Tampilkan postingan dengan label Analisa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Analisa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Maret 2015

Co-Pilot: “Suatu hari Semua Orang akan Tahu Nama Saya”






Kopilot Germanwings yang sengaja menubrukkan pesawatnya ke tebing Gunung Alpen di Prancis Selatan sehingga menewaskan 150 orang di dalamnya, pernah berkata kepada mantan pacarnya bahwa suatu hari nanti semua orang akan mengetahui namanya.





"Suatu hari nanti saya akan melakukan sesuatu yang akan mengubah keseluruhan sistem, dan semua orang akan tahu nama saya dan mengenangnya," kata sang kopilot bernama Andreas Lubitz seperti ditirukan mantan kekasihnya bernama Maria W kepada tabloid Jerman, Bild.





Dalam wawancara dengan Bild, Maria mengaku begitu mendengar pesawat Germanwings itu jatuh dan mengetahui Lubitz sengaja membuat pesawat itu jatuh, dia langsung terikat kata-kata sang kopilot kepadanya tersebut.





Kalimat itu disampikan Lubitz setahun lalu, kata Maria seperti dikutip AFP.





Perekam suara pada kotak hitam menunjukkan bahwa Lubitz (27 tahun) sengaja mencegah pilot masuk lagi ke kokpit dan sengaja menubrukkan pesawat ke tebing gunung, kata para pejabat Prancis.





Mereka menilai langkah sang kopilot adalah mungkin sebagai bunuh diri dan pembunuhan massal.





Perdana Menteri Prancis Manuel Valls sendiri menyatakan semua petunjuk yang mengarah pada adanya "tindakan yang tidak terbayangkan oleh kita: (yakni) kriminal, gila, bunuh diri."





Teroris





Bukankah setiap tindakan yang menyebabkan kematian orang banyak, yang dilakukan satu orang, layak disebut aksi terorisme.





Namun, Jaksa Marseille Brice Robin menolak menyebut Lubitz, warga negara Jerman berusia 28 tahun, teroris. "Tidak ada yang menyarankan aksi Lubitz adalah tindakan teroris, dan memiliki kaitan dengan teroris.





Pernyataan Robin memunculkan perdebatan di media sosial; Twitter, Instagram, dan lainnya.





"Mengapa Lubitz tidak disebut teroris? Apakah karena dia kulit putih dan Kristen? tanya seorang pengguna Twitter.





Lainnya berandai-andai. Salah satunya; "Andai saja pilot itu bernama Arab, atau setidaknya beragama Islam, jaksa wilayah dipastikan akan menyebutnya teroris."





Glen Greenwald, mantan kolumnis kebebasan sipil untuk Guardian, menulis; "Andai saja co-pilot itu bernama Mohammed al-Masaood dan anak imigran Mesir, pemberitaan media pasti berbeda."





Omar Suleiman, direktur Yayasan Pengajaran Islam dan instruktur di Mishkah University, menulis; "Ketika Anda bukan Muslim, Anda seolah layak tidak disebut teroris setelah membunuh banyak orang."



Terkait: Andai Co-Pilot itu Muslim, Dia Disebut Teroris

5 Negara Asia Penyumbang Terbesar Pejuang ISIS






Diperkirakan sebanyak 1000 orang asal Asia berperang di bawah bendera Islamic State. Indonesia dan Cina perlahan menjadi lahan subur buat perekrutan gerilayawan IS, dengan Malaysia sebagai persinggahan.





1. China (Tiongkok)






China Xinjiang Uiguren Bärte
China Xinjiang Muslim




Sebanyak 300 warga Cina telah bergabung dengan ISIS, kata Meng Hongwei, Menteri Ketertiban Umum. Kebanyakan termasuk kelompok etnis minoritas muslim, Uighur. Uniknya, 'relawan' negeri tirai bambu itu berangkat ke Suriah lewat Malaysia. "Mereka menggunakan Malaysia sebagai terminal," ujar Meng.



2. Indonesia






Indonesien Proteste gegen Assad Regime Archivbild 2013
ISIS Asia .ist




Hingga akhir tahun lalu pemerintah di Jakarta mencatat 60 WNI yang diduga kuat hijrah ke Suriah demi ISIS. Baru-baru ini 16 orang dikabarkan menghilang dari rombongan wisata saat berkunjung ke Turki. Mereka pun diyakini sengaja memisahkan diri untuk menyebrang ke Suriah dan bergabung dengan ISIS.



3. Pakistan 






Pakistan Taliban .ist




Negeri di jantung Asia Selatan ini paling banyak menyumbangkan serdadu buat ISIS. Tercatat sebanyak 330 warga Pakistan bergabung dengan Islamic State di Suriah. NATO juga memastikan, ISIS banyak melakukan upaya perekrutan di wilayah kesukuan yang terletak di perbatasan Pakistan dan Afghanistan. Mereka terutama mendekati klan setempat atau bekas gerilayawan Taliban.





4. Afghanistan 







Afghanistan rebels





Hindukush sejatinya termasuk negara yang dihindari Islamic State lantaran keberadaan Taliban. Namun menurut laporan militer Amerika Serikat, belakangan kelompok pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi itu mulai merambah ke Afghanistan dengan merekrut kelompok pecahan Taliban. Hingga Desember tahun lalu pemerintah di Kabul mencatat 23 warganya hijrah ke Suriah demi ISIS.





5. Australia 







Australia .ist





Tahun lalu sebanyak 90 warga negara Australia terbang ke Suriah buat bergabung dengan ISIS, kata Jaksa Agung George Brandis. Secara keseluruhan, kontingen Australia yang bekerja untuk Islamic State berjumlah 250. Canberra berupaya mencegah eksodus warganya dengan memberlakukan undang-undang baru yang melarang warganya berpergian ke wilayah tertentu tanpa izin, antara lain Raqqa, Suriah.

Jumat, 27 Maret 2015

Kematian 2 Serdadu TNI Diduga Reaksi Balik Mafia Aceh






Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) meminta penjelasan ke pihak kepolisian republik Indonesia (Polri) terkait pelaku penembakan dua anggota intelijen Komando Distrik 0103 Aceh Utara pada Senin (23/3) lalu. Alasannya, Kalla mendengar kabar penembakan tersebut tidak terkait terorisme.





"Pembunuhan di Aceh itu lebih pada kriminal. Saya telah cek ke Polri intinya yang satu tentang narkoba. Narkoba kriminal juga," kata JK di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jum'at (27/3).





Kalla juga menjelaskan penembakan TNI Aceh ini juga melibatkan beberapa oknum-oknum perampok senjata dan menggunakan senjata dalam jenis lama.





Sementara, Anggota Komisi III DPR Fraksi PKS asal Aceh, Nasir Djamil, menyebut adanya dua kemungkinan yang diduga sebagai pemicu tewasnya dua anggota Kodim 0103/Aut, yang ditemukan pada Selasa (24/3) lalu.





Pertama, aksi keji yang menyebabkan kematian Sersan Satu Indra Irawan dan Sersan Dua Hendrianto, dikatakan Nasih, masih terjadi karena masih adanya penyebaran persenjataan ilegal di dataran Nanggroe.





Dia pun menduga tentang adanya keterlibatan eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka.





"Aceh sebagai pasca konflik, masih ada persenjataan ilegal. Pelakunya ada kemungkinan dulunya gerombolan bersenjata yang tergabung dengan GAM, ataupun kelompok lain yang juga menguasai persenjataan," ujar Nasir, saat dihubungi CNN Indonesia, Kamis (26/3), malam.





Selain itu, kata Nasir, kemungkinan kedua aksi pembunuhan terjadi sebagai bentuk reaksi balik mafia atau gembong yang bermain dalam pasar narkotika, yang beberapa tahun belakangan banyak ditemukan di Aceh.





"Belakangan ini polisi kan banyak menangkap narkotika-narkotika yang dikirimkan dari Aceh. Nah, ada kemungkinan ini jadi reaksi balik para mafia (senjata) dan gembong (narkotik) yang kemungkinan bekerja sama untuk melakukan perlawanan dengan aparat," kata dia.





Karenanya, Nasir menjelaskan, pada pertemuan antara Komisi I dan Komisi III DPR dengan BAIS (Badan Intelejen Strategis), BIN (Badan Intelejen Negara), Pangdam dan jajaran Polda Aceh, pada Senin (30/3) mendatang, akan dibahas tentang kondisi keamanan masyarakat Aceh.





Mengenai pencarian pelaku pembunuhan yang telah dilakukan sejak tiga hari lalu oleh pihak kepolisian, Nasir menyarankan, polisi atau TNI sebaiknya tidak beramai-ramai turun ke jalan untuk menggelar operasi.





Menurutnya, masyarakat Aceh akan merasa resah jika operasi dilakukan dengan terang-terangan.





"Kalau masyarakat didekati dengan cara lama yakni masuk ke kampung-kampung, itu sudah tidak efektif. Lebih baik polisi melakukan kerjanya dengan cara seperti detektif. Kalau pun menggelar razia, itu seharusnya sudah mengetahui dengan jelas siapa yang dijadikan target razia," kata Nasir.





CNN

Kamis, 26 Maret 2015

Co-pilot Membajak Kokpit dan Menjatuhkan Pesawat






Jaksa Marseille Brice Robin mengatakan co-pilot Germanwings 4U9525, yang jatuh di Pegunungan Alpen dan menewaskan 150 penumpang dan kru, membajak pesawat dan mencelakakannya.





Co-pilot Andreas Lubitz, warga negara Jerman berusia 28 tahun, masih hidup ketika pesawat menghamtam lereng gunung. Bukti paling meyakinkan adalah rekaman nafas yang co-pilot yang masih normal.





Sepanjang menit-menit akhir penerbangan, nafas Lubitz juga normal. Ini mengindikasikan Lubitz sadar, dan telah merencanakan tindakannya.





"Co-pilot memanipulasi sistem pemantauan penerbangan untuk secara sukarela menurunkan pesawat," ujar Jaksa Robin. "Kami bisa mendengar bagaimana pilot meminta Lubitz membuka pintu kokpit tapi tak direspon."





Lubitz mengunci pintu kokpit, ketika pilot meninggalkan tempat duduk untuk sesaat. Pilot kembali beberapa saat kemudian, mengetuk pintu kokpit, tapi tak direspon oleh co-pilot.





"Lubitz tidak punya alasan melakukannya. Ia juga tidak punya kaitan dengan kelompok teroris," ujar Robin. "Tidak ada yang berpikir Lubitz melakukan aksi teroris."





Menurut Robin, seluruh penumpang tewas seketika karena pesawat menabrak lereng gunung dengan kecepatan 700 kilometer per jam.





"Saya tidak berpikir penumpang menyadari apa yang terjadi dengan pesawat," ujar Robin. "Dalam rekaman, Anda hanya mendengar jeritan pada detikterakhir."





Sebelumnya, New York Times -- mengutip pejabat senior militer -- mengatakan salah satu pilot meninggalkan kokpit dan tidak bisa kembali.





Seorang penyidik, yang menolak disebut nama, mengatakan banyak pertanyaan belum terjawab dari penyelidikan ini. Salah satunya, apa alasan pilot keluar.





"Apa pun alasannya, co-pilot sendirian berada di kokpit dan tidak merespon ketukan pintu," ujarnya.





Pihak berwenang Prancis memiliki transkrip lengkap 30 menit terakhir rekaman suara. "Selama 20 menit pertama, pilot bertukar komunikasi dengan cara normal," kata Robin. "Kemudian kami mendengar pilot mempersiapkan briefing untuk Duesseldorf. Co-pilot menjawab singkat."





Setelah itu, masih menurut Robin, pilot meminta co-pilot mengambil alih kendali. Dalam rekaman terdengar kecepatn kursi bergerak, pintu tertutup dan menutup.





"Pilot meninggalkan kokpit untuk ke toilet," Robin menyimpulkan.





"Pada tahap ini, co-pilot memegang kendali sendirian. Co-pilot memanipulasi sistem pemantauan penerbangan. Semua ini hanya bisa dilakukan dengan sengaja," demikian Robin.





NYT | INILAH 

Rabu, 18 Maret 2015

Ulah Snowden Bikin Intelijen Seluruh dunia seperti Singa Ompong






Ulah Edward Jospeh Snowden, bekas kontraktor NSA yang membocorkan penyadapan global Amerika Serikat (AS) dianggap menjadi pukulan bagi badan-badan intelijen di seluruh dunia.





Tudiangan itu disampaikan Menteri Dalam Negeri Inggris, Theresa May. Dia menyebut Snowden sebagai pengkhianat. Badan-badan intelijen Inggris, seperti M15 dan M16 turut disebut May sebagai korban ulah Snowden.





Snowden yang kini bersembunyi di Rusia, karena jadi buron intelijen AS diketahui telah mencuri 1,7 juta file milik National Security Agency (NSA) AS dan Badan Keamanan Inggris, GCHQ. 





Snowden juga pernah membocorkan penyadapan mata-mata Australia terhadap para pejabat Indonesia.












Dokumen rahasia yang dibocorkan Snowden itu juga dianggap berbahaya. Sebab, dengan kebocoran dokumen itu, kelompok teroris kini bisa menghindari deteksi atau penyadapan yang sebelumnya dilakukan para intelijen dunia.





“Saya menilai (seperti itu) dan begitu juga dengan Direktur Jenderal MI5 bahwa kebocoran Snowden itu menyebabkan kerusakan,” kata May, seperti dikutip Daily Mail, Rabu (18/3/2015).





”Ini telah berdampak pada kemampuan lembaga kami untuk melakukan pekerjaan yang harus mereka lakukan. Ini akan adil untuk mengatakan, bahwa itu (ulah Snowden) telah berdampak bukan hanya pada lembaga di Inggris,” lanjut May.





Anggota parlemen Inggris, Michael Ellis, juga kesal dengan ulah Snowden.”Jelas bagi saya kerusakan yang telah dilakukan Snowden adalah (kerusakan) monumental,” katanya.





”Dia tidak hanya membuat keamanan nasional terancam berkat bocorannya, tapi dia juga telah menempatkan orang-orang pada risiko. Dia juga jelas telah menyebabkan kerugian finansial yang cukup besar,” imbuh Ellis.



Pada Juni 2013, Edward Snowden membocorkan informasi tentang praktik pengawasan yang luas, dilakukan oleh intelijen Amerika Serikat.



Dia menjadi buronan di Amerika Serikat atas sejumlah tuntutan, termasuk spionase dan pencurian properti pemerintah. Pada 1 Agustus 2013, dia diberi suaka dan tiga tahun kemudian diberi ijin tinggal oleh Rusia.





Sabtu, 14 Maret 2015

10 Konspirasi Terbesar dalam Sejarah









Teori konspirasi atau sering disebut Teori Persekongkolan adalah teori-teori yang berusaha menjelaskan bahwa penyebab tertinggi dari satu atau serangkaian peristiwa adalah suatu rahasia, dan seringkali memperdaya, direncanakan diam-diam oleh sekelompok rahasia orang-orang atau organisasi yang sangat berkuasa atau berpengaruh.





Banyak teori konspirasi yang mengklaim bahwa peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah telah didominasi oleh para konspirator belakang layar yang memanipulasi kejadian-kejadian politik.





Konspirasi terbesar pertama adalah insiden jatuhnya UFO Roswell di New Meksiko pada 1947. Berikut ini 10 konspirasi yang terbesar di dunia sepanjang sejarah.





10. Konspirasi UFO di Rosswell










Peristiwa ini terjadi lebih dari setengah abad yang lalu, di mana terjadi teori konspirasi mengenai unidentified flying objects (UFO–piring terbang). Sesuatu jatuh di Rosswell, New Mexico sebelum 7 Juli 1947.





Orang menduga itu adalah piring terbang. Namun, AS menjawab, itu hanyalah kecelakaan balon cuaca. Pada 1989, mantan penjaga makam, Glenn Denis menyebutkan ia turut terlibat dalam otopsi alien yang dilakukan di pangkalan udara Rosswell.





Kisah-kisah sekitar tubuh alien atau makhluk asing yang dihancurkan tidak diangkat ke permukaan sampai beberapa dekade kemudiannya dan pada kenyataannya tidak seorang pun mempertimbangkan kehancuran Roswell sebagai bagian dari extraterrestrial (ET) atau makhuluk dari luar bumi atau hal-hal yang tidak biasa sampai  30 tahun kemudian.







9. Konspirasi Virus AIDS, diciptakan di Laboratorium








Berdasarkan teori Dr William Campbell Douglass, banyak yang percaya bahwa bahwa HIV direkayasa secara genetika pada 1974 oleh World Health Organisation. Dr Douglass percaya bahwa itu adalah usaha berdarah dingin untuk membuat virus pembunuh yang kemudian digunakan dalam percobaan yang sukses di Afrika.





Orang lain telah mengklaim bahwa itu diciptakan oleh CIA atau KGB sebagai sarana untuk mengurangi populasi dunia.





Tulisan Allan Cantwell, Jr. M.D. ini mengungkapakan rahasia asal-usul AIDS dan HIV, juga bagaimana ilmuwan menghasilkan penyakit yang paling menakutkan kemudian menutupinya. Tidak sedikit orang yang sudah mendengar teori bahwa AIDS adalah ciptaan manusia. 





Menurut The New York Times yang terbit 29 Oktober 1990, 30% penduduk kulit hitam di New York City benar-benar percaya bahwa AIDS adalah “senjata etnis” yang didesain di dalam laboratorium untuk menginfeksi dan membunuh kalangan kulit hitam. Sebagian orang bahkan menganggap teori konspirasi AIDS lebih bisa dipercaya dibandingkan teori "monyet hijau" Afrika yang dilontarkan para pakar AIDS.





8. Konspirasi Elvis Presley, Palsukan Kematiannya Sendiri










Beberapa pihak meyakini bahwa Elvis “The King” Presley tidak meninggal pada 1977. Banyak fans yakin ia masih hidup, dan kini ia bersembunyi dengan beragam alasan. Klaim ini didukung dengan ribuan penampakan Presley setelah kematiannya. Alasan utama yang mendukung Presley telah memalsukan kematiannya terlihat dalam kuburannya.





Dia atas kuburnya, nama tengahnya adalah Aron yang dieja Aaron. Namun “Aaron” sebenarnya adalah nama tengah dari Presley. Rupanya baik Presley maupun ayahnya mencoba mengubah namanya menjadi “Aaron” agar mirip dengan saudara kembar Presley yang telah meninggal, Jesse Garon Presley.




7. Konspirasi Pembunuhan John F. Kennedy












John F Kennedy ditembak pada Jumat, 22 November 1963 di Dallas, Texas pukul 12.30 waktu setempat. Dia terluka parah saat ditembak ketika mengemudi iring-iringan mobil bersama istrinya Jacqueline Kennedy. Investigasi 10 bulan yang dilakukan oleh Warren Commission pada 1963 hingga 1964, United States HSCA pada 1976 hingga 1979, dan investigasi pemerintah lain menyimpulkan bahwa sang presiden dibunuh oleh Lee Harvey Oswald, yang akhirnya ditembak mati oleh Jack Ruby dalam tahanan.





Namun, keraguan muncul dari penjelasan yang menyebutkan Oswald adalah satu-satunya pria bersenjata yang menembak mati Kennedy. Rekaman iring-iringan yang diambil oleh Abraham Zapruder mendukung keyakinan bahwa ada empat tembakan yang dilakukan, bukan tiga seperti yang disebutkan Warren Commission. Rekaman dalam film tersebut juga menunjukkan sedikitnya ada satu tembakan yang datang dari arah yang berbeda dengan Oswald.





Ini juga didukung oleh beberapa saksi mata. Banyak yang percaya beberapa tembakan dilakukan oleh kelompok bersenjata yang bersembunyi di balik bukit.





Pada 1979, House Select Committee on Assassinations (HSCA) menemukan kecacatan investigasi yang dilakukan FBI dan Warren Commission. HSCA juga menyimpulkan ada empat tembakan yang dilakukan dan kemungkinan terdapat konspirasi di dalamnya.



6. Konspirasi Kelompok Illuminati dan 'New World Order'










Konspirasi terjadi saat kelompok kuat dan rahasia (Illuminati, grup Bilderberg, dan kelompok rahasia) merencanakan memerintah umat manusia dengan pemerintahan dunia tunggal. 





Banyak peristiwa-peristiwa dalam sejarah disebut-sebut telah direkayasa oleh kelompok ini dengan satu tujuan, New World Order (NWO). Kelompok-kelompok ini menggunakan dana politik, rekayasa sosial, kontrol pikiran, dan propaganda ketakutan berbasis untuk mencapai tujuan mereka.





Tanda-tanda kehadiran NWO akan ditunjukkan dengan adanya piramida terbalik di Great Sale di AS, terdapat di Denver International Airport, dan pentagram dalam rencana kota. Organisasi-organisasi internasional seperti Bank Dunia, IMF, Uni Eropa, PBB, dan NATO terdaftar sebagai organisasi pendiri dari New World Order.



5. Konspirasi Buku “Protocols of Learned Elders Zion”







"Protocols dari Learned Elders Zion" adalah sebuah buku – yang dipercayai sebagai hoax – diakui mengungkapkan adanya sebuah komplotan Yahudi yang ingin menguasai dunia.



Hal tersebut pertama kali muncul di Rusia pada tahun 1905, dan menggambarkan bagaimana moralitas orang-orang Kristen, keuangan, dan kesehatan akan ditargetkan oleh sebuah kelompok kecil Yahudi tangguh.




Gagasan tentang adanya sebuah konspirasi Yahudi bukanlah sesuatu hal yang baru, tentu saja, dan sudah diceritakan secara berulang-ulang oleh banyak orang yang terkenal termasuk oleh Henry Ford dan Mel Gibson. 





Pada tahun 1920, Henry Ford telah mengeluarkan dana untuk memperbanyak buku "Protocols dari Elders Zion" yang diterbitkan pada tahun 1930-an hingga setengah juta kopi, dan buku tersebut digunakan oleh Nazi sebagai alasan untuk melakukan genocidenya – pemusnahan etnik - terhadap Yahudi (pada kenyataannya, Adolph Hitler membahas "Protokol-protokol" di dalam buku nya "Mein Kampf"). 





Meskipun demikian buku tersebut yang telah sepenuhnya diragukan dan dianggap sebagai sebuah hoax dan kepalsuan itu masih terus dicetak dan tetap secara luas diedarkan di seluruh dunia.





4. Konspirasi Holocaust Yahudi












Fakta bahwa Holocaust adalah fiksi memang menjadi momok baru bagi para ahli sejarah. Sejarah yang selama ini mencatat bahwa Perang Dunia Kedua diidentikkan dengan gerakan fasisme yang dipimpin oleh Hitler mungkin saja telah menjadi suatu pembohongan mengenai sejarah. Saat ini telah banyak bukti yang telah menjelaskan bagaimana kemungkinan peristiwa pembantaian 6 juta orang Yahudi itu adalah sejarah yang salah.





Dalam sejarah yang tercatat, pembantaian ini dilakukan dengan penembakan massal, kamar gas beracun, maupun dibiarkan mati kelaparan. Selain kaum Yahudi, kelompok-kelompok lainnya yang dianggap ‘tidak disukai’ kaum Nazi. Mereka juga ditangkap dan dibunuh. Jumlah keseluruhan korban jika dikalkulasi dengan korban tambahan ini diperkirakan dapat mencapai 9-11 juta jiwa.





Holocaust tidak pernah terjadi, atau jauh lebih sedikit dari 6 juta orang Yahudi yang dibunuh oleh Nazi seperti yang selama ini tercatat dalam sejarah; bahwa tidak pernah ada rencana terpusat untuk memusnahkan bangsa Yahudi; atau bahwa tidak ada pembunuhan masal di kamp-kamp konsentrasi.





Public Opinion Quarterly menyimpulkan: “Tidak ada ahli sejarah terkemuka yang mempertanyakan kenyataan Holocaust, dan mereka yang mendukung Holocaust denial kebanyakan adalah anti-Semit dan/atau neo-Nazi.”






3. Konspirasi NASA Palsukan Pendaratan di Bulan









Pendaratan di bulan yang dilakukan NASA adalah murni tipuan. NASA dan beberapa pihak telah melakukan penipuan publik agar percaya bahwa pendaratan tersebut benar-benar terjadi dengan merekayasa peralatan, juga mengumpulkan bukti, termasuk foto, kaset rekaman, transmisi, dan contoh batuan.





Pihak yang berpikir NASA melakukan penipuan melihat keganjilan dalam foto dan juga rekaman yang ditunjukkan. 





Beberapa di antaranya ialah adanya batu karang dalam permukaan bulan, bendera yang ditanam Buzz Aldrin bisa berkibar dengan aneh padahal di bulan tak ada udara, kurangnya bintang di atas angkasa, dan juga bayangan yang jatuh ke arah yang berbeda. Beberapa pengamat telah menunjukkan dengan rinci bukti-bukti tipuan yang dilakukan NASA.





2. Konspirasi Kematian Putri Diana










Kematian Putri Diana pada 31 Agustus 1997, di terowongan jalan raya Paris, memunculkan sejumlah teori konspirasi. Seperti halnya kasus kematian John F. Kennedy, gagasan mengenai orang yang dicintai publik dan figur kelas tinggi yang tiba-tiba terbunuh. 









Khususnya untuk seorang Putri Diana. Orang sering mendengar orang-orang kerajaan yang meninggal karena sudah tua, intrik politik, atau terlalu banyak makan makanan yang enak, tapi tidak pernah ada yang didapati telah dibunuh oleh seorang pengemudi yang mabuk.





Tidak seperti umumnya teori konspirasi, untuk kasus ini telah dilibatkan seorang milyuner yakni Mohammad Al-Fayed, ayah dari Dodi Al-Fayed yang ikut terbunuh bersama Diana. Al-Fayed mengklaim bahwa kecelakaan tersebut pada kenyataannya adalah sebuah pembantaian yang dilakukan oleh para agen intilijen Inggris, atas permintaan dari keluarga kerajaan. Klaim dari Al-Fayed diuji dan kemudian dibubarkan sebagai sesuatu yang tidak beralasan oleh sebuah pemeriksaan pada tahun 2006.





Pada tahun berikutnya, 2007, pada pemeriksaan mayat Putri Diana, menyatakan bahwa, "Teori konspirasi yang dikemukakan oleh Mohamed Al Fayed diteliti dan diuji, dan ditunjukkan dengan tidak disertai substansinya." Pada tanggal 7 April pada tahun itu, dewan juri pemeriksa mayat menyimpulkan Diana dan Al-Fayed telah dibunuh secara melawan hukum disebabkan kealpaan supirnya yang mabuk dan kejaran paparazzi.





1. Konspirasi WTC, 11 September 2001












Dengan kekuatan web dan juga siaran langsung di televisi, peristiwa yang terjadi pada 11 September 2001, saat teroris menyerang World Trade Centre di New York dan Pentagon di Washington, sanggup melebihi kehebohan insiden Rosswell dan penembakan John F Kennedy.





Meskipun AS mengklaim serangan tersebut direncanakan Al-Qaeda, investigasi resmi dan tidak resmi terhadap rubuhnya menara kembar tersebut menyimpulkan bahwa kegagalan struktural terjadi dalam peristiwa tersebut. Konspirasi disebut-sebut terjadi dalam peristiwa ini.





Sekelompok besar orang yang disebut 9/11 Truth Movement, menemukan bukti bahwa pesawat tidak menghantam Pentagon dan WTC. Kejadian tersebut karena pembakaran bahan bakar dalam pesawat itu sendiri. Sebab, terdengar ledakan dalam pesawat bahkan sebelum ia menabrak menara kembar.





Beberapa pihak meyakini pemerintah AS telah mengetahuinya, namun tak menghentikan serangan tersebut. Mereka yakin pemerintahan George W. Bush menutup mata dengan sengaja membiarkan serangan-serangan itu terjadi, karena ingin mengibarkan peperangan dengan negara Timur Tengah, khususnya Irak dan Afghanistan. | Atjehcyber










Rabu, 11 Maret 2015

Eksekusi Ditunda, Jokowi Takut Aib Borok yang Disadap Australia Dibongkar?





Mantan kontraktor Badan Keamanan Nasional Amerika (NSA), Edward Joseph Snowden kembali membocorkan data mengejutkan. Kali ini ia mengungkap kerja sama antara intelijen Australia dan Selandia Baru menyadap para pejabat tinggi Indonesia melalui jaringan operator seluler terbesar di Indonesia, Telkomsel.



Bila benar mata-mata Australia berhasil menyadap percakapan Jokowi selama pemilihan presiden, dan dalam percakapan itu ada persoalan terkait dengan isu kecurangan Pilpres, maka ini akan menjadi momok yang mengerikan bagi Presiden Jokowi.



“Apalagi saat ini hubungan Indonesia-Australia sedang memanas terkait kasus hukuman mati bagi Duo Bali Nine,” kata pengamat politik Universitas Indonesia (UI), Budiyatna, saat dihubungi wartawan beberapa waktu lalu (Sabtu, 7/3).



Bahkan menurut Budi, dalam kasus penyadapan ini dicurigai ingin menjatuhkan Presiden Jokowi dari jabatannya sebagai pimpinan negara. Atau bisa saja, selain terkait dengan isu kecurangan Pilpres, ini juga terkait dengan persoalan KPK-Polri



“Jika Australia sampai membongkar borok Presiden Jokowi dari masa Pilpres sampai sekarang ini, maka akan menyudahi puncak kesuksesaan Presiden Jokowi di Indonesia dan di mata masyarakat Indonesia,” ungkapnya.



Sementara, Anggota Komisi III DPR Aboebakar Alhabsy mendesak Presiden Joko Widodo melalui Kejaksaan Agung segera melakukan eksekusi terhadap para terpidana mati kasus yang sudah berada di Nusakambangan. Dia menegaskan, penundaan yang tidak jelas dan terlalu lama akan membawa dampak yang tidak baik.



"Pertama, negara akan terlihat tidak lagi berwibawa, karena terkesan terpengaruh dengan tekanan luar negeri khususnya Australia," kata Aboebakar, Rabu (11/3).



Kedua, ia menambahkan, dampak hukuman mati untuk memberikan efek jera akan berkurang. Ketiga, tegas politikus PKS yang karib disapa Aboe itu, masyarakat akan semakin meyakini bahwa Presiden sedang tersandera dengan sadapan Australia. Ia mengatakan, publik akan semakin yakin bahwa kecurangan pilpres itu benar-benar nyata dan Jokowi takut bila Australia membuka aib tersebut.



"Di sinilah kita akan lihat pilihan yang diambil oleh Jokowi, sehingga kita bisa menyimpulkan apa yang sebenarnya terjadi," katanya.



Informasi mengenai penyadapan tersebut bermula dari berita di Selandia Baru, Kamis (5/3/2015) lalu. Dalam berita itu disebutkan WikiLeaks bakal mempublikasikan percakapan Jokowi dengan berbagai pihak saat Pemilihan Presiden 2014.



WikiLeak mendapatkan sadapan itu dari bocoran dokumen rahasia mantan kontraktor NSA (National Security Agency/Badan Keamanan Nasional AS), Edward Joseph Snowden. Penyadapan dilakukan Australia dan Selandia Baru terhadap perusahaan jaringan telepon selular terbesar di Indonesia, Telkomsel.



Menurut dokumen rahasia Snowden, badan spionase elektronik Australia, yakni Australian Signals Directorate (ASD) telah bekerja sama dengan Biro Keamanan dan Komunikasi Selandia Baru (GCSB) untuk menyadap jaringan telekomunikasi di seluruh Indonesia dan Pasifik Selatan.



Di antara data yang dimiliki itu kabarnya adalah hasil sadapan percakapan Jokowi dengan sejumlah pejabat lain.

Jumat, 06 Maret 2015

Heboh ‘Foto Selfie’ Kapolres-Bali Nine bikin Murka Australia





Pemerintah Australia memanggil Duta Besar RI Nadjib Kesoema terkait foto Kapolres Denpasar Djoko Hari Utomo dengan terpidana mati Andrew Chan. Negeri kanguru memprotes foto tersebut yang dianggap tak pantas.



"Sangat disayangkan foto tersebut. Kami telah memanggil duta besar (RI) untuk memberitahukan bahwa kami menganggap foto itu tidak pantas," ujar Perdana Menteri Australia Tony Abbott, seperti dimuat News.com.au, Jumat (6/3/2015).



Pemerintah Australia memanggil Dubes Nadjib Kesoema untuk datang ke Kementerian Luar Negeri di Canberra. Namun Dubes RI tak bisa datang karena jarak dari Perth, tempatnya bertugas, ke Canberra dianggap cukup jauh.



Untuk itu, negeri kanguru kemudian akan melayangkan protes foto tersebut ke Dubes Nadjib melalui saluran telepon.



Pihak Australia menganggap foto tersebut adalah sebuah bentuk 'selfie' menunjukkan ekspresi senyum Kapolres Djoko Hari Utomo sambil menepuk pundak Andrew Chan di pesawat Wings Air, dalam perjalanan dari Lapas Kerobokan, Bali menuju Lapas Nusakambangan, Cilacap.



Ekspresi Djoko dalam foto yang diambil jurnalis Kompas TV itu dianggap tidak memahami apa yang dirasakan sang terpidana mati dan warga negeri kanguru.







"Parliament calls for mercy for Chan and Sukumaran; Denpasar police chief, meanwhile, takes a selfie with the pair (Parlemen sedang berusaha meminta pengampunan untuk Chan dan Sukumaran, sementara itu Kapolres Denpasar berfoto selfie dengan mereka)," kicau warga Australia, @srpeatling.



"Photos of Indonesian police posing for photos with #Bali9 are almost unbelievable. Almost (foto polisi Indonesia dengan terpidana Bali Nine hampir tak bisa dipercaya)," tulis warga negeri kanguru lainnya, @BenRegattieri.



Namun demikian, Djoko Hari Utomo membantah keras hal tersebut. Dia menegaskan foto itu bukanlah foto selfie bahagia. "Ini bukan selfie," ujar Djoko.



Djoko menjelaskan apa yang ia lakukan dalam foto tersebut ialah menepuk punggung sebagai bentuk dorongan agar Andrew Chan tetap kuat menjelang eksekusi mati.



"Jadilah orang yang kuat dan menatap ke depan," Djoko mengaku mengatakan kalimat itu kepada Andrew Chan.



Liputan6