Tampilkan postingan dengan label Syar'iah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syar'iah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Mei 2015

Utopia Indonesia Terkait Bencana Kemanusiaan Rohingya





Oleh : Raidah Athirah, Penulis + Muslimah, tinggal di Polandia



TERIMA kasih bangsa Indonesia, terima kasih Saudara di Tanah Serambi Mekah, Aceh.



Dengan mengucap nama Allah Yang Maha Rahman dan Rahim,



Izinkan saya mengurai rasa terima kasih dan kebanggaan sebagai seorang Indonesia yang tengah berada di tanah rantau karena kemurahan hati saudara di tanah air yang berani mengulurkan bantuan terhadap muslim Rohingya.



Izinkan saya seorang ibu rumah tangga ini menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Aceh khususnya nelayan Langsa. Kebaikan kalian menolong saudara Rohingya akan dicatat dalam sejarah. Semoga tanah Serambi Mekkah melahirkan emas-emas peradaban yang berkilau di semua sisi. Semoga Allah menurunkan rahmatNya untuk Tanah Rencong atas kebaikan menolong sesama.



Saya hanya seorang ibu rumah tangga yang dalam rupa 17 tahun silam berada dalam garis yang sama sebagai pengungsi akibat konflik SARA di kota Ambon, Maluku. Menatap gambar-gambar saudara muslim Rohingya membangkitkan luka yang teramat sangat.

Menonton video muslim Rohingya yang teraniaya seperti sebuah tamparan keras atas rasa persaudaraan yang tercabik-cabik membutuhkan pembuktian. Sudah masanya kita bergerak sebagaimana keberanian nelayan Langsa yang menolong dengan hati saudara seiman.



Tak ada duka yang paling menyayat daripada meninggalkan tanah lahir karena tekanan dan perang. Saya merasakannya. Menjalani hari demi hari dengan mengharap bantuan sesama. Tidur dalam rumah-rumah penampungan yang tak berpintu. Lapar yang meninggalkan bunyi meraung. Kesedihan menatap kakak lelaki kurus yang merelakan makanannya untuk kami gadis-gadis pengungsi berbagi rasa.



Atas karunia Allah saya menjejak di dua tanah Eropa, Polandia dan Norwegia namun memori saya atas latar belakang sebagai pengungsi selalu saya dekap dalam nadi. Agar hari ini dan yang akan datang, saya akan terus menggambarkan sisi hidup pengungsi yang telah menyatu dengan darah dan air mata sebagaimana kini derita saudara kita muslim Rohingya.



Keberanian nelayan Langsa dan tindakan serta ucapan Bapak Zaini Abdullah, “Sesama Muslim adalah bersaudara. Nestapa dan kepiluan mereka juga bagian dari kehidupan kita”, bukti bahwa nurani bangsa kita masih hidup dan akan terus menjadi inspirasi kemanusian. Maaf bila saya lancang bertanya. Mana uluran kemanusian dari luas provinsi Indonesia yang lain? Membantu muslim Rohingya adalah membuktikan ukhuwah kita. Rasulullah SAW bersabda; “Siapa yang melepaskan kesusahan seorang mukmin di dunia niscaya Allah akan melepaskan kesusahannya di akhirat. Siapa yang memudahkan orang yang kesusahan, niscaya Allah akan memudahkan (urusannya) di dunia dan di akhirat. Siapa yang menutupi (aib) seorang muslim, niscaya Allah akan menutupi (aibnya) di dunia dan di akhirat. Dan Allah selalu menolong hamba-Nya jika hamba tersebut menolong saudaranya,” (HR. Muslim).



Kebanggan ini hadir saat keluarga Polandia mengatakan salut atas tindakan orang Indonesia yang berdiri tegak merangkul muslim



Rohingya saat yang lain dengan sombong mengusir mereka atas nama batas teritorial. Meskipun demikian saya hendak mengkritisi rasa kemanusiaan kita.



Atas nama apa anak-anak mereka dibakar, perempuan mereka dibunuh dan mereka menderita terombang-ambing di tengah laut dengan sampan yang penuh muatan dan sebagian kita menutup mata?



Atas nama apa mereka hidup melarat sebagai pengungsi dan sebagian kita menutup mata?



Nurani mana yang tak menangis dan histeris menyaksikan kekejaman, penindasan karena agama dan ras dan sebagian kita menutup mata?



Mengapa orang-orang yang bersuara lantang membela HAM melupakan mereka? Mengapa dunia tak berani mengecam, mengirim ultimatum kepada Myanmar yang dengan berani memperkosa kemanusiaan?



Pilu yang menyayat menyaksikan mereka terlunta-lunta dan menderita setelah penolakan beberapa negara ASEAN. Apakah mereka menginginkan hidup seperti ini? Meminum air seni di tengah saudara lain berpesta pora dengan minuman bersoda. Tidak!



Penindasan manusia terhadap manusia sedang terjadi namun dunia seakan menutup mata.







Kali ini, izinkan saya mempertanyakan buah dari perhelatan Konferensi Asia Afrika yang mendorong terwujudnya catatan Dasasila Bandung yang telah diukir dalam tinta-tinta sejarah;



1. Menghormati hak dasar manusia seperti tercantum dalam Piagam PBB.

2. Menghormati kedaulatan dan integritas semua bangsa.

3. Menghormati dan menghargai perbedaan ras serta mengakui persamaan semua ras dan bangsa di dunia.

4. Tidak campur tangan dan intervensi persoalan dalam negeri negara lain.

5. Menghormati hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri baik sendiri maupun kolektif sesuai Piagam PBB.

6. Tidak menggunakan peraturan dari pertahanan kolektif dalam bertindak untuk kepentingan suatu negara.

7. Tidak mengancam dan melakukan tindak kekuatan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik suatu negara.

8. Mengatasi dan menyelesaikan segala bentuk perselisihan internasional melalui jalan damai dengan persetujuan PBB.

9. Memajukan kepentingan bersama dan kerjasama.

10. Menghormati hukum dan juga kewajiban internasional.



Membaca butir pertama seharusnya bisa menyadarkan kita bahwa saat ini telah terjadi pembantaian, penindasan terhadap muslim Rohingya di Myanmar dan penolakan dari berbagai negara tetangga terhadap mereka yang berjuang menyelamatkan diri. Apakah ini bukti bahwa semangat Dasasila Bandung hanya sebatas seremonial? Mengapa Myanmar dibiarkan melakukan kekejaman terhadap muslim Rohingya? Mana fungsi dari ikatan ASEAN? Apakah ini bukti bahwa butir- butir Dasasila Bandung hanya selebaran kosong yang bernilai sejarah namun miskin tindakan?



Sebagai bangsa besar yang melahirkan spirit bagi bangsa Asia-Afrika sebagai bentuk perlawanan terhadap penindasan HAM, kolonialisme, imperialisme, dan kekerasan maka penderitaan orang Rohingya adalah juga penderitaan kita.



Sudah sepantasnya pemerintah melihat penderitaan muslim Rohingya sebagai sebuah penderitaan kemanusiaan yang harus segera dirangkul dengan pertolongan.



Bila Norwegia mampu mengucapkan selamat datang kepada pengungsi Suriah, maka kita sudah selayaknya memeluk saudara muslim Rohingya dan menyambut mereka layaknya tamu sebagai saudara seiman.



Untuk Mahasiswa Utopia Zaman,



Masa yang penuh dengan semangat berkarya adalah masa mahasiswa. Zaman berubah namun spirit perjuangan itu tak boleh memudar. Mohon maaf jika saya lancang mengkritisi Anda dengan kata-kata kasar dan miskin kelembutan.



Mana suara lantang Anda memperjuangkan kemanusiana? Mana keberanian Anda memainkan sejarah? Mana sisi empati Anda yang bergelora menyeru kebenaran?



Yang saya muliakan mahasiswa ‘the leader of change’,



Pantaskah Anda berdiam dan hanya berkutat dengan workshop motivasi sukses dan jodoh disaat saudara muslim Rohingya perlahan-lahan mati dalam sengsara dan terbuang?



Anda, the leader of change!



Bantu dan suarakan kepada pemerintah dan dunia international tentang kekejaman manusia atas manusia di abad modern yang terlihat tragis dalam ceceran darah muslim Rohingya.



Gerakkan perubahan!



Bantu perjuangkan nasib anak-anak muslim Rohingya dengan segala upaya agar sejarah zaman tak malu menceritakan tentang Anda, anak -anak bangsa yang selalu mengukir peradaban.



Janganlah Anda terlelap dalam utopia zaman dan masa bodoh terhadap kemanusiaan!



Mari sama-sama bantu suarakan perih muslim Rohingya ini kepada masyarakat Indonesia, kepada masyarakat dunia bahwa Anda adalah pemimpin perubahan. Semoga Allah merahmati dan menjauhkan musibah dari bangsa kita atas gerak dan suara Anda membela muslim Rohingya. []




Jablonna, Polandia



Tulisan saya adalah tulisan seorang bekas anak pengungsi yang merasakan perih yang sama atas penderitaan muslim Rohingya.

Kamis, 14 Mei 2015

Alasan Surat At-Taubah Tanpa Bismillah






Seorang muslim pernah bertanya kepada Syaikh DR Yusuf Qardhawi mengapa di awal surat At Taubah tidak dicantumkan bismillah? Sedangkan 113 surat lainnya selalu didahului dengan bismillah.





Pertanyaan tersebut dijawab Syaikh DR Yusuf Qardhawi sebagai berikut:





Ada sejumlah pendapat di kalangan ulama tentang tidak dicantumkannya basmalah dalam Surat At Taubah. Adapun pendapat yang paling kuat adalah pendapat Ali bin Abu Thalib radhiyallahu anhu. Beliau menjelaskan, "Bismillahirrahmanirrahiim adalah suatu kedamaian, sedangkan surat At Taubah diturunkan tanpa kedamaian."





Maksudnya, surat At Taubah diturunkan dengan menyatakan pemutusan ikatan dan perjanjian antara kaum muslimin dan kaum musyrikin kecuali beberapa perjanjian yang menyebutkan batas waktu tertentu. Itupun dengan syarat tidak dikhianati dan tidak dirusak oleh kaum musyrikin.





Ketika itu kaum musyrikin berulah merusak perjanjian damai dengan bekerja sama dengan kaum Yahudi, sehingga tidak ada lagi ikatan perjanjian dan jaminan dari kaum muslimin bagi mereka. Tidak ada lagi peraturan yang harus diberlakukan kepada kaum musyrikin. Tidak ada lagi tanggung jawab moral bagi umat Islam untuk menjamin perdamaian dengan mereka. Islam membuat perhitungan dengan mereka karena mereka mengkhianati kaum muslimin.





"Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya (yang dihadapkan) kepada orang-orang musyrikin yang kamu (kaum muslimin) telah mengadakan perjanjian (dengan mereka)." (QS. At Taubah: 1)





Basmalah yang mendahului 113 surat dalam Al Quran senantiasa disertai dua sifat Allah; ar rahman dan ar rahim. Kalimat ini merupakan jaminan kedamaian dan ketenteraman bagi setiap orang.





Ar Rahman adalah sifat pengasih Allah yang memberikan nikmat di dunia kepada seluruh manusia tanpa memandang agama. Ar Rahim adalah sifat Allah yang memberikan kasih sayang di akhirat nanti khusus bagi kaum muslimin. 





Keduanya bernuansa kedamaian. Sedangkan surat At Taubah lebih banyak memerintahkan umat Islam agar memerangi kaum musyirikin yang telah melanggar perjanjian dan mengkhianati umat Islam.[ ]





Sumber :bersamadakwah

Rabu, 06 Mei 2015

Aceh Pisahkan Siswa Laki-Laki dan Perempuan






Aceh telah memberlakukan sebuah undang-undang (Qanun) tentang Kemashlahatan dan Ketertiban Umum yang mengharuskan sekolah mengatur kelas terpisah untuk laki-laki dan perempuan.





Yakni kabupaten Aceh Utara yang mengeluarkan peraturan daerah (qanun) tersebut yang salah satu poinnya berisi pemisahan ruang kelas bagi pelajar laki-laki dan perempuan mulai dari jenjang pendidikan sekolah menengah pertama (SMP) hingga universitas.





Perda yang dikenal sebagai Qanun Kemaslahatan dan Ketertiban Umum itu disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara pada 30 April. Qanun ini terdiri atas sembilan bab dan 34 pasal.





Menurut Ketua Panitia Legislasi (Panleg) DPRK Aceh Utara Tgk. Fauzan Hamzah, qanun itu mengatur pemisahan ruang kelas bagi pelajar laki-laki dan perempuan mulai dari jenjang pendidikan SMP dan sekolah menengah atas (SMA) hingga universitas.





“Dengan pemisahan seperti ini akan bisa menghindarkan anak-anak dari pergaulan yang melanggar etika dan melanggar syariat Islam,” katanya .





Qanun tersebut juga melarang laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim berboncengan dengan sepeda atau sepeda motor kecuali dalam keadaan darurat. Selain itu, qanun itu melarang pedagang menjual pakaian yang melanggar syariat Islam dan memajang manekin yang menyerupai manusia dan hewan serta menjual minuman keras dan makanan haram.





Menyelenggarakan pertunjukan keyboard, organ tunggal, atau karaoke di pesta perkawinan, kafe, sunatan, arisan, di kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dan kampus, kegiatan perkantoran, serta kegiatan bisnis atau promosi juga dilarang.





"Apa yang kita lakukan sekarang ini sama seperti yang dilakukan di pesantren tradisional. Saya berharap kebijakan ini tidak hanya dilaksanakan di Kabupaten Aceh Utara, tetapi di seluruh provinsi,” kata Fauzan Hamzah.





Wajibkan guru dan siswa baca Alquran sebelum belajar





Gubernur Aceh Zaini Abdullah pada Sabtu (2/5) meminta para guru dan siswa wajib berdoa dan membaca Alquran sebelum memulai kegiatan belajar mengajar di semua lembaga pendidikan di provinsi itu.





"Kami minta semua lembaga pendidikan di Aceh dapat menerapkan berdoa dan membaca Alquran sebelum memulai proses belajar," katanya di sela-sela peringatan Hari Pendidikan Nasional di Blang Padang, Banda Aceh.





Menurut dia dengan berdoa dan membaca Alquran sebelum memulai kegiatan belajar, merupakan salah satu upaya membentuk karakter siswa sebagai generasi bangsa yang beriman, berilmu dan berakhlak mulia.





Ia juga mengajak semua komponen masyarakat di provinsi ujung paling barat Indonesia itu untuk menciptakan iklim dan lingkungan yang menunjang pendidikan, sebab tanggung jawab merupakan milik bersama bukan hanya pemerintah.





"Tanggung jawab pendidikan bukan hanya Pemerintah, melainkan tanggung jawab semua elemen masyarakat di provinsi ini," katanya.





Zaini menambahkan menciptakan iklim dan menunjang pendidikan di provinsi "Serambi Mekkah" itu salah satunya dengan menghidupkan kembali pengajian ba'da maghrib di rumah-rumah maupun di meunasah dan masjid.



ANT | REP

Selasa, 28 April 2015

Ternyata Berita Heboh “Toko Alat Seks” di Mekkah Hoax!






Pekan lalu ramai diberitakan di media seluruh dunia bahwa akan dibuka toko pernak-pernik bercinta di Mekkah, Arab Saudi, negara yang menerapkan hukum Islam dengan ketat. Setelah ditelusuri lagi, kisah yang diberitakan juga oleh media-media besar dunia itu ternyata hoax alias palsu.





Klarifikasi ditulis oleh beberapa media yang sebelumnya memberitakannya, salah satunya International Business Times dan Al Arabiya akhir pekan lalu serta dibantah sendiri oleh pengusaha yang disebut dalam berita tersebut.





Menurut Al Arabiya, kisah ini bermula dari pemberitaan sebuah situs berita Maroko Alyaoum24 yang memang biasa menyajikan cerita-cerita sensasional, namun terkadang menyesatkan, pada 12 April 2015.





Judul berita tersebut saat itu adalah "Warga Maroko berniat membuka toko seks halal di Mekkah" berisikan wawancara dengan seorang pengusaha pernak-pernik bercinta Abdelaziz Aoragh.







Kepada Business Times, Aoragh mengaku saat itu dia mengatakan bahwa baru akan berencana membuka toko lingerie atau pakaian dalam wanita yang sesuai syariah di Mekkah. Lagipula, tulisan di Alyaoum24 mengambil kutipan perkataannya dari beberapa wawancara terpisah.





Sejak saat itu, dia mengaku menerima telepon dari banyak media di seluruh dunia. Cerita ini juga ditulis ulang di berbagai media, termasuk Indonesia. Secara tegas dia mengatakan, bahwa berita itu tersebut murni adalah "pelintiran".





"Saya kira kata-kata 'halal sex shop' yang dikombinasikan dengan Mekkah sangat sensasional, jadi media akan sangat senang menuliskannya," ujar Aoragh.





Dia juga mengatakan, bahwa penjualan lingerie bukan hal yang aneh di Mekkah. Di kota suci itu, beberapa toko lingerie seperti Victoria Secret atau merek lokal Nayomi telah dibuka.





Kisah halal sex shop ini mendunia 10 hari kemudian setelah harian Inggris The Independent menuliskannya, mengutip Alyaoum24, tanpa mengklarifikasi atau membetulkan kesalahan informasi di dalamnya. Berita itu menuai kritikan dari para blogger dan jurnalis Saudi, salah satunya adalah Ahmed al-Omran dalam akun Twitternya.





"Hanya karena beberapa orang ingin membuka toko seks halal di Mekkah tidak berarti dia akan atau bisa membukanya," ujar Omran.





Berita hoax kedua





Ini adalah berita hoax kedua bulan ini soal Saudi yang menghebohkan dunia, sebelumnya juga dari media Maroko.





Awal bulan ini, berita palsu dari sebuah situs berita Maroko bernama "Code" menuliskan bahwa Mufti Besar Saudi Syeikh Abdulaziz al-Sheikh mengeluarkan fatwa yang memperbolehkan suami memakan daging istrinya.





Kisah ini laris diberitakan juga oleh media-media pro-Iran, seperti Tayyar.org dari Lebanon atau stasiun berita Al-Allam yang didanai Teheran. Saking ramainya diberitakan, pihak Saudi terpaksa mengeluarkan bantahan resmi.





Dalam wawancara dengan CNN Arab, redaktur situs berita tersebut, Ahmad Nujaim, mengakui bahwa berita di medianya adalah bohong. Dia mengatakan bahwa tulisan di Code itu adalah artikel satire politik dan ditulis di kolom satire bernama "Akhbar al-Tanz" yang artinya "berita sarkastik."





"Kami tidak anti Arab Saudi, dan kami tidak mengincar mereka, kami membuat lelucon terhadap semuanya," kata Nujaim.

Minggu, 19 April 2015

Illiza: “Aceh Smart City Harus Sejalan dengan Amanah Rasulullah”






ATJEHCYBER | Banda Aceh – Kota Banda Aceh kini mengadopsi smart city sebagai konsep pembangunannya ke depan. Konsep smart city harus didukung pula masyarakatnya yang cerdas atau smart people.





Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal SE saat memberikan sambutan pada pelantikan Harmidi SPd sebagai Keuchik Gampong Rukoh, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Minggu (19/4/2015).





Menurut Illiza, tak banyak kota di Indonesia yang bisa menerapkan konsep smart city dan Banda Aceh dinilai banyak pihak sebagai salah satu kota yang paling siap untuk menerapkan konsep tersebut.





“Konsep smart city di tiap kota di Indonesia bisa berbeda-beda. Smart city di kota kita indikatornya menjalankan apa yang diamanahkan oleh Rasulullah SAW. Sementara smart poeple indikatornya adalah yang orang yang paling mengingat mati, dan mempersiapkan dirinya dengan baik sebelum perjumpaan dengan Allah SWT.”





Kepada Keuchik Rukoh yang baru dilantik, wali kota berpesan agar bersama-sama dengan segenap elemen lainnya di tingkat desa termasuk kaum ibu untuk bersinergi membangun desanya.





“Keuchik merupakan pemimpin di garda terdepan terutama dalam hal pelayanan kepada masyarakat gampong. Namun keuchik tak mungkin bisa bekerja sendiri, tentu butuh dukungan dari semua pihak, termasuk dari dua calon keuchik yang kalah pada pemilihan kemarin,” sebutnya.





Wali kota juga mengingatkan keuchik untuk menerapkan prinsip tranparansi dalam pengelolaan dana gampong.



“Tahun ini ada sekitar Rp 300 juta dana untuk gampong. Dana ini harus dikelola denga baik. Transparansi keuangan harus betul-betul diperhatikan. Jangan nanti jabatan kita tidak berakhir dengan khusnul khotimah,”








Hal lainnya, Illiza menyinggung soal potensi terjadinya kemaksiatan di rumah-rumah kos yang banyak terdapat di kawasan Rukoh. “Penanganan kemaksiatan merupakan fardhu kifayah bagi kita semua. Jika ada yang melanggar syariat jangan pakai kekerasan, serahkan kepada yang berwajib. Dan yang paling penting, ajak dia untuk kembali ke jalan yang benar, jangan asal main pukul saja,” pesan wali kota.





Pada kesempatan itu, Illiza juga mengucapkan belasungkawa kepada warga yang menjadi korban kebakaran di Gampong Rukoh pada Jumat (17/4) lalu. Ia juga mengapresiasi petugas Damkar yang bergerak cepat ke lokasi saat bencana terjadi.





Sementara itu, prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Harmidi sebagai Keuchik Rukoh dipimpin oleh Camat Syiah Kuala Fahmi SSos. Turut hadir pada kesempatan itu, Asisten Pemerintahan Setdako Banda Aceh Iskandar SSos MSi, unsur Muspika Syiah Kuala dan ratusan masyarakat setempat serta sejumlah awak media. (Jun)

Kota Banda Aceh Gelar Audisi Hafidz Qur’an Cilik






ATJEHCYBER | Banda Aceh - Setelah sukses di tahun 2014, dan dalam rangka memperingati hari jadi Kota Banda Aceh yang ke 810, Pemerintah Kota Banda Aceh kini kembali menggelar ajang pencarian bakat Audisi Hafizh Qur’an Cilik 2015. Ajang pencarian bakat untuk anak usia 4 sampai 8 tahun yang mampu menghafal minimal dua Juz (Juz 29 dan Juz 30) ini akan digelar dari tanggal 2 s/d 3 Mei 2015.





Ketua panitia Audisi Hafizh Qur’an Cilik 2015 yang juga Asisten Keistimewaan, Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Banda Aceh Ir. Gusmeri, MT didampingi Kabag Keistimewaan Setdakota Banda Aceh, Zahrol Fajri S Ag MH selaku sekretaris panitia menghimbau kepada para orang tua yang anaknya memiliki kemampuan menghafal minimal dua Juz (Juz 29 dan Juz 30) dalam Al-Quran agar dapat mendaftarkan anaknya ke bagian Keistimewaan Sekretariat Daerah Kota Banda Aceh (Setdakota), atau menghubungi saudara M. Zaki Al-Mubarak, S.TH (08126924748) atau Ibnu Sakdan Ibr, S.Sos (085361601616)





“Kita juga sudah menyebarkan informasi ke seluruh TPA, TPQ, PAUD dan TK di seluruh Banda Aceh agar mereka dapat mendaftarkan murid-muridnya,” jelas Zahrol, Minggu (19/4) di Banda Aceh.










Lanjut Zahrol, juara audisi ini nantinya akan tampil ke tingkat Nasional yang akan digelar di Jakarta. Proses Audisi di Banda Aceh direncanakan akan ditayangkan di salah-satu Televisi Swasta Nasional.





“Lokasi Audisi akan kita gelar di Aula Gedung A Lantai IV Balaikota,” Ujar Zahrol.


Katanya lagi, untuk penjurian, panitia akan menghadirkan juri dari Ar-Rahman Qur’anic Learning Center (AQL) Jakarta pimpinan Ustad Bachtiar Nasir LC MA. (MA).

Alhamdulillah, 100 Polwan Polda Kalbar Kini Berhijab





Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Ajun Komisaris Besar (Pol) Nowo Winarti menyatakan ada sebanyak 100 polisi wanita (polwan) di lingkungan Polda Kalbar yang menggunakan jilbab.



"Dari sekitar 400 polwan yang ada di lingkungan Polda Kalbar, ada sebanyak 100 polwan yang menggunakan jilbab, setelah kami menerima surat resmi dari Mabes Polri mengenai penggunaan jilbab bagi polwan," kata Nowo Winarti saat dihubungi di Pontianak, Minggu.



Nowo menjelaskan sejak surat keputusan itu dikeluarkan, maka polwan sudah bisa memakai jilbab, bagi yang menggunakannya.



"Polwan yang sudah menggunakan jilbab tidak hanya di lingkungan Polda Kalbar saja, tetapi hingga ke polres-polres," ungkapnya.



Kabid Humas Polda Kalbar menambahkan, bagi polwan yang memutuskan akan menggunakan jilbab, dalam waktu dekat ini, untuk sementara belum ada pembagian baju, sehingga mereka boleh menjahit sendiri.



Menurut dia, pemberitahuan diperbolehkannya polwan menggunakan jilbab, adalah hasil dari video conference dari Asisten Sumber Daya Manusia Mabes Polri, Mayor Jendral (Pol) H K Astana, dan jajarannya mengenai penggunaan jilbab.



"Dalam video conference itu, ada Polwan yang memperagakan penggunaan jilbab, sesuai keputusan itu tertuang dalam surat Keputusan Kepala Kapolri Indonesia, No.Kep/245/III/2015 tentang perubahan atas sebagian isi surat Keputusan Kepala Kepolsian Negara RI No. skep/702/IX/2005 tanggal 30 September 2005 tentang Penggunaan Pakaian Dinas Seragam Polri dan PPNS Polri.



Menurut Nowo penggunaan jilbab nantinya tidak hanya bagi polwan yang berdinas di dalam ruangan saja. Tetapi bagi polwan yang bertugas di lapangan juga akan disiapkan baju dinasnya.



"Untuk penggunaan jilbab menyesuaikan dengan celana yang dipakai, begitu juga dengan baju umum reserse dan intel," ujarnya.



ANT

Kamis, 16 April 2015

Qatar Perintahkan Tempat Usaha Tutup Saat Shalat Jumat






Kerajaan Qatar mengeluarkan peraturan baru yang mewajibkan seluruh toko, kantor serta restoran tutup selama ibadah shalat Jumat berlangsung. Jika tetap buka, maka akan didenda hingga senilai puluhan juta rupiah.





Diberitakan situs harian berbahasa Inggris di Qatar, The Peninsula, peraturan baru ini disahkan oleh Emir Qatar Syeikh Tamim bin Hamad pada Rabu (15/4). 





Penutupan tempat usaha harus segera dilakukan saat azan pertama berkumandang, dan tetap tutup selama pelaksanaan shalat Jumat yang biasanya berlangsung 90 menit.





Dalam peraturan disebutkan, para pelanggar peraturan ini akan didenda hingga 10 ribu riyal Qatar, atau lebih dari Rp35 juta.










Peraturan baru ini hanya mengikat pada semua usaha, termasuk toko, cafe, restoran, hotel, klinik, rumah sakit, gerai, klub dan unit industri yang memiliki izin dari Kementerian Ekonomi dan Perdagangan Qatar. Sementara usaha rumahan dan kecil memiliki peraturan berbeda.





Tidak ada alasan resmi yang dikeluarkan terkait peraturan baru tersebut.





Sebelumnya pada akhir 2011, Qatar yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA pada tahun 2022 itu juga mengeluarkan larangan penjualan alkohol di restoran dan cafe di Pearl - pulau buatan yang menjadi rumah bagi banyak warga ekspatriat. 





Pesta dengan minuman beralkohol dan musik keras juga dilarang di pulau tersebut.

Senin, 06 April 2015

Tahun 2050, Satu dari 10 Orang Eropa Beragama Islam








Sebuah penelitian menyebutkan Islam merupakan keyakinan yang paling progresif pertumbuhannya. Bahkan, sebuah kesimpulan dari hasil penelitian yang dirilis Pew Research Center, Amerika Serikat itu memperkirakan pada tahun 2050 mendatang satu dari 10 orang Eropa bakal memeluk agama Islam.





Dilansir dari hasil penelitian yang dirilis pewforum.org pada Kamis lalu, laju pertumbuhan umat muslim di dunia sangat pesat. Bahkan, para peneliti dari lembaga think tank negeri Abang Sam itu mengemukakan kekristenan tidak akan lagi menjadi agama yang dominan di dunia pada tahun 2050. 





Itu disebabkan karena hampir semua kelompok agama besar akan bertambah jumlahnya.





“Pada 2050, apabila dihitung dari populasi global, jumlah umat muslim bakal setara pada kira-kira angka 32 persen,” bunyi kutipan hasil penelitian.





Sebelumnya, pada 2010, agama Kristen adalah agama terbesar di dunia. Agama ini dipeluk hampir sepertiga dari warga dunia yang diperkirakan berjumlah 6,9 miliar jiwa kala itu. Sedangkan Islam menduduki peringkat kedua dengan dipeluk oleh 1,6 miliar jiwa. atau setara 23 persen dari populasi global.





Masih menurut ringkasan penelitian yang diperoleh CNN Indonesia dari laman situsnya, terdapat beberapa faktor penyebab pesatnya laju pertumbuhan muslim dalam statistik penduduk dunia. Sebab pertama, umat Islam di dunia memiliki tingkat kesuburan tinggi. 





Rata-rata dari pasangan muslim memiliki 3,1 anak per perempuan. Sedangkan, jemaat Kristen memiliki rata-rata 2,7 anak per perempuan dan Yahudi rata-rata 2,3 anak per perempuan.





Penyebab kedua adalah adanya prediksi menurunnya angka populasi pemeluk agama kristen di berbagai negara. Amerika, Inggris, Australia, Perancis, Belanda merupakan negara-negara yang terprediksikan menurun. 





Penurunannya, menurut riset Pew Research Center, di Eropa rata-rata mencapai separuhnya, sedangkan di Amerika populasinya bakal menurun sekitar 60 persen dari populasinya sekarang ini.





Dengan demikian, kesimpulannya menyebutkan di benua Eropa, jumlah muslim mencapai 10 persen dari total populasinya pada 2050 dan Islam pun menjadi agama mayoritas di 51 negara.

Kamis, 02 April 2015

Pengelola Situs Islam Tak Merasa Rugi meski Dizalimi






Wacana pemblokiran situs Islam yang terindikasi radikal ditanggapi santai oleh Pembina situs gemaislam.com, Yusuf Ustman, di Jakarta, Kamis (2/4).





Dia mengatakan, pemblokiran situs tidaklah merugikan karena pihaknya akan dengan mudah mengganti alamat situs baru.





"Buat kami kerugiannya tidak berat karena kami mudah saja mengganti nama lalu share lagi ke media sosial," kata dia. Orang-orang yang sering membuka gemaislam.com pasti akan kembali lagi karena tahu kami berubah nama.





"Yang kasihan adalah dampak nasionalnya. Kasihan Pak Jokowi karena akan semakin dijauhi umat Islam karena beliau terkesan merugikan umat Islam. Sosok presiden semakin jauh dari hati muslimin yang jumlahnya 200 juta lebih," kata dia.





Situs gemaislam.com memulai debutnya pada 1990-an dengan penerbitan majalah, lalu pada 2012 memulai merambah dunia jaringan internet.





Jumlah reporter dan kontributor media yang berbasis di Jalan Pedati, Jakarta Timur, itu sebanyak 15 orang. Perekrutan reporter diutamakan mereka yang menguasai bahasa Inggris dan bahasa Arab untuk kepentingan penerjemahan berita Islami dari situs di luar negeri, selain memiliki pemahaman baik mengenai Agama Islam.





"Meskipun diblokir, kami akan tetap membuat tulisan," katanya.





Utsman mengatakan, pemblokiran situs Islam merupakan preseden buruk bagi kebebasan berpendapat dan berekspresi di Indonesia. Diharapkan, ke depan, pemerintah bisa melakukan prosedur yang sesuai sebelum memberikan tuduhan tertentu dan memblokir situs.





Senada dengan dia, Pemimpin Redaksi situs arrahmah.com, AZ Muttaqin, mengatakan pemerintah telah melakukan kezaliman dengan tidak melakukan sosialisasi sebelum adanya pemblokiran situs.





"Seharusnya arrahman.com mendapat informasi sebelum diblokir, ini kesewenang-wenangan karena tanpa prosedur yang jelas, tanpa teguran kami diblokir," kata dia.





"Yang bisa langsung ditutup itu situs porno. Pada dasarnya kami ini manut, kalau diberi tahu baik-baik dan diajak bicara ya kami mau kok. Kami ini media berbadan hukum resmi, kami protes keras atas tindakan ini," kata Muttaqin.





Muttaqin mengaku konten situs arrahmah.com tidak bersifat radikal dan hanya berisi berita dunia Islam secara global.





"Saya tidak bisa mendefinisikan apa itu radikal karena kami tidak begitu," kata dia.





Situs arrahmah.com berbasis di Jakarta Selatan dan memiliki tujuh reporter, dan didirikan 10 tahun lalu.





"Kualifikasi reporter tentu menguasai bahasa Inggris, bahasa Arab, punya keberpihakan terhadap dunia Islam dan muslimin karena kami media yang tidak bebas nilai. Kami ini memperjuangkan al haqq, kebenaran tapi kita mewartakan dengan santun. Mudah-mudahan kasus ini ada hikmahnya," katanya.





ANTARA

Surat Terbuka Arifin Ilham untuk Kepala BNPT





Pendiri Majelis Taklim Adz-Dzikra, Muhammad Arifin Ilham, menulis surat terbuka untuk Kepala BNPT, Saud Usman Nasution, Rabu (1/4/2015). Dia mengingatkan tentang akibat bagi mereka yang menghalangi dakwah.


“Semoga ayahanda tercinta berkenan dan segera membuka kembali Jalan Da’wah mulia ini”, ujar Arifin Ilham dalam surat terbukanya yang dimuat pada akun Facebooknya.
Berikut ini penuturan lengkap dai berusia 45 tahun tersebut:


Surat untuk Ayahanda Irjen. Pol. Drs. H. Saud Usman Nasution, Kepala BNPT


Ayahanda tercinta Irjen. Haji Saud Usman Nasution, nanda wajib mengingatkan ayahanda yang telah memblokir Media Da’wah. Maafkan jika ayah marah dengan nanda. Ayahanda, hidup kita tidak lama di dunia, SANGAT SEBENTAR, apalagi jabatan yang kita emban. Segala sikap dan keputusan kita mengandung konsekuensi dunia akhirat. 


Bacalah Kalam Allah dengan iman, Barang siapa memberi keputusan atau kebiasaan yang baik, lalu banyak yang mengikutinya maka sebanyak itu ganjaran mengalir Allah berikan kepadanya, tetapi sebaliknya barang siapa membuat keputusan atau kebiasaan buruk, lalu banyak yang mengikutinya maka sebanyak itu dosa yang ditimpakan kepadanya (QS An Nisa 85). 


Betapa besar NILAI AMAL dan PAHALA bila keputusan itu baik, sebanyak manfaat, sebanyak yang mengikutnya sebanyak itu pahala mengalir yang ayah raih, tetapi kalau keputusan itu buruk apalagi sampai menutup JALAN DA’WAH, sungguh keputusan terlalu berani, terlalu riskan ayahanda. Nanda wajib menyampaikan akibat akibat bagi mereka yang menghalangi da’wah:


  1. Mendapat laknat Allah seperti Abu Lahab, “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (QS Lahab 1-4).

  2. Akan mendapat azab yang sangat pedih di akhirat kelak

  3. Akan mendapat azab Allah saat di dunia

  4. Termasuk orang zhalim yang sangat merugi. Allah berfirman, “Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim, (yaitu) orang-orang yang menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan menghendaki (supaya) jalan itu bengkok. dan mereka Itulah orang-orang yang tidak percaya akan adanya hari akhirat. Orang-orang itu tidak mampu menghalang-halangi Allah untuk (mengazab mereka) di bumi ini, dan sekali-kali tidak adalah bagi mereka penolong selain Allah. Siksaan itu dilipat gandakan kepada mereka. mereka selalu tidak dapat mendengar (kebenaran) dan mereka selalu tidak dapat melihat(nya). Mereka Itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan. Pasti mereka itu di akhirat menjadi orang-orang yang paling merugi” (QS Huud : 18 – 22)

  5. Menjadi musuh Allah dunia akhirat. Rasuulullahu bersabda, “Sesungguhnya Allah Berfirman: “Siapa saja yang telah memusuhi juru da’wahKu maka sungguhnya aku telah menyatakan perang kepadanya” (HR Bukhari).

  6. Menutup Jalan da’wah membuat yang lemah iman semakin jahil, yang benci Islam semakin berjaya. Padahal Rasul yang mulia mengajarkan kita doa mohon perlindungan Allah dari “syamaatatil a’daai” membuat pembenci agama yang mulia ini bertepuk tangan.

  7. Menumbuhkan kecurigaan, fitnah bahkan kebencian umat kepada ayahanda dan BNPT. Mengapa tanpa teguran peringatan sebelumnya, mengapa hanya Media Islam dicap radikal kalau yang lain tidak dicap radikal, dsb. Sungguh kecurigaan akan menjadi fitnah, dan fitnah menimbulkan kebencian, dan kebencian menjadi permusuhan. Bahkan sampai meninggalpun bukan saling mendoakan, Na’udzubillah min dzalika. Bukankah kita bersaudara seiman, bisa duduk bersama, makan minum bersama dan saling menasihati. “Sesungguhnya orang-orang mu’min bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat (QS Al Hujurat 10).



Semoga ayahanda tercinta berkenan dan segera membuka kembali Jalan Da’wah mulia ini. Kalau memang banyak kekurangan dan kesalahan ikhwah Media Da’wah, AJAKLAH BERMUSYAWARAH untuk memperbaikinya, insya Allah semua berkenan dan berkah dengan silaturahim, berkah BNPT, berkah Da’wah, berkah juga untuk negeri yang kita cintai ini. Dan nandapun senang jika ayah mengundang nanda bermusyawarah. Ikhwah fillah yang diblokir bersabarlah, insya Allah tidak lama, berdoalah dan doakanlah semua dan tentu pula muhasabah diri. Tantangan da’wah adalah keniscayaan, dan selalu berbuah hikmah besar, sahabatku.



Maafkan Arifin ini yang merindukan keberkahan harakah da’wah dan kedamaian negeri ini. Alangkah indahnya bila presidennya benar benar memikirkan keadaan rakyatnya, tentara polisi melindungi rakyatnya, media da’wahnya lancar, rakyatnya menjadi taat, dan negerinya bertabur berkah… insya Allah, aamiin.



(Dok. Arifin Ilham)


Foto bersama BRIMOB setelah Zikir dan ngaji bersama di halaman mesjid Az Zikra Sentul. Jangan lupa sebelum rehat malam ini berwudhu, berdoa, berzikir sampai tertidur, berazzam shalat malam dan bersahur untuk puasa kesukaan Rasulullah, senin Kamis.


DAKWATUNA

40 Personil Polisi Aceh Dimasukkan ke Pesantren






Sebanyak 40 orang anggota Kepolisian Resort Aceh Barat, Polda Aceh dimasukan dalam pondok pasantren untuk mengikuti pengajian menambah kemantapan ilmu agama (Islam).





Kapolres Aceh Barat AKBP Faisal Rivai melalui Kabag Sumda Kompol Taupik Rahman di Meulaboh, Kamis mengatakan bahwa seluruh personil tersebut diberikan pengajaran agama selama satu bulan (30) hari.





"Ada tiga tahapan untuk 40 orang anggota ini, untuk tahap pertama 20 orang sudah kita kirim ke pompes Serambi Meukah, ini merupakan bagian dari program institusi Polri dalam revolusi mental anggota polisi,"katanya.





Selama satu bulan tinggal dalam pengawasan pengurus pondok pasantren tersebut, anggota polisi akan mengikuti semua rutinitas santriwan dan santriwati seperti pengajian rutin ilmu ketauhidan, tasauf serta ilmu fiqah.





Kompol Taupik menjelaskan, kegiatan ini merupakan petunjuk dari penjabaran institusi Polri dalam program revolusi mental sehingga personil memiliki mental yang baik, humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.








Dari 40 personil bintara yang ditempat tugaskan di jajaran Mapolres Aceh Barat ini akan dikirimkan secara berangsur, tahap pertama 20 orang, kemudian menyusul 10 orang untuk dua bulan selanjutnya.





Pihak kepolisian setempat merencanakan seluruh personil diberikan asupan ilmu agama Islam secara serentak dibeberapa pompes, namun karena butuh keseragaman ilmu relegi maka ditempatkan pada satu tempat secara bergiliran.





"Bila anggota sudah berada di pasantren ini mereka juga bisa berinteraksi langsung mengsosialisasikan kamtibmas. Kita berharap mereka ini menjadi polisi-polisi yang humanis,"imbuhnya.





Sementara itu dewan pengajar pompes Sermabi Mekah Ustd Haramer Nuriqmar usai memberikan pengajian kepada wartawan menyampaikan seluruh anggota polisi tersebut sudah tercatat sebagai santriwan dan santriwati.





"Mereka juga akan diperlakukan sama, karena begitu masuk kemari mereka sudah menjadi santri kita. Dengan adanya kegiatan seperti ini kami yakin polisi-polisi akan memiliki mental yang baik dan paham hukum dengan mengkaji korelasi hukum negara dan hukum agama,"katanya menambahkan.



ANTARA

Selasa, 31 Maret 2015

Ustadz Felix: “Islam Dianggap Monster!”





Ustaz Felix Siauw menilai pemblokiran situs-situs media Islam merupakan stigmatisasi negatif terhadap Islam.



"Ketika "palu" teroris dan bukan teroris diserahkan pada barat, dan orang yang tak tahu agama, ulama dituduh teroris, Islam dianggap monster," ujar Felix Siauw, dikutip dari akun facebooknya, Selasa (31/3/2015).



Felix menilai apa yang dilakukan pemerintah tanpa diskusi dan tanpa dengar pendapat.



"Ini diktator nyata," tegas Felix.





Menurutnya, isu ISIS dan terorisme ini memang seksi untuk 'digoreng'. Siapa saja yang mengkritik status-quo langsung dicap ISIS cap teroris tanpa bukti .



"Islam itu agama paling tinggi dan tak ada yang lebih tinggi darinya" | ini radikal dan teroris! pasti cabang ISIS! (nuduh tanpa bukti)", tulis Felix di twitter.





Kamis, 26 Maret 2015

Kapolri Sahkan Aturan Jilbab Polwan






Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) selaku Pelaksana Tugas Kapolri Komisaris Jenderal Pol. Badrodin Haiti telah menandatangani peraturan penggunaan jilbab bagi seluruh polisi wanita (polwan) muslimah.





"Wakapolri telah menandatangani SK kepolisian tentang polwan berhijab," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Hubungan Masyarakat Polri Kombes Rikwanto, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis.





Ia mengatakan Keputusan Kapolri yang mengatur tentang seragam polwan berjilbab disahkan dengan Keputusan Kapolri Nomor: 245/III/2015 tertanggal 25 Maret 2015 Tentang Perubahan Atas Sebagian Isi Skep Kapolri Nomor: SKEP/702/IX/2005.





"SK ini akan disebarluaskan dan disosialisasikan mengenai perubahan-perubahan jenis pakaiannya. Salah satunya penutup kepala, jilbab yang sebelumnya warna coklat tua diubah menjadi jilbab polos tanpa emblem," demikian Rikwanto.





Selama ini belum ada aturan yang membolehkan polwan untuk mengenakan jilbab. Aturan membolehkan polwan mengenakan hijab baru diberlakukan di Kepolisian Aceh, lantaran provinsi paling barat Indonesia tersebut menerapkan syariat Islam.

Kamis, 12 Maret 2015

Banda Aceh Siapkan Peraturan Tutup Toko 10 Menit Sebelum Azan






Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh saat ini sedang menyiapkan peraturan baru tentang kewajiban menghentikan berbagai aktivitas jual beli sebelum azan berkumandang. 





Setiap toko akan diharuskan menutup usahanya sejak 10 menit sebelum azan hingga proses pelaksanaan shalat selesai.





Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan kebijakan tersebut sudah dibahas bersama kepala SKPD di lingkungan Pemko Banda Aceh beberapa waktu lalu.





"Kami nilai kebijakan ini sesuatu yang penting untuk membangun suasana agama dan menghargai saat-saat pelaksanaan waktu shalat. Kami berharap kebijakan ini disambut baik oleh masyarakat,” kata Illiza.





Ia menyebutkan, untuk tahap awal akan dipilih kawasan sekitar Masjid Raya Baiturrahman untuk percontohannya.






Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal






Pemko Banda Aceh, kata Illiza, akan menurunkan tim dan personel WH untuk membantu menyosialisasikan peraturan Walikota tentang menghentikan berbagai aktivitas 10 menit sebelum azan tersebut.





Illiza mengingatkan agar semuanya tidak larut dalam jual beli sehingga mengabaikan kewajiban shalat. Pantauan wartawan, sejumlah toko pakaian di Jalan Diponegoro, Pasar Aceh, tutup sementara saat waktu shalat tiba. 





Biasanya, toko ditutup seadanya dengan kayu atau kursi dan meletakkan kertas/karton bertuliskan “Tutup, waktu shalat”.





“Kami menginginkan kesadaran itu tumbuh dengan sendirinya dari seluruh masyarakat, dalam kesempatan umur dan waktu yang masih diberikan oleh Allah kepada kita semua. Mari bersama-sama meluangkan waktu sejenak untuk untuk shalat saat waktunya tiba,” ajak Illiza.



Serambi Indonesia