Tampilkan postingan dengan label Islampedia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islampedia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Mei 2015

Alhamdulillah! Rohingya Tak Dipulangkan, Aceh Siapkan Lahan




Bupati Aceh Utara, Muhammad Thayib




Pengungsi Rohingya adalah rahmat bagi masyarakat Aceh, jadi muliakan tamu Allah ini dengan perlakuan yang baik



Kesungguhan menolong pencari suaka Rohingya yang terlunta, tak bisa sekadar memberi mereka layanan medis, pangan, atau pakaian belaka. Ada hak-hak dasar: hidup, bermasyarakat dan beraktivitas bebas selayaknya manusia.



Sadar kebutuhan ini, masyarakat sipil dan birokrasi pemerintahan di Aceh Utara menunjukkan wujud nyata demi kemanusiaan, pada pertemuan, Selasa, 26 Mei di Lhokseumawe.



Kesimpulan ini lahir dari hasil pertemuan Lembaga Kemanusiaan ACT Foundation, Komite Nasional untuk Solidaritas Rohingya (KNSR) dan Pemerintah Kabupaten Utara.



“ACT Foundation hadir di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kuala Cangkoy, pada hari pertama ketika para pencari suaka dari Myanmar dan Bangladesh itu direlokasi dari penampungan di Gelanggang Olahraga Lhoksukon. Kami tahu, Bupati Aceh Utara menegaskan, pencari suaka ini adalah rahmat, dan pemerintah Aceh Utara welcome dengan mereka,” kata M. Insan Nurrohman, Vice President ACT.



“Kemanusiaan, mengalahkan alasan apapun. Kami salut, rakyat Aceh Utara dan Bupatinya kompak, meskipun saat itu beredar pernyataan beberapa pejabat Pusat yang belum sepenuhnya menunjukkan sikap yang bulat,” tambahnya.



Insan mengungkapkan itu selepas pertemuan. Menurutnya, sikap pemerintah dan rakyat Aceh Utara, wujud nyata masyarakat humanis. Sekat-sekat kebangsaan bisa gugur demi kemanusiaan.



“Fakta menyolok mata, ada orang-orang sekarat ratusan orang, meminta pertolongan kita dan Aceh Utara memberikan pertolongannya spontan. Ini layak mendapat apresiasi. Sangat humanis,” ungkap Insan.



ACT yang telah menerjunkan tim tanggap darurat di Kota Langsa (Aceh Utara) maupun Birem Bayeun (Aceh Timur), merespon cepat pernyataan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yang menyatakan kesiapan Indonesia menampung bahkan hingga sepuluh ribu pencari suaka.



“Kami merepresentasikan elemen masyarakat sipil Indonesia, menemui Pemerintah Aceh Utara, untuk bahu-membahu memberi pengayoman lebih layak bagi Muslim Rohingya. Setelah berbulan-bulan di laut, stress, lalu di tenda atau gedung-gedung alakadarnya, sudah sepantasnya kita siapkan hunian lebih layak,” tegas Insan.



Maka, ACT, bersama KNSR – sebuah wadah yang diinisiasi ACT menghimpun berbagai elemen sosial yang satu visi menolong Muslim Rohingya – menemui Pemerintah Aceh Utara. “Kami perlu akses lahan dan dukungan otoritas formal di Aceh Utara,” tutur Insan.



Apa respons Bupati Aceh Utara? 



Bupati Aceh Utara, Muhammad Thayib mengatakan, ”Pengungsi Rohingya adalah rahmat bagi masyarakat Aceh, jadi muliakan tamu Allah ini dengan perlakuan yang baik. Sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh, kami mendorong dan menyiapkan lahan untuk tempat tinggal lebih permanen bagi pengungsi Rohingya.”



Pernyataan ini, menunjukkan konsistensi. Muhammad Thayib tidak mengubah dukungan. Malah mempertegas dengan langkah konkret. Sebagai wujud dukungan awal, Pemerintah Aceh Utara menyediakan satu area kluster di Kecamatan Nibung seluas 2500 meter persegi.



“Saat ini kepemilikan masih di Exxon Mobile. Di depan bapak-bapak semua, sudah kami tanda tangani surat tersebut dengan harapan pihak Exxon bisa memberikan lahan yang sudah lama kosong untuk calon tempat tinggal mereka,” kata Muhammad Thayib.



Pertemuan yang berlangsung hangat ini juga dihadiri Penasihat Bupati, Tgk Sulaiman Daud dari Partai Aceh, Ketua Komite Nasional untuk Solidaritas Rohingya Wilayah Aceh Utara: Diki Saputra, Kepala Bagian Pemerintahan Aceh Utara: Murtala, Asisten I Bupati Aceh Utara: Anwar, Kepala Bagian Pembangunan Aceh Utara: Syaifullah serta Kepala Bagian Humas Aceh Utara: Amir.



Ketua KNSR Wilayah Aceh Utara, Diki Saputra menegaskan,”Sebagai sebuah komite, KNSR menyambut positif sikap konkret Bupati Aceh Utara dan menjadikan ini modal perjuangan kemanusiaan untuk Rohingya. Sesuai mandat pembentukannya, KNSR berjuang di ranah advokasi dan diplomasi,” ungkapnya.



“Dengan adanya lahan untuk mendirikan shelter terpadu di atasnya, dunia memiliki sebuah pilot project kemanusiaan di mana pembelaan untuk Rohingya lainnya akan memperoleh energi positifnya. Kami optimistis, semua pencari suaka Rohingya yang masuk ke wilayah Republik Indonesia, akan memperoleh perlakuan manusiawi dan sama-sama kita muliakan sebagai manusia. Dengan begitu, bangsa ini memang layak menyandang bangsa humanis,” ungkapnya.


Minggu, 17 Mei 2015

Utopia Indonesia Terkait Bencana Kemanusiaan Rohingya





Oleh : Raidah Athirah, Penulis + Muslimah, tinggal di Polandia



TERIMA kasih bangsa Indonesia, terima kasih Saudara di Tanah Serambi Mekah, Aceh.



Dengan mengucap nama Allah Yang Maha Rahman dan Rahim,



Izinkan saya mengurai rasa terima kasih dan kebanggaan sebagai seorang Indonesia yang tengah berada di tanah rantau karena kemurahan hati saudara di tanah air yang berani mengulurkan bantuan terhadap muslim Rohingya.



Izinkan saya seorang ibu rumah tangga ini menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Aceh khususnya nelayan Langsa. Kebaikan kalian menolong saudara Rohingya akan dicatat dalam sejarah. Semoga tanah Serambi Mekkah melahirkan emas-emas peradaban yang berkilau di semua sisi. Semoga Allah menurunkan rahmatNya untuk Tanah Rencong atas kebaikan menolong sesama.



Saya hanya seorang ibu rumah tangga yang dalam rupa 17 tahun silam berada dalam garis yang sama sebagai pengungsi akibat konflik SARA di kota Ambon, Maluku. Menatap gambar-gambar saudara muslim Rohingya membangkitkan luka yang teramat sangat.

Menonton video muslim Rohingya yang teraniaya seperti sebuah tamparan keras atas rasa persaudaraan yang tercabik-cabik membutuhkan pembuktian. Sudah masanya kita bergerak sebagaimana keberanian nelayan Langsa yang menolong dengan hati saudara seiman.



Tak ada duka yang paling menyayat daripada meninggalkan tanah lahir karena tekanan dan perang. Saya merasakannya. Menjalani hari demi hari dengan mengharap bantuan sesama. Tidur dalam rumah-rumah penampungan yang tak berpintu. Lapar yang meninggalkan bunyi meraung. Kesedihan menatap kakak lelaki kurus yang merelakan makanannya untuk kami gadis-gadis pengungsi berbagi rasa.



Atas karunia Allah saya menjejak di dua tanah Eropa, Polandia dan Norwegia namun memori saya atas latar belakang sebagai pengungsi selalu saya dekap dalam nadi. Agar hari ini dan yang akan datang, saya akan terus menggambarkan sisi hidup pengungsi yang telah menyatu dengan darah dan air mata sebagaimana kini derita saudara kita muslim Rohingya.



Keberanian nelayan Langsa dan tindakan serta ucapan Bapak Zaini Abdullah, “Sesama Muslim adalah bersaudara. Nestapa dan kepiluan mereka juga bagian dari kehidupan kita”, bukti bahwa nurani bangsa kita masih hidup dan akan terus menjadi inspirasi kemanusian. Maaf bila saya lancang bertanya. Mana uluran kemanusian dari luas provinsi Indonesia yang lain? Membantu muslim Rohingya adalah membuktikan ukhuwah kita. Rasulullah SAW bersabda; “Siapa yang melepaskan kesusahan seorang mukmin di dunia niscaya Allah akan melepaskan kesusahannya di akhirat. Siapa yang memudahkan orang yang kesusahan, niscaya Allah akan memudahkan (urusannya) di dunia dan di akhirat. Siapa yang menutupi (aib) seorang muslim, niscaya Allah akan menutupi (aibnya) di dunia dan di akhirat. Dan Allah selalu menolong hamba-Nya jika hamba tersebut menolong saudaranya,” (HR. Muslim).



Kebanggan ini hadir saat keluarga Polandia mengatakan salut atas tindakan orang Indonesia yang berdiri tegak merangkul muslim



Rohingya saat yang lain dengan sombong mengusir mereka atas nama batas teritorial. Meskipun demikian saya hendak mengkritisi rasa kemanusiaan kita.



Atas nama apa anak-anak mereka dibakar, perempuan mereka dibunuh dan mereka menderita terombang-ambing di tengah laut dengan sampan yang penuh muatan dan sebagian kita menutup mata?



Atas nama apa mereka hidup melarat sebagai pengungsi dan sebagian kita menutup mata?



Nurani mana yang tak menangis dan histeris menyaksikan kekejaman, penindasan karena agama dan ras dan sebagian kita menutup mata?



Mengapa orang-orang yang bersuara lantang membela HAM melupakan mereka? Mengapa dunia tak berani mengecam, mengirim ultimatum kepada Myanmar yang dengan berani memperkosa kemanusiaan?



Pilu yang menyayat menyaksikan mereka terlunta-lunta dan menderita setelah penolakan beberapa negara ASEAN. Apakah mereka menginginkan hidup seperti ini? Meminum air seni di tengah saudara lain berpesta pora dengan minuman bersoda. Tidak!



Penindasan manusia terhadap manusia sedang terjadi namun dunia seakan menutup mata.







Kali ini, izinkan saya mempertanyakan buah dari perhelatan Konferensi Asia Afrika yang mendorong terwujudnya catatan Dasasila Bandung yang telah diukir dalam tinta-tinta sejarah;



1. Menghormati hak dasar manusia seperti tercantum dalam Piagam PBB.

2. Menghormati kedaulatan dan integritas semua bangsa.

3. Menghormati dan menghargai perbedaan ras serta mengakui persamaan semua ras dan bangsa di dunia.

4. Tidak campur tangan dan intervensi persoalan dalam negeri negara lain.

5. Menghormati hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri baik sendiri maupun kolektif sesuai Piagam PBB.

6. Tidak menggunakan peraturan dari pertahanan kolektif dalam bertindak untuk kepentingan suatu negara.

7. Tidak mengancam dan melakukan tindak kekuatan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik suatu negara.

8. Mengatasi dan menyelesaikan segala bentuk perselisihan internasional melalui jalan damai dengan persetujuan PBB.

9. Memajukan kepentingan bersama dan kerjasama.

10. Menghormati hukum dan juga kewajiban internasional.



Membaca butir pertama seharusnya bisa menyadarkan kita bahwa saat ini telah terjadi pembantaian, penindasan terhadap muslim Rohingya di Myanmar dan penolakan dari berbagai negara tetangga terhadap mereka yang berjuang menyelamatkan diri. Apakah ini bukti bahwa semangat Dasasila Bandung hanya sebatas seremonial? Mengapa Myanmar dibiarkan melakukan kekejaman terhadap muslim Rohingya? Mana fungsi dari ikatan ASEAN? Apakah ini bukti bahwa butir- butir Dasasila Bandung hanya selebaran kosong yang bernilai sejarah namun miskin tindakan?



Sebagai bangsa besar yang melahirkan spirit bagi bangsa Asia-Afrika sebagai bentuk perlawanan terhadap penindasan HAM, kolonialisme, imperialisme, dan kekerasan maka penderitaan orang Rohingya adalah juga penderitaan kita.



Sudah sepantasnya pemerintah melihat penderitaan muslim Rohingya sebagai sebuah penderitaan kemanusiaan yang harus segera dirangkul dengan pertolongan.



Bila Norwegia mampu mengucapkan selamat datang kepada pengungsi Suriah, maka kita sudah selayaknya memeluk saudara muslim Rohingya dan menyambut mereka layaknya tamu sebagai saudara seiman.



Untuk Mahasiswa Utopia Zaman,



Masa yang penuh dengan semangat berkarya adalah masa mahasiswa. Zaman berubah namun spirit perjuangan itu tak boleh memudar. Mohon maaf jika saya lancang mengkritisi Anda dengan kata-kata kasar dan miskin kelembutan.



Mana suara lantang Anda memperjuangkan kemanusiana? Mana keberanian Anda memainkan sejarah? Mana sisi empati Anda yang bergelora menyeru kebenaran?



Yang saya muliakan mahasiswa ‘the leader of change’,



Pantaskah Anda berdiam dan hanya berkutat dengan workshop motivasi sukses dan jodoh disaat saudara muslim Rohingya perlahan-lahan mati dalam sengsara dan terbuang?



Anda, the leader of change!



Bantu dan suarakan kepada pemerintah dan dunia international tentang kekejaman manusia atas manusia di abad modern yang terlihat tragis dalam ceceran darah muslim Rohingya.



Gerakkan perubahan!



Bantu perjuangkan nasib anak-anak muslim Rohingya dengan segala upaya agar sejarah zaman tak malu menceritakan tentang Anda, anak -anak bangsa yang selalu mengukir peradaban.



Janganlah Anda terlelap dalam utopia zaman dan masa bodoh terhadap kemanusiaan!



Mari sama-sama bantu suarakan perih muslim Rohingya ini kepada masyarakat Indonesia, kepada masyarakat dunia bahwa Anda adalah pemimpin perubahan. Semoga Allah merahmati dan menjauhkan musibah dari bangsa kita atas gerak dan suara Anda membela muslim Rohingya. []




Jablonna, Polandia



Tulisan saya adalah tulisan seorang bekas anak pengungsi yang merasakan perih yang sama atas penderitaan muslim Rohingya.

Kamis, 14 Mei 2015

Nabi Isa akan Turun ke Dunia di Akhir Zaman





Turunnya Nabi Isa alaihissalam ke dunia pada akhir zaman nanti merupakan perkara yang pasti akan terjadi dan merupakan salah satu tanda-tanda besar dekatnya hari kiamat.



Tidak ada satu orang pun dari ulama kaum muslimin yang mengingkari kejadian ini. Bahkan mereka menganggap perkara tersebut termasuk perkara yang wajib diyakini oleh setiap muslim.



Hal itu dikarenakan Allah Subhanahu wa Taala telah mengisyaratkannya dalam Alquran. Begitu pula dengan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang telah mengabarkan akan terjadinya kejadian itu.



Allah Taala berfirman,




"Tidak ada seorang pun dari ahli kitab kecuali akan beriman kepadanya (Isa alaihissalam) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka." (An-Nisaa: 159)



Imam As-Saffarini menjelaskan bahwa mereka benar-benar akan beriman kepada Nabi Isa alaihissalam sebelum wafatnya. Dan hal itu terjadi ketika beliau turun dari langit pada akhir zaman nanti, sehingga hanya akan ada satu agama, yaitu agama Ibrahim yang lurus.10



Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda yang artinya, "Demi Allah, sungguh hampir tiba saatnya putra Maryam itu turun di tengah-tengah kalian sebagai seorang hakim yang adil."11



Bagaimana beliau turun? Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan bahwa Nabi Isa alaihissalam akan turun di dekat menara putih yang berada di bagian timur Damaskus dengan mengenakan pakaian yang dicelupkan wars12 dan zafaran.13 Saat turun, beliau meletakkan kedua telapak tangannya di sayap dua malaikat.



Ketika beliau menundukkan kepala, maka akan menetes. Dan ketika beliau mengangkatnya, maka akan bercucuran air yang sangat bening seperti mutiara. Tidak ada seorang kafir pun yang mencium aroma nafas beliau kecuali ia akan mati. Sedangkan nafas beliau itu menjangkau jarak yang sangat panjang, sejauh matanya memandang.14



Rasulullah shallallahu alaihi wasallam juga menjelaskan bahwa ketika turun, Nabi Isa alaihissalam akan disambut oleh Imam Mahdi beserta kaum muslimin, dan kemudian sholat bersama mereka."Akan senantiasa ada segolongan dari umatku ini yang selalu berperang menampakkan kebenaran sampai hari kiamat tiba. Maka turunlah Isa alaihissalam, dan pemimpin mereka (Imam Mahdi) akan berkata (kepadanya), Kemarilah anda dan sholatlah bersama kami (maksudnya jadilah imam dalam sholat kami-red). Kemudian ia menjawab, Tidak, sungguh sebagian kalian adalah pemimpin bagi sebagian yang lain sebagai bentuk penghormatan Allah terhadap umat ini."15



Apakah yang beliau bawa ketika turun? Allah Subhanahu wa Taala tidaklah menetapkan suatu hal melainkan ia mempunyai misi tersendiri untuk itu. Dan Dia juga telah menetapkan misi khusus diturunkannya Nabi Isa alaihissalam di akhir zaman nanti. Di antaranya adalah apa yang disebutkan oleh Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam dalam sabdanya,



"Demi Allah, sungguh hampir tiba saatnya putra Maryam itu turun di tengah-tengah kalian sebagai seorang hakim yang adil. Maka ia akan memecahkan salib, membunuh babi, menghapus jizyah/upeti. Dan (saat itu) harta benda berhamburan sampai-sampai tidak ada seorang pun yang bersedia menerimanya (harta pemberian)." (HR. Bukhari no. 2222, Muslim no. 155)



Misi lain dari turunnya Isa alaihissalam adalah untuk membunuh Dajjal. Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam bersabda,



"Dajjal akan keluar di tengah-tengah umatku dan akan menetap selama 40 salah seorang perawi berkata, aku tidak tahu apakah itu 40 hari, 40 bulan, atau 40 tahun. Maka Allah utus Isa putra Maryam. Kemudian beliau mencarinya dan akan berhasil membinasakannya."16



Satu hal yang perlu diperhatikan adalah beliau turun bukan sebagai Nabi yang membawa syariat baru setelah syariat Nabi Muhammad shallallaahu alaihi wasallam. Akan tetapi, sebagai imam kaum muslimin atau hakim yang adil sebagaimana yang disebutkan dalam hadis di atas.



Syaikh Shalih Al Fauzan menjelaskan bahwa Nabi Isa alaihissalam beribadah dengan syariat Nabi kita Muhammad shallallaahu alaihi wasallam, baik dalam perkara-perkara pokok maupun cabang. Bukan dengan syariat beliau yang dahulu. Sebab, syariat tersebut telah dihapus.



Dengan demikian, beliau turun ke bumi sebagai khalifah bagi Nabi kita shallallaahu alaihi wasallam, sekaligus sebagai hakim bagi umatnya.17



Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata, "Dan Isa itu masih hidup di langit dan sama sekali belum mati. Dan ketika turun nanti, ia tidak akan menerapkan hukum kecuali dengan hukum kitab dan sunah, bukan dengan yang menyelisihi itu."18



Inilah sedikit tentang hal-hal yang wajib kita yakini seputar Nabi Isa alaihissalam. Semoga Allah menjadikan tulisan ini bermanfaat bagi setiap orang yang ingin mengambil manfaat darinya.



Catatan Kaki

1 HR. Bukhori dalam al-adabul mufrod no. 33, dan juga Ibnu Abi Hatim dalam tafsirnya no. 3572.

2 Lihat tafsir ibnu katsir surah Ali-Imran ayat 46.

3 Lihat fathul majid 42-43.

4 Tafsir ibnu katsir 1/190.

5 Lihat tafsir ibnu katsir 1/293-294.

6 Tafsir ath-thobari 9/371, maktabah syamilah.

7 Lihat tafsir ibnu katsir pada ayat ini.

8 Lihat tafsir ath-thobari pada ayat 55 surah Ali Imran.

9 Bukhori (349), Muslim (259)

10 Al-irsyad ilaa shohihil-itiqood 1/215.

11 HR. Bukhori no. 2222, Muslim no. 155

12 Wars adalah salah satu jenis tumbuhan yang tumbuh di daerah Arab, Habasyah, dan juga India. Buahnya dilapisi oleh kelenjar merah seperti ada bulu-bulu halus diatasnya. Ini biasa digunakan untuk mewarnai pakaian (lihat almujamul-waasith).

13 Zafaran adalah salah satu jenis wewangian.

14 Lihat hadits riwayat Muslim (2937).

15 HR. Muslim no. 156

16 HR. Muslim no. 2940

17 Lihat kitab al-irsyad ilaa shohihil-itiqood 1/196, maktabah syamilah.

18Al-irsyad ilaa shohihil-itiqood 1/215, maktabah syamilah.



Referensi

Jamiul bayan fi tafsiril quran, karya Imam Ibnu Jarir Ath-Thobari, maktabah syamilah.

Tafsir ibnu abi hatim, maktabah syamilah.

Tafsirul quranil adzhim, karya Imam Ibnu Katsir, cetakan Daar Ibnul Jauzi, Kairo.

Al-musnadus shohih, karya Imam Bukhori, cetakan al-maktabah al-islamiyyah, Kairo.

Ash-shohih, karya Imam Muslim, cetakan al-maktabah al-islamiyyah, Kairo.

Fathul majid, karya syaikh Abdurrahman bin Hasan, cetakan daarul aqidah, Kairo.

Al-irsyad ila shahihil itiqod, karya syaikh Sholih Al Fauzan, maktabah syamilah.

Al-mujamul wasiith, karya Syaikh Ibrahim Musthofa dkk, maktabah syamilah

Alasan Surat At-Taubah Tanpa Bismillah






Seorang muslim pernah bertanya kepada Syaikh DR Yusuf Qardhawi mengapa di awal surat At Taubah tidak dicantumkan bismillah? Sedangkan 113 surat lainnya selalu didahului dengan bismillah.





Pertanyaan tersebut dijawab Syaikh DR Yusuf Qardhawi sebagai berikut:





Ada sejumlah pendapat di kalangan ulama tentang tidak dicantumkannya basmalah dalam Surat At Taubah. Adapun pendapat yang paling kuat adalah pendapat Ali bin Abu Thalib radhiyallahu anhu. Beliau menjelaskan, "Bismillahirrahmanirrahiim adalah suatu kedamaian, sedangkan surat At Taubah diturunkan tanpa kedamaian."





Maksudnya, surat At Taubah diturunkan dengan menyatakan pemutusan ikatan dan perjanjian antara kaum muslimin dan kaum musyrikin kecuali beberapa perjanjian yang menyebutkan batas waktu tertentu. Itupun dengan syarat tidak dikhianati dan tidak dirusak oleh kaum musyrikin.





Ketika itu kaum musyrikin berulah merusak perjanjian damai dengan bekerja sama dengan kaum Yahudi, sehingga tidak ada lagi ikatan perjanjian dan jaminan dari kaum muslimin bagi mereka. Tidak ada lagi peraturan yang harus diberlakukan kepada kaum musyrikin. Tidak ada lagi tanggung jawab moral bagi umat Islam untuk menjamin perdamaian dengan mereka. Islam membuat perhitungan dengan mereka karena mereka mengkhianati kaum muslimin.





"Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya (yang dihadapkan) kepada orang-orang musyrikin yang kamu (kaum muslimin) telah mengadakan perjanjian (dengan mereka)." (QS. At Taubah: 1)





Basmalah yang mendahului 113 surat dalam Al Quran senantiasa disertai dua sifat Allah; ar rahman dan ar rahim. Kalimat ini merupakan jaminan kedamaian dan ketenteraman bagi setiap orang.





Ar Rahman adalah sifat pengasih Allah yang memberikan nikmat di dunia kepada seluruh manusia tanpa memandang agama. Ar Rahim adalah sifat Allah yang memberikan kasih sayang di akhirat nanti khusus bagi kaum muslimin. 





Keduanya bernuansa kedamaian. Sedangkan surat At Taubah lebih banyak memerintahkan umat Islam agar memerangi kaum musyirikin yang telah melanggar perjanjian dan mengkhianati umat Islam.[ ]





Sumber :bersamadakwah

Kamis, 07 Mei 2015

Tragedi Meurah Pupok: Iskandar Muda Menghukum Pancung Putra Mahkota






"...Matee Aneuk Meupat Jeurat, Gadoh Adat Hana Pat Tamita..."




Inilah asal muasal filosofis yang beranjak dari peristiwa penghukuman oleh Sultan Iskandar Muda terhadap Putra Mahkota Kesayangannya, Meurah Pupok yang harus mengakhiri hidupnya di ujung pedang ayahanda-nya sendiri.





Kisah





Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam - Penguasa Sumatera dan Semenanjung Malaka sedang berdiam diri dalam istana. Sultan merenung di Balairung yang juga tidak jauh dari Balai Cermin yang Agung. Sumatera dan Malaka sudah dalam genggamannya. Namun, ia pun melihat Portugis, Inggris dan beberapa Negara Eropa lain sedang mengincar penguasaan Selat Malaka.





Beliau telah memerintah Aceh dan daerah taklukannya hampir 30 tahun. Ia seorang pribadi yang kuat dalam arti yang sebenarnya secara fisik dan mental. Seorang bangsawan yang cerdas serta tegas. Negarawan yang adil sekaligus politisi dan diplomat yang ulung. Ia adalah Sultan terbesar Aceh yang mampu membawa Aceh Darussalam mencapai kejayaan dan menjadi kerajaan yang disegani.





Dalam kurun hampir 30 tahun masa pemerintahannya, Sultan Iskandar Muda telah berhasil menyempurnakan Qanunul Asyi Ahlussunah Wal Jamaah yang terdiri dari 500 ayat Al-Quranul Karim, 500 Hadist Rasulullah, Ijma' Sahabat rasulullah, Qiyas Ulama Ahlussunnah Wal Jamaah. Kemudian dilengkapi pula dengan Qanun Putroe Phang suatu aturan yang mampu memberikan perlindungan kepada Kaum Wanita.





Ditengah perenungannya didalam Istana, Sultan mulai memikirkan kederisasi kepemimpinannya. Ia membutuhkan seorang penerus kerajaan yang kuat yang mampu merpertahankan kekuasaannya dan menjaga Kerajaaan Aceh dan daerah taklukannya agar tidak tunduk pada kekuasaan asing, terutama Portugis dan Inggris yang saat itu terus melakukan provokasi di Selat Malaka.





Terlintaslah pandangannya pada wajah Sang Putra Mahkota - Meurah Pupok - yang digelari Sultan Muda atau Poteu Cut. Anak kesayangannya ini berwajah gagah mewarisi ketampanan wajah sang ayah. Putra Mahkota atau Poteu Cut ini memang masih belia, minim pengalaman. Saat ini sedang menanjak dewasa. Sultan merencanakan untuk memberikan beberapa tanggung jawab kepada Putra Mahkota agar ia belajar dan berpengalaman. Termasuk diantaranya tugas tempur untuk memimpin Armada Laut terbesar Kerajaan yaitu Armada Cakra Donya. Diharapkan dengan berbagai pengalaman penugasan termasuk dengan menjadi Panglima Perang pada saatnya nanti ia mampu menggantikan dirinya untuk menjadi Sultan.





Menurut sebuah riwayat Sultan Iskandar Muda memiliki dua anak, yang pertama adalah Meurah Pupok yang berasal dari istrinya seorang Putri Gayo. Yang kedua adalah wanita yang bernama Safiatuddin yang berasaal dari istrinya Putri Pedir/Pidie. Meurah Pupok dikenal sebagai seorang Pangeran yang terampil menunggang kuda. Meurah Pupok menjadi harapan Sultan Iskandar Muda untuk menggantikannya.





Ditengah lamunannya Sultan terpengarah karena tiba-tiba seorang Perwira Muda Kerajaan yang sangat dikenalnya dan merupakan kepercayaannya tiba-tiba menorobos masuk dan langsung berlutut menyembah dirinya. Dengan terbata-terbata Sang Perwira menangis tersedu-sedu sambil menyebutkan bahwa Putra Mahkota Poteu Cut Meurah Pupok telah melakukan tindakan asusila dengan menodai istrinya. 





Perwira tersebut langsung membunuh istrinya setelah mengetahui peristiwa tersebut. Namun, untuk Putra Mahkota ia serahkan sepenuhnya pada kebijaksanaan Sultan. Ia menuntut keadilan kepada Sultan. Selepas ia mengadukan hal tersebut kepada Sultan, Perwira tersebut langsung mencabut rencongnya dan menikam ke hulu hatinya sendiri tanpa sempat dicegah oleh Sultan dan pengawalnya. Robohlah perwira tersebut dan langsung tewas saat itu juga.





Syahdan, Perwira Muda ini adalah Pelatih Angkatan Perang Aceh. Ia mengetahui peristiwa tersebut setelah melakukan pelatihan terhadap para prajurit di kawasan Blang Peurade Aceh. Ia sangat kecewa dengan peristiwa yang melibatkan istrinya tersebut. Kekecewaan tersebut ia tumpahkan dengan membunuh istrinya sendiri kemudian ia sendiri bunuh diri dihadapan Sultan.





Tercenunglah Sultan dengan wajah bergetar menahan amarah. Ia baru saja menaruh harapan terhadap Putra Mahkota, namun peristiwa yang baru terjadi bagaikan geledek yang menyambar dirinya. Seorang Perwira kerajaan kepercayaan dirinya menyampaikan pengaduan yang membuat dunia ini seolah-olah runtuh. Putra Mahkota kesayangannya telah melakukan tindakan yang tidak patut.





Segera Sultan berteriak garang disaksikan orang-orang penting Kerajaan dan para pengawalnya. "Aku adalah Sultan Penguasa Aceh, Sumatera dan Malaka. Aku telah memerintah Aceh dan taklukannya dengan menegakan hukum yang seadil-adilnya. Aku pun akan menegakan hukum terhadap keluargaku sendiri. Aku pun akan menerapkan hukum kepada Putra Mahkota yang seberat-beratnya. Dengan tanganku sendiri akan kupenggal leher putraku karena telah melanggar hukum dan adat negeri ini..." 





Semua pembesar kerajaan tercenung. Sultan segera memerintahkan penangkapan Putra Mahkota Meurah Pupok yang bergelar Poteu Cut atau Sultan Muda. Pengadilan segera dilakukan dan Sultan Iskandar Muda telah memutuskan bahwa ia sendirilah yang akan memancung putra kesayangannya itu. Mendung menggelayut diatas Kerajaan Aceh, prahara telah menghantam negeri perkasa ini.





Beberapa pembesar kerajaan yang peduli terhadap kelangsungan kerajaan bersepakat untuk menghadap Sultan Iskandar Muda agar membatalkan hukuman pancung tersebut. Mereka mengajukan berbagai usul seperti pengampunan atau cukup dengan mengasingkan Putra Mahkota ke negeri lain. Termasuk mencari kambing hitam, mencari seorang pemuda lain untuk menjadi pesakitan menggantikan Putra Mahkota. Semua usul tersebut ditolak oleh Sultan dan dengan berang Sultan berkata akulah yang menegakan hukum di negeri ini dan kepada siapapun yang bersalah tidak terkecuali terhadap keluargaku sendiri harus dihukum.





Kerajaan ini kuat karena hukum yang ditegakan dan adanya keadilan. Sultan kemudian menyebut dalam bahasa Aceh - "...Gadoh aneuk meupat jrat, Gadoh hukom ngon adat pat tamita...?" - yang artinya "hilang anak masih ada kuburan yang bisa kita lihat, tetapi jika hukum dan adat yang hilang hendak kemana kita dicari?"





Semua pembesar kerajaan terdiam tak kuasa membantah titah Raja Perkasa yang adil ini. Mereka mulai membayangkan bagaimana masa depan negeri ini. Bahkan Menteri Kehakiman pun yang bergelar Sri Raja Panglima Wazir berusaha membujuk tetapi Sultan tetap tidak bergeming. Sultan berketetapan hati tetap melaksanakan putusannya. Sultan sendiri dengan tegas mengatakan apabila tidak ada seorang pun yang mau melakukan hukuman ini maka ia sendiri yang akan melakukannya. Pada hari yang ditentukan dilaksanakanlah hukuman pancung tersebut yang langsung dilakukan oleh Sultan Iskandar Muda terhadap Putra Mahkota kesayangannya.





Dibawah linangan air mata masyarakat yang mencintai Sultan dan Putra Mahkotanya disaksikan pembesar kerajaan yang berwajah sendu dan tertunduk tidak mampu menatap kejadian tersebut, Sultan Iskandar Muda dengan tegar melaksanakan hukuman pancung terhadap Putra Mahkota kesayangannya itu. Langit kerajaan Aceh menjadi mendung kelabu.





Rakyat kebanyakan maupun pembesar kerajaan banyak yang tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Putra Mahkota. Mereka semua menaruh harapan besar terhadap Putra Mahkota sebagai pewaris kerajaan dan turunan langsung Sultan Iskandar Muda. Tetapi hukum telah ditegakan dan Sultan langsung yang melaksanakan keputusan tersebut.












Atas keputusan Sultan Iskandar Muda pula jenajah Meurah Pupok tidak dibolehkan untuk dimakamkan dikompleks pemakaman kerajaan. Pemakaman kerajaan disebut dengan Kandang Mas yang berada dilingkungan Istana Darul Donya. Jenazah hanya dimakamkan disuatu kompleks di luar area Istana Darud Dunya yaitu didekat lapangan pacuan kuda Medan Khayali.



Sebuah Konspirasi




Waktu terus berjalan, Sultan mulai memikirkan siapa penggantinya. Kemudian berkembanglah sebuah informasi bahwa Putra Mahkota Meurah Pupok yang bergelar Sultan Muda Poteu Cut, memang sengaja disingkirkan oleh sebuah konspirasi. Oleh sekelompok orang tertentu yang tidak menginginkannya menjadi Raja atau Sultan, mencoba mencari berbagai cara untuk mencegahnya menjadi Sultan. 





Kelompok ini tidak berani berhadapan secara langsung dengan Sultan atau melakukan tindakan gegabah. Mereka berusaha menjebak Putra Mahkota dengan berbagai cara. Dicarilah akal bulus untuk menggoda Sultan Muda yang sedang menanjak dewasa ini. Sebagai pria muda ia dianggap akan mudah tergoda dengan wanita.





Akhirnya ditemukan seorang wanita jelita yang kebetulan pula istri seorang Perwira Kerajaan dan kepercayaan Sultan Iskandar Muda. Karena istri seorang perwira kepercayaan Sultan, wanita ini dengan mudah masuk kedalam lingkungan Istana. Sehingga ia dengan mudah bergaul di istana dan mendekati Pangeran Muda yang tampan yang juga adalah seorang Putera Mahkota. Akhirnya akibat godaan sedemikian rupa Sultan Muda terjebak kedalam skenario yang dibuat oleh konspirasi jahat yang bertujuan ingin menjebak dan menyingkirkannya. Akhirnya sebagaimana diketahui bersama konspirasi jahat itu berhasil menyingkirkan Putra Mahkota Sultan Muda yang bernama asli Meurah Pupok.





Informasi ini sampai ketelinga Sultan Iskandar Muda, namun semuanya telah terjadi. Ia mulai membayangkan Putra kesayangannya tersebut yang juga Putra Mahkota yang kelak diharapkan melanjutkan kepemimpinannya. Terbayang olehnya akan wajah seorang pemuda tampan namun minim pengalaman. Ditengah usianya yang menanjak dewasa sangat mungkin ia mudah tergoda. 





Sultan mulai menyesali kealpaannya dalam mengawasi Putra Mahkota kesayangannya itu. Ia dirundung kesedihan mendalam. Kesedihan yang terus menerus ini membuat Sultan jatuh sakit. Sakitnya berlangsung terus dan semakin parah. Dalam beberapa waktu kemudian Sultan Iskandar Muda yang perkasa ini akhirnya mangkat tepatnya pada tanggal 27 Desember 1636.





Pengganti Sultan adalah menantunya yaitu Sultan Iskandar Tsani. Setelah Sultan Iskandar Tsani mangkat ditunjuklah istrinya yang juga anak Sultan Iskandar Muda dan adik Meurah Pupok yaitu Ratu Tajul Alam Syafiatuddin menjadi Ratu Penguasa Kesultanan Aceh. Dalam masa kepemimpinan Ratu Tajul Alam Syafiatuddin ia mencoba memulihkan kembali nama baik abangnya Meurah Pupok, karena sesungguhnya abangnya tersebut tidak sepenuhnya salah. Abangnya dijebak oleh suatu konspirasi yang jahat. 





Ratu kemudian membangun makam untuk abangnya Meurah Pupok yaitu suatu bangunan yang indah yang menjadi kenang-kenangan bagi peristiwa masa lalu untuk dijadikan pelajaran agar para penguasa dan keluarganya harus lebih berhati-hati dalam bersikap dan bertindak. Bangunan makam ini disebut dengan Kandang Poteu Cut. Kandang ini terletak pada lokasi strategis yaitu disisi barat Kandang Perak dan Taman Sari pada tepi jalan masuk ke Medan Khayali. Namun, makam Meurah Pupok yang disebut Peucut ini sempat dihancurkan Belanda. Peucut berasal dari Pocut yang berarti Putra Kesayangan.





Hukum dan Adat harus ditegakkan meski anak harus dikorbankan. Sebab menegakkan Adat Identik dengan menegakkan Hukum Islam masa itu. "Hukom ngen adat lage zat ngen sifheut". 





Tuduhan berbuat zina dialamatkan kepada Meurah Pupok, namun tidak umum diketahui bagaimana proses peradilan berdasarkan hukum Islam terhadapnya. Tidak jelas siapa nama empat orang saksi yang dihadapkan ke muka pengadilan. Siapa saja yang bertindak sebagai hakim yang mengadili kasus ini. Sebab walaupun raja adalah penentu tertinggi, tapi sebagai sebuah kerajaan Islam, tentulah ketentuan-ketentuan syari’at dijunjung tinggi.





Demi menegakan hukum Sultan Iskandar Muda rela menghukum mati anaknya sendiri yang nota bene merupakan putra kesayangannya sekaligus penerus kekuasaannya. Meskipun kemudian diketahui kesalahan anaknya tersebut akibat suatu konspirasi yang memang sengaja menjebaknya. 





Tragedi Meurah Pupok ini memang telah dirancang sedemikian rupa oleh kelompok politisi istana yang berkhianat. Mereka dengan licik memanfaatkan Meurah Pupok yang tengah terjerat cinta. Konon ini merupakan permainan kelas tinggi. Sejarah telah memberikan pelajaran yang luar biasa buat kita, hukum memang harus ditegakan, namun kekuasaan itu pun syarat dengan intrik dan penuh tipu daya. Kisah Meurah Pupok memberikan hikmah yang sangat mendalam.

Rabu, 06 Mei 2015

Amerika Hargai Rp260 Miliar 4 Pentolan Daulah Islam






Negeri paman Sam Amerika Serikat (AS), melakukan segala cara untuk bisa menemukan para pentolan Negara Islam (ISIS).



Salah satu cara yang mereka lakukan adalah dengan menawarkan hadiah fantastis $20 juta dolar atau Rp260 miliar pada siapapun yang bisa memberikan informasi seputar empat anggota senior ISIS itu.



Melansir CBS pada Rabu (6/5/2015), AS mengumumkan akan membayar hingga $7 juta dolar untuk informasi mengenai, Abd al Rahman Mustafa al Qaduli. Dirinya adalah seorang anggota senior ISIS yang sebelumnya bergabung dengan afiliasi al Qaeda di Irak.



Lalu, ada hadiah sebesar $5 juta dolar untuk informasi mengenai dua anggota senior ISIS lainnya, Abu Mohammed al Adnani dan Tarkhan Tayumurazovich Batirashvilli. Adnani adalah juru bicara Negara Islam, sedangkan Batirashvili adalah pemimpin pejuang ISIS di Suriah,



Sementara itu, hadiah $3juta dolar ditawarkan kepada siapapun yang memiliki informasi mengenai Tariq Bin al Tahar Bin al Falih al 'Awni al Harzi, pemimpin kelompok pejuang di perbatasan Suriah dan Turki.



Pemerintah AS mengatakan, Harzi turut mengumpulkan dana ISIS dari pendonor dari negara-negara Teluk.



Ia juga mengurusi perekrutan dan perjalanan pejuang ISIS. Pada akhir 2013, dia menjadi pengawas penyaluran pelaku bom bunuh diri. Pemberian hadiah ini sendiri merupakan bagian dari program AS bernama Reward for Justice.

Minggu, 12 April 2015

Lantunan Al-Quran Berkumandang di Hagia Sophia, Setelah 85 Tahun





Orang Eropa menyebutnya Hagia Sophia. Turki memberi nama Ayasofia. Selama 900 tahun, Hagia Sophia adalah gereja. Setelah Sultan Mehmet Sang Penakluk merebut Konstantiopel, bangunan ini -- selama 500 tahun berikutnya -- menjadi Masjid Ayasofya.



Kini, Hagia Sophia atau Ayasofya adalah museum. Status baru bangunan itu diberikan setelah Turki bukan lagi negara Islam. Museum melambangkan sekularisme Turki modern.



Beberapa waktu lalu, Seorang ulama Muslim untuk pertama kalinya dalam 85 tahun terakhir membacakan Alquran di Museum Hagia Sophia.



Pembacaan ayat suci Alquran itu dilakukan oleh Imam Masjid Akseki Hamdi Ahmet Ankara, Ali Tel di situs peninggalan dinasti Kerajaan Utsmani dalam rangka acara pembukaan pameran kaligrafi, Jumat (10/4) lalu.



Kantor berita Anatolia melaporkan, pameran akan berlangsung hingga 8 Mei mendatang. Upacara ini dihadiri oleh para pejabat Turki atas termasuk kepala agama Diyanet badan urusan negara, Mehmet Gormez.



Hagia Shopia dibangun pada abad keenam sebagai gereja di Kekaisaran Bizantium Kristen. Ketika pasukan Ottoman di bawah Mehmet II menaklukkan kota pada tahun 1453, ia memerintahkan Hagia Sophia diubah menjadi masjid.



Namun, di pertengahan tahun 1930-an bangunan itu diubah peruntukannya menjadi museum. Ini atas dasar perintah Presiden Turki kala itu, Mustafa Kemal Ataturk.







Hagia Sophia dibangun tahun 537 oleh Kaisar Justinian, penguasa Roma Binzantium yang wilayah kekuasaannya membentang dari Spanyol sampai ke Timur Tengah. Hagia Sophia adalah kata dalam Bahasa Yunani yang berarti 'kebijakan ilahi'.



Selama 900 tahun Hagia Sofia menjadi bangunan tak tertandingi, dan berdiri di tengah kota berdinding tebal sulit ditembus siapa pun, sampai Sultan Mehmet menaklukannya tahun 1453. Sultah Mehmet mengubah Hagia Sophia menjadi masjid, tapi melestarikan semua ornamen kektistenan di dalamnya.



Tahun 1934 Mustafa Kemal Ataturk, pemimpin Turki modern sekuler, mengubah bangunan itu menjadi museum. Kini, Hagia Sophia atau Ayasofya adalah salah satu daya tarik wisata Turki. Dikunjungi tidak hanya oleh Muslim, tapi juga Kristen.







Dalam beberapa tahun terakhir, bersamaan dengan berkembangnya identitas Islam di bawah Erdogan, muncul minat baru di kalangan Muslim Turki untuk menunaikan shalat di Ayasofya. Sebelum Erdogan muncul, Turki lebih berorientasi ke Barat, dan mencemooh masa lalu Kekaisaran Ottoman.



Erdogan mempromosikan Perayaan Penaklukan Konstantinopel, kota yang kini bernama Istanbul. "Penaklukan Konstantinopel adalah penghapusan belenggu pintu di dalam hati," ujar Erdogan, saat menandai ulang tahun ke-561 kekalahan Bizantium. "Peradaban datang dengan penaklukan."





Sumber: http://www.atjehcyber.net/2014/06/Hagia.Sophia.html#ixzz3X6Q3G46A

Follow: @atjehcyber | fb.com/atjehcyberID

Senin, 06 April 2015

Tahun 2050, Satu dari 10 Orang Eropa Beragama Islam








Sebuah penelitian menyebutkan Islam merupakan keyakinan yang paling progresif pertumbuhannya. Bahkan, sebuah kesimpulan dari hasil penelitian yang dirilis Pew Research Center, Amerika Serikat itu memperkirakan pada tahun 2050 mendatang satu dari 10 orang Eropa bakal memeluk agama Islam.





Dilansir dari hasil penelitian yang dirilis pewforum.org pada Kamis lalu, laju pertumbuhan umat muslim di dunia sangat pesat. Bahkan, para peneliti dari lembaga think tank negeri Abang Sam itu mengemukakan kekristenan tidak akan lagi menjadi agama yang dominan di dunia pada tahun 2050. 





Itu disebabkan karena hampir semua kelompok agama besar akan bertambah jumlahnya.





“Pada 2050, apabila dihitung dari populasi global, jumlah umat muslim bakal setara pada kira-kira angka 32 persen,” bunyi kutipan hasil penelitian.





Sebelumnya, pada 2010, agama Kristen adalah agama terbesar di dunia. Agama ini dipeluk hampir sepertiga dari warga dunia yang diperkirakan berjumlah 6,9 miliar jiwa kala itu. Sedangkan Islam menduduki peringkat kedua dengan dipeluk oleh 1,6 miliar jiwa. atau setara 23 persen dari populasi global.





Masih menurut ringkasan penelitian yang diperoleh CNN Indonesia dari laman situsnya, terdapat beberapa faktor penyebab pesatnya laju pertumbuhan muslim dalam statistik penduduk dunia. Sebab pertama, umat Islam di dunia memiliki tingkat kesuburan tinggi. 





Rata-rata dari pasangan muslim memiliki 3,1 anak per perempuan. Sedangkan, jemaat Kristen memiliki rata-rata 2,7 anak per perempuan dan Yahudi rata-rata 2,3 anak per perempuan.





Penyebab kedua adalah adanya prediksi menurunnya angka populasi pemeluk agama kristen di berbagai negara. Amerika, Inggris, Australia, Perancis, Belanda merupakan negara-negara yang terprediksikan menurun. 





Penurunannya, menurut riset Pew Research Center, di Eropa rata-rata mencapai separuhnya, sedangkan di Amerika populasinya bakal menurun sekitar 60 persen dari populasinya sekarang ini.





Dengan demikian, kesimpulannya menyebutkan di benua Eropa, jumlah muslim mencapai 10 persen dari total populasinya pada 2050 dan Islam pun menjadi agama mayoritas di 51 negara.

Pintu Kabah Direnovasi, Raja Saudi siapkan Rp.46 Miliar






Pemerintah Arab Saudi akan merenovasi dan memasang ulang pintu Kabah di Masjidil Haram, Mekkah. Untuk biaya renovasi dan pemasangan pintu yang terbuat dari emas itu, pemerintah Riyadh akan merogoh kocek hingga setara puluhan miliar rupiah.





Diberitakan Saudi Gazette yang mengutip Makkah Daily berdasarkan laporan dari Pengurus Dua Masjid Suci, biaya renovasi pintu Kabah akan memakan biaya hingga 13,4 juta riyal Saudi, atau lebih dari Rp46 miliar.





Dalam laporan disebutkan, pintu Kabah pertama kali direnovasi pada pemerintahan Raja Abdulaziz pada tahun 1944. Renovasi kedua dilakukan pada masa pemerintahan Raja Khalid dan Raja Fahd.





Tahun 1977, Raja Khalid melihat adanya goresan di bagian bawah pintu saat dia shalat di Masjidil Haram. Dia langsung memerintahkan dibuat pintu yang baru dan Pintu Taubah, pintu kecil di sebelah utara Kabah, diperintahkan di pasang di dalam Kabah, dilapisi dengan emas. Raja Fahd yang mengawasi renovasi itu dan selesai pada kepemimpinannya.





Laporan itu juga menyebutkan bahwa pintu Kabah didesain pada masa pemerintahan Raja Abdulaziz.








Pintu Kabah terbuat dari alumunium setebal 2,5 cm dan tinggi 3,10 meter. Kemudian alumunium itu dilapisi lempeng perak yang dicelup dalam emas.





Yang paling menonjol dari pintu itu adalah pahatan Islam dan Arab di permukaannya.





Pintu itu memiliki tulisan 15 dari 99 Asmaul Husna atau sifat-sifat Allah menggunakan gaya kaligrafi Thuluth. Tulisan itu dibuat dari perak dan emas, dimulai dari tepian pintu hingga ke tengah.





Di bagian tengah, ada lingkaran-lingkaran berisi tulisan ayat-ayat Al-Quran. Bahkan kunci pintu itu terdapat pahatannya. Untuk membuat pintu tersebut, ahli kaligrafi dan desainer terbaik Arab Saudi dikerahkan agar membuatnya tampak indah.





Saat ini, Saudi tengah melakukan renovasi besar-besaran di Masjidil Haram yang memakan biaya hingga lebih dari Rp258 triliun.



Saudi Gazette | Makkah Daily

Sabtu, 04 April 2015

2050: Islam Diprediksi Jadi Agama Pengikut Terbesar di Dunia






Lembaga penelitian dunia yang berbasis di Washington DC, Amerika Serikat, Pew Research Center mengungkapkan, jumlah pemeluk Islam akan menjadi yang terbesar di muka bumi ini, melampaui jumlah umat Kristen yang saat ini menjadi agama dengan jumlah pengikut terbesar di dunia.





Berdasarkan data dari penelitian yang dibuat lembaga tersebut, Islam adalah agama dengan tingkat penambahkan pengikut paling besar di dunia saat ini.



"Pada 2010, Kristen adalah agama terbesar di dunia, dengan perkiraan 2,2 miliar pengikut, hampir sepertiga (31%) dari semua 6,9 miliar orang di Bumi. Islam adalah kedua, dengan 1,6 miliar pemeluk, atau 23% dari populasi global," tulis Pew Reseach dalam laporannya.







Dalam hasil riset yang diterbitkan di website resmi, Pew Reserach mengungkapkan selama empat dekade berikutnya, penganut Kristen akan tetap kelompok agama terbesar, namun Islam akan tumbuh lebih cepat daripada agama besar lainnya.



Jika kecenderungan ini terus berlanjut, maka pada tahun 2050 :




  • Jumlah Muslim hampir akan sama dengan jumlah orang Kristen di seluruh dunia.

  • Ateis, agnostik dan orang lain yang tidak berafiliasi dengan agama apapun -meskipun meningkat di negara-negara seperti Amerika Serikat dan Peranci - akan membuat pangsa menurun dari jumlah penduduk dunia.

  • Populasi Buddha global akan menjadi sekitar ukuran yang sama itu pada tahun 2010, sedangkan Hindu dan populasi Yahudi akan lebih besar daripada sekarang.

  • Di Eropa, Muslim akan membentuk 10% dari keseluruhan populasi.

  • India akan mempertahankan mayoritas Hindu tetapi juga akan memiliki penduduk Muslim terbesar di negara manapun di dunia, melebihi Indonesia.

  • Di Amerika Serikat, orang-orang Kristen akan menurun dari lebih dari tiga perempat dari populasi di tahun 2010 menjadi dua pertiga pada tahun 2050, dan Yahudi tidak akan lagi menjadi agama non-Kristen terbesar. Muslim akan lebih banyak di AS dibanding orang yang mengidentifikasi sebagai Yahudi atas dasar agama.

  • Empat dari setiap 10 orang Kristen di dunia akan hidup di sub-Sahara Afrika.





Pada tahun 2010 jumlah umat Islam sebanyak 1,6 miliar orang, dan diprediksi pada tahun 2050 jumlahnya akan mendekat pengikut agama Kristen yang saat ini berjumlah di kisaran 2,2 miliar orang.




Ukuran dan Pertumbuhan Proyeksi Kelompok Utama Agama





Salah satu faktor yang menjadikan Islam akan menjadi agama dengan pengikut terbesar, menurut para peneliti di Pew seperti dilansir Sputnik pada Kamis (3/4/2015), adalah jumlah kelahiran. 





"Rata-rata ibu-ibu pemeluk agama Islam melahirkan 3,1 anak per tahun, sedangkan umat Kristen hanya 2,7 anak pertahun," bunyi laporan penelitian Pew.







Proyeksi Jangka Panjang Kristen dan Muslim Saham dunia Penduduk 
Pew Research





Berdasarkan data yang mereka miliki, para peneliti Pew memperkirakan bahwa jumlah kaum Muslim di seluruh dunia akan mengalami peningkatan drastis hingga 73 persen pada 2070. Sementara itu, pertumbuhan umat Kristen hanya sebesar 35 persen.





Peningkatan terbesar, lanjut para peneliti Pew, akan terjadi di kawasan Eropa dan Amerika Utara. Pada tahun 2070, populasi Islam akan mencapai 40 persen dari total penduduk di Amerika Utara, meningkat sekitar 10 persen dari jumlah yang ada saat ini.



PEW RESEARCH CENTER

Akhir Zaman: Turunnya Bencana Dahsyat oleh Para Pemimpin Zalim






Rasulullah SAW memberitahukan bahwa di akhir zaman nanti dan sebelum munculnya Al Mahdi, umat akan ditimpa musibah besar, seperti cobaan dan siksaan yang berat yang dilakukan para pemimpin dan hakim yang zalim.





Mereka mempersempit ruang gerak orang beriman sehingga seseorang akan berharap dapat menempati seperti tempat saudaranya yang sudah meninggal agar terbebas dari cobaan, siksaan, kejahatan, dan kezaliman para pemimpin tersebut. Kondisi ini akan terus berlangsung hingga munculnya Al Mahdi untuk menghukum mereka. Ia (Al Mahdi) memenuhi bumi ini dengan keadilan dan kebaikan, sebagaimana sebelumnya bumi telah dipenuhi dengan kezaliman dan pembunuhan.





Dari abu Sa’id al Khudri ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,





”Akan turun kepada umatku di akhir zaman nanti cobaan yang dasyat dari pemimpin mereka. Belum pernah terdengar cobaan yang lebih dasyat darinya sehingga bumi yang luas itu terasa sempit bagi mereka karena bumi dipenuhi oleh kejahatan dan kezaliman. Seorang mukmin tidak mendapatkan tempat berpindah dari kezaliman itu. Kemudian Allah Azza wa Jalla mengutus seorang dari keturunanku.



Dia akan memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana bumi dipenuhi dengan kejahatan dan kezaliman. Penduduk bumi dan langit ridha dengannya, dan bumi tidak menyimpan sesuatupun dari bikinya, kecuali mengeluarkannya. Begitu pula dengan langit, kecuali Allah menuangkannya ke bumi. Ia hidup ditengah tengah mereka selama tujuh, delapan atau Sembilan tahun agar senua yang hidup dan mati menikmati apa yang telah diperbuat Allah Azza wa Jalla terhadap penduduk bumi dari kebaikanNya.”





(HR Hakim)






Mengenai kedatangan Al Mahdi sendiri, Hadits dari Abu dawud menjelaskan terinci seperti riwayat yang di bawah ini :





Sunan Abu Daud: Telah menceritakan kepada kami Muhammad Ibnul Mutsanna berkata, telah menceritakan kepada kami Mu’adz bin Hisyam berkata, telah menceritakan kepadaku Bapakku dari Qatadah dari Shalih Abu Al Khalil dari Sahabatnya dari Ummu Salamah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: 






“Akan terjadi perselisihan saat matinya khalifah, lalu seorang laki-laki (Al Mahdi) akan keluar dari Madinah pergi menuju Makkah. Lantas beberapa orang dari penduduk Makkah mendatanginya, mereka memaksanya keluar (dari dalam rumah) meskipun ia tidak menginginkannya. Orang-orang itu kemudian membaiatnya pada suatu tempat antara Rukun (Hajar Asawad) dan Maqam (Ibrahim). Lalu dikirimlah sepasukan dari penduduk Syam untuk memeranginya, tetapi pasukan itu justru ditenggelamkan oleh (Allah) di Al Baida, tempat antara Makkah dan Madinah.



Maka ketika manusia melihat hal itu, orang-orang shalih dari Syam dan orang-orang terbaik dari penduduk Irak membaiatnya antara rukun dan Maqam. Lalu tumbuhlah seorang laki-laki dari bangsa Quraisy, paman-pamannya dari suku Kalb, ia lalu mengirimkan sepasukan untuk memerangi mereka (orang-orang yang berbaiat kepada Al mahdi) namun mereka dapat mengalahkan mereka (pasukan yang dikirim oleh lelaki Quraisy dari suku Kalb).



Alangkah ruginya orang yang tidak ikut serta dalam pembagian ghanimah perang melawan suku Kalb. ia (Al Mahdi) lalu membagi ghanimah, dan membina manusia dengan sunnah Nabi mereka shallallahu ‘alaihi wasallam dan menyampaikan Islam ke semua penduduk bumi. Ia berkuasa selama tujuh tahun, kemudian wafat dan dishalati oleh kaum muslimin.”






Abu Dawud berkata;




“Sebagian mereka menyebutkan dari Hisyam, ” selama sembilan tahun.” Dan sebagian yang lain menyebutkan, “Selama tujuh tahun.” Telah menceritakan kepada kami Harun bin Abdullah berkata, telah menceritakan kepada kami Abdu Ash Shamad dari Hammam dari Qatadah dengan hadits yang sama. Beliau mengatakan, “sembilan tahun.” Abu Dawud berkata, “Selain Mu’adz menyebutkan dari Hisyam, “selama sembilan tahun.” Telah menceritakan kepada kami Ibnul Mutsanna berkata, telah menceritakan kepada kami Amru bin Ashim berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Al Awwam berkata, telah menceritakan kepada kami Qatadah dari Abu Al Khalil dari Abdullah bin Al Harits dari Ummu Salamah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seperti hadits ini, namun hadits Mu’adz lebih lengkap.”




-Asyrath As Sa’ah Al’Alamat Ash Sugra wa al wustha-Mahir Ash Shufiy-



(*/ktpn:eramuslim)


Ya’juj dan Ma’juj Sudah Mereka Keluar?



NABI Muhammad tiba-tiba terbangun dari tidurnya dengan muka merah padam. Seperti diceritakan oleh Zainab binti Jahsy, saat terbangun itu, Nabi tiba-tiba berkata;



“Tiada Tuhan yang patut disembah selain Allah. Sungguh kerusakan akan menimpa bangsa Arab akibat datangnya kejahatan yang telah dekat. Hari ini, sebuah lubang sebesar ini telah terbuka di dinding Ya’juj dan Ma’juj.” 


Ketika itu, Nabi membuat tanda lubang dengan ibu jari dan jari telunjuknya.


Legenda mengenai Ya’juj dan Ma’juj tak hanya dikenal di dalam ajaran Islam. Dalam ajaran Kristen dan Yahudi pun kisah mengenai se kelompok manusia yang bakal membuat kerusakan besar di muka Bumi itu juga diceritakan, lebih dikenal dengan nama Gog dan Magog.



Adalah Zulkarnain, seorang raja besar pada masa lalu yang telah mengurung kaum Ya’juj dan Ma’juj di sebuah lembah di antara dua gunung tinggi (assaddain) dengan cara membangun tembok penghalang terbuat dari besi dan tembaga, seperti diceritakan dalam Alquran surah al-Kahfi ayat 93-97.


Lalu, dalam ayat selanjutnya, dise butkan bahwa suatu saat tembok itu akan runtuh dan kaum Ya’juj dan Ma’juj akan keluar.



“Dan, pada hari itu (ketika tembok terbuka), kami biarkan mereka bercampur baur satu sama lain seperti gelombang.…” 


Dalam Alquran versi Departemen Agama, kalimat “pada hari itu” (yawma idhin) dari ayat ke-99 surah al-Kahfi ini diartikan sebagai hari kiamat. Namun, Dr Imran Nazar Hosein, cendekiawan Muslim kelahiran Trinidad dan Tobago 70 tahun silam punya pendapat lain atas ayat itu.


Karena ayat ke-98 menceritakan mengenai akan runtuhnya tembok penghalang Ya’juj dan Ma’juj maka lebih tepat bila kalimat pada hari itu ditafsirkan sebagai hari ketika tembok itu benar-benar runtuh. Hari ketika kaum perusak itu akhirnya bisa keluar dari lembah yang mengurung mereka dan kemudian bertebaran di seluruh penjuru Bumi seperti gelombang lautan dan kemudian bercampur baur dengan ras-ras manusia lainnya.


Ini dijelaskan juga dalam surah al-Anbiyaa ayat 96, dari terjemahan versi Departemen Agama. “Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.”


Pertanyaan utamanya, kapankah tembok Zulkarnain itu runtuh? Atau, lebih tepatnya, apakah kaum Ya’juj dan Ma’juj itu sudah keluar dan bertebaran untuk membuat kerusakan di muka Bumi?



Kisah dari Zainab binti Jahzy, hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim di atas dianggap Imran Hosein sebagai konfirmasi bahwa pada zaman Nabi Muhammad masih hidup tembok itu sudah mulai terbu ka. Artinya, dalam beberapa abad setelahnya, kemungkinan besar kaum Ya’juj dan Ma’juj sudah menemukan jalan keluar.


Dalam kisah sama yang diriwayatkan dalam sahih Bukhari, ada versi yang lebih panjang ketika Zainab binti Jahsy akhirnya bertanya kepada Nabi Muhammad. “Ya Rasulullah, apakah kita (bangsa Arab) akan dihancurkan walaupun masih ada orang beriman di antara kita?” Nabi menjawab, “Ya, ketika kemaksiatan merajalela.”


Pendapat Imran Hosein yang menulis beberapa buku mengenai hari akhir, terutama kajian takwil surah al-Kahfi, ini juga didasarkan pada belum ditemukannya bukti-bukti arkeologis apa pun mengenai tembok yang dibangun Zulkarnain. Saat ini, tak ada satu pun sudut Bumi yang belum pernah dijelajahi manusia atau luput dari intaian kamera satelit.



Bila Ya’juj dan Ma’juj masih terkurung dalam lem bah maka seharusnya tembok buatan Zulkarnain itu masih kokoh menjulang dan mudah ditemukan. Bila sudah tak ada tanda- tanda keberadaan tembok besar di sebuah lembah curam maka ber arti tembok itu sudah runtuh dan menjadi tugas arkeolog untuk menemukan sisa-sisanya.


Ada pendapat sebagian mufasir yang mengatakan bahwa tembok itu dibangun di daerah Kaukasia, di antara dua lautan (Laut Hitam dan Laut Kaspia). Ini merupakan hasil penafsiran surah al-Kahfi ayat 86-90 berkenaan dengan perjalanan Zulkarnain yang bertemu dua perairan berwarna pekat di bagian barat dan timur dengan pen duduk yang bahasanya tak bisa dipahami.



Wilayah dengan topografi penuh pegunungan tinggi dan lembah curam itu cocok dengan wilayah perbatasan antara Georgia dan Rusia, berada di barisan pegunungan Kakukasus antara Laut Hitam dan Laut Kaspia, tepatnya di Gunung Kazbek dan lembah Sungai Terek, yang dikenal dengan nama Ngarai Darial.


Orang Persia menyebutnya Gerbang Alan. Ngarai Darial dikenal juga sebagai Gerbang Kaukasia atau Gerbang Kaspia. Orang Georgia me nyebutnya Ralani, Darialani. Ada yang menyebutnya Porte Cu mana dan Fortes Sarmatica. Lalu, bangsa Tartar menyebutnya Darioly. Sejak zaman dulu, Ngarai Darial dan juga Derbent Pass telah menjadi jalur perlintasan penting di Kaukasia bagi berbagai ekspedisi militer dari Persia, suku-suku Turki kuno, kekhalifahan Islam, sampai akhirnya dikuasai Rusia. Jalur ini menjadi penghubung rute dari utara ke selatan Kaukasia.


Yerusalem


Namun, Imran Hosein yang dikenal mendukung tafsir semantik atas Alquran itu juga menjelaskan bahwa tanda-tanda lepasnya Ya’juj dan Ma’juj juga telah dinubuatkan. Salah satu petunjuknya ada pada surah al-Anbiyaa ayat 95, “Sungguh tidak mungkin atas penduduk suatu negeri yang telah kami binasakan bahwa mereka tak akan kembali.” 


Lihat bahwa ayat ke-96 kemudian menyebut mengenai runtuhnya tem bok penghalang Ya’juj dan Ma’juj. Artinya, ada suatu kaum yang dulu menghuni sebuah negeri atau tempat dan tak bisa kembali lagi ke tempat asal mereka sampai akhirnya mereka bisa kembali lagi setelah tembok penghalang Ya’juj dan Ma’juj runtuh dan kaum perusak itu menyebar ke seluruh penjuru dunia.


Di sini, Alquran dan Injil bersepakat bahwa ada satu kaum yang dahulu menghuni sebuah negeri dan kemudian dihancurkan dan mereka dilarang kembali lagi ke negeri itu. Negeri itu, dalam hal ini adalah sebuah kota bernama Yerusalem yang merupakan kampung halaman bangsa Yahudi.



Dalam sejarahnya, Nebukadnezar penguasa Babilonia (Mesopotamia) pernah menghancurkan Kerajaan Yehuda dan mengusir kaum Yahudi keluar dari Yerusalem pada abad ke-6 SM sehingga mereka berdiaspora (kelana).


Kaisar Romawi Hadrian kemudian membangun kembali sebuah kota di dekat reruntuhan Yerusalem pada 70 M yang diberi nama Aelia Capitolina. Langkah Hadrian menempatkan patung-patung dewa dan kuil Romawi di bekas Yerusalem menimbulkan perlawanan kaum Yahudi yang masih tersisa di tem pat itu yang dikenal dengan na ma pemberontakan Bar Kokhba. Hadrian murka dengan pemberontakan itu. Bertekad membasmi Yudaisme di Yerusalem, Romawi kembali mengusir kaum Yahudi. [Rol]

Sabtu, 28 Maret 2015

Yerusalem: “Kota Satu Tuhan, Tiga Agama dan Sejuta Pertikaian”








“Yerusalem adalah milik kami, seperti juga milik kalian…” (Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi)






Yerusalem adalah sebuah kota di Timur Tengah yang merupakan kota suci bagi agama Yahudi, Kristen dan Islam. Kota ini diklaim sebagai ibukota Israel, meskipun tidak diakui secara internasional, maupun bagian dari Palestina dan kini berada dalam status Quo.





Bagi pemeluk Islam, Yerusalem merupakan tempat suci ketiga setelah Mekkah dan Madinah. Ketika Islam menguasai kota ini banyak pedagang-pedagang Arab yang membuka rute perdagangan di sini, termasuk para pedagang dari Makkah dan Madinah.





Kota ini juga adalah kiblat pertama umat Islam dalam menyembah Allah SWT sebelum akhirnya dialihkan ke ke Bait Allah di Mekkah.





Sejatinya, Yerusalem adalah kota yang sangat tua. Usianya diperkirakan diperkirakan melampaui 50.000 tahun. Sejak 'ditemukan' oleh Canaaties pada 2000 SM, tanah ini menjadi rebutan berbagai bangsa. Mulai Bangsa Babilonia hingga Bangsa Romawi, mulai Bangsa Arab hingga Bangsa Israel.




Setelah ratusan tahun dikuasai oleh bangsa-bangsa Muslim, tahun 1967, Yerusalem jatuh ke tangan Israel. Sejak itulah, tempat para nabi dilahirkan tersebut, seolah berkawan akrab dengan darah dan pertikaian.



Tak jarang bom bunuh diri pejuang Palestina dan bombardemen tentara Israel meluluhlantakan sebagian situs sejarah yang ada di sana. Belum lagi puluhan ribu orang yang menjadi korban.





Soal korban manusia ini, bagi Yerusalem itu seolah menjadi kutukan sejarah. Pada awal pendiriannya, kota itu sudah mengorbankan ribuan nyawa Yahudi yang dibantai oleh bala tentara Raja Nebucadnezar dari Babilonia. 





Bahkan, pada masa Perang Salib 1096, seorang Ksatria Salib bernama Raymond dari Aguiles melukiskan genangan darah, dari sekitar 75.000 orang Arab Muslim dan Yahudi, yang membanjiri sudut-sudut kota.





“Di dalam kuil dan pelataran Sulaiman saja, genangan darah mencapai lutut dan tali kekang kuda-kuda yang kami kendarai,” ujar Raymond dalam Fall of Jerusalem karya penulis Dr. E.L. Skip Knox.





Karena tiap zaman selalu mengalami pergantian kekuasaan, tak aneh jika Yerusalem memiliki ciri khas sisi keanekaragaman budaya dan agama. Itu membuat Karen Armstrong menyebut kota itu sebagai "kota 3 agama": Islam, Kristen dan Yahudi. 





“Saya menemukan kenyataan bahwa mustahil untuk mengabaikan ketiga keluarga Abrahamic itu di Yerusalem. Terlebih mereka adalah penyembah Tuhan yang sama,” tulisnya dalam sebuah buku yang diterbitkan Mizan Pustaka dengan judul "Menerobos Kegelapan; Sebuah Autobiografi Spiritual".





Kalimat yang agak mirip juga pernah dilontarkan oleh Sultan Saladin (di dunia Islam lebih dikenal dengan nama Shalahuddin Al-Ayyubi) ratusan tahun lalu. Kala melakukan perundingan dengan Richard Si Hati Singa, Saladin menolak klaim raja Inggris legendaris itu, bahwa Yerusalem semata-mata milik orang Kristen.



“Yerusalem adalah milik kami, seperti juga milik kalian…,” ucap Al-Ayyubi.




Tercatat setelah Salahuddin Al-Ayyubi menguasai kota ini kembali dari tangan Guy dari Lusignan pada masa perang salib ke-3, orang Islam, Kristen, dan Yahudi dapat beribadat tanpa ada gangguan, setelah sebelumnya akses ke tempat suci dimonopoli oleh tentara salib.




Memang, dalam kenyataannya, kini Yerusalem menjadi kota 3 agama. Dalam satu waktu, di sana Anda akan mendengar lantunan adzan dari masjid, bersanding dengan bunyi lonceng gereja, dan alunan kidung-kidung Ibrani dari sinagog.





Di sana pula terdapat Masjidil Aqsa, Masjid Umar, Via Doloresa dan Tembok Ratapan. Dari tempat-tempat itu, nama Tuhan yang Satu dikumandangkan dalam berbagai dialek bahasa. Sayangnya, hingga kini bayangan surga hanya sedikit nampak di Yerusalem. Selebihnya, yang ada hanyalah neraka pertikaian nan panjang. Dan berkarat. 




[Hendi Johari/Mizancom]

Selasa, 24 Maret 2015

Keluarnya Dajjal dan Mengeringnya Danau Tiberias di Israel







Danau Tiberias, Israel




DANAU Tiberias adalah danau air tawar yang terletak di antara bagian bawah Dataran Tinggi Golan yang dikuasai Suriah dan Dataran timur kota Galilea Palestina. Garis pantainya membentang sepanjang 53 km dengan luas 166 km2. Bagian terdalam dari danau ini mencapai kedalaman 46 M. 





Danau ini secara geografis terletak di wilayah Palestina dan Suriah, tetapi secara politis saat ini dikuasai oleh penjajah zionis Israel.




Bila anda membuka google dan menelusuri kata “Tiberias”, maka anda akan menemukan keterangan Wikipedia sebagai berikut:





The Sea of Galilee, also Kinneret, Lake of Gennesaret, or Lake Tiberias (Hebrew: יָם כִּנֶּרֶת‎ Judeo-Aramic: יַמּא דטבריא, Arabic: بحيرة طبرية‎), is the largest fresh water lake in Israel, and it is approximately 53km (33mi) in circumference, about 21km (13mi) long, and 13km (8.1mi) wide. The lake has a total area of 166km2 (64sqmi), and a maximum depth of approximately 43 m (141feet).



ARTINYA : Laut Galilea, juga Kinneret, Danau Genesaret, atau Danau Tiberias (Ibrani:יָם כִּנֶּרֶתYahudi-Aramic:יַמּא דטבריא, Arab:بحيرة طبرية), adalah danau air tawar terbesar di Israel, dan ia adalah sekitar 53km (33mil) lingkar, sekitar 21km (13mil) panjang, dan 13km (8,1mil) lebar. Danau ini memiliki luas wilayah 166 km2 (64sq mi), dan kedalaman maksimum sekitar 43m (141kaki).





Air dari Danau Tiberias merupakan sumber utama air bersih bagi bangsa Yahudi dan pemerintah Zionis Israel. Dewasa ini pemerintah Israel sangat khawatir karena keberadaan air Danau Tiberias sudah kian menepis. Jika kita click http://www.savethekinneret.com kita akan temukan peringatan dari pemerintah Israel kepada segenap warganya sebagai berikut:






The Kinneret, Israel's major reservoir of fresh water, is drying up! Many years of below-average rainfall have led the water level to dip to the "black line," beyond which water cannot be pumped without causing severe damage to the entire water supply. Though there are plans in place to build more desalination plants, they will not be operation for several years, so it is incumbent upon us all to conserve water!



ARTINYA: Danau Kinneret, waduk utama air bersih Israel kian mengering! Bertahun-tahun curah hujandi bawah rata-rata telah menyebabkan level air berada di "garis hitam," dimana air tidak bakal dapat dipompa lagi tanpa menyebabkan kerusakan parah pada pasokan air secara keseluruhan. Meskipun ada rencana untuk membangun pabrik desalinasi, iatidak akan beroperasi selama beberapa tahun, sehingga menjadi tugas kita bersama untuk menghemat air!






Lihat video:







Mungkin bagi sebagian orang informasi ini dianggap tidak penting bahkan tidak menjadi urusannya. Tapi bagi setiap muslim-mukmin yang peduli dengan tanda-tanda Akhir Zaman informasi ini sangat berharga dan sangat serius. Mengapa? 



Karena dalam sebuah hadits panjang yang diriwayatkan oleh Imam Muslim terdapat kata “Danau Tiberias”. Dan hadits tersebut berkaitan erat dengan bakal keluarnya fitnah paling dahsyat sepanjang zaman, yaitu fitnah al-Masih Ad-Dajjal.





Hadits tersebut sangat panjang. Di dalam hadits tersebut dikisahkan bagaimana seorang pelaut Arab Nasrani bernama Tamim Ad-Dari bersama 30 orang awak kapalnya terdampar di sebuah pulau.




Kemudian di dalam pulau itu ia berjumpa dengan seorang lelaki yang menurutnya digambarkan sebagai ”orang terbesar yang pernah kami lihat, paling kuat dan tangannya terbelenggu di leher, antara lutut dan mata kakinya terbelenggu besi”. Lalu terjadi dialog antara Tamim Ad-Dari dengan lelaki misterius yang ternyata adalah Al-Masih Ad-Dajjal. Dialog tersebut sebagai berikut:






Ia berkata: Beritahukan padaku tentang kurma Baisan. Kami bertanya: Tentang apanya yang kau tanyakan? Ia berkata: Aku bertanya pada kalian tentang kurmanya, apakah sudah berbuah? Kami menjawab: Ya. Ia berkata: Ingat, ia hampir tidak membuahkan lagi. Ia berkata: Beritahukan padaku tentang danau Thabari (Tiberias). Kami bertanya: Tentang apanya yang kau tanyakan? Ia menjawab: Apakah ada airnya? Mereka menjawab: Airnya banyak. Ia berkata: Ingat, airnya hampir akan habis.




Ia berkata: Beritahukan padaku tentang mata air Zughar. Mereka bertanya: Tentang apanya yang kau tanyakan? Ia berkata: Apakah disana ada airnya dan apakah penduduknya bercocok tanam dengan air itu? Kami menjawab: Ya, airnya banyak dan penduduknya bercocok tanam dengan air itu. Ia berkata: Beritahukan padaku tentang Nabi orang-orang buta huruf, bagaimana keadaannya? Mereka menjawab: Ia telah muncul dari Makkah dan tinggal di Yatsrib. Ia bertanya: Apakah orang-orang arab memeranginya? Kami menjawab: Ya. Ia bertanya: Apa yang mereka lakukan terhadapnya? Lalu kami memberitahunya bahwa beliau menang atas bangsa arab di sebelahnya dan mereka menaatinya.




Ia bertanya pada mereka: Itu sudah terjadi? Kami menjawab: Ya. Ia berkata: Ingat, sesungguhnya itu baik bagi mereka untuk menaatinya. Aku akan beritahukan pada kalian siapa aku. Aku adalah Al Masih (Ad-Dajjal) dan aku sudah hampir diizinkan untuk keluar lalu aku akan keluar.” (HR MUSLIM - 5235)







Berdasarkan hadits di atas berarti Ad-Dajjal telah mengungkap kunci-kunci kejadian yang menjadi indikator kapan ia bakal diizinkan untuk keluar dan menebar fitnah-fitnahnya. 








Lake of Galilee



Dan salah satu indikator sudah dekatnya saat Ad-Dajjal keluar ialah bilamana air Danau Tiberias telah mengering. Sedangkan saat ini jelas kondisi tersebut sudah hampir menjadi kenyataan....! 





Silahkan dilihat grafik level air Danau Tiberias yang kian menyurut sejak tahun 2004 hingga 2012 (Kinneret Water Levels 2004-2012).



Waspadalah saudaraku, fitnah Ad-Dajjal tidak lama lagi akan segera keluar! Siapkan diri beserta keluarga anda dengan kemantapan iman dan tauhid sebelum segala sesuatunya menjadi terlambat.




Media Rujukan Eramuslim



Selasa, 17 Maret 2015

Misteri Batu Cincin Berlafadz 'ALLAH' Milik Bangsa Viking




Sebuah studi baru menunjukkan bahwa cincin abad kesembilan dari situs Viking di Swedia datang langsung dari peradaban Islam. Cincin mencakup inset kaca berwarna diukir dengan tulisan Arab kuno.




Bukti kontak bangsa Viking dengan peradaban Islam




Sebuah cincin ditemukan di dalam makam seorang perempuan dari Abad ke-9 Masehi di Swedia pada akhir tahun 1800-an. Yang menarik, pada batu akiknya terdapat goresan tulisan 'Allah' dalam huruf Arab.





Cincin tersebut ditemukan dalam ekskavasi di pusat perdagangan Viking di Birka.





Sejak saat itu, seperti dimuat situs Science News yang dikutip dari Daily Mail, Selasa (17/3/2015), objek tersebut memicu tanda tanya. Apa kaitan bangsa Viking dengan peradaban Dunia Islam?





Kini, teka-teki itu terkuak. Cincin tersebut menjadi bukti adanya kontak secara dekat antara orang Skandinavia di era Viking dengan peradaban Islam.





Belakangan juga terungkap, batu cincin yang sebelumnya dikira adalah batu ametis atau kecubung ternyata adalah kaca berwarna -- material eksotis pada masanya. Demikian ungkap ahli biofisika Sebastian Warmlander dari Stockholm University.





Para ilmuwan dari Stockholm University menggunakan pemindaian mikroskop elektron untuk menentukan material dan menguak tulisan Arab yang disebut Kufi --- yang secara lengkap bisa dibaca 'untuk Allah atau 'kepada Allah'.





Sejarah mencatat, bangsa Skandinavia berjual beli objak dari kaca dari Mesir dan Mesopotamia sejak 3.400 tahun lalu. Jadi, sangatlah mungkin bahwa Viking menjemput barang dagangan, alih-alih menunggu para pedagang dari Timur Tengah sampai di jalur perdagangan mereka.





Teks-teks kuno juga menyebutkan perdagangan yang terjadi antara Viking dan peradaban Islam, yang membentang dari Mediterania (Laut Tengah) ke Asia Barat, namun bukti arkeologi jarang ditemukan.





Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Scanning menyebut, "Cincin itu mungkin ... merupakan bukti material terkait interaksi langsung antara Skandinavia di era Viking dan Dunia Islam," demikian laporan para peneliti.





"Menjadi satu-satunya cincin dengan tulisan Arab yang ditemukan di situs arkeologi Skandinavia. Merupakan objek unik di antara material dari era Viking."








Analisis lebih lanjut menyebut, cincin tersebut jarang digunakan. Sebab, bagian dalamnya masih menunjukkan guratan saat logam perak dicetak dan diolah pengrajin di Arab. Tidak halus.





Itu berarti, perhiasan jari itu mungkin dijual sebagai barang baru, dimiliki hanya segelintir orang, sebelum menjadi milik berharga dari seorang wanita Viking yang membawanya hingga liang lahat di Pemakaman Birka. "Cincin itu dibuat dengan perak bermutu tinggi (94.5/5.5 Ag/Cu)," demikian pernyataan para ahli.





Bukan itu saja bukti keterkaitan Dunia Arab dengan Viking.





Tahun lalu, seorang pria yang memindai sebidang tanah di Norwegia, menggunakan detektor logam, menemukan sebuah pedang Viking.





Temuan tersebut membuat para ahli dari Museum of Natural History and Archaeology di Norwegian University of Science and Technology mengekskavasi situs tersebut.





Di sana, mereka menemukan sebuah makam dari masa 950 Masehi yang berisi jasad seorang pejuang Viking yang dimakamkan bersama perisai dan pedang.





Di bagian tengah perisai, ditemukan dompet kulit yang berisi koin dari peradaban Islam. Objek itu dianggap makin memperkuat teori bahwa bangsa Viking berdagang dengan peradaban Islam, atau melakukan kontak dengan kebudayaan mereka di Spanyol.





"Kami tak bermaksud mengetahui siapa pemilik pedang itu. Namun, yang kami pahami, dia adalah seorang pria yang sering bepergian," kata arkeolog Ingrid Ystgaard kepada ThorNews.





Terdapat goresan pedang atau kapak pada perisai. Namun, kata Ystgaard, belum diketahui apakah sang mendiang tewas dalam pertempuran.





Reputasi Mengerikan





Viking, suku bangsa dari Skandinavia itu terkenal punya reputasi mengerikan.








Pada tahun 800 hingga 1066 Masehi, mereka berdagang sekaligus menjarah dan menduduki sepanjang pantai, sungai dan pulau di Eropa serta pesisir timur laut Amerika Utara, hingga ke Rusia dan Konstantinopel.





Mereka mengarungi lautan luas, bahkan sebelum kompas magnetik ditemukan, menggunakan kapal-kapal layar panjang yang tangguh dan mengagumkan.





Seperti dikutip dari BBC, dalam legenda Viking disebutkan bahwa dengan mengangkat kristal ke arah langit, maka para pelaut Viking bisa mengetahui posisi matahari bahkan ketika cuaca sedang mendung atau berkabut.





Dengan mengetahui posisi matahari orang-orang Viking bisa menjelajah lautan luas.