak bisa melawan coretan-coretan yang dibubuhkan pada riwayat hidupnya itu. Itulah sebabnya, dalam statusnya sebagai pahlawan, Kartini sebenarnya mengalami "penderitaan". Kartini, sebagaimana para pahlawan nasional lainnya, mengalami "penderitaan" dibingkai, dibakukan sekaligus dibukukan.





Pendeknya, Kartini "dikanonisasi"





Berdasarkan Surat Edaran Dirjen Pemberdayaan Sosial Departemen Sosial (Depsos) No.281/PS/X/2006, ada beberapa kriteria seseorang untuk bisa ditahbiskan sebagai pahlawan nasional. Di antaranya: perjuangannya konsisten, mempunyai semangat nasionalisme dan cinta tanah air yang tinggi, berskala nasional serta sepanjang hidupnya tidak pernah melakukan perbuatan tercela dan sang tokoh sudah meninggal.





Sepanjang proses itulah para kandidat pahlawan nasional diperiksa, diteliti, diselidiki: pendeknya dipilih, dipilah, diselidiki "secara klinis" untuk memastikan tidak ada virus, bakteri, cela dan dosa yang terlalu signifikan untuk diabaikan.





Tapi itu saja tak cukup. Begitu seseorang ditetapkan sebagai pahlawan, ada penambahan elemen-elemen yang dianggap bisa memperkokoh kekuatan naratifnya. Penambahan elemen itu bisa berupa pemilahan dan penyempurnaan foto atau lukisan si tokoh, mereproduksi serta menyebarkannya melalui banyak medium (terutama buku pelajaran atau biografi ringkas yang disebarkan ke sekolah), hingga ritual-ritual yang diulang pada momen penting dalam kehidupan si tokoh yang relevan untuk ditonjol-unggulkan.





Jika kita cermati gambar wajah para pahlawan nasional, terutama para pahlawan dari era sebelum dikenalnya fotografi, paras mereka rata-rata tampak meyakinkan, seakan tak mengandung keraguan. Wajah mereka memancarkan pamor keagungan. Gambaran auratik adalah bagian dari kanonisasi kepahlawanan nasional yang direproduksi terus-menerus itu.





Silakan ketik "RA Kartini" di mesin pencari. Anda akan disuguhkan ribuan foto Kartini yang berdaya auratik itu. Itulah Kartini yang yang telah dikanonisasi, Kartini semata-mata sebagai objek. Padahal, jika membaca surat-surat Kartini dengan lebih peka, dengan mudah Anda akan menemukan banyak keraguan, kebimbangan, kekalahan dan penderitaan. Dan Kartini memang wafat dalam situasi tragis seperti itu.





Pertanyaannya: masih bisakah memandang Kartini sebagai subjek?





Saya kira itu masih dimungkinkan jika bisa melepaskan selubung kepahlawanan yang melekat pada dirinya. Selama dibicarakan dalam selubung kepahlawanannya, selama itu pula Kartini akan terus menjadi objek, bahkan kendati posisi Anda sedang mengkritiknya sekalipun. Karena, baik membela maupun menggugat kepahlawanan Kartini sebenarnya berangkat dari posisi yang serupa: memperlakukan Kartini sebagai objek.





Maka tak ada salahnya saya bilang: Kartini bukanlah pahlawan, dia manusia biasa saja. Mudah-mudahan ini adalah sikap paling adil yang bisa saya berikan padanya.





*Zen Rs, Sastrawan penulis buku 'Pengakuan Para Sastrawan Dunia Pemenang Nobel'.


(tulisan dapat dilihat di Yahoo Newsroom Indonesia - Profil Zen RS)

Terungkap, Otak Pendiri ISIS Ternyata Haji Bakr, Bukan Al-Baghdadi






Rahasia sukses ISIS terletak pada gabungan dua kutub berlawanan, yakni antara keyakinan fanatik sebuah kelompok dan perhitungan strategis dari kelompok satunya lagi yang dipimpin Bakr"





Seorang mantan perwira intelijen semasa pemerintahan pemimpin Irak Saddam Hussein adalah otak di balik pengambilalihan Suriah utara oleh Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), lapor Der Spiegel mengutip dokumen yang disingkap majalah Jerman itu.





Dalam laporan panjang yang disiarkan akhir pekan ini di bawah judul "Berkas-berkas rahasia Mengungkap Struktur Negara Islam", Spiegel mengaku mendapatkan akses ke 31 halaman tulisan tangan berisi bagan-bagan, daftar-daftar dan jadwal-jadwal yang menjadi cetak biru pendirian khilafah di Suriah.





Dokumen-dokumen itu adalah buah karya seseorang bernama Samir Abd Muhammad al-Khlifawi, mantan kolonel pada dinas rahasia angkatan udara Saddam Hussein, yang memakai nama samaran Haji Bakr. Bakr diketahui sebagai arsitek atau otak dari pendirian ISIS.





Spiegel mengatakan dokumen-dokumen itu menyebutkan bahwa pendudukan Suriah utara adalah bagian dari rencana jelimet yang diawasi Haji Bakr dengan menggunakan teknik-teknik seperti pengawasan, spionase, pembunuhan dan penculikan, yang diasah oleh para aparat keamanan Saddam Hussein.





Haji Bakr yang berkewarganegaraan Irak itu dilaporkan telah tewas dalam kontak senjata dengan pemberontak Suriah pada Januari 2014, bukan sebelum dia membantu merebut sebagian besar wilayah Suriah yang kemudian balik memperkuat posisi ISIS di Irak yang bertetangga dengan Irak.





"Yang dituliskan Bakr dalam dokumen itu, halaman demi halaman, yang dengan cermat menguraikan kotak-kotak bagi orang-orang yang bertanggung jawab (pada posisi-posisi tertentu), tak lain adalah sebuah cetak biru untuk pendudukan (wilayah)," kata reporter Spiegel, Christoph Reuter.





Setelah kematiannya, Samir meninggalkan sejumlah dokumen yang selama ini ia jaga betul kerahasiannya. Dokumen dalam bentuk tulisan tangan itu antara lain blueprint ISIS tentang struktur organisasi ISIS, daftar dan jadwal yang menggambarkan sebuah negara secara bertahap ditundukkan.





"Dokumen itu bukanlah manifesto keyakinan, namun sebuah rancangan yang secara teknis tepat untuk 'Negara Intelijen Islam' yakni khilafah yang dikendalikan oleh sebuah organisasi yang menyerupai dinas rahasia dalam negeri Jerman Timur yang terkenal bengis, Stasi."





Dokumen ini, Der Spiegel berpendapat, sebagai sumber yang menunjukkan aksi militan bersenjata yang tersukses dalam sejarah. Selama ini, informasi tentang ISIS diperoleh dari para pemberontak dan dari petugas ISIS yang ditangkap di Baghdad.





Di dokumen yang ditemukan, Haji Bakr memuat detil daftar orang-orang yang direkrut untuk menjadi mata-mata di desa mereka dan memberikan informasi secara lengkap. Mereka ini direkrut setelah mengikuti dakwah dan kursus mengenai Islam.





Haji Bakr membuat daftar untuk dikerjakan para mata-mata ISIS. Daftar meliputi data keluarga-keluarga yang memiliki pengaruh besar, nama orang yang paling berpengaruh di keluarga-keluarga itu, mencari tahu sumber pendapatan mereka, menyebut nama brigade yang dikuasai di desa, cari tahu pemimpinnya yang mengawasi brigadi dan orientasi politik mereka, dan temukan kegiatan mereka yang melanggar hukum shariah yang dapat digunakan untuk memeras mereka jika diperlukan.





"Kita akan menunjuk orang yang paling cerdas sebagai ulama Sharia," Haji Bakr menulis dalam catatannya. "Kami akan melatih mereka beberapa lama untuk kemudian mengirim mereka."





Strategi lain yang tercatat dalam dokumen Haji Bakr, dia akan memilih beberapa pria yang disebutnya sebagai saudara di setiap kota untuk menikahi perempuan-perempuan dari keluarga-keluarga yang paling berpengaruh untuk memastikan penyusupan dilakukan tanpa diketahui oleh keluarga-keluarga itu.





Tentang sosok Bakr, seorang jurnalis Irak bernama Hisham al-Hashimi mengatakan, Bakr merupakan perwira yang cerdas, dan ahli logistik yang pintar. Namun, ketika Kepala otoritas Amerika di Baghdad, Paul Bremer membubarkan angkatan bersenjata Irak lewat dekrit pada Mei 2003, hidup Bakr berubah menderita dan menjadi pengangguran.





Laporan media itu menggambarkan Bakr sebagai orang yang dilanda kepedihan dan menganggur setelah pihak berwenang AS di Irak membubarkan pasukan Irak peninggalan Saddam lewat dekrit 2003.





Antara 2006 sampai 2008 dia dilaporkan berada di fasilitas-fasilitas tahanan AS, termasuk di penjara Abu Ghraib.





Namun pada 2010, adalah Bakr dan sekelompok kecil mantan perwira intelijen Irak yang menciptakan Abu Bakr al-Baghdadi sebagai pemimpin resmi ISIS, dengan tujuan memberi kelompok itu "wajah keagamaan", tulis Der Spiegel.





Dua tahun kemudian, lapor majalah Jerman ini, Bakr pergi ke Irak utara untuk mengawasi rencana pendudukan dia, dengan memilih meluncurkannya dengan mengumpulkan para pejuang asing, termasuk para militan pemula dari Arab Saudi, Tunisia dan Eropa yang disandingkan dengan para militan Chechen dan Uzbek yang sudah teruji dalam pertempuran.





Wartawan Irak Hisham al-Hashimi yang punya sepupu yang bekerja dengan Bakr, menggambarkan sang mantan perwira intelijen Irak itu sebagai seorang nasionalis dan bukan seorang yang Alim.





Laporan Spiegel ini menegaskan bahwa rahasia sukses ISIS terletak pada gabungan dua kutub berlawanan, yakni antara keyakinan fanatik sebuah kelompok dan perhitungan strategis dari kelompok satunya lagi yang dipimpin Bakr.





Spiegel mengaku memperoleh dokumen-dokumen ini setelah negosiasi yang panjang dengan pihak pemberontak Suriah di kota Aleppo yang menyita dokumen-dokumen itu ketika ISIS dipaksa meninggalkan markas besarnya di Aleppo pada awal 2014, demikian Reuters.



REUTERS | DER SPIEGEL

Selasa, 14 April 2015

Tahukah Anda: AS Bunuh 1,3 Juta Muslim Selama 1 Dekade Ini





Tahukah Anda berapa banyak Muslim yang dibunuh AS selama "Perang Melawan Teror"?



Sebuah laporan bertajuk Body Count: Casualty Figures after 10 Years of the 'War on Terror menyebutkan AS membunuh 1,3 juta di Irak, Afghanistan, dan Pakistan selama satu dekade Perang Melawan Teror.



Sebagian besar korban, menurut laporan yang dirilis Nobel Prize-winning International Physicians for the Prevention of Nuclear War dan Physicians for Social Responsibility and Physicians for Global, adalah warga sipil.



Rincinya, AS membunuh satu juta orang di Irak selama invasi dan pendudukan antara tahun 2003 sampai 2011, 220 ribu di Afghanistan, dan 80 ribu di Pakistan.



Selama ini, AS mengklaim hanya membunuh 9.900 orang. Penulis laporan itu, seperti dikutip PressTV, mengatakan Washington mungkin akan lebih marah jika jumlah korban sebenarnya diungkap.



AS tidak hanya membunuh di Irak, Afghanistan, dan Pakistan, tapi juga di Yaman, Somalia, Libya, dan Suriah.



Penelitian itu mengungkap AS terus memantau jumlah korban tewas di pihaknya, tapi mengabaikan korban sipil di wilayah-wilayah yang dibom.

Sabtu, 04 April 2015

Simbol-simbol Iblis di Jakarta



Seorang profesor terbunuh di gerbang Museum Fatahillah. Kematiannya membuka tabir gelap sejarah ibukota yang selama ini ditutup sangat rapat.


Simbol iblis bertebaran di seantero ibukota Jakarta, dengan sejarahnya masing-masing yang menunjukkan jika Batavia—asal kota Jakarta yang sekarang kita kenal—adalah sebuah kota Masonik, sama seperti Washington DC, Paris, dan London.


Jakarta adalah ibukota yang dibangun menurut cetak biru (blueprint) kaum Freemasonry.


Simbol Angka ‘13’





Tahukah Anda jika kota Jakarta itu dibangun para Freemason di Indonesia? Sejak pembangunan Stadhuis, kini dikenal sebagai Gedung Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah di tahun 1707 hingga sekarang, para Freemasonry ini terus membangun Jakarta dan menyisipkan aneka simbol ‘pagan’nya ke ibukota


Simbol angka 13 memenuhi arsitektural Stadhuis, gedung Balaikota tempat VOC mengatur kekuasaannya, yang kini menjadi Museum Fatahillah; Mata Horus ada di Bundaran Hotel Indonesia Kepala kambing iblis Baphomet secara presisi ada di pusat wilayah elit Menteng lengkap dengan misteri Gedung Loji Freemasonry yang kini dijadikan Gedung Bappenas Jalur-jalur terowongan rahasia di bawah tanah ibukota, dan lain sebagainya.
.



Bundaran HI
Tahukah Anda jika luas keseluruhan Museum Fatahillah adalah 13.000 meter persegi? Gerbang utama Museum Fatahillah terdiri dari 13 buah batu berbentuk Arch?



Tahukah Anda jika batu istana DAM di depan Museum Fatahillah tersusun atas 13 baris?



Struktur paramida keanggotaan Freemansory juga terdiri dari 13 tingkat? Tahukah Anda jika Tiga belas adalah nomer baik untuk para Freemason.


Para Freemason Belanda membangun pusat Menteng (Taman Suropati dan gedung Bappenas sekarang, dengan desain simbol kepala kambing iblis Baphomet yang sampai sekarang masih bisa disaksikan oleh siapapun.


Tahukah Anda jika renovasi Air Mancur bundaran Hotel Indonesia di tahun 2001 sarat dengan simbolisme Kabbalah (yang merupakan campuran antara ilmu perbintangan, ilmu sihir zaman Firaun dan Raja Nimrodz, dan paganisme lainnya) dimana proyeknya mengambil tema sentral “Cahaya” atau “Illuminati“?


Ratusan simbol Kabbalah bertebaran di Museum Taman Prasasti di Tanah Abang. Tahukah Anda jika ada sebuah makam di Museum Prasasti Tanah Abang yang tidak bernama namun memiliki simbol Grand Master Freemasonry?





Museum Prasasti, Tanah Abang.
Dibawah tanah Jakarta ada berbagai terowongan rahasia yang saling terhubung, yang sampai sekarang pintunya masih bisa disaksikan di berbagai tempat?


Dan Tahukah Anda jika Masjid Istiqlal dibangun diatas sebuah benteng Belanda yang dikenal sebagai Benteng Tanah karena dibawahnya ada terowongan rahasia?


Dan masih banyak kejutan-kejutan fakta lainnya meliputi Jakarta. Diramu dengan kisah pembunuhan terhadap tokoh neolib negeri ini, novel “The Jacatra Secret” terasa begitu renyah dan akan mengubah paradigma Anda tentang Jakarta dan bangsa ini secara keseluruhan.


Rahasia dahsyat apakah gerangan yang tersembunyi dari sebuah bangunan Museum Sejarah Jakarta?


Mulai dari susunan batu khusus yang terletak tepat di depan sebelah kanan pelataran utamanya, gerbang utama yang berupa batu lengkung dan keystone dengan simbol bunganya serta patung Dewa Hermes yang terletak dibagian belakang gedung.



Misteri apa pula dibalik angka 13 yang menyelimuti keseluruhan bangunan tersebut?


Semua deskripsi tata ruang kota, arsitektur museum, monumen, dan prasasti makam dalam novel ini adalah AKURAT! Siapa pun bisa menelusuri kembali fakta rahasia Jakarta sekarang juga di dalam novel yang dilengkapi foto-foto otentik.




Judul : Misteri Simbol Iblis di Jakarta

Penulis : Rizki Ridyasmara

Penerbit : Indie

TerbIt : Desember 2012

ISBN : 9786027770119



(*/pelbagai sumber)