Tampilkan postingan dengan label Muallaf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muallaf. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Mei 2015

Aktris Kontroversial Hollywood, Lindsay Lohan Dikabarkan Masuk Islam





AKTRIS Hollywood yang terkenal kontroversial, Rabu kemarin (13/5/2015) tertangkap kamera yang berhasil diabadikan papparazzi menghebohkan dunia hiburan Hollywood. Lindsay Lohan terlihat memegang kitab suci Al Quran setelah hari pertamanya dalam pelayanan masyarakat di Brooklyn, New York.



Walaupun telat hadir sampai dua jam, aktris keturunan Irlandia dan Italia yang dibesarkan sebagai penganut Katolik ini, akhirnya datang juga di panti asuhan yang merawat anak-anak terlantar.



Repeat visit: The troubled actress first visited the center in Brooklyn, seen here on a 2014 Oprah Winfrey docuseries, where she first met five-year-old Donovan. She met him again on Wednesday at the center



Tampaknya, Lohan, 28, tengah menjalani detox emosional. Dilaporkan, ia telah menyingkirkan ketergantungannya pada alkohol dan berhenti keluyuran malam mencari teman kencan.



Bukan pertama kalinya Lindsay Lohan menunjukkan minat terhadap agama-agama lain.



Selama puncak ketenarannya sebagai bintang remaja, ia mengenakan gelang benang merah yang jadi ciri sekte Yahudi, Kabbalah, yang dipercaya akan melindunginya dari kemalangan yang dibawa oleh 'mata iblis'.



Dia juga dikabarkan menghadiri kelas Kabbalah.



Religious text: Lindsay Lohan was spotted carrying a copy of the Quran in Brooklyn, New York, on Wednesday

Dailymail



Pada tahun 2012 Lindsay Lohan bergabung dengan kelompok nyanyian Budha yang juga diikuti oleh janda Kurt Cobain, Courtney Love.



"Aku orang yang sangat spiritual dan saya menjadi lebih spiritual seiring berjalannya waktu," katanya kepada Oprah Winfrey dalam serial dokumenternya tahun lalu.



"Aku benar-benar berhubungan (dengan Tuhan), apakah itu melalui doa atau meditasi ... ada begitu banyak kekuatan yang lebih besar dari saya di dunia ini. Saya telah diberkati dan cukup beruntung telah diberikan hadiah untuk berbagi dengan orang lain," tutup Lohan.



Beliefs: Earlier this year, Lindsay posted this Instagram image quoting the Quaran but later deleted it



Aktris Lindsay Lohan memang penuh kontroversi. ia menampilkan foto ayat-ayat Alquran di akun instagramnya.



Ia menampilkan penggalan ayat dari Surat Taha ayat 114 yang berbunyi, "Ya Allah, tambahkanlah pengetahuanku.'' Kemudian dilanjutkan dengan kalimat "Ya Allah sesungguhnya aku meminta kepada Engkau ilmu yang bermanfaat."



Sontak, unggahan yang ia lakukan Senin, 2 Maret lalu ini menggegerkan dunia maya. Hingga Selasa (3/3), tercatat ada 31 ribu yang menyukai dan berkomentar di akunnya.



Sebagian ada yang menanyakan apakah ia kini seorang muslim. Sementara, sebagian lagi menyebut kemungkinan Lindsay Lohan mendapat hidayah

Senin, 30 Maret 2015

Anelka: "Islam Memang Untuk Saya"





Masih ingat Nicolas Anelka, striker Prancis berkulit hitam yang paling sering pindah klub dalam kariernya?



Kini, Anelka bekerja sebagai konsultan klub NA Hussein Dey (NAHD) di Aljir, ibu kota Aljazair. Di sela kesibukannya menyusun metode latihan, Anelka berbicara tentang masa kecilnya di pinggiran Paris, perkenalannya dengan Islam, dan keputusannya memeluk agama yang dibawa Rasulullah Muhammad SAW.



"Saya dibesarkan di tengah lingkungan teman-teman Aljazair di pinggiran Paris," Anelka memulai ceritanya kepada situs Alarabiya.



"Saya dan rekan-rekan Aljazair memiliki banyak kesamaan," lanjutnya. "Bahkan beberapa dari mereka mengatakan saya memiliki karakter Aljazair. Saya sangat tersentuh, karena mereka orang-orang yang membanggakan latar belakang keislamannya. Saya juga bangga tapi tidak sombong."



Tumbuh di tengah masyarakat Aljazair, membuat Anelka layaknya orang Aljazair di Prancis. Ia mengikuti semua tradisi masyarakat imigran dari Afrika Utara itu, termasuk ikut-ikutan beribadah Islam.



"Usia 16 tahun saya memutuskan memeluk Islam," kenang Anelka.



"Kehidupan saya tidak berubah, karena saya telah hidup dengan prinsip-prinsip dan nilai-nilai Islam," lanjutnya.



Seakan tidak ingin kalimatnya terpotong, Anelka melanjutkan; "Sejak kecil saya berpuasa saat Ramadhan, karena saya mengagumi orang-orang yang berpuasa di sekitar saya. Jika Anda tanya apa alasan saya memeluk Islam, jawaban saya hanya satu; Islam memang untuk saya.



Islam membuat saya merasa punya hubungan langsung dengan Allah. Saya berdoa langsung kepada Allah."



Menurut Anelka, orang-orang Prancis membuat hambatan untuk mereka yang memeluk Islam, atau berlatar belakang Afrika Utara. Saat orang-orang Aljazair mencoba berasimilasi, orang-orang Prancis mendiskriminasi.



"Jika Anda mengirim CV dengan kode pos yang salam dan memiliki nama berbau Muslim, tidak akan ada pekerjaan layak untuk Anda," cerita Anelka.



Ia juga mengatakan tingkat diskriminasi Prancis benar-benar tidak bisa diterima. Ia juga merasa beruntung tidak mengganti nama dengan nama berbau Arab, karena baginya yang penting menjadi Muslim dan menjalankan ibadahnya, bukan bernama Arab.



INILAH

Senin, 09 Maret 2015

Muallaf Gadungan Ungkap Cara FBI Menyusup ke Dalam Masjid





Seorang warga california, Craig Monteilh memaparkan cara FBI menyusup ke Masjid selama bertahun-tahun. Monteilh ialah seorang informan FBI yang memata-matai Muslim yang tidak bersalah dalam upaya menjebak mereka ke dalam retorika ekstrimis.



"FBI membayar saya untuk menyusup Masjid di Los Angeles dan Orange County di California Selatan, sebagai operasi pengawasan yang sangat luas untuk memberi mereka informasi pribadi Muslim," ujar Monteilh dilansir onislam (5/3).



Ia mengaku direkrut oleh FBI dari Juli 2006 sampai Oktober 2007. Dalam Operasi Flex, Monteilh mengatakan ia menempatkan alat perekam di kantor imam dan seorang siswa Muslim.



Dalam menjadi informan ia mendapatkan pelatihan intensif, di mana ia belajar untuk berpura-pura menjadi Muslim. Setiap bulannya, Monteilh mendapat bayaran sejumlah 11 ribu USD.



"FBI melatih saya dalam ajaran Islam, dalam prinsip-prinsip dasar dari bahasa Arab, dan hanya untuk berbaur dengan masyarakat dan perlahan-lahan mengintegrasikan diri sebagai laki-laki Muslim," katanya.









Awalnya ia berpikir tugas yang dilakukan merupakan tugas seorang pejuang FBI. Namun, ia memutuskan untuk berhenti karena menyadari bahwa ia telah memata-matai orang yang tidak bersalah.



"Mereka tidak menganut retorika teroris, tapi aku masih memata-matai mereka dan memberikan FBI informasi yang mereka inginkan," kata dua.



Kasus Monteilh bukanlah yang pertama untuk mengungkapkan taktik FBI mengirim informan ke masjid. Pada 2009, kelompok Muslim mengancam akan menangguhkan semua kontak dengan FBI atas pengiriman informan ke Masjid.



ONISLAM |